
Rose dan Ren berpisah saat sampai di kota Fuheng. Ren memiliki beberapa keperluan dengan Guild, dan Rose juga memilik urusan dengan perusahaan dagangnya sendiri.
"Baiklah. Haruskah sekarang aku berkeliling kota?" tanya Ren pelan.
Dia memandang ke sekeliling kita, ketika itu masih siang. Ren berencana untuk pergi ke Adventurer Guild untuk mengumpulkan uang. Dia hanya memiliki satu keping emas sekarang.
"Selain itu, aku harus segera terbiasa dengan nama baruku, Liu Xiu, bukan?" tanya Ren, yang sekarang bernama Liu Xiu sambil menarik nafas.
Karena hubungannya dengan Rose, dia bisa membuat kartu pengenal dengan mudah di Kerajaan Afsel ini.
Selain itu, Rose juga ternyata adalah pemilik perusahaan dagang yang besar di seluruh dunia. Dia bahkan memiliki cabang di seluruh kota di Kerajaan Afsel.
Jadi, jika Liu Xiu berkeliling Kerajaan, dia diminta untuk sesekali mampir ke perusahaan dagang Hong Meigui, yang bersedia menjadi perantata untuk mengirim kabar ke kerabat Liu Xiu di Furyuun.
Itu memudahkan Liu Xiu, karena dia juga harus menjaga agar keluarga nya tidak khawatir.
"Aku harus segera mencari uang agar aku tidak perlu tidur di luar lagi." ujar Liu Xiu pelan.
Ada sebuah alasan kenapa dia menyimpan uangnya untuk saat ini. Itu karena uang yang digunakan di Kerajaan Kin dan Kerajaan Afsel berbeda.
Uang di Kerajaan Afsel lebih beragam, dengan uang logam sebagai recehan, dan uang kertas menjadi nilai utamanya.
Emas dan Perak lebih dijadikan untuk perhiasan di negara ini.
Itu jelas membuat Liu Xiu langsung sadar, bahwa Reinkarnator ada campur tangan dengan Kerajaan Afsel. Dengan kata lain, penyebab kenapa Kerajaan Afsel begitu maju adalah karena pendiri nya yang merupakan seorang Reinkarnator.
Liu Xiu tidak terlalu memikirkan itu. Dia sekarang hanyalah manusia yang berpetualang sendiri. Dia bukanlah Ren Larvest lagi, tapi Liu Xiu.
Dengan begitu, Liu Xiu berangkat ke Adventurer Guild.
"Ini luar biasa!!" kata Liu Xiu sedikit berteriak ketika sampai di depan pintu Guild. Ada banyak orang yang memperhatikan nya, tapi dia tidak peduli.
Dia masuk ke dalam, melihat kondisi Guild yang jauh berbeda dengan yang ada di Kerajaan Kin.
Disini ada banyak orang seperti Resepsionis yang menjaga setiap loket. Dan yang membuat berbeda, adalah banyaknya loket yang tersedia.
Loket yang ada bahkan melebihi jumlah jari tangan, dan itu semua penuh dengan orang orang yang mengantre.
"Aku jadi punya ekspektasi besar untuk kota Li Tian." bisik Liu Xiu sambil tersenyum. Dia kemudian melihat lihat sebentar, sebelum mengantre ke tempat yang menurutnya paling cepat.
Dia mengamati seluruh orang. Ternyata orang orang yang mengantre disini bukanlah Adventurer.
Kebanyakan dari mereka hanya datang untuk membuat permintaan. Tapi tidak sedikit juga orang orang yang mendaftar di kota ini. Itu membuat Liu Xiu bersemangat.
"Baiklah. Aku disuruh untuk mengisi formulir ini, dan kembali mengantre? Kenapa mereka tidak melakukannya sejak awal?" Liu Xiu sedikit menggerutu ketika mencari sebuah tempat duduk untuk menuliskan beberapa hal tentangnya.
Mulai dari nama, Ras, pekerjaan, senjata yang digunakan, asal, dan lainnya. Itu seperti data pribadi, tapi tidak terlalu mendetail. Itu hanya menanyakan pertanyaan umum.
"Bolehkah saya duduk di sini?" sebuah suara sedikit mengejutkan Liu Xiu.
"Tentu saja. Tidak ada yang mendudukinya, jadi silakan." jawab Liu Xiu sedikit acuh, tapi tetap dengan nada yang ramah.
Pria itu duduk, lalu menghirup sesuatu seperti rokok di tangannya. Dia sedikit mengintip ke formulir Liu Xiu.
"Wahh, kau akan mendaftar? Itu bagus itu bagus! Dan lagi, kau juga seorang pendekar pedang? Itu luar biasa! Aku lihat kau membawa dua pedang di pinggang kananmu, tuan?" kata Pria itu sambil menggeser kursi nya mendekati Liu Xiu.
Liu Xiu agak bingung mendengar itu, lalu mengamatu pria tadi.
Penampilannya mirip seperti Adventurer, jadi Liu Xiu berpikir bahwa dia adalah Adventurer atas yang cukup berpengalaman.
Dengan jubah putih, dia terlibat menyembunyikan senjatanya dan dapat menyerang kapan saja. Tapi, penampilannya benar benar elegan. Ditambah dengan topi mirip topi koboy berwarna biru yang dipasang sebuah buku di atasnya, membuat Liu Xiu tahu dia bukan orang biasa.
"Ya. Benar. Saya baru saja memulai pekerjaan ini. Saya dengan ini adalah sebuah pekerjaan yang menguntungkan, jadi tidak ada salahnya untuk mencoba." jawab Liu Xiu sambil tersenyum tenang.
"Huum! Itulah pemuda yang dipenuhi semangat! Kalau boleh tahu, apakah kau pengguna dua pedang?" tanya pria itu.
"Ini? Ini hanya pedang biasa. Saya tidak bisa menggunakan keduanya sekaligus, tapi ini memiliki beberapa kegunaan yang berbeda." jawab Liu Xiu menyentuh kedua pedang yang ada di pinggangnya.
Orang itu sedikit mengangguk, dan melirik sedikit ke sebuah celah di kanan dan kiri, tempat Liu Xiu menyimpan Zadkiel. Dia juga melirik ke bagian belakang, dimana ada pisau tersembunyi disana.
Dia mengetahui itu semua, bahkan ketika itu tersembunyi oleh mantel hitam yang digunakan Liu Xiu.
"Ha ha ha! Itu semua tidak akan berguna jika berhadapan dengan pedang suci milikku!" kata pria itu sambil mengangkat pedangnya tinggi tinggi.
Di tangannya tergambar tato dengan bentuk seperti huruf aneh, yang membuat Liu Xiu penasaran.
Tapi~
("Orang ini sombong sekali... Ingin sekali aku memberinya sedikit pelajaran. Tapi hanya orang bodoh yang mencari masalah pada musuh yang belum diketahui kekuatannya.") batin Liu Xiu.
"Yahh, berusahalah! Walaupun kau tidak akan mencapai Rank-S sepertiku. Ha ha ha!!!" kata pria itu sambil beranjak pergi.
("Pria itu? Rank-S?!!") hati Liu Xiu berteriak mendengar itu. Dia sedikit bersyukur sudah menahan diri untuk tidak melakukan hal hal yang ceroboh tadi. Sementara Liu Xiu menatap punggung orang itu sambil sedikit bingung.
Ada banyak tatapan tajam untuk orang yang Liu Xiu anggap aneh itu, sepertinya orang yang membencinya.
"Yahh, itu tidak ada urusannya denganku, sih!!"