Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 5: Bab 49 - Sedikit cerita



"Ren. Kau tahu ini lebih dari siapapun. Kau benar benar membawa semua kematian mereka sebagai kesalahanmu, bukan? Lalu, kenapa kau sendiri yang mengatakan bahwa ini tidak benar? Justru sebaliknya, kau yang seharusnya mengatakan ini adalah kenyataan, bukan aku." jawab Kei.


Kata kata Kei bagaikan tamparan keras bagi Liu Xiu, yang mengembalikannya ke kenyataan.


"Tidak. Aku tidak ingin mengetahui nya.... Tolong jangan katakan....." rengek Liu Xiu yang mulai menunduk, terlihat ingin menangis.


Sosok Liu Xiu sekarang terlihat menyedihkan, tampak seperti orang yang depresi sambil menarik rambutnya dan berjongkok. Tidak, mungkin ini dirinya yang sebenarnya, ketika mengingat kejadian di kota kelahirannya Eldergale.


Ini adalah hatinya saat keluarga, seluruh warga kota, dan bahkan kota yang dia tinggali dihancurkan, hingga tak bersisa.


Sosok yang rapuh, terlihat tidak bisa diandalkan, dan beberapa lainnya adalah sosok sebenarnya dari Liu Xiu.


"Aku akan mengatakannya karena ini tugasku." kata Kei disana memecah keheningan.


"Yang ada di sana adalah Syila. Kau pasti menyadarinya. Disini adalah awal dari semuanya. Sebelum kekuatan mu disegel. Ini adalah saat dimana kekuatan Wrath bangkit dalam dirimu."


"Saat ketika kota, keluarga, dan orang orang yang disayangi direnggut, dan menghasilkan kemarahan yang luar biasa, yang melahirkan kekuatan ini." Kei mulai bercerita.


"Diam..." suara Liu Xiu terdengar bergetar.


"Dan saat itu, aku menyegel kekuatan ini. Tentu, penyebab bangkitnya kekuatan ini juga ikut tersegel di dalam nya, membuatmu tidak akan bisa membuka nya. Karena kau masih takut dengan kejadian itu. Karena aku tahu, hatimu tidak akan terbuka untuk menerima kejadian itu."


"Kumohon, hentikan..." Liu Xiu terlihat semakin goyah, bahkan hampir tidak bisa berdiri lagi.


"Karena saat melepaskan segel kekuatan mu, kau akan menghancurkan pilar ini. Dengan kata lain, kah akan menghilangkan Syila dari pikiran mu. Mudahnya, kau harus merelakan Syila, Ayahmu, Ruly, dan juga Ibu mu. Dan aku tahu, kau tak akan bisa." lanjut Kei sedikit tersenyum kecut.


Liu Xiu benar benar jatuh, menurunkan lututnya ke tanah. Air mata mengalir jatuh dari pipi, serta tangannya yang memukul mukul tanah, marah.


"Kenapa?!!"


"Apa yang salah?!!"


"Aku memang tidak bisa melepaskan mereka!!" Liu Xiu berteriak marah, menjadikan tanah sebagai pelampiasan kemarahannya.


"Aku tidak bisa begitu saja merelakan mereka! Paman Childe, Ayah, Kak Ruly, Syila, dan Ibu! Aku tidak mungkin melupakan mereka, merelakan mereka!" tambah Liu Xiu dengan derai air mata.


"Apalagi kematian mereka berhubungan dengan ku. Dan saat itu juga, aku menganggap diriku sebagai penyebab kematian mereka."


"Dengan aku yang seperti itu, pantaskah aku untuk melupakan mereka, dan melepaskan mereka begitu saja?" tanya Liu Xiu setengah berteriak, pada Kei yang sedari tadi diam tanpa suara.


Kei tertawa pelan, seperti mengejek Liu Xiu yang terlihat menyedihkan.


"Kau salah. Itu hanyalah keegoisanmu. Melepaskan dan merelakan berbeda. Kau sendiri harusnya tahu itu. Apakah keadaan mu saat ini membuat pikiranmu juga menjadi buntu?" tawa Kei.


"Memangnya apa yang kau tahu?!" marah Liu Xiu.


"Aku? Apa yang kau tahu? Sudah kuduga, otakmu itu benar benar telah buntu. Sekarang aku tanya, kenapa kau mendapatkan kemampuan itu? Kenapa kau menerima kekuatan Wrath? Itu karena kau memiliki rasa marah yang luar biasa pada sesuatu atau orang lain. Dan menurutmu, apa yang terjadi padaku?" tanya Kei.


Liu Xiu hanya terdiam, tidak bisa menjawab pertanyaan Kei.


"Yahh, aku tahu rasanya. Jadi setidaknya aku tidak akan menyalahkanmu. Tapi, kau harus tahu cara untuk merelakan. Itulah kenapa ada segel ini." lanjut Kei sekarang menurunkan nadanya.


"Lagipula, kenapa kau bisa ada di sini?" Liu Xiu bertanya sedikit kesal.


"Baiklah aku akan menceritakannya." jawab Kei, sepertinya akan memulai cerita. Dan juga, Liu Xiu tampak lebih tenang sekarang, jadi dia yakin Liu Xiu bisa menerima apa yang akan dia katakan selanjutnya.


"Ini adalah segel yang aku buat, agar kau bisa menerima dan menggunakan sihir alam dan skill Wrath mu kembali. Memang merepotkan, tapi aku menyalurkan sebagian kekuatan ku kemari." Kei mulai bercerita.


"Aku hanyalah wujud astral dari tubuh asliku. Dengan kata lain, ini hanyalah bayangan, sihir, ilusi, dan lainnya. Tapi aku bisa memberi mu beberapa rasa sakit lain, lho!" senyum Kei terlihat cukup mengerikan.


Liu Xiu hanya diam, sambil terduduk mendengarkan kata kata Kei.


"Yahh, sebenarnya aku yang akan menguji mu. Aku memiliki kekuatan yang mirip dengan setengah kekuatan Kei yang asli. Itu sama seperti setengah kekuatan asli mu."


"Jika kau bisa mengalahkan ku, kau bisa menggunakan sihir dan kekuatan Wrath mu lagi. Tapi kalau tidak, kau tidak akan bisa membukanya." lanjut Kei.


Liu Xiu yang mendengar itu segera tersentak.


"Bagaimana mungkin aku bisa mendapatkan kekuatan yang setara dengan setengah kekuatanku yang dulu tanpa menggunakan sihir?!!" teriak Liu Xiu tidak percaya.


"Kau bisa, tahu. Bahkan ada orang-orang yang lebih kuat dari mu tanpa menggunakan sihir. Kau harus ingat itu." jawab Kei tenang.


Dalam benaknya, orang macam apa yang sudah sangat kuat tanpa menggunakan sihir? Dan orang orang yang menggunakan sihir besar adalah orang orang yang kuat.


"Baiklah. Jika apa yang kau katakan itu benar, kenapa kau ada disini dan tidak menyerangku? Bukanlah itu menentang apa yang kau katakan barusan?" tanya Liu Xiu keheranan.


Kei berjalan berputar sebentar, sambil tertawa ringan.


"Yahh, itu karena aku tidak bisa menyerang mu tahu!" jawab Kei tertawa puas.


Dia lantas mengayunkan tombaknya, memberi tanda pada Liu Xiu untuk tidak menghindar, dan mengarahkan itu ke tangan Liu Xiu.


Tak disangka, tombak hijau yang diayunkan Kei dengan cepat itu menembus Liu Xiu, dan langsung menghujam tanah!


"T-tidak dapat dipercaya!!" teriak Liu Xiu terkejut, mengira itu semua bohong.


Segera, dia sadar bahwa sebelum nya, dia berusaha mati matian untuk menghindari serangan tombak Kei yang bagaikan hujan menyerangnya. Dan sekarang, dia tahu bahwa semua yang dia lakukan sia sia?!


"Kau itu, benar benar bajingan, bukan?" tanya Liu Xiu dengan kesal.


Kei yang mendengar itu tertawa terbahak bahak, tampak benar benar puas melihat Liu Xiu kesal. Memang pada dasarnya, Kei sejak awal suka menjahili orang lain.


Liu Xiu tersenyum kecut melihat itu, menunggu Kei selesai tertawa. Liu Xiu sendiri juga merasa malu sudah menunjukkan sosok menyedihkan tadi kepada Kei. Padahal jika dibandingkan, dia hanya merasakan sesuatu yang seujung kuku Kei.


Dengan begitu, Liu Xiu tidak ingin terlihat lebih menyedihkan lagi dari ini.


"Sudahlah. Tertawa pun ada batasnya, bukan? Sekarang aku ingin bertanya. Kenapa kau justru tidak bisa menyerang ku, padahal tujuan mu adalah untuk menjaga segel ini? Bukankah itu adalah sesuatu yang sangat berlawanan?" tanya Liu Xiu, lagi.


"Tentu, karena alasan mu datang kemari, bukan?" kata Kei balik bertanya.


"Tunggu. Alasan ku kemari? Aku bahkan tidak tahu kenapa. Justru, aku yang kebingungan karena tiba tiba dibawa kemari, kau tahu? Bisa dibilang, aku terculik." jawab Liu Xiu sedikit bercanda.


Mendengar itu, Kei hanya bisa menarik nafas, terlihat lelah.


"Yahh baiklah. Aku akan sedikit menjelaskannya."


"Kau pasti sudah mendapatkan skill yang bisa mengantar mu ke sini. Salah satunya adalah skill [Tabu]."


"Aku tidak tahu jenis tabu apa yang kau langgar, tapi sepertinya cukup berat untuk bisa membuatmu datang kemari. Selain skill itu, masih ada beberapa skill lain, atau kau akan mendatangi orang yang bisa membawamu ke alam bawah sadar mu."


"Intinya, kau harus bisa masuk kemari, ke dalam hatimu sendiri dan memecahkan segelnya." kata Kei mengambil kesimpulan.


Liu Xiu sedikit mengangguk, lantas berdiri. Mulai sedikit paham.


"Tapi kau justru mendapatkan skill yang lebih membingungkan, skill [Tabu]. Hufft. Karena skill itu, aku tidak bisa menyerang mu, kau tahu? Aku jadi merasa tidak berguna sudah membagi sihir ku untuk menjaga segel ini." lanjut Kei menjelaskan.


Liu Xiu mengangguk perlahan, ketika dia mulai mendapat gambaran bagaimana segel itu bekerja, dan kenapa Kei tidak bisa menyerang nya.


Tapi tetap, ada beberapa bagian yang tidak Liu Xiu mengerti.


"Kau bilang, skill [Tabu], bukan? Aku sungguh tak tahu skill apa itu. Bahkan aku sendiri mendapatkannya secara tidak sengaja, dan jujur, itu justru membawa bencana." tanya Liu Xiu.


"Oh ya! Aku ingat bahwa aku sampai kemari karena skill itu terdengar mengekang ku untuk mengatakan sesuatu, lalu memberikan rasa sakit yang luar biasa. Itulah kenapa aku pingsan dan berada di sini sekarang!" tambah Liu Xiu dengan antusias.


Kei sedikit terkejut mendengar itu, tampak tidak percaya. Tapi dia ingat, bahwa orang yang dia hadapi adalah Liu Xiu, jadi tidak ada gunanya terkejut lagi.


"Yahh, kau benar benar penuh kejutan, bukan?!" tanya Kei sedikit menghela nafas.


"Humm. Aku tidak bisa memberi tahu mu tentang itu. Bagaimanapun, seperti namanya skill [Tabu] adalah sesuatu yang tidak boleh diucapkan. Sejak awal, kau tahu arti dari "Tabu" bukan? Setidaknya kau bisa mengaitkan nya dengan ini." jelas Kei.


Liu Xiu sedikit memiringkan kepala, tampak paham, tapi juga tidak paham di saat yang bersamaan.


"Aduh.... Mudahnya, skill [Tabu] didapatkan oleh orang yang sudah melanggar beberapa peraturan dunia. Padahal itu dibuat agar tidak bisa dilanggar. Biasanya, orang orang yang akan melanggar akan merasa berat. Tapi kau sudah melanggar nya dan mendapatkan skill itu."


"Hasilnya, adalah skill [Tabu] yang sekarang kau miliki. Aku tidak tahu bagaimana, itu bisa mencapai level 9." cerita Kei panjang lebar.


Dan dengan itu, Liu Xiu akhirnya mengerti. Dia akhirnya tah bahwa skill [Tabu] bukanlah skill yang bisa didapatkan dengan mudah. Dan Liu Xiu juga tahu, satu satunya alasan kenapa skill [Tabu] nya sudah tinggi adalah karena dia bisa mendapatkan exp 3 kali lebih sedikit dan 3 kali lebih cepat.


Itu membuatnya mudah menaikkan level kemampuan.