
"Bagaimanapun, selamat datang. Ini adalah kediaman Keluarga Li. Kau harus merasa terhormat karena kemari loh!!" kata Yuan Yi.
Liu Xiu masih tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.
Gerbang besar yang terbuat dari kayo berwarna hitam, dan ada tembok dari batu yang mengelilingi, terlihat kokoh lagi mengintimidasi. Beberapa ornamen di pintu dan tembok, semakin menandakan ini adalah rumah Keluarga Li.
Tidak ada penjaga di sisi tembok, atau dimanapun mata memandang. Tapi Liu Xiu paham, itu karena kekuatan keluarga ini bahkan bisa meratakan seluruh kota jika mau.
Ditambah lagi dengan posisi rumah yang berada di atas langit, membuatnya semakin tidak mungkin untuk ditembus.
"Bagaimana mengatakan nya, ini benar benar luar biasa." kata Liu Xiu masih menganga.
Liu Xiu berhenti menatap bangunan itu, dan memperhatikan sekeliling. Dia mendapati taman yang cukup luas, dengan beberapa kolam dan rumput yang bergoyang tertiup angin. Matahari bersinar terik, tapi itu tidak terasa panas, justru terasa menyenangkan.
"Kalau begitu, kita harus segera masuk. Tidak ada gunanya untuk terus berdiri di sini." kata Jian Koo sambil berjalan dengan tongkat nya.
Dia lagi lagi mengetukkan tongkat ke tanah, dan menyalurkan energi miliknya.
Beberapa saat, kayu yang ada di pinggir pintu sedikit bercahaya, dan gerbang besar itu bergerak, mulai terbuka dengan suara berderit yang cukup keras.
("Aku cukup penasaran, apakah energi kehidupan ini berbeda dengan sihir? Sepertinya ini lebih serbaguna.") pikir Liu Xiu.
Liu Xiu melihat rumah yang terbuat dari kayu, dengan gaya arsitektur mirip dengan Kastil di bawah. Ada banyak ruangan, tapi yang paling menonjol adalah ruangan terbuka dengan pohon rindang. Sekali melihatnya, Liu Xiu tahu itu adalah tempat Yuan Yi berlatih.
Melihat bangunan rumah membuat Liu Xiu kagum, tapi dia tahu dia tidak bisa terus menerus memandangi rumah ini.
"Ini cukup sepi." Liu Xiu memberi tanggapan.
Tanpa diberitahu Yuan Yi juga merasakan itu. Dia mengernyitkan dahi, menoleh ke arah Jian Koo dengan tatapan yang tidak mengenakkan.
"Kek, bukankah biasanya ayah sedang berlatih jam jam segini? Dimana dia sekarang?" tanya Yuan Yi.
Jian Koo menghela nafas, "Hufft. Sepertinya ini akan merepotkan." katanya sambil tersenyum. Dia melipat tangannya, tapi tetap dengan senyum di wajahnya, seperti dia menantikan ini.
"Begitu... Sepertinya aku mengerti. Uhh... Itu merepotkan." jawab Yuan Yi.
Hanya tersisa Liu Xiu yang memandang bingung, memiringkan kepalanya. Tapi seperti yang dia pikirkan, tidak ada yang akan menjelaskan sesuatu padanya.
"Heii, apakah hanya aku yang tidak tahu apa apa disini?" tanya Liu Xiu.
"HRYAAHHHH!!!!!" terdengar teriakan penuh amarah datang dari samping Liu Xiu.
?!!
Liu Xiu merasakan skill [Critical Perception] miliknya aktif!
Dia segera menoleh, hanya untuk mendapati sebuah tongkat yang bersinar emas melayang ke arahnya. Dan lagi, itu diayunkan dengan kecepatan yang bahkan tidak akan bisa dilihat dengan mata orang biasa, yang jelas mengincar nyawa nya.
Itu tidak terlalu cepat, bahkan Liu Xiu tahu [Critical Perception] tidak perlu mengingatkan nya, dia pasti akan menoleh. Tapi...
("Jika itu berbunyi, pasti itu adalah serangan yang membahayakan nyawa ku, kah?") pikir Liu Xiu sambil mendengus kesal.
Dia membalikkan muka sedikit, untuk menghindari tongkat itu dengan jarak setipis kertas.
Tongkat itu melewati nya perlahan, ketika Liu Xiu akan mencari tahu siapa yang mengayunkan tongkat, menelisik wajahnya.
?!!
("Arahnya berubah?!!") Liu Xiu sedikit panik ketika dia mengetahui arah tongkat bercahaya itu tiba tiba berubah ketika mencapai lehernya.
Liu Xiu menarik kepalanya, menarik mundur lehernya yang terancam hilang, dan dengan kakinya dia sekuat tenaga menendang tanah untung melompat mundur. Dan dengan posisi tubuh melayang, tongkat itu melewati tempat awal leher Liu Xiu berada.
Mengingat kejadian tadi, Liu Xiu sedikit menyipitkan mata, dan menarik kaki untuk memutarnya lebih jauh.
Dan seperti yang dia duga, lagi lagi arah ayunan tongkat itu berbelok, kini mengarah ke bawah. Walau itu tidak akan mengenai bagian vital Liu Xiu, itu tetap akan memberikan luka yang fatal.
Ledakan ledakan kecil terdengar ketika tongkat itu menyentuh tanah, dan angin selalu menderita saat tongkat itu diayunkan.
("Orang ini gila! Dia bisa mengubah arah tongkat nya sesuka hati?!") jerit Liu Xiu dalam hatinya.
Mereka berdua mempertahankan itu, sampai akhirnya Liu Xiu mengambil lompatan panjang, memberi jarak cukup jauh agar dia tidak lagi tertekan oleh pengguna tongkat itu.
Liu Xiu berdiri tenang di atas batu, menatap tajam orang yang menyerangnya barusan.
"Hei!! Apa ini? Kenapa kau menyerang ku dengan tiba tiba?!!" teriak Liu Xiu meminta penjelasan.
"Jangan pura pura bodoh, kau sialaann!!" teriak pria itu.
"Tidak, bahkan aku tidak memahami kenapa kau melompat dan menyerang anak itu. Selain itu, menggunakan chi mu disini, bukankah itu terlalu berlebihan? Aku ingin mendengar alasanmu, Tang Xin!!" suara yang berwibawa, Jian Koo yang justru menjawabnya.
Orang itu, yang diketahui adalah Li Tang Xin menggerakkan giginya sedikit, terlihat geram.
"Aku merasakan energi kehidupan yang sangat besar disini. Dan tentu aku datang untuk melihatnya! Dan bahkan tidak mengendalikan Energi mu sendiri kau benar benar datang untuk mengejek kami, bukan?!! Ahh, sialan!!" jawab Tang Xin.
"Apa yang kau bicarakan?! Aku tidak bisa menggunakan Energi ini, jadi aku tidak bisa mengendalikannya!" jawab Liu Xiu marah.
"BOHONG!! Kau bisa bertarung dan menghindar dengan sangat baik tadi, aku tidak percaya kau tidak bisa menggunakan energi kehidupan.
"Kau tahu? Aku berlatih cukup banyak untuk itu."
"Lalu, kau berasal dari suku mana?!! Beast mana yang memiliki beladiri seperti itu?!!"
"Tidak, aku manusia."
"..."
Mereka berdua berkutat sesaat, sampai akhirnya Liu Xiu mengatakan kejujuran, membuat mereka semua terdiam. Hanya ada keheningan yang tersisa, dengan suara angin yang bertiup lembut menyanyikan lagu yang menenangkan.
"Ahh, sepertinya ini akan jadi lebih merepotkan." kata Jian Koo sambil mengelus jidatnya pelan.
"Huum. Aku tidak pernah berpikir dia akan mengatakan yang sejujurnya disini. Tapi itu bahkan bukan salahnya, karena bahkan tidak ada yang melarang nya." jawab Yuan Yi menanggapi pernyataan Jian Koo.
("Hei sepertinya kalian mengetahui sesuatu?") pikir Liu Xiu semakin khawatir.
"Beraninya..."
"Haii?!!!" Liu Xiu berasa bulu kuduk nya berdiri.
"BERANINYA KAU MANUSIA MERENDAHKAN KAMI?!!" teriak Tang Xin marah.
Liu Xiu hanya bisa menatap bingung, tapi dia mengamati Tang Xin dalam diam.
("A-ahh, lagi lagi ras? Aku sudah biasa, tapi sepertinya dia tidak merendahkan ku? Tidak. Dari matanya, aku bisa melihat sebuah perasaan iri. Apa maksudnya ini?!")
"JANGAN SOMBONG KAU!! Mentang mentang kau manusia, dan memiliki chi yang banyak, kau bisa meremehkan kami keluarga Li?!! JANGAN HARAP ITU AKAN TERJADI!!" teriak Tang Xin lagi dengan penuh semangat.
"Tidak tidak tidak. Aku tidak bermaksud apapun, dan aku bahkan tidak tahu apa itu chi! Tolong jangan bermain main lagi!!" tanggal Liu Xiu.
"Ah begitu..." Tang Xin sedikit tersenyum. Tapi semua orang tahu, dalam matanya yang tertutup itu ada amarah yang membara mengarah pada Liu Xiu.
"Huh? Ahh, sepertinya kau paham..."
"Kau benar benar menyebalkan."
"Heh?!"
"Oleh karena itu, AKU AKAN LANGSUNG MEMBUNUHMU DISINI!!"