
Kini, Alpha, Beta, Dain, dan Yuan Yi bersama, memasuki penginapan yang sudah dipesan Liu Xiu. Karena mereka benar benar basah kuyup, resepsionis penginapan memberikan beberapa handuk untuk mereka mengeringkan diri.
Tapi, sang resepsionis sepertinya memiliki masalah sendiri, dan memandang mereka berempat dengan wajha yang bermasalah.
"Ada yang bisa aku bantu?" tanya Alpha yang sedikit terganggu dengan itu.
"Ahh, tidak. Tolong jangan berisik. Teman anda tiba tiba berlari, dan melompat melewati tangga tadi. Jadi tolong jangan terlalu berisik, karena akan menggangu pelanggan yang lain. Kalau tidak, kami terpaksa akan meminta anda sekalian keluar." kata resepsionis itu dengan wajah khawatir.
Segera, semua kecuali Yuan Yi tahu, siapa yang dimaksud.
Itu pasti adalah Fischia, yang segera berlari ketika menyadari bahwa Liu Xiu dalam bahaya. Sama seperti Beta, para Beast sebenarnya memiliki rasa loyalitas yang tinggi kepada teman dan saudara. Karena itulah mereka yang pertama kali melompat jika yang lain dalam bahaya.
Tapi mengetahui itu, Alpha, Beta, dan Dain tersenyum.
"Dia agak kurang peka dalam beberapa hal, tapi dalam hal seperti ini, dia benar benar serius, bukan?" kaya Dain, sambil sedikit menggaruk pipinya dengan telunjuk.
"Aku tidak ingin mendengar itu dari mulutmu, Dain!" sahut Beta protes.
Beta teringat bagaimana Dain yang biasanya pasif pada beberapa kesempatan, kini benar benar bekerja keras saat dibutuhkan.
Mereka berempat sedikit tertawa mendengar itu, dan melanjutkan untuk menuju lantai atas, tempat Liu Xiu memesan tempat.
Ceklek....
Pintu dibuka, dan dengan segera suara gemuruh terdengar. Sepertinya orang orang yang ada di dalam segera berlari, dan menuju ke pintu, segera menyambut Alpha dan yang lain.
"Hei hei kak Alp-" yang pertama bicara adalah Fischia, yang segera dipotong oleh Dain.
"Kami tahu. Ada baiknya untuk tidak mengulur waktu lebih lama lagi." kata Dain, menutup mulut Fischia dengan satu jari. Fischia yang awalnya terlihat sedih, kini mengerti dan mengangguk yakin.
"Selain itu, apakah ini karena kalian panik? Kalian bahkan tidak menyadari langkah kaki orang sebanyak ini diluar? Kalian harus lebih berhati hati!" tambah Beta.
Mereka semua meringkuk sedih, tapi tidak ada yang menjawab.
Spontan, mereka mengambil tempat masing masing. Ada yang duduk di beberapa kursi, seperti Alpha, Beta, Yuan Yi dan Eina, dan ada yang duduk di kasur seperti Celica, Fischia, dan Ghea. Sementara itu, Dain berdiri di pojok, hanya diam.
Tidak ada yang berani mengawali, karena mereka semua sejatinya tidak tahu apa apa. Melihat itu, Dain hanya menarik nafas, lalu berjalan ke tengah tengah.
"Ini. Aku mendapat surat ini tadi, ketika aku sedang menjaga Master di gerbang utara, Master tiba tiba berlari setelah tanda bahwa Iblis telah dikalahkan terdengar. Jujur saja, aku merasakan hawa keberadaan banyak orang, tapi aku tidak memikirkannya karena itu adalah kota." Dain mengawali penjelasannya.
"Ketika Master berlari, dia bertemu dengan wanita ini, Li Yuan Yi. Sepertinya Master memberikan beberapa pengarahan khusus padanya, jadi mungkin anda selanjutnya, Yuan Yi." kata Dain, menunjuk Yuan Yi.
Yuan Yi sedikit terkejut, tapi setelah beberapa saat, dia menarik nafas dan tenang.
"Ya. Sebelum itu, kenapa kalian semua memanggil Liu Xiu dengan nama "Master"? Bukankah kalian adalah rekan satu party Liu Xiu saat di Fuheng?" tanya Yuan Yi mengawali penjelasannya.
Tidak ada yang menjawab itu, sebaliknya semua hanya menatap Yuan Yi dengan tatapan serius.
"Ahh, baiklah. Itu tidak penting. Baiklah. Aku bertemu dengan Liu Xiu di jalan, dan dia memberi tahu aku beberapa hal." Yuan Yi sedikit mengacuhkan pertanyaan pertama, dan berubah serius.
"Yang pertama, bawa siapapun yang berambut putih, kumpulkan mereka jika kau melihat mereka. Setelah itu, ubah warna rambut mereka bagaimanapun caranya. Yahh, aku mencari cari orang berambut putih di sekitar sini, tapi aku tidak menemukan satu pun." jelas Yuan Yi.
Itu membuat Beta sedikit terkejut, dan meraba rambutnya.
"Sudah kuduga itu adalah hal yang penting, tapi sampai seluruh orang? Sebenarnya ada apa dengan rambut putih itu?" tanya Alpha pelan, bingung.
Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu, semua hanya diam. Karena sejatinya, hanya Liu Xiu yang tahu bahwa bahan untuk melakukan ritual pembukaan gerbang dunia Iblis adalah menggunakan orang berambut putih, yang tidak lain adalah Reinkarnator.
"Dan di jalan, aku bertemu dengan orang berambut putih, sedang ditarik oleh dua yang lainnya. Awalnya aku ingin menyerang, tapi setelah melihat wanita yang dicirikan oleh Liu Xiu, aku menahan diri." lanjut Yuan Yi lagi.
Sementara itu, ketujuh yang lainnya segera mengerti, apa yang dimaksud.
"Nona Yuan Yi. Apakah ada Gereja di kota Li Tian ini? Tidak. Aku harusnya tahu bahwa itu ada di seluruh kota. Aku benar benar melupakan itu." kata Alpha tersenyum pahit.
Yang lainnya juga tertunduk, dengan wajah kesal. Mereka berpikir, bahwa mereka lengah, membuat tidak ada yang menyadari insiden ini akan terjadi.
"Ya, memang benar ada Geraja Agama Sabda Tuhan besar di Utara, ada banyak juga yang menjadi pengikut mereka di kota ini. Memang terkadang mereka agak mengesalkan, tapi kami masih bisa menanganinya kok. Ada apa?" tanya Yuan Yi penasaran.
Semua diam, jelas tidak akan berbicara apapun. Bagaimanapun, Liu Xiu melarang mereka untuk membahas hal ini dengan siapapun.
Yuan Yi menatap satu persatu orang yang ada disana, mencoba mendapat sebuah jawaban. Tapi tetap, masing masing dari mereka menunduk, menghindari tatapan matanya.
"Yahh, aku tidak akan mengorek itu lagi jika kalian tidak ingin membicarakan nya. Yang lebih penting, bagaimana dengan selanjutnya?" lanjut Yuan Yi lagi.
"Hum. Kau benar, Nona Yuan Yi. Kami akan berusaha untuk bisa bekerja sama dalam masalah ini." jawab Alpha.
"Baiklah baiklah! Kita ikut ke lanjut ke petunjuk selanjutnya. Katanya, cari tempat yang bertabur tepung. Dari sana akan ada bau merica, ikuti saja kemana bau itu pergi. Uwahh, merica? Aku dengar itu tidak akan hilang walau beberapa hari." ucap Yuan Yi sambil membaca surat yang ada.
Yang lainnya sedikit terkejut, dan memandang Beta dengan wajah kasihan. Sementara itu, Beta yang dilirik hanya tersenyum pahit membalas nya.
Itu adalah kejadian saat Liu Xiu dan tujuh orang lainnya masih dalam perjalanan bersama.
Saat itu, Liu Xiu memasak beberapa daging yang dipotong, dan diberi merica. Mirip seperti steak yang pernah dia makan sewaktu hidup, dan semua orang memakannya.
Tak disangka, Beta dan Fischia justru tidak bisa memakannya. Itu karena bau merica sangat kuat, berbeda dengan di dunianya. Apalagi fisik nya sebagai Beast, bisa mencium bau beberapa kalo lipat lebih baik dari ras lainnya.
Hasilnya Beta dan Fischia bersin bersin hampir sepanjang hari. Oleh karena itu, mereka sekarang berhati hati untuk tidak mendekati merica.
"Siapa yang mengira merica akan sangat panas seperti itu? Aku yakin itu sejatinya tidak untuk dimasak!!" teriak Beta menyangkal.
"Yahh, itu benar. Merica pada awalnya digunakan untuk bahan peledak, tapi ada seorang juru masak yang secara iseng menambahkan merica sangat sedikit untuk penambah rasa hangat. Tak disangka banyak yang menyukainya." sahut Yuan Yi.
"Heh?! Benarkah?!" yang lainnya hanya terpaku, diam sambil saling memandang.
"Benar. Itu banyak dibuat di Li Tian dulu, tapi sekarang, kami mengawasi pembeliannya, jadi tidak akan ada orang yang bisa menyalahgunakannya seperti dulu." jawab Yuan Yi dengan nada senang.
("Tak kusangka merica di dunia ini benar benar mengerikan.... Sungguh, aku bersyukur aku tidka menyukainya!!") teriak Beta dalam hati.
"Tapi, itu memberikan petunjuk bahwa Master menggunakan merica agar meninggalkan bekas, bukan? Kalau begitu, apakah Master ingin memandu kita ke suatu tempat?" tanya Fischia tiba tiba.
Terjadi hening sesaat, ketika semua memandang Fischia dengan wajah terkejut.
"Kau benar, Fischia! Itu berarti Master punya sesuatu untuk diperlihatkan pada kita!!" jawab Ghea cepat.
"Humm. Itu bisa jadi. Kalau itu Liu Xiu, dia mungkin akan melakukan suatu hal yang berbahaya seperti itu, dan mengorbankan dirinya sendiri untuk sesuatu. Tapi untuk apa itu, aku tidak tahu." sahut Yuan Yi, sambil mengangguk yakin.
Semua terdiam, terlihat berpikir keras. Tapi bagaimanapun, tidak ada satupun dari mereka yang menemukan titik terang soal kenapa Liu Xiu melakukan itu.
"Yahh, kita kehabisan petunjuk, jadi ada baiknya kita laksanakan dulu yang ada. Beta, Fischia, dan Nona Yuan Yi. Kami minta bantuan nya, ya." kata Alpha menengahi, sambil sedikit menundukkan kepala.
Mereka adalah Beast yang ada di dalam kelompok ini, jadi penciuman mereka jelas dapat diandalkan.
Beta, Fischia, dan Yuan Yi saling menatap, dan tersenyum.
"Serahkan saja pada kami!" jawab mereka.