Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 4: Bab 34 - Kemampuan



Membuat mereka menjadi mata mata, itulah yang diinginkan Liu Xiu. Dia juga sudah mengatakan hal itu kepada ketujuh orang itu, bahwa meraka akan dilatih untuk menjadi mata mata di setiap negara.


Beta sepertinya juga langsung mengerti, dan berlatih sekuat mungkin.


3 Hari ini, Liu Xiu sudah membentuk mereka menjadi sebuah grup, bernama Black Eyes. Itu karena mata mereka yang semuanya hitam dikarenakan Dark Magic yang bersemayam dalam tubuh mereka.


Mereka melanjutkan perjalanan lagi, menuju ke arah sungai. Sementara Fischia yang mengantar tulang pada harimau masih belum kembali.


"Apakah Fischia tersesat?" tanya Alpha pelan.


"Itu seharusnya tidak mungkin. Dalam hal pengindraan, Fischia memiliki kemampuan yang lebih tinggi dariku. Jadi dia pasti bisa mengikuti kita dengan mencium bau kita. Bagaimanapun, dia adalah rasa Beast." jawab Beta.


"Itu benar." timpal Dain datar.


"Ngomong ngomong, dimana Master?" tanya Eina.


Mereka semua segera celingukan mencari sosok Liu Xiu yang menghilang. Tapi yang ada hanyalah percikan air dan nyanyian hutan yang saling bersahutan membuat sebuah harmoni.


"Mungkin karena kita sedang membersihkan diri di sungai, dia menyingkir. Orang yang aneh." kata Beta sedikit tertawa menyindir.


"Hummmpphh!!! Padahal sudah tugas kita untuk menjaga Master, dan tentu dalam hal itu juga! Master tidak perlu menyingkir karena hal sepele seperti itu!" Celica menyilangkan tangan sambil menggeram marah.


"Tunggu, Celica. Kau keluar dari karaktermu loh!!"


"Ha ha ha! Kalau berhubungan dengan Master, Celica yang kikuk pun bisa berubah, ya?" Dain dan Alpha bergantian menggoda Celica.


Dengan begitu, mereka pun berpisah untuk melanjutkan keperluan masing masing.


Beta mengambil buku, berpikir untuk melanjutkan catatan harian miliknya. Itu sudah seperti catatan tentang masa lalunya, tapi sekarang itu sudah berubah isi. Dalam 3 hari ini, isi buku itu hanyalah tentang kehebatan Liu Xiu. Bahkan jika dikumpulkan, buku itu akan terlihat seperti sebuah buku cerita legenda.


Sepertinya Beta benar benar terobsesi dengan Liu Xiu.


Sementara, Alpha yang memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi masih terus berlatih. Ingatannya tidak terlalu jelas sepert Beta, tapi dia merasa bahwa dia bisa menguasai pedang dan sihir dengan baik.


Berbeda dengan Celica, Eina, dan Ghea yang duduk bercanda sambil bermain air, Dain hanya duduk sendirian di atas pohon sambil mengukir sesuatu.


Walau terlihat bersantai, mereka semua dalam kondisi waspada. Bahkan gerakan seekor kelinci selalu mereka awasi, itu yang menandakan betapa cepatnya mereka belajar.


Tidak jauh dengan mereka berdua, Liu Xiu juga sedang berlatih. Lebih tepatnya, dia sedang mencoba sebuah kemampuan baru.


Beberapa hari yang lalu, dia menemukan ada dimensi yang berbeda dari dimensi mereka.


Itu adalah dimensi 0.


Berbeda dengan Dimensi 3, tempat makhluk hidup berada, Dimensi 0 adalah dimensi dimana semua yang ada di sana tidak terlihat. Jika Dimensi 3 dapat dilihat dari segala arah, maka Dimensi 0 adalah dunia astral.


Liu Xiu menemukan ini ketika dia merasakan kembali beberapa hawa tidak mengenalkan di pinggiran Hutan ajaib itu.


Ada beberapa suara, yang sering Adventurer katakan bahwa itu adalah hantu.


Memang tidak salah, hanya saja jiwa meraka berada di dimensi yang berbeda, jadi mereka tidak bisa benar benar berhubungan dengan dimensi lainnya.


Secara teknis, memang tidak ada makhluk yang bisa berhubungan antar dimensi. Tapi Liu Xiu berpikir lain.


"Saat aku menggunakan kemampuan maksimal ku, aku bisa bergerak sangat cepat tanpa terlihat. Apakah jika aku begerak dengan sangat cepat, aku bisa memasuki dunia astral dan kembali sesuai keinginan ku?" tanya Liu Xiu saat berjalan sendirian di tengah hutan.


Saat berpisah dengan Fischia tadi, dia juga pergi menjauh dari mereka berenam. Tujuannya, tentu untuk berlatih.


"Aku yang dulu mungkin tidak bisa berlama lama dalam menggunakan kecepatan itu. Tapi kalau sekarang, sepertinya hanya dengan membuka batas ke 4 aku sudah bisa mencapai kecepatan itu." gumam Liu Xiu sambil menimang nimang.


Tapi yang menjadi masalah, adalah Liu Xiu yang belum bisa mengendalikan kemampuan nya ketika mencapai batas ke 4.


Akan ada masalah ketika dia menembua batas ke empat, ketika badannya menjadi sakit, atau kecepatannya yang tidak bisa dia kontrol sesuka hati.


"Baiklah. Aku harus puas dengan yang ketiga, kah?" bisik Liu Xiu. "Tapi aku ada ini. Ini adalah benda yang bagus."


Dia mengambil sebuah benda dari dalam cincin penyimpanan nya. Benda itu terlihat masih tertutup oleh kain, dan berbentuk panjang sekitar 75 cm.


Liu Xiu lantas membuka kain itu, dan terlihat sebuah katana yang indah berada di sana.


Katana itu berwarna hitam dengan beberapa garis merah, yang menghubungkan itu dengan gagangnya. Bilah hitamnya terasa memantulkan cahaya yang sedikit menenangkan, dan berbentuk seperti cahaya bulan.


Merupakan katana yang sangat indah, jika dilihat sekilas. Tapi kemampuan nya tidak dapat dipungkiri lagi.


Itu bahkan bisa menebang sebuah pohon seperti mentega!!


"Siapa sangka, ini terbuat dari barang Pohon Dunia itu sendiri, dan lagi dialiri oleh Dark Magic. Kedua bentuk yang bertentangan, tapi bisa menjadi satu dalam pedang ini. Aku benar benar penasaran dengan pembuatnya." kata Liu Xiu dengan kagum.


"Karena bentuknya adalah Katana, ini pasti buatan orang dari negara misterius itu. Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak mendapat informasi apapun tentang Katana ini." lanjut Liu Xiu.


Katana itu diberikan oleh Xi sebelum Liu Xiu pergi. Tepatnya secara diam diam sebelum mereka berangkat.


Katanya, itu adalah senjata harta yang disimpan di dalam gudang mereka. Mendengar itu, jelas Liu Xiu menolak benda itu. Tapi Xi menjelaskan bahwa benda itu dialiri oleh Dark Magic dan bahkan jika Liu Xiu tidak membawanya, tidak akan ada yang bisa menggunakan nya.


"Setelah aku ingat lagi, dia memang pandai membujuk orang." Liu Xiu menghela nafas pelan.


Dia mencoba Katana itu di tangannya. Rasanya benar benar pas dan sangat ringan. Mungkin karena bahan dasarnya adalah dahan kayu, itu memiliki bobot yang berbeda dari Katana biasanya.


SPLASSHH!!!


(""Ahhhahhhh!!!"")


Suara suara kecil yang tadinya hanya menggoda Liu Xiu sekarang berubah menjadi jeritan. Liu Xiu heran apa yang terjadi sebenarnya.


Oleh karena itu, dia sekali lagi menyakitkan Katana miliknya, kali ini ke segala arah.


(""*Tidakkk!!!!"")


("Ampuni kami*!!")


Lagu lagi suara itu terdengar. Liu Xiu perlahan mengetahui situasi nya, tapi dia kemudian tersenyum. Dia memikirkan sesuatu, dan mencoba menyabetkan pedangnya ke segala arah, lagi.


Kali ini tidak ada suara teriakan tersiksa di sekelilingnya, hanya ada suara hutan yang saling bernyanyi ditiup angin.


"Ini bahkan bisa menyerang jiwa-jiwa yang tidak terlihat sesuai dengan keinginan ku? Ini benar benar luar biasa!"


"Kalau aku bisa melihat jiwa jiwa itu, dan bisa masuk ke Dimensi 0, aku mungkin akan menjadi seorang pengusir setan, atau yang sering disebut Exorcist, kah?" tanya Liu Xiu sambil sedikit bergaya.


Berkat serangannya tadi, sekeliling nya sekarang sudah lebih tenang daripada tadi, jadi dia bisa berlatih dengan lebih fokus.


"Baiklah. Aku harus bisa menguasai setiap batas dalam tubuhku. Kalau tidak, apa yang diberikan Sova tidak akan berguna." bisik Liu Xiu pelan.