Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 6: Bab 19 - Pertemuan pertama



"Benar benar....." suara lirih Ren terdengar, hampir tertutup suara tangis yang dia keluarkan.


"APA YANG TERJADI?!!!" teriaknya frustasi.


Saat itu, tidak adab yang bisa menjawabnya. Hening, hanya itu yang terdengar. Suara desiran angin berusaha menjelaskan apa yang terjadi, tapi terlalu lemah hanya terdengar seperti bisikan kesedihan bagi Ren.


"Oh ya! Bagaimana dengan Paman Childe, Ibu, dan Syila?! Apa yang terjadi dengan mereka semua?!" teriak Ren cepat, menoleh pada tempat mereka bersembunyi, tapi tidak ada tanda tanda karena tertutup pasir.


Tempat mereka bersembunyi berasa di bawah tanah, jadi itu tidak akan terlihat dari atas kalaupun mereka selamat.


("Tidak, aku harus percaya! Tidak mungkin mereka akan mati semudah itu, kan? Benar, kan? Ya? Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencegah kematian mereka, loh!") teriak Ren dalam hatinya.


Wajahnya pucat pasi, bagai kehidupan nya terkuras ketika melihat kehancuran di depan matanya. Dia melupakan ayah nya, Roy, dan juga orang orang lain seperti Edna dan para petualang yang sedang bersamanya tadi. Seketika, dia terkesiap sesaat setelah mengingat mereka.


"A-ayah, kak Edna!! Ka-kalian t-tidak apa, kan?" tanya Ren dengan terbata bata.


Tidak ada jawaban, jadi Ren mencoba melihat mereka satu persatu.


Edna hanya menganga dan menatap seluruh kota dengan tatapan kosong, sama dengan beberapa petualang yang ada di belakang nya. Semua penyembuh yang bermental lemah sudah pingsan dengan mata memutih, dan Roy, ayahnya terlihat mencoba mengais debu sedikit demi sedikit.


Terlihat, mereka semua tidak percaya dengan apa yang ada di hadapan mereka saat ini.


("Apa ini? Kenapa ini semua terjadi? Apakah ini berarti ini semua salahku, sehingga orang orang itu melihat hal hal mengerikan seperti ini?") tanya Ren dalam hatinya.


DUGG!!


Sebuah detakan jantung mendorong rasa sakit dalam hati Ren. Dia tidak tahu apa itu, hanya saja jantungnya berdetak lebih keras pada saat itu.


?!!


Sebuah sihir yang kental tiba tiba memenuhi udara. Edna dan beberapa orang di belakangnya terbatuk batuk seraya memegang leher mereka. Tampaknya nafas mereka sesak karena sihir yang memadati udara ini.


"[Protect]" Ren merapalkan sihir sesaat sebelum tiba tiba sebuah gelembung muncul dari tangan kecil Ren, dan pecah di depan dahi semua orang yang tampak sesak nafas.


Segera, tubuh mereka diselimuti cahaya redup yang tampak menyelimuti mereka. Dengan demikian, pernafasan kasar mereka menjadi tenang, dan berangsur-angsur mampu kembali seperti biasa.


Tidak ingin lama lama mengalihkan pandangan nya, Ren kembali fokus ke depannya.


Beberapa saat kemudian, muncul sebuah siluet dari seorang tubuh kecil yang melayang tenang, terlihat menikmati semua ini. Segera, Ren berusaha untuk menelisik, siapa sebenarnya sosok itu, tapi itu tidak berguna.


?!


Dia mengingat sosok Dryad penjaga Pohon Dunia, yang memiliki kekuatan gila. Tapi sosok yang ada di hadapannya jauh, sangat jauh lebih mengerikan daripada Sova.


ZZZZTTTT!!!


Suara gemerisik terdengar di telinga Ren, ketika dia berusaha menggunakan skill [Evaluator] untuk mengetahui kekuatan sosok yang ada di depannya. Tidak hanya itu, tulisan "error" dengan segera memenuhi bidang pandang Ren, memberitahu dia bahwa tidak mungkin untuk menganalisa sosok di hadapannya.


Ren tetap mengamati, ekspresi wajah orang tersebut berubah setelah Ren menggunakan skill nya.


"Humm? Kau berusaha untuk menggunakan [Evaluator] padaku? Yahh kuberi tahu, itu tidak akan mempan. Bagaimanapun, itu hanyalah skill yang diberikan oleh dunia ini, jadi makhluk luar dunia ini tidak akan bisa terpengaruh." ucapnya.


Mata Ren mendengar itu membulat, sedikit tidak percaya apa yang dia dengar.


("Dia adalah makhluk luar dunia ini? Apa dia dewa? Tidak, itu tidak mungkin. Apa dia penjelajah dunia?") pikir Ren dalam hatinya.


"Tapi, aku akui! Aku akui kau sebagai orang yang kuat!!" teriak pria itu, tertawa terbahak bahak.


"Heh?"


"Kau berhasil menahan sihir yang aku buat sendiri, dan lolos tanpa luka, setidaknya kemampuan mu diatas mereka semua. YA!! AKU PIKIR AKU AKAN MEMBERI MU HADIAH UNTUK ITU!!!" teriaknya lagi membiarkan Ren hanya diam tak mengerti.


Suasana masih hening, ketika Gordo dan Dela datang mendekat, dan berlutut di belakang pria itu.


Ren sedikit meng "klik" lidahnya, ketika melihat mereka berdua. Ren tidak menyangka bahwa mereka akan memanggil orang sekuat dan se-merepotkan ini, jadi ini semua benar benar di luar perkiraan Ren.


("Lagi lagi, siapa dia? Aku tidak pernah mendengar tentangnya! Tapi, dia tampak sedikit bersemangat, bukan?") tanya Ren dalam hatinya.


Keheningan itu berlanjut cukup lama, tapi pria di depan Ren tersenyum seraya sedikit memiringkan kepala.


"Hehhh, kau tidak banyak bicara, bukan? Kenapa? Apa kau sudah kehilangan semangat hidup mu? Kalau begitu, itu akan membosankan. Huum, tidak. Dari mata mu, aku masih bisa melihat beberapa harapan yang ada. Yahh, apa pun itu, aku tidak peduli selama kau tidak mati seketika setelah membuatku senang seperti ini." ucapnya panjang lebar.


"Humm?" semua orang terlihat bingung, ketika ada sebuah gundukan pasir yang bergerak.