Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 6: Bab 8 - Pertempuran yang Dimulai



Ketidak tahuan, itu adalah suatu hal yang jelas membuat semua orang takut. Dan itu lah yang dialami oleh rombongan Ruly. Mereka di serang oleh sesuatu yang tidak mereka ketahui sekarang.


("Apa yang harus saya lakukan? Jarak ke kota Ceria masih sekitar setengah hari lagi jika berjalan dari sini. Agak tidak mungkin untuk meminta bantuan. Selain itu, keselamatan Nona adalah yang paling utama.") kata hati Kurls mulai memilih.


Dia tahu, ini benar benar berbahaya. Bahkan, tidak terpikirkan untuk nya menang melawan sesuatu yang dia lawan saat ini.


Tentu, Kurls tidak akan melepaskan semua nya begitu saja tanpa perlawanan. Tapi dia juga mengerti bahwa dia bukan lawan yang sepadan untuk nya.


Dan dia hanya berpikir untuk menjadi umpan agar Lulu dan Ruly bisa kabur menyelamatkan diri.


"Lulu..." Kurls memandang Lulu, berharap pikirannya tersampaikan.


Lulu mengangguk pelan, sepertinya mengerti. Bagaimana pun, mereka sudah diberi beberapa pelatihan jika terjadi hal hal tidak terduga seperti ini.


Kurls menarik nafas pelan, sebelum berteriak.


"Keluar kau dasar pengecut! Saya tahu kau ada di sana. Jangan bersembunyi dibalik monster ini! Jika kau melakukan nya, kau hanyalah ikan kecil lemah, dasar sialan!!" teriak Kurls.


Itu tidak biasa dilakukan Kurls, jadi Ruly sedikit terkejut melihat perubahan sikap Kurls yang tiba tiba. Tapi, Lulu segera menarik Ruly, mengajaknya pergi menjauh dari tempat itu segera. Awalnya, Ruly enggan meninggalkan Kurls sendirian. Tapi setelah Lulu mengatakan bahwa mereka hanya akan menjadi beban, Ruly dengan berat hati melakukan nya.


"Khu khu khu.... Kau bisa tahu ada yang mengendalikan mereka? Sudah kuduga kau pasti bukan orang biasa. Dan seperti biasa, indra ku memang tepat!" kata seseorang dari langit yang tertawa pelan.


Sosoknya adalah seorang pemuda, yang ditutupi sebuah mantel hitam pekat yang terlihat mirip dengan benda yang Kurls kira monster. Yang tidak lain adalah Dark Magic.


Dengan wajah proporsional dan kemampuan mengendalikan Dark Magic milik nya, tidak salah lagi itu adalah Gordo.


("Ugh... Aku benar benar hanya menebak ada orang lain yang mengendalikan monster ini, tapi seperti nya itu benar, kah? Dan juga, ini mungkin bukan monster, tapi sesuatu bagian dari pemuda itu.") pikir Kurls cepat.


Gordo melayang mendekat, masih dengan senyum di wajahnya.


"Aku bisa melihat dari bagaimana kamu bertindak sedari tadi, dan bereaksi cepat terhadap setiap serangan yang aku berikan."


Gordo hanya menebak nebak secara acak disana, tapi memang itu benar. Bahkan anak 5 tahun juga akan mengetahui itu setelah melihat kejadian barusan!


Tapi aku mendengar itu, Kurls menghela nafas panjang.


Dia tahu, yang harus dia lakukan sekarang bukanlah cepat memulai pertarungan, atau memprovokasi lawan. Yang harus dia lakukan sekarang adalah menghambat pergerakan lawan agar Ruly dan Lulu bisa kabur.


"Yahh, begitu lah. Saya memang bukanlah seorang pelayan biasa, atau kusir biasa. Saya adalah Kurls, mantan seorang Adventurer dengan class Assasin!" teriak Kurls sambil menyiapkan kedua belati di tangan nya.


Itu adalah momen singkat yang sangat berharga, dan Kurls tahu itu. Itulah kenapa dia memperkenalkan diri.


"Dan juga, aku termasuk dalam golongan Adventurer papan atas, jadi saya harap anda tidak meremehkan saya dalam hal pertempuran satu lawan satu! Kalau dalam membunuh, saya sedikit percaya diri dengan kemampuan saya!" kata Kurls sedikit membual.


Padahal dia tahu, dia tidak akan bisa menang melawan sosok yang ada dj hadapan nya sekarang.


Gordo yang melihat itu tertawa, dan bertepuk tangan senang. Kurls tidak mengerti apa yang Gordo lakukan, tapi dia hanya bersiap dengan belati dan beberapa alat tersembunyi yang kapan pun bisa dia lemparkan saat itu juga.


"Ya ya ya! Kau sangat keren! Apalagi saat sedang bergaya dengan kedua belati itu! Kau terlihat benar benar seperti Adventurer papan atas! Tapi biar aku beri tahu, bahwa yang nama nya Assasin itu seperti ini!" kata Gordo, dengan tawa mengejek masih tergambar di wajah nya.


Gordo lantas menggerakkan tangan kanan nya untuk menggerak kan Dark magic yang mengelilingi nya. Itu terbang ke arah Kurls dengan kecepatan yang sangat tinggi. Tapi....


SRASHH!!!


Dark Magic yang dikirim Gordo untuk menyerang Kurls semua nya terbelah, dan jatuh ke tanah degan bentuk dan besar yang sama.


"Heh?" tanya Gordo pelan, terkejut.


Melihat itu, Kurls sedikit menahan nafas lega, tapi sekaligus sedikit mengulur waktu.