
*Ketika Ren berusaha mengejar Suzu....
Suzu samar samar bisa mendengar suara Ren meneriakkan namanya.
Dia juga sepertinya berusaha untuk berteriak memanggil manggil nama Ren dengan hanya bisa merasakan kegelapan disana.
(Aku sepertinya dibawa oleh seseorang, dan dibungkus dengan kain hitam. Apa mungkin aku diculik? Tidak mungkin! Kenapa tidak ada yang menyelamatkanku?) Suzu membatin.
"Ren!" Suzu kembali merintih perlahan.
Tapi penculik itu justru berlari semakin cepat, dan merubah arah dengan keras. Suzu jelas khawatir Ren tidak bisa mengejarnya.
Dan sepertinya kenyataan berkata lain.
Terdengar suara Ren yang berteriak keras dan memohon untuk dilepaskan.
Suzu dengan cepat menyimpulkan bahwa ada seseorang yang mengejarnya. Sepertinya mereka berhasil menangkap Ren.
"Itu artinya aku diculik?!" Suzu bertanya dalam panik. Tapi sepertinya sudah tidak ada suara Ren lagi yang berteriak mengejarnya.
Suzu hanya bisa pasrah setelah itu.
***
"Adududuh!" Suzu mengaduh perlahan ketika dia dilempar masuk ke suatu tempat yang dingin dan keras. Sepertinya mereka mengurungnya di suatu tempat.
Suzu hanya diam, tidak berani mengatakan apapun. Karena mungkin kalau aku salah kata, bisa satu nyawanya yang melayang!
Dia hanya memperhatikan dengan diam ketika mereka menutup dan mengunci pintu pagar.
Dia akhirnya bisa menarik nafas lega ketika mereka sudah pergi.
"Sepertinya mereka menangkap orang lain lagi ya?" Sebuah suara muncul dari belakangnya!
Jelas saja dia terkejut, dan segera mengambil sikap siap untuk melawan.
"Suzu?" Seseorang memanggil namanya dari kegelapan. Suzu juga sedikitnya mengenal suara ini, tapi dia tidak ingin percaya begitu saja.
Suzu tetap tidak menurunkan penjagaannya ketika dia mendengar sosok itu melangkah maju. Perlahan, orang itu keluar dan menunjukkan wajahnya.
"Senya!" Suzu berteriak senang ketika dia bertemu dengan orang yang dia kenal.
Orang itu adalah Senya, salah satu sahabat Suzu dan juga cucu dari manajer "Tea paradise". Dia jelas berbakat karena masuk ke dalam kelas S, tapi Suzu tidak pernah membayangkan akan bertemu dengannya disini.
"Apa kau juga diculik?" Tanya Suzu sedikit panik.
"Ya. Dan juga beberapa teman-teman kita juga di sini. Aku tidak tahu apa tujuannya tapi sepertinya kebanyakan dari teman-teman kita di kelas." Senya menjawab dengan menunduk.
Mendengar itu, Suzu segera melongok ke belakang Senya. Terlihat wajah wajah yang sudah dia kenal melambaikan tangannya pada Suzu. Walau begitu, terlihat jelas senyum menyedihkan di wajah mereka.
"Jadi, walaupun bertambah satu orang pun tidak akan merubah kadang kita bukan?" Sela salah seorang.
Dia Armin, salah satu teman kelas mereka berdua. Secara umum, dia juga berbakat dan berasal dari keluarga bangsawan. Tapi bisa dikatakan bahwa dia adalah orang yang menyebalkan karena tidak mau berusaha. Mungkin memang sebagian besar bangsawan seperti itu.
"Lalu, kenapa kalian tidak berusaha untuk melarikan diri dari tadi?" Suzu sedikit prihatin.
"Itupun kalau bisa. Kami tidak bisa kemana-mana tahu!" Armin berteriak, sepertinya kesal. Suzu segera melihat sekeliling. Sejujurnya saja, dengan melihatnya dia sudah tahu.
"Hmm, benar juga. Kalau kita hancurkan pintu ini, penjaga akan segera datang, dan itu akan menjadi bahaya yang lebih. Kecuali kita bisa memancingnya kesini." Suzu mulai berpikir.
Sepertinya orang orang mulai menatapnya. Dalam hatinya, dia cukup takut jika mereka menaruh harapan besar padanya.
"Ahh, berisik sekali, dasar half elf disana." Terdengar teriakan ketus dari pojok.
"Eh? Dia tahu aku half elf?" Suzu berbisik.
"Permisi?" Suzu sedikit menelisik kehadirannya. Dia sedari tadi terdiam sambil menutup matanya, membuat Suzu sedikit menghilangkan rasa penasarannya padanya.
"Apa maksudmu?! Suzu itu temanku! Kau sedari tadi diam dan sekarang tiba tiba menghina Suzu, apa masalahmu?!" Senya berteriak maju, marah karena Suzu yang dihina.
Tapi mau bagaimanapun, orang tadi benar.
"Kenapa? Tidak terima?" Dia menatap Senya dan Suzu datar sambil mengangkat sebuah pisau besar di tangan kirinya.
?!!
(Aku tidak tahu, tapi hanya dengan ditatap olehnya, aku merasa merinding. Aku tidak tahu berapa tinggi levelnya, tapi aku yakin dia adalah orang yang terampil. Senya bahkan sampai mundur karena ini.)Batin Suzu memancarkan rasa bahaya.
"Kenapa? Kau takut?" Katanya tetap dengan wajah datar, dan tidak merubah posisi nya.
"Asal kalian tahu. Aku tahu kalian semua adalah murid murid akademi, dengan kata lain seorang bangsawan." Seseorang itu memutar mutar belati di tangannya.
"Aku bisa melakukan bela diri jarak dekat dengan kecepatan, dan aku juga memiliki kemampuan sihir yang sama dengan kalian. Jadi, kalau kalian nekat untuk menyerangku bersamaan aku tidak menjamin kalian akan hidup." Dia memperingatkan semuanya.
"Aku tahu itu bukan omong kosong. Kemampuannya ini benar." Suzu bahkan tahu hanya melihatnya sekilas.
Orang ini, bisa dibilang sangat kuat untuk mereka semua.
"Bicara apa kau? Kau ini hanyalah perempuan!" Armin yang terpancing emosi berteriak sambil melayangkan pukulan.
Pukulan itu sangat lemah dan sangat lambat, itu dapat dengan mudah dihindari oleh orang tadi, dan dia mendorong Armin sedikit ke samping, membuatnya jatuh terjungkal.
"Cih! Menyedihkan!" Dia mendecak perlahan.
Armin memang ceroboh, tapi juga beruntung tidak mengalami luka serius.
"Baiklah cukup. Kami mengerti. Aku minta maaf karena mengganggumu. Dan juga, apa kau tidak ingin pergi dari sini? Kita bisa keluar jika kita bekerja sama." Suzu yang melihat itu segera menyela.
Dia sempat menggunakan [Evaluator], dan pastinya bisa melihat pekerjaannya!
"Ahh, kau menggunakan [Evaluator] ya? Tidak perlu. Aku akan memperkenalkan diri." Dia menarik nafas, lalu menyarungkan pisaunya.
Dia memutar tangannya, bersikap formal untuk pengenalan.
"Aku Soeye. Mungkin kalian tidak tahu, tapi aku adalah seorang thief dengan nama samaran "Minighost". Kalian pasti tahu itu." Dia menjelaskan dengan singkat.
"Minighost?! Minighost yang itu?!" Beberapa orang mulai saling berbisik.
Memang nama "Minighost" sudah sangat terkenal di Eldergale. Dia adalah pencuri yang mencuri rumah bangsawan kaya dan tidak pernah tertangkap sama sekali.
Walaupun di kalangan orang kaya dia adalah penjahat, tapi di masyarakat bawah dia pahlawan. Jadi, menangkapnya memberikan beberapa ketidak setujuan.
Dengan kata lain, dia adalah Robin Hood versi kecil.
"Baiklah. Aku akan memperkenalkan diriku sendiri. Aku Suzu Larvest, putri ke 5 dari guild master, Roy Larvest. Salam kenal." Suzu mengulurkan tangan, menyambutnya dengan tersenyum.
Cara perkenalannya sedikit salah untuk anak Guildmaster, hanya saja tidak terlalu formal adalah hal yang benar sekarang.
"Heehh, kukira aku salah, tapi ternyata kau memang putri guild master itu, ya? Kalau begitu, kemungkinan kita selamat akan cukup tinggi." Soeye menggumam perlahan.
Dia tersenyum, seperti memikirkan sesuatu yang menarik