
Kejadian yang mengerikan itu selesai. Ren yang terluka dibawa pulang oleh Edna.
Edna sejatinya mengikuti Ren sejak awal.
Karena Seuird mengawasi Ren, Edna menjadi bebas untuk pergi. Di sanalah Ruly menyuruhnya untuk menyusul Ren.
Edna menyelamatkan yang lain, dengan membimbing mereka untuk keluar melewati hutan, tidak terkecuali Soeye.
Dalam kejadian ini, semua orang selamat. Tidak ada yang terluka parah, kecuali anak dengan rambut putih.
Dia menjadi kurus, seperti tenaganya terhisap dan sangat lemah, hingga tidak mampu untuk berjalan, dan Soeye menggendongnya hingga ke Guild.
Selain itu, ada Syila yang dibawa langsung oleh Edna. Tapi berkat sihir penyembuhan milik Edna, Syila menjadi lebih baik.
Berbeda dengan Ren. Ren terlalu banyak mengeluarkan sihir dalam satu kali serang, membuat tubuhnya tidak kuat menahan.
Fehl yang sangat besar dalam tubuhnya dapat menekannya jika dikeluarkan terlalu banyak.
Oleh karena itu, dia bisa menggunakan sihir, hanya dengan batas batas tertentu.
Tapi pada saat itu, dia mengeluarkan sihir jauh melebihi batas, membuat cadangan Fehl yang ada dalam tubuhnya menjadi bocor, dan memberikan tekanan yang tinggi.
Biasanya, kelebihan Fehl itu diserap oleh penghalang, membuat Ren baik baik saja mengeluarkan sihir sebanyak apapun di dalam penghalang.
Tapi tanpa penghalang, sihir akan memusat dan kembali ke tubuh Ren, membuatnya terluka.
Jika dilihat, mungkin tubuhnya baik baik saja. Tapi Ren sekarat saat itu.
Beruntung, Edna dengan cepat menyembuhkan Ren, bahkan hampir menghabiskan Fehl yang ada dalam tubuhnya.
Berkatnya, Ren bisa selamat.
Sedangkan Roy, Guildmaster sekaligus ayah Suzu dan Ren, melihat ledakan besar yang dihasilkan oleh Ren.
Sejujurnya, ledakan itu terlalu besar hingga bisa terlihat dari kota Eldergale yang berjarak 1 km.
Bahkan serangan itu juga merubah bentuk bumi di bagian itu.
Seluruh party Roy, yang juga termasuk Childe segera bergerak, tapi mereka berada di sana hanya untuk melihat tanah yang berlubang besar dan menghitam.
Sudah sepatutnya, mereka merasa putus asa, dan memutuskan untuk kembali ke kota dengan perasaan hati yang buruk.
Beberapa dari mereka juga sudah menangis, tapi beberapa juga masih memiliki harapan.
Orang orang yang diculik sudah kembali, bahkan dengan selamat tanpa cidera.
Tentu, itu mengejutkan semua orang, tapi Ruly dengan cerdik memutarbalikkan fakta, membuatnya menjadi cerita yang menarik.
Dan disana, Soeye menjadi saksi mata, satu satunya yang melihat semua kejadian itu.
Ruly tak urung memanfaatkannya untuk mengarang cerita.
Membuatnya sebagai pahlawan yang merencanakan ini semua, membantu orang orang yang lain untuk kabur, serta memasang jebakan untuk menghancurkan markas [De Moon Freedom].
Itu adalah cerita bagus yang sangat sempurna.
Beberapa orang tidak percaya, tapi tidak ada bukti lain yang bisa diungkit untuk bisa membuat cerita itu dibalikkan.
Kota kembali menjadi tenang, walau dengan riak yang mulai berkembang.
Walaupun kelompok itu berbahaya, mereka sudah dimusnahkan, begitulah yang warga kota pikirkan.
Mereka tidak tahu, bahwa itu semua hanyalah permulaan.
Ren juga tidak tahu, bahwa dia sudah menyentuh sesuatu yang berbahaya.
Sesuatu yang pada dasarnya tidak diketahui.
Sesuatu yang pada dasarnya tidak terlihat.
Sesuatu yang pada dasarnya tercipta untuk ditakuti.
Tidak ada yang tahu itu.
Padahal itu adalah sesuatu yang akan membawa semuanya pada-
-Kehancuran-
ACT 1: A Little Creatur Who Learns About Another World END
-Berlanjut ke-
ACT 2: A Human Who Try to Fight the Destiny