Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 5: Bab 46 - Rencana Berangkat



DOR DOR DOR!!


Suara kembang api di pagi hari, yang terdengar samar di langit kota Li Tian.


Orang orang pasti bertanya, "siapa orang bodoh yang menyalakan kembang api di pagi hari seperti ini?" begitu. Tapi kenyataanya, itu adalah sebuah tanda yang dimengerti beberapa orang.


"Seseorang sudah menemukannya, kah?" tanya Yuan Yi, ketika melihat kembang api di langit.


Segera, dia berlari, tidak menghiraukan kumpulan orang yang mulai keluar, mencoba menyambut pagi dengan bekerja. Tujuannya hanya satu, tempat kembang api itu diluncurkan.


Di jalan, dia berpapasan dengan Beta dan Eina yang sama sama sedang berlari, menuju arah yang sama.


Ketiganya sedikit terkejut, tapi tidak menghabiskan waktu untuk berbasa basi atau atau apapun itu.


"Kukira itu sinyal darimu, Beta." kata Yuan Yi yang mengawali pembicaraan sambil berlari.


"Tidak, aku tidak menyangka tempat itu berada di pinggiran kota. Dan juga, aku mencari ke arah yang berlawanan." jawab Beta dengan datar.


"Jadi memang benar, itu berada di pinggiran kota, huh?" bisik Yuan Yi.


Mereka lantas mengubah rute, memasuki jalan kecil, sebelum akhirnya melompat dari tembok ke tembok, menuju atas atap perumahan. Itu agar mereka bisa lebih cepat sampai di tujuan, dan tidak terhalang warga yang mulai ramai.


Mungkin terlihat aneh ketika melihat wanita wanita ini berlari di atas, tapi nyatanya, mereka bisa sekuat Adventurer Rank-A.


Setelah cukup lama berlari, mereka akhirnya sampai di titik dimana kembang api itu berada.


Disana, sudah ada Dain yang menunggu di atas, seakan menjadi seorang penunjuk jalan. Sementara itu, di bawah sudah cukup banyak orang yang berkumpul.


"Dain. Apakah kau yang menyalakan kembang api itu?" tanya Beta.


"Tidak, itu Cilia. Turunlah dulu, aku sedang menunggu Fischia." jawab Dain tenang, sambil menutup matanya.


Para anggota Black Eyes mengerti, bahwa Fischia agak kesulitan menemukan jalan baru. Tapi begitu sudah melewati nya, daya ingat nya luar biasa.


Mendengar itu, Beta dan Yuan Yi tidak basa basi lagi, dan segera melompat turun, bergabung dengan Alpha dan lainnya yang tampak membicarakan sesuatu.


"Alpha, Cilia, Ghea!" Beta menyapa mereka ketika turun.


Segera, wajah mereka terlihat sumringah, dimana Eina juga terlihat lega melihat Beta. Sementara itu, Alpha sedang berkeliling lokasi, mencoba melihat apakah ada sesuatu petunjuk yang ditinggalkan.


"Bagaimana, Cilia? Kau yang menemukan ini, bukan?" tanya Yuan Yi tampak tak sabar.


"Ya. Saat aku bertemu dengan Eina, dia mengatakan bahwa ada sebuah wilayah yang menjual bahan bahan masakan, contohnya tepung. Jadi aku dan Eina mencari di sekitar sini, dan menemukan ini." jelas Cilia singkat lagi cepat.


Yuan Yi dan Beta mengangguk, ketika Alpha mulai datang setelah melakukan beberapa penyelidikan.


"Memang benar ini tempatnya. Disini ada bekas pertarungan kecil, dilihat dari beberapa tapak kaki yang tidak beraturan. Dan juga, ada beberapa tetesan darah disini. Jelas Master masih hidup dan baik baik saja." kata Alpha dengan nada sedikit lega.


Yang lain juga segera berwajah senang, dan sedikit menghembuskan nafas setelah tadi sangat khawatir.


Yuan Yi sedikit bingung, kenapa ada sedikit percikan darah justru dianggap Liu Xiu baik baik saja? Tapi dia tidak mempertanyakannya.


"Ya. Aku juga setuju disini adalah tempat yang dimaksud. Ada bau merica yang menyengat disini." tanggal Beta.


"Oh ya setelah kau mengatakannya...." yang lain baru ingat, dan mencoba mencium bau yang ditinggalkan dan baru menyadari apa yang Beta katakan.


"Baiklah. Kalau begitu, kita harus bersiap. Karena ini berada di pinggir kota, ada kemungkinan Master dibawa ke tempat lain, bahkan luar kota atau mungkin kota lain. Kita harus memiliki perbekalan yang cukup." Alpha mengangkat tangan, mulai memberikan instruksi.


"Ayo kita kumpulkan perlengkapan untuk satu minggu, dan segera berangkat. Dalam lima belas menit, kita berkumpul di sini lagi." lanjutnya.


"Dimengerti!!" serentak, semua orang menjawab hal yang sama, dan beranjak pergi.


Hampir bertepatan dengan itu, Fischia datang, dan menemui Dain yang masih menunggu nya.


Dain sedikit menepuk jidat, tapi mengingat Fischia agak payah dalam menemukan jalan, dia memakluminya. Tapi, akan merepotkan bagi Dain jika Fischia terpisah lagi, jadi dia harus menjaganya.


"Fischia, semua sedang berbelanja barang barang. Apa kau mau ikut?" tanya Dain, menawarkan tangan.


"Ya! Ikut!!" teriak Fischia senang.


Mereka semua segera mengumpulkan bahan makanan, serta beberapa air untuk perlengkapan satu minggu. Beruntung masing masing dari mereka memiliki [Inventory] sendiri, jadi mudah membawa barang barang.


Yuan Yi sedikit heran dengan itu, tapi mengingat mereka adalah rekan party Liu Xiu, Yuan Yi memakluminya.


Setelah dirasa cukup, mereka segera kembali. Dan tentu, semua orang sudah membawa perlengkapan terbaik mereka, berjaga jaga jika harus bertarung di jalan nanti.


Seperti biasa, Dain berjaga di sekeliling, kalau kalau ada seseorang yang berniat menguping pembicaraan mereka.


"Baiklah. Semua, kita akan berangkat. Target kita kali ini adalah mengikuti Master ke tempat dimana Master berada. Kita tidak diizinkan menyerang." kata Alpha tegas.


"Hehhh... Kenapa? Bukankah lebih baik kita segera menyerang dan membebaskan Master?" tanya Fischia.


"Tidak. Jika seperti itu, bisa jadi kita merusak rencana Master. Perintah Master hanya mengikuti, bukan menyerang. Kalau dia ingin menyerang, aku yakin Master bisa melakukannya kapan pun dia mau." ucap Alpha meyakinkan semua.


Semua mengangguk, tampak mengerti. Walau ada beberapa wajah keberatan, tapi mereka tidak menyuarakan keberatannya.


"Baiklah. Sepertinya tidak ada keberatan. Jadi, ayo berangkat!" teriak Alpha sambil mengangkat tangan.


***


Dalam kesadaran Liu Xiu saat Liu Xiu pingsan....


"Aku? Dimana? Kenapa? Bagaimana? Uhh, aku sedikit tidak bisa mengingat apa yang terjadi tadi." kata Liu Xiu, yang terbangun sambil mengelus kepalanya.


Dia melihat ke sekeliling, kosong.


Hanya ada kegelapan di sekitar tubuhnya. Tidak ada satu benda, atau satu warna pun yang dapat dilihat oleh matanya selain warna hitam di ruangan itu.


Itu mirip dengan saat dia bertemu dengan malaikat penjaganya, Zadkiel. Atau saat bertemu dengan roh yang sudah sangat tua, Yuu Chang. Tapi ini jauh berbeda dari mereka berdua.


Tidak ada awan awan yang terlihat untuk dipijak, dan bisa dibilang, kabut tebal menyelimuti tempat itu.


Tapi yang paling jelas, tempat itu benar benar hitam. Walau begitu, Liu Xiu bisa melihat dengan jelas, bahkan pandangannya tidak menjadi gelap.


("Aku yakin aku sedang berada di penjara tadi.") kata hati Liu Xiu berbicara


?!!


Liu Xiu sedikit terkejut ketika mendapati perbedaan aneh tapi dia rasakan sekarang. Tidak dapat mempercayainya, dia menoleh ke sekeliling untuk menemukan jawaban, tapi dia tidak menemukan satupun yang bisa menjawab pertanyaannya.


Oleh karena itu, dia memutuskan untuk mencobanya kembali.


("Aku tidak yakin, tapi...")


Keanehan itu terasa lagi, dan kini dia menyadarinya.


Saat dia membatin dalam hati, Liu Xiu mendengar sebuah suara yang datang entah dari mana. Itu terdengar seperti berasal dari seluruh tempat ini, menggema tanpa tahu asalnya dari mana.


Kemudian, Liu Xiu melakukan beberapa percobaan, tapi hasilnya tetap sama. Suara hatinya tetap terdengar jelas disini.


"Tempat apa ini? Apakah ini adalah tempat dimana suara hatimu akan terdengar? Tapi apa tempat semacam itu ada? Tidak, seharusnya ada." tanya Liu Xiu sedikit kebingungan.


"Tapi ada sebuah kemungkinan lagi, bahwa ini adalah di dalam hatiku sendiri." bisik Liu Xiu memikirkan beberapa kemungkinan yang mungkin menjadi nyata.