Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 6: Bab 4 - Semua Rencana



Saat ini, Ren sedang berjalan pelan sambil berkeliling di tanah sekitar Mansion. Saat malam hari, itu benar benar sepi. Tidak, itu tidak sepenuhnya sepi. Memang ada beberapa penjaga yang berjalan mondar mandir di sekeliling Mansion, tapi itu jelas bukan masalah besar untuk Ren.


Sekarang, Ren sedang berkeliling hutan, mencari berbagai macam benda yang dapat dia manfaat kan.


Dia tahu, bahwa tidak mungkin untuk nya dapat mengatasi masalah yang akan datang ke kota sendirian. Memang, dia cukup kuat sekarang. Dan ditambah dengan pengetahuan soal bela diri di masa depan, membuatnya tidak memilik celah dalam pertarungan jarak dekat.


Tapi dia sudah pernah melawan Gordo, dan juga Dela. Ren tahu sebagaimana kuat mereka.


Gordo yang mampu mengendalikan Dark Magic, dan Dela yang bisa menggerakkan sihir dengan luar biasa. Tak lupa Dela adalah orang yang berani mengorbankan apapun, bahkan memperalat rekan nya sendiri.


"Saat aku berhadapan dengan mereka, memang aku bisa menangani Gordo dengan mudah. Tapi tidak dengan tubuh ini." kata Ren pelan.


"Bagaimana pun, ini adalah tubuh ku saat masih belum berlatih cukup banyak. Walaupun aku menguasai bermacam macam gerakan, tapi tubuh kecil ini belum terbiasa untuk bertarung seperti itu. Dan satu satunya kelebihan tubuh ini hanyalah sihir nya." kata Ren lagi, sedikit mengeluh.


"Ahh, mengetahui ini semua buntu membuat ku pusing!" teriak Ren di tengah tengah malam.


Tapi dia menyadari, bahwa kekuatan nya sendiri tidak akan cukup untuk melawan semua musuh. Ren masih ingat banyak nya musuh yang harus dihadapi saat itu. Ren kuat, namun dia tetap hany satu.


"Kalau begitu, bagaimana jika aku membuat beberapa sihir lain agar bisa aku gunakan saat aku butuh?" tanya Ren pelan.


"Apakah di dunia ini ada sebuah benda yang dapat menyimpan sihir seseorang, dan dipakai nanti? Entahlah, aku belum pernah mendengar hal seperti itu. Tapi itu terdengar nyaman."


"Atau mungkin sihir yang membuat kloning diriku? Tidak tidak. Itu terdengar mengerikan." gumam Ren pada dirinya sendiri.


Pada akhirnya, dia tetap mencari monster monster hitam aneh di sekeliling kota, dan menghabisi nya satu per satu.


Ren yang sudah ahli dalam bermain pedang dan bertarung jarak dekat kini merasa sangat mudah saat melawan monster hitam yang dibuat Gordo. Pasalnya, Ren bisa memperkuat tubuhnya, melapisi tubuh nya dengan perisai sihir, atau bahkan memasukkan elemen sihir ke dalam senjata nya.


Selain itu, tubuh Ren kecil juga mulai terbiasa. Mungkin karena skill bawaan nya yang memiliki kemampuan untuk 3 kali lebih cepat belajar, kemampuan adaptasi nya juga tinggi.


Ren mencoba untuk melacak keberadaan Gordo dengan Dark Magic yang berada di monster monster hitam itu. Tapi nyatanya tidak bisa, karena dia hanya melihat sebuah tempat yang samar.


"Sepertinya, dia memang sudah sangat waspada, bukan? Ahh, akan lebih baik jika dia mengendurkan kewaspadaan nya!" teriak Ren mengeluh.


Dia sekarang berada di sebuah pohon, sedang duduk sambil sedikit mengayun ayunkan tangan, mengawasi sekeliling.


"Oh ya! Kalau tidak salah, aku akan bertemu dengan Gordo setelah aku latihan dengan kak Ruly dan kak Edna kemarin! Ahh, aku lupa mengikuti nya!! Eh tidak. Aku bahkan lupa itu akan terjadi!!" teriak Ren menyesal.


Tujuannya sekarang adalah mencari Gordo. Menurut nya, jika bisa dia ingin memancing Gordo untuk melakukan pertarungan jauh dari kota. Setidaknya, itu bisa membuat kota aman dari tangan nya.


Gordo sendiri bukanlah masalah. Yang masalah selanjut nya adalah Dela.


Namun Ren sudah memutuskan, untuk bergerak sebagai Shinigami, dan berpura pura untuk bertemu dengan Gordo sebagai kebetulan. Dan sosok Shinigami ini akan secara terang terangan mengatakan bahwa dia adalah orang independen.


Dengan begitu, semua kesalahan akan terlempar pada Shinigami. Maksud nya, para Apostle tidak akan mencari kota Eldergale jika mereka ingin membalas dendam.


Itu rencana Ren yang pertama, jika dia bertemu dengan Gordo di tengah pencarian nya.


Rencana kedua, adalah dengan memasang sihir di seluruh tempat, dan melindungi kota secara menyeluruh. Sementara itu, Ren akan maju melawan Gordo, dan membunuhnya jika ada kesempatan.


Tentu, Ren dalam bentuk Shinigami miliknya.


Jelas, akan ada Dela yang turun tangan, tapi Ren juga akan menyiapkan sebuah jebakan yang akan membuat Dela mundur.


Salah satu rencana Ren adalah untuk membuat perisai super besar yang sangat kuat, di buat dengan semua sihir yang Ren punya.


Untuk melakukannya, Ren akan berkeliling kota, untuk membuat sebuah rune sihir di beberapa titik, yang digunakan untuk menyalurkan mana. Setelah itu semua terbuat dengan sempurna, Ren bisa menyalurkan semua kekuatan sihir nya seketika ke rune itu membentuk sebuah perisai sangat besar dan luar biasa kuat untuk melindungi kota.


Untuk kekuatan nya, Ren yakin, jika hanya serangan setengah hati tidak akan membuat itu menembusnya.


Tapi lagi lagi, kultus bisa jadi mengira bahwa ada pengkhianat di kota ini. Bisa jadi mereka akan jauh lebih waspada pada Eldergale.


Dan tentu, setelah Ren mengeluarkan semua sihir nya, dia tidak akan bisa bergerak, dengan kata lain dia akan pingsan selama beberapa saat. Itu adalah saat yang riskan untuk nya pingsan, karena ada kemungkinan penghalang itu bisa pecah.


"Aku sudah menyiapkan berbagai rencana, seharusnya aku sudah siap untuk ini." bisik Ren pelan, menatap bulan.


Dia menengadahkan tangan, membuka sihir ruang untuk bisa mengambil barang barang yang sempat dia taruh di dalam sana. Dari sana, dia mengambil sebuah benda yang cukup panjang dengan pelatuk dan warna merah kehitaman.


Dan tentu, itu adalah Zadkiel, pistol mirip shotgun yang dia buat saat dia menggunakan sihirnya untuk menyimpan Zadkiel di dalam sihir ruang.


"Ahh, aku sedikit merindukan mu...." bisik Ren sambil sedikit mengelus pistol itu.


Ya. Itu adalah salah satu dari sekian banyak alasan kenapa Ren lebih kuat daripada Ren yang sihir nya disegel di masa depan.


Hanya dengan Zadkiel, Ren bisa membantai bahkan sebuah kota sendirian.


Kenapa? Karena Zadkielitu sendiri adalah alat bukan sihir dan berbentuk seperti alat sihir. Jadi orang akan mengira bahwa itu adalah sihir, padahal Zadkiel tercipta dari sains, yaitu peluru biasa.


Selain itu, peluru yang bisa dipasang di sana juga beragam.


Alasan kenapa di masa depan dia jarang menggunakan Zadkiel, dan justru terlalu bergantung dengan Wrath adalah karena saat mengunakan Wrath, akal Ren akan secara tidak langsung tertutup oleh amarah dan rasa dendam. Itu membuatnya melupakan Zadkiel sementara.


Bahkan sejatinya Ren sendiri sedikit lupa bahwa dia adalah seorang Reinkarnator. Skill [Transmutasi] yang dia miliki menganggur cukup lama karena nya.


Kalau bukan karena konflik yang terus terusan terjadi membuat nya tetap ingat, Ren jelas lupa.


"Yahh, dengan Zadkiel, aku sedikit lebih yakin dalam melawan mereka semua. Aku memang punya ratusan Zadkiel yang sama di dalam ruangan ku. Tapi untuk membuka semua nya secara bersamaan, lalu mengisi ulang peluru itu juga membutuhkan sihir yang sangat banyak..." gumam Ren.


Ren sedikit menghitung banyaknya Feel yang harus dia keluarkan untuk itu. Ada juga opsi untuk melibatkan seluruh warga dalam ini, tapi Ren segera menyingkirkan jauh jauh pikiran itu.


"Selain itu, aku juga tidak bisa menyerahkan benda ini pada orang lain. Tidak, bukannya aku tidak bisa. Aku hanya tidak percaya pada orang lain. Ini adalah pengetahuan dari dunia lain. Bisa jadi ini juga termasuk di dalam tabu, bukan?" tanya Ren sedikit bergidik.


"Kalau begitu, aku harus memiliki lebih banyak persediaan untuk meregenerasi Feel milik ku. Kalau tidak salah..." Ren mulai mengingat ingat.


Dia tahu, ada sebuah gua penuh harta yang mengandung banyak sekali batu sihir, yang membawanya ke sebuah ruangan berisi naga.


Di dalam sana, Ren membangun ruang penelitian nya sendiri. Tapi yang menjadi masalah adalah itu cukup jauh. Dan stamina Ren sekarang tidak terlalu baik.


"Uhh, aku benar benar malas. Tapi mau bagaimana lagi. Kalau ini bisa merubah sejarah, bahkan nyawaku sendiri akan aku berikan!" kata Ren sedikit mendramatisir kalimat nya.


Dan benar saja, sekarang hati Ren sudah menerima ini sebagai kenyataan, dimana dia dibawa ke masa lalu untuk memperbaiki ini semua.


Dia tidak tahu, bahwa pikiran itu benar benar berbahaya untuk nya.


Dia tidak tahu, bahwa pikiran seperti itu yang akan menghancurkan harapan, menghancurkan hati, dan mengambil semuanya, membuat hatinya kembali kosong, lagi.