
"Bukanlah itu ras demon?!" teriak Liu Xiu tidak percaya.
Pasalnya, hampir tidak ada berita tentang dipanggilnya demon ke dunia ini oleh kultus. Apalagi, demon yang dipanggil ke dunia ini biasanya berperingkat Demon King, atau bahkan Demon Lord biasa.
Dan yang paling utama, tujuan kultus atau sekte sekte kecil memanggil demon adalah untuk membangkitkan Demon God.
"Ada apa dengan ini semua? Tidak mungkin sebuah negara tutup mata dengan pemanggilan demon ke dunia ini." sekarang Liu Xiu terduduk, membelakangi pertarungan dengan keringat dingin yang mengucur deras.
"Jika yang dipanggil adalah ras demon biasa, maka sekali pemanggilan bisa mencapai belasan atau bahkan puluhan!" ucap Liu Xiu sambil bertambah panik.
Kenapa dia bisa tahu semua ini? Itu karena saat akan menyelamatkan Suzu dari kultus dulu, Liu Xiu menyempatkan diri untuk mempelajari hal hal tentang demon, dan kultus.
"Ini gawat ini gawat ini gawat!! Untuk saat ini, aku yakin tentang mereka bedua yang mampu mengatasi musuh, jika mereka cukup pintar. Tapi belasan yang lainnya...." Liu Xiu menggertakkan gigi, marah.
Hanya membayangkan hal itu saja membuatnya bergidik, belum sampai melihatnya langsung.
Yang Liu Xiu pikirkan adalah, jika ras demon dipanggil secara massal ke dunia ini, maka ada saatnya mereka akan berbentuk sebuah pasukan. Maka pemanggilan Demon King dan Demon Lord tidak akan lama lagi.
"Yang berarti, sebentar lagi Demon Lord Army akan segera tiba?" tanya Liu Xiu panik.
Itu adalah hal yang sering dia baca dalam novel, manga, atau anime. Seorang Demon Lord yang menjajah dunia manusia untuk membuat manusia sebagai budak mereka.
Memang bagi Liu Xiu, itu terdengar seru dan menegangkan. Tapi itu dulu, saat dia masih hidup.
Sekarang, ketika akan merasakannya sendiri, ketakutan dalam diri Liu Xiu tumbuh, bagaimana dia kehilangan orang orang yang dicintainya dulu, saat berhubungan dengan hal yang sama.
"Maafkan aku, Kei." Liu Xiu meringis, dan sedikit meninju batu di belakangnya.
Dia ingat, bagaimana dia berjanji pada Kei untuk melepas semuanya, dan tidak lagi berhubungan dengan kultus, ataupun gereja.
"Aku sudah bilang bahwa aku tidak akan berhubungan dengan hal seperti ini lagi, tapi tampaknya aku salah." bisik Liu Xiu lagi, sambil mencengkram kalung hitam di dadanya.
Tapi apapun itu, dia tidak akan bisa benar benar menghentikan datangnya ras demon ke dunia ini.
Itu sedikit membuatnya frustasi, tapi dia segera sadar bukan itu yang dia butuhkan.
Setidaknya, dia harus berusaha mengurangi dampak yang diberikan. Liu Xiu berencana untuk segera menyebarkan anggota Black Eyes, untuk melatih beberapa orang yang mampu bertarung.
Seperti pepatah, sedia payung sebelum hujan. Jika tidak bisa mencegahnya setidaknya dia bisa membantu mengalahkannya saat itu terjadi.
Saat Liu Xiu sibuk memikirkan apa yang harus dia lakukan, pertarungan di belakangnya sudah terjadi.
Dia sedikit terkejut terkena hempasan angin dari pertemuan pedang Luna dan Gerudo, tapi tetap menimang nimang jalannya pertandingan-apakah dia harus ikut membantu atau tidak.
"Beast itu, luar biasa. Dia bahkan bisa menandingi kekuatan Demon itu, walau dia sudah menggunakan skill khusus ras miliknya." Liu Xiu benar benar menjadi penonton sekarang.
"Heh? Demon itu memutuskan untuk mengulur waktu? Pasti karena sihir skala besar tadi." dia berbicara seperti menonton sebuah pertandingan seperti biasa.
"Uwahh, Beast itu bahkan berani menerima tantangan Iblis bernama Gerudo itu, tapi aku yakin dia punya rencana. Kalau tidak, tidak mungkin dia mengalihkan perhatian untuk membiarkan sang Elf merapal mantra kuat. Pasti tujuan mereka menghabisi Demon itu satu persatu." Liu Xiu mengangguk pelan, benar benar menikmati.
?!!
Liu Xiu hanya bisa ternganga ketika melihat Luna menggunakan skill Penggumpalan Darah miliknya.
"Skill itu, yang sama dengan punya Beta! Apa itu? Luar biasa! Aku yakin aku tidak akan bisa mengalahkannya sekarang! Tidak, aku bahkan tidak yakin bisa mengalahkannya bahkan tanpa dia mengaktifkan skill itu." kata Liu Xiu sambil bergidik ngeri.
Menurutnya, Luna sekarang lebih kuat darinya, dalam urusan fisik. Kecuali Liu Xiu membuka gerbang pembatas hingga ke 3, Liu Xiu tidak akan bisa menangani Luna sendirian.
Liu Xiu terus memperhatikan pertarungan itu, sampai akhirnya sang Elf selesai menyiapkan mantra.
"Oh ya. Kalau tidak salah, skill khusus Ras milik Demon adalah-" Liu Xiu tidak bisa menyelesaikan kalimatnya, karena...
"EXPLOOOOSIOONN!!!!"
"Uwahh!! Mantra seperti itu benar benar ada!!!" Liu Xiu berteriak kegirangan ketika mantra sihir yang mirip seperti seorang karakter ditembakkan.
Tapi, bukan itu masalah utamanya sekarang.
"Seperti yang aku duga, inti dari Demon akan segera meledak, menghasilkan ledakan setingkat City Level Spell. Dengan kekuatan Beast itu dan sang Elf, aku tidak yakin mereka bisa bertahan tanpa terluka." kata Liu Xiu sambil mulai berdiri.
Dia sedikit mengambil nafas lelah. Liu Xiu pikir, dia tidak akan ambil bagian dalam pertarungan ini, tapi ternyata dugaannya salah.
"Mau bagaimana lagi, kekuatan mereka pasti akan dibutuhkan saat perang nanti, jadi mereka harus tetap utuh." bisik Liu Xiu, seraya mulai mengambil nafas, sambil mempersiapkan kuda kuda.
BZZTTTT BOM BOM BOM!!
Itu semua terjadi bersamaan dengan menghilangnya Demon beserta intinya dari serangan mantra sang Elf, dan sihir milik Ras demon mulai aktif.
Liu Xiu memperhatikan Beast yang sudah berhasil melumpuhkan Demon yang satunya, tapi tampak kehabisan tenaga. Dan bahkan Elf yang mengeluarkan sihir itu lebih parah.
"[Change]" bisik Liu Xiu, ditengah saat dia sedang melayang cepat, terbang ke arah si Elf yang sudah jatuh kehabisan Fehl.
Dengan begitu, penampilan Liu Xiu sekarang berubah menjadi Shinigami, bentuk yang sudah lama dia tinggalkan tak lupa dengan topeng yang menyembunyikan wujudnya.
Liu Xiu dengan cepat menyambar Elf itu, dan menggendongnya di punggung, dan segera melesat ke arah Beast yang sedikit berlutut, mencoba mengatur nafasnya lagi.
"He?" Beast itu, sedikit bingung ketika melihat Liu Xiu mendekat, dan bersiap untuk menghunuskan pedangnya lagi.
Tapi Liu Xiu sudah menduga itu, dan dengan mudah menepis pedang Beast yang sudah melemah itu.
Dengan sekali jalan, Liu Xiu berhasil menggendongnya, dan membawa mereka menjauh dari lokasi itu sejauh yang dia bisa.
BZZZTTT!!! DOR DOR BOM!!!
Ledakan terdengar bersahutan di belakang Liu Xiu, dengan tempat tadi dia berdiri sudah menjadi neraka yang tak berbentuk lagi.
Beast itu, Luna memperhatikan semua kehancuran itu sambil digendong Liu Xiu, dan bersyukur Liu Xiu menyelamatkan mereka tepat waktu.
Setelah beberapa saat Liu Xiu berlari sambil membuka pembatasnya, mereka sampai di hutan. Tidak, mungkin tidak hanya sampai. Mereka benar benar melarikan diri cukup jauh dari lokasi pertarungan tadi, tapi Liu Xiu berlari ke arah terdekat dari gerbang kota.
Kalau-kalau ada luka pada Luna dan Sara, mereka bisa dengan cepat diobati dan tidak ada sesuatu yang serius.
Saat Liu Xiu menurunkan mereka berdua, Luna dengan cepat mengarahkan pedang ke leher Liu Xiu, mengancamnya.
"Katakan siapa kau dan apa tujuanmu!" bisik Luna pelan, sambil mengancam Liu Xiu.
Liu Xiu terkejut dalam hatinya, dan benar benar takut dengan itu, tapi dia tetap berusaha untuk tenang.
"Begitukah kau memperlakukan penyelamat hidupmu?" tanya Liu Xiu dengan dingin.
Walau nada dingin Liu Xiu tetap bertahan seperti sebagaimana Shinigami bertindak, tapi hati Liu Xiu benar benar menjerit ketakutan. Karena jika dia bentrok dengan Beast itu mengeluarkan seluruh kemampuannya, tidak ada jalan lari baginya!
"Hal itu dan ini berbeda. Cepat katakan urusanmu!" jawab Luna lagi, kini lebih mendekatkan pedangnya ke leher Liu Xiu.
"Ha ha. Alasanku, kah?" Liu Xiu tertawa tenang, sambil menaruh tangannya ke janggutnya, terlihat berpikir.
"Tidak ada hal khusus. Dan lebih baik kau memperbaiki sikapmu, wanita Ksatria. Ketidak hati hatian bisa membunuhmu lain kali. Ketahuilah siapa yang akan kau lawan." kata Liu Xiu dengan nada mengejek. Dia juga berdiri perlahan, dan bersiap meninggalkan mereka.
"Oh ya, dan satu hal lagi. Ledakan barusan cukup untuk membunuh kalian berdua. Itu adalah skill khusus Demon, mampu meledakkan diri menjadi sihir setelah mati."
Luna hanya diam, sepertinya mendengarkan apa yang Liu Xiu katakan.
"Tergantung kemampuan para Demon, itu bisa meledakkan seluruh kota, atau bahkan gunung dala sekejap." lanjut Liu Xiu.
"Tapi-"
"Ledakan itu tidak berpengaruh kepada Demon lain. Jadi dia jelas masih hidup." sela Liu Xiu sebelum Luna mengajukan pertanyaan.
Setelah memberikan beberapa peringatan itu, Liu Xiu melompat pergi, meninggalkan Sara yang pingsan dan Luna yang bertanya keheranan.
"Siapa orang itu? Aku tidak merasakan kekuatan yang berbahaya darinya, tapi kenapa aku takut untuk menyerang orang itu? Apa karena dia tetap tenang walau nyawanya berada dalam bahaya, atau karena hal lain?" tanya Luna keheranan, setelah ditinggal Liu Xiu pergi.
"Ahh, ini pertama kalinya aku menyesal tidak menanyakan nama orang lain! Kata Luna dengan geram.
***
"Uwahh!!! Itu tadi menakutkan!!" ucap Liu Xiu, yang kini terduduk merosot di sebuah pohon di hutan, berusaha menenangkan diri.
"Beruntung Beast itu bertindak rasional, dan tidak mengejarku. Sepertinya Fischia harus belajar banyak darinya." gumam Liu Xiu sambil meringis sekaligus sedikit bergidik ngeri.
"Setidaknya mereka bisa kembali ke kota dalam keadaan utuh. Aku harus segera mencari anggota Black Eyes, memberi tahu mereka soal ini. Tidak lupa, aku juga harus kembali ke tempat keluarga Li agar mereka tidak curiga apapun tentangku." katanya sambil sedikit mengambil nafas lelah.
"Hufft. Banyak sekali yang harus aku lakukan karena masalah ini. Tapi yang pertama, aku harus menyusul Rhion, agar tidak menimbulkan kecurigaan lain." setelah mengatakan itu, Liu Xiu mulai berdiri, membuat pohon sebagai penyangganya.
"Baiklah. Mau bagaimana lagi. Ayo selesaikan ini semua dengan cepat!" katanya, sambil segera melompat lagi.