Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 2: Bab 39 - King of Hell Bee



..."King of Hell Bee"...


...Level: 80...


...Skill: Unlimit spear, Flash...


...(Raja dari para Lebah! Dia kuat, memiliki racun yang dapat membunuhmu dalam sedetik, dan dia memiliki Agility yang super cepat. Merupakan kesalahan untuk melawannya tanpa stat Agility yang cukup.)...


"Sudah kubilang ini akan sulit, bukan?" aku hanya bisa mendesah perlahan.


"Aku sudah mengira ini akan sulit tapi aku tidak menyangka akan menjadi sebegini sulitnya." Aku hanya bisa tersenyum pelan ketika lawan yang besar datang dengan terbang ke arahku.


Anehnya, serangan lebah lebah kecil yang ada sebelumnya terhenti. Mungkin karena adanya pemimpin mereka disini, mereka mundur.


Atau mereka yang disuruh mundur oleh raja ini?


Hmm, aku sedikit penasaran dengan apa yang mereka katakan, dan bagaimana mereka berkomunikasi. Eh tidak. Dari awal, apa monster memang memiliki akal sebaik itu?


Tidak. Monster di Dungeon ini sangat aneh! Aku tidak tahu, tapi mereka bahkan bisa berkomunikasi, dan mengepungku seperti barusan.


Itu berarti, jelas mereka bisa berkomunikasi satu sama lain. Aku sedikit yakin, monster "King of Hell Bee" ini yang mengatur semuanya. Yang berarti, dia memiliki kepemimpinan yang baik.


Ditambah dengan tidak adanya monster lebah lain yang mendekat sekarang, aku yakin mereka bahkan lebih cerdas dan lebih patuh dari kami, manusia dan yang lainnya!


Apapun itu, pokoknya aku harus bisa keluar dari sini!


Aku bersiap untuk mengaktifkan ultimate skill, tapi aku ingat. Monster ini bukanlah boss lantai atau apapun itu.


"Akan berbahaya jika aku membuang buang MP ku disini. Dia bukanlah boss lantai, dan hanya monster biasa. Jika terjadi hal yang tidak kuinginkan, itu akan menjadi bahaya nanti." Aku menahan tanganku mengeluarkan [Lightning Root].


Dia juga sepertinya tidak menyerangku dengan segera. Aku tidak tahu, tapi dia mengenali lawannya dulu?


"Aku harus melayaninya dengan meminimalkan sihir. Kalau begitu." Aku melangkah pelan sambil masih waspada.


Aku menyarungkan pisau ke belakang, lalu mengaktifkan space magic mengambil , pedang dari cakar Naga yang pernah aku kalahkan dulu.


Itu adalah pedang terkuat ku sekarang, yang lebih kuat dari pedang Azantium yang aku buat.


Monster itu tetap tidak bergerak, tapi sepertinya sudah mengukur kekuatanku. Aku bisa melihat senyum sedikit naik di wajah berbulunya. Apa dia mengejekku?


Ugh, wajahnya membuatku kesal. Aku ingin memotong motong wajah sombongnya itu.


"Kalau begitu," aku menguatkan tubuhku sedikit, tersenyum sesaat. Dan beberapa saat aku muncul di belakangnya, aku tersenyum, mengayunkan pedangku secepat mungkin.


?!!


Aku tidak tahu, tapi serangan ku meleset! Aku mencobanya kembali, kini dengan tendangan putar kecil, tapi langsung mengarah dengan cepat.


Tak cukup sampai disitu, tangan kiriku mengambil Zadkiel, bersiap untuk membidiknya jika dia bersiap untuk pergi.


Aku ingin melihat, apa yang dia pilih antara Zadkiel atau tendangan ku. Tak lupa, aku mengaktifkan [Sharp Eyesight] untuk mempertajam penglihatan ku.


Dia bergerak! Dia memilih untuk menghindari tendangan ku, dan berusaha lari darinya.


Boom!! Zadkiel kutembakkan, dan aku tahu itu mengenainya. Dia terlempar cukup jauh, karena memang kekuatan tembakan Zadkiel akan mematikan jika terkena.


Tapi, dia sangat cepat! Aku yakin aku tidak bisa mengikuti gerakannya jika tidak menggunakan [Sharp Eyesight]!


Itu sama denganku sekarang, tapi dia akan jauh lebih cepat jika aku tidak memperkuat tubuhku!


"Ini sangat merepotkan. Benar benar!" Aku tidak tahu lagi kata kata apa yang harus aku ucapkan untuknya.


Dia terbang rendah, menatapku seperti heran. Tapi aku juga bisa membaca ekspresi wajahnya.


Sriing!! Aki melihat kilatan cahaya cepat terlihat, tapi [Critical Perception] tidak aktif. Aku menangkisnya dan bergerak maju untuk kembali menyerangnya.


Dia terlihat aneh, hanya diam sambil melihat, seperti menghimpun sesuatu.


?!


[Critical Perception] aktif, membuat ku bisa melihat apa yang terjadi lebih lambat. Lebah itu melemparkan pilar pilar kecil warna perak yang sangat banyak! Aku yakin benda ini yang menyerangku tadi.


Pandanganku kembali menjadi biasa dan aku tahu apa yang harus aku lakukan.


"[Absolute Deffence]!" Aku meneriakkan sihir, dan dengan cepat sebuah penghalang menyelimuti tubuhku, membuatnya terlindungi dari serangan apapun.


Aku sudah tahu. Ini adalah Dungeon rank S.


Aku tahu, ini bukanlah tempat untuk bermain main. Karena itu-


"Aku tidak bisa hanya menahan diri disini!" Aku berteriak yakin, aku akan melakukannya.


"[Lightning Root]!" Aku tidak bisa untuk tidak membuang MP disini. Ini adalah Dungeon rank S. Semua musuh yang ada di sini pantas untuk mendapatkan serangan yang kuat.


Mereka semua, bukanlah lawan yang bisa aku hadapi dengan setengah setengah!


Lingkaran sihir muncul di bawah lebah yang sedang terbang itu. Dan dengan segera, akar akar listrik keluar dari tanah.


Aku jelas memilih skill ultimate ini untuk mengalahkannya, karena dia terbang. Aku harus mengunci gerakannya sekaligus mematikannya dengan cepat.


"Gruaaaaahhhh!" Aku melihat penyiksaan yang sedang terjadi di depan mataku. Tapi, memang dia memang sangat kuat.


"Matilah untuk kebahagiaan ku." Kataku pelan. Memang terdengar kejam, tapi itulah dunia ini.


Aku bisa melihat dia mulai kehilangan kesadarannya, dan terjatuh ke tanah. Agak membosankan memang untuk membunuh musuh dalam sekali serang, tapi itu sangat nyaman bagiku.


***


"Benar benar tidak bisa dipercaya. Dia bukan boss lantai, dan dia sudah sekuat itu?" Aku bertanya sambil duduk di tengah tengah ruangan.


Aku memblokir semua jalan masuk menuju kemari menggunakan tembok tanah besar nan tebal, karena aku tidak mau berurusan dengan monster monster ini lagi. Ini melelahkan.


Kelompok yang kehilangan kepalanya, umm maksudku komandannya, akan bergerak tidak terkendali. Itu tidak akan bisa mengambil keputusan dengan baik lagi.


Itu memudahkan ku, sungguh.


"Untuk saat ini, mari kita lihat apa yang kita dapat." Aku perlahan menuju tempat drop "King of Hell Bee". melihat pertarungan tadi, itu seharusnya memberikan benda yang bagus.


Ada banyak benda yang dijatuhkan. Tapi itu tidak terlalu bagus untuk menarik minatku, dan itu semua mirip dengan item drop yang dijatuhkan lebah lebah biasa.


Item yang dijatuhkan lebah lebah itu, "Spear of bee" adalah yang terbanyak, dan beberapa lainnya ada sayap, atau benda aneh lain.


"Whoa!" Aku sedikit terkejut ketika menemukan sebuah item yang menurutku luar biasa!


...Poison Necklace...


...Tingkat kelangkaan: Rare...


...[Kalung yang dapat meningkatkan 40% pertahanan terhadap racun. Seperti yang ada di manga, aku akan selalu melindungimu!😘]...


"Hehh, barang yang cukup unik, ya? Karena namanya "Poison Necklace' aku jadi menyangka bahwa ini adalah kalung terkutuk yang akan mengutuk penggunanya dengan racun sampai mati." Aku mengangguk pelan.


Entah kenapa aku sudah terbiasa dengan deskripsi sistem yang aneh dan sering menggodaku dengan candaan anehnya.


Kutarik kata kataku. Tolong, aku tidak ingin terbiasa dengan ini!


Ada banyak benda benda aneh lain, tapi aku akan menjualnya saja nanti.


Ini adalah barang yang langka, tidak ada yang memiliki ini dimanapun. Jika aku menjualnya ke pasar gelap, sudah pasti akan menghasilkan uang yang banyak!


"Ada satu lagi barang disini. Dan ini adalah barang dari raja lebah itu." Aku dengan malas bergerak, dan mengambilnya.


"Cincin?" Aku sedikit bingung melihatnya.


Itu adalah cincin yang indah. Dengan lingkaran dengan batu batu mirip berlian mengelilinginya dengan warna warni.


...Rings of Flash...


...Tingkat kelangkaan: Legendary...


...[Cincin yang meningkatkan 30 poin stat Agility mu. Tapi, secepat apapun kau berlari, aku akan selalu menangkapmu😋]...


"Menambah stat Agility? Itu adalah hal yang baik! Ini adalah yang aku cari ini!" Aku hanya bisa berteriak senang. Aku segera memakainya, dan mencoba mengecek statusku.


..."Status!"...


...Nama: Ren Larvest...


...Level: 29...


...Ras: Human...


...Job: Hero...


...Title: "Analyzer" "Imposter" "One who become one with nature" "Shadow Hero" "Blacksmiths" "Weapon Founder" (Dapat dipilih 2)...


...HP: 9.350...


...MP: 147.670/179.700...


...Strength: 84...


...Agility: 103...


...Deffence: 92...


...Skill: [Transmutation], [Evaluator], [Trap], [Fake], [Search], [Sharp Hearing], [Sharp eyesight], [Observer (Mimic)], [Seduce], [Interogate], [Healing field (small)], [Fehl Channeling], [Magic Damage Absorber], [Critical Perception], [All Map Exploration], [Change], [Replacement], [I am the Sadistic], [Sacred Weapon Authority], [Add Skill] ...


...Magic: Elemental magic, Space magic, Dark magic, Light magic...


("Hum! Agility ku meningkat jauh!") Aku hanya bisa tersenyum senang melihat ini.


Aku meneliti statistik lainnya. Strength bisa naik bahkan ketika aku berlatih fisik. Dan Deffence tidak terlalu penting untukku, jadi itu tidak perlu untuk kutingkatkan.


Belum ada tambahan title dan skill kecuali yang tadi, dan yang berbeda jauh disini adalah level dan MP ku.


Aku tidak terlalu sering mengecek status sejak 4 tahun terakhir, jadi aku tidak terlalu peduli. Dan berkat kerja kerasku, MP ku sudah naik sangat jauh. Menyenangkan melihatnya seperti ini.


"Baiklah. Seperrinya ini saatnya memberi pelajaran para orang orang bodoh sialan itu!" Aku menutup jendela status, mengambil Zadkiel.


Ya. Masih ada yang harus aku lakukan sekarang.


"[Zadkiel]!" Aku mengangkat tangan kanan.


"Seventh!"


"First!' aku sudah selesai melakukan persiapan.


Aku mengacungkan kedua Zadkiel yang ada di kanan dan kiriku ke arah pintu batu Dungeon. Berhubung pintu itu mengarah ke luar, itu tidak akan mendapat kerusakan signifikan.


Yahh, aku berdoa agar pintu ini tidak hancur karena Zadkiel.


"Shoot!' teriakanku menggema, yang dengan segera menghilang, berganti suara tembakan serempak beberapa Zadkiel yang leluar di samping kanan dan kiriku.


BOOM! Ledakan membuka pintu Dungeon secara paksa, menghancurkan apapun yang menghalanginya.


Ketika pintu itu terbuka, aku bisa merasakan tubuhku yang diteleportasi.


"Baiklah kalian berdua, aku datang!" Aku hanya bisa memikirkan kedua guild master sial itu.