Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 5: Bab 17 - Latihan dan Dunia Roh



Sementara Liu Xiu baru saja diterima menjadi murid Jian Koo, ketujuh anggota Black Eyes lainnya sedang menjalankan Quest kemandirian singkat dari Liu Xiu.


Dari Alpha, Beta, Celica, Dain, Eina, Fischia, dan Ghea. Mereka semua benar benar semangat mengerjakan perintah ini. Liu Xiu juga sepertinya agak menikmati ini, jadi kemungkinan dia akan menambah waktu latihan ini lagi.


Alpha sudah pergi entah kemana, Beta menjelajah banyak dungeon untuk memperkuat diri, dan bahkan Fischia memburu para bandit. Mereka semua melakukan itu untuk mangasah diri, dan tentu menjadi lebih kuat.


Tapi beberapa dari mereka tidak melulu sibuk dalam urusan pertempuran. Ada juga yang hanya berdiam di kota.


Contohnya Eina, yang serius dalam mengambil hal hal yang berhubungan dengan alkimia. Celica dan Ghea juga mempelajari tentang sihir juga beladiri yang ada di dalam kota. Tentu, Dain juga tak lupa menjalankan tugasnya.


Dain dengan mengandalkan kelebihannya -yang memiliki hawa keberadaan tipis- dia berhasil mendapat sangat banyak informasi di kota Li Tian ini. Bisa dibilang, dia adalah seorang ninja yang sangat cocok untuk mengumpulkan informasi.


Hari pertama berjalan dengan mudah dan normal. Tidak ada yang salah dengan ketujuh dari mereka. Sangat menarik untuk melihat mereka bisa menemukan apa yang ingin mereka lakukan di hari pertama misi dimulai.


Pada hari kedua, Beta sudah menangkap 3 Dungeon Rank-D, dan bersiap untuk menuju ke Dungeon Rank-C.


Memang Dungeon Rank-D tidak pada levelnya, tapi untuk menangkapnya 3 sekaligus dalam sehari juga merupakan hal yang sama tidak mungkin nya. Dengan adanya status dan level, itu membuatnya menjadi kuat dengan cepat. Juga status awalnya adalah seorang Beast membuatnya hampir setara dengan Fischia dalam hal kekuatan murni.


Alpha sudah menyelamatkan sekelompok petualang yang terpojok di tengah hutan, Eina mampu menyelesaikan satu rumus alkimia, dan Celica serta Ghea bertemu dengan Fischia yang sedang menyerang bandit, lalu menyelamatkan sekelompok Adventurer yang lewat.


Mereka yang sering menyelamatkan para Adventurer di jalan, mungkin akan menjadi rumor di Adventurer Guild kelak!


Dain juga mendapatkan kemajuan pesat hanya dalam sehari. Dia bahkan sudah mendapatkan informasi yang bahkan bisa menghancurkan satu perusahaan dagang besar!


Mereka benar benar luar biasa, tapi dalam bidangnya masing masing.


Mau bagaimana lagi, mereka semua pada dasarnya berbakat, dan sudah mendapat kekuatan lebih saat ditahan dan dibuat eksperimen dengan Dark Magic. Jelas mereka bagaikan permata yang sudah dipoles sekarang.


Dan di tangan Liu Xiu, dia akan mengubah permata itu menjadi perhiasan yang lebih cemerlang dari sebelumnya.


Mereka semua bekerja sangat baik, cukup berbeda dengan Liu Xiu.


Di hari pertama, dia dikalahkan oleh Tang Xin dalam duel. Dan di sore harinya, dia meminta Jian Koo untuk mengajarinya menggunakan energi kehidupan. Dia benar lupa bahwa dia sedang mengerjakan sebuah Quest dari Adventurer Guild.


Karena Liu Xiu sudah mejadi murid Jian Koo, dia sangat senang dan bertanya pada Yuan Yi, apa yang harus pertama tama dia lakukan.


Yuan Yi juga merasa sangat senang karena Liu Xiu sangat ahli dalam "menjilat", dengan cara memuji-muji Yuan Yi sebagai "senior". Itu membuat Yuan Yi luluh dan mengatakan semua latihan yang selama ini dia lakukan, termasuk cara merasakan energi kehidupan itu, dan waktu yang baik untuk berlatih.


Oleh karena itu, Liu Xiu malam itu langsung ingin berlatih sendiri.


Pada dasarnya, dia benar benar buntu dalam latihan. Dia ingin latihan untuk membuka gerbang yang dia miliki, tapi akan berbahaya jika dilakukan di kota seperti ini. Jadi metode latihan baru seperti ini membuatnya senang.


Tapi sebelum pergi dari rumah kecil yang disediakan untuknya, dia memastikan sekelilingnya tidak ada orang, dan berlari kecil ke hutan.


Setelah yakin tidak ada yang mengikutinya, dia melepaskan kewaspadaanya sesaat, dan berjalan seperti biasa untuk menuju sebuah sungai kecil. Itu adalah tempat yang dia putuskan setelah menimang nimang dimana dia akan berlatih.


Pada awalnya, dia ingin berlatih di tempat dia bertemu dengan Albert. Mungkin karena disana banyak aktifitas astral.


Liu Xiu mendengarkan penjelasan Yuan Yi tadi, bahwa tempat tempat yang dikatakan memiliki banyak energi kehidupan biasanya tempat yang sepi. Karena biasanya manusia mengambil energi itu setiap mereka pergi, jadi tempat yang paling sepi biasanya memiliki paling banyak energi. Begitu jelas Yuan Yi.


Dengan begitu, Liu Xiu yakin ilmu ini jelas ada hubungannya dengan Kerajaan yang hilang di masa lalu.


"Sepertinya tidak apa kalau disini." kata Liu Xiu pelan ketika dia mencapai pinggir sungai. Dia menatap air sungai, yang sangat jernih bagaikan kaca yang memantulkan indahnya cahaya bulan yang sedikit menyinari hutan itu dengan redup.


Suhu saat ini cukup dingin, karena sebentar lagi akan memasuki musim dingin. Jadi airnya bahkan lebih dingin dari yang orang kira.


Liu Xiu memastikan kembali tidak ada orang di jangkauan 1 km di sekitarnya. Setelah yakin, dia menanggalkan pakaiannya, lantas mengambil air untuk disiramkannya ke badannya yang telanjang dada.


"Kuh... Aku sudah sedikit terbiasa dingin, tapi tetap saja..." bisiknya pelan ketika dinginnya air mulai meresap ke kulitnya yang sekarang sedang mencoba melawan dingin. Dia berniat membasahi tubuhnya, dan menggerakkan tubuh sedikit untuk mengeringkan nya.


Gerakan gerakan Liu Xiu yang halus bagaikan menari di tengah malam, dengan angin yang seakan mengikuti tariannya.


Sebelum mengakhiri gerakannya, dia mengambil nafas tenang, sebelum menghentakkan tangannya ke udara kosong di hadapannya. Entah bagaimana, udara itu terdorong, dan bahkan sedikit meninggalkan bekas di pohon depannya yang berjarak 50 meter.


Liu Xiu mengambil beberapa nafas pelan sebelum akhirnya dia menutup gerakannya.


"Hufft. Latihan ringan ini tidak membuatku mengeluarkan keringat sama sekali. Walau tubuhku sudah kering, aku yakin ini karena waktu." keluh Liu Xiu, terdengar sedih.


Dia lagi lagi membasahi tubuhnya, dan mengomel bagaimana dinginnya itu. Dia lantas berjalan ke atas sebuah batu, untuk duduk dan memulai semedinya.


Menurut Yuan Yi, semedi akan memperlancar energi kehidupan, dan membuat energi kehidupan yang ada di dalam tubuh bergerak. Oleh karena itu, Liu Xiu akan mudah merasakan Chi atau energi kehidupan yang ada dalam tubuhnya.


Biasanya, para roh akan bermain jika energi kehidupan orang yang sedang bersemedi menarik bagi mereka. Dan Liu Xiu sedikit mengharapkan itu.


Walau begitu, dia hanya meneruskan semedinya dengan lebih fokus. Kini dia mencoba membayangkan dirinya yang sedang menyatu dengan alam, sembari membayangkan getaran getaran yang terasa di tubuhnya.


("Ughh. Ini sulit. Yahh, mau bagaimana lagi. Ini adalah sesuatu yang harusnya aku pelajari bertahun-tahun.") pikir Liu Xiu di tengah semedinya.


Tapi dengan terbiasa, Liu Xiu mulai merasa nyaman dalam posisinya sekarang.Dia merasa hangat, bahkan merasa bukan pada tubuhnya.


Tidak, itu bukan terbiasa. Itu terlalu mudah untuk disebut terbiasa!


Pasalnya ketika Liu Xiu membuka matanya, sekelilingnya menjadi terang, seperti siang hari. Dan kabut tipis juga mengelilingi tubuhnya. Liu Xiu masih belum paham apa yang terjadi. Dia mempertahankan posisinya, tetap duduk dan mengawasi sekeliling.


"Aha ha ha!" suara tawa kecil yang nyaring terdengar di belakang Liu Xiu. Dengan itu, refleks Liu Xiu segera membalikkan badan, melihat siapa yang tertawa di belakangnya.


Tampak beberapa anak kecil yang sedang bermain bersama. Mereka semua membelakangi Liu Xiu, jadi Liu Xiu tidak tahu bagaimana rupa mereka.


("Aku yakin aku benar benar waspada dengan sekelilingku, dan tidak melepaskan setiap inci. Tapi bagaimana mungkin aku tidak menyadari kedatangan mereka?") tanya Liu Xiu dalam hati, terheran heran.


Dan saat Liu Xiu sedang mencoba memahami keadaannya sekarang, suara tawa anak anak lagi lagi muncul di belakangnya. Mau tak mau dia memutar tubuhnya lagi, mencoba mengamati.


Dia berpikir tidak ada gunanya terus mengamati. Lantas Liu Xiu bergerak dari semedinya, mencoba berdiri.


Seketika, sesaat setelah Liu Xiu berdiri, semua anak anak itu menoleh ke arah Liu Xiu bersamaan. Seakan tidak menyadari Liu Xiu ada disana. Persis setelah mereka menoleh ke arah Liu Xiu, wajah mereka berubah pucat, seperti telah melihat sesuatu yang sangat mengerikan.


"WHAAAA!!!" tanpa diberi aba aba, mereka lari tunggang langgang ke satu arah, meninggalkan Liu Xiu.


Sedikitnya, Liu Xiu terkejut karena itu, tapi karena mereka lari darinya, mengejar mereka pun tidak akan ada gunanya.


"Hufft. Itu menyakiti hatiku kau tahu? Melihatku dan kemudian lari seperti itu, apakah ada yang salah dengan wajahku? Mereka lari seperti melihat monster saja." keluh Liu Xiu seperti biasa, berbicara sendiri.


Dia melihat lagi ke arah anak anak itu lari. Semua sudah tertutup kabur, jadi anak anak tadi seperti berlari ke arah kabut, dan menghilang di dalamnya.


"Haruskah aku melanjutkan semedi, atau mengelilingi tempat ini?" tanya Liu Xiu pelan.


Dia berkacak pinggang, melihat sekeliling.


Tidak ada hasil. Karena sekelilingnya hanya kabut tebal, yang bisa dibilang awan. Dengan cahaya yang menyinari serasa sore hari yang cerah. Dan bahkan, saat pertama kali Liu Xiu menapakkan kakinya ke tanah, dia pikir dia sedang berjalan di atas awan!


"Yo! Pendatang!" sebuah suara kecil terdengar, lagi lagi dari belakang Liu Xiu.


Liu Xiu kini sudah tidak terkejut mengetahui ada orang yang muncul tidak dia deteksi, jadi dia hanya menarik nafas pelan.


"Humm, haruskah aku berlari? Aku tidak yakin, jika aku berbalik mungkin kau kan lari. Entah bagaimana, aku menakutkan bagi orang orang disini." jawab Liu Xiu tenang.


"Apakah kau sudah bertemu dengan semua orang di dunia ini? Kau hanya bertemu anak anak tadi, bukan? Tapi kau sudah menyimpulkan bahwa kau menakutkan bagi orang-orang dunia ini." jawab orang di belakangnya, memutar balikkan pernyataan Liu Xiu sebelumnya.