
Liu Xiu dan Rhion berlari di tengah malam. Pertarungan itu cukup jauh dari kota, jadi waktu yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Apalagi Liu Xiu harus menyamai kecepatan Rhion, itu membuatnya semakin lambat.
("Ughh.... Apakah Rhion benar benar berlari? Dia terlihat seperti jogging bagiku. Tapi, wajahnya benar benar penuh keringat. Apa ini memang kecepatan terbaiknya?") tanya hati Liu Xiu kesal.
Karena memang, langkah Rhion kecil, tidak sebanding dengan langkah kaki Liu Xiu yang besar besar. Selain itu, Rhion juga banyak terkena halangan seperti rumput dan semak, membuatnya semakin melambat.
("Aku benar benar ingin menggendong nya!") Liu Xiu juga masih mengumpat dalam hatinya.
Setelah beberapa menit yang serasa berabad abad bagi Liu Xiu, meraka akhirnya melihat gerbang kota Li Tian, dengan penjaga yang terlihat cemas dan takut. Tak hanya itu, suasana tegang juga terasa diantara para penjaga itu.
"Hei kalian berdua! Siapa dan untuk apa kalian datang malam malam?!" teriak seorang penjaga yang berada di gerbang, mencegat Liu Xiu dan Rhion.
Tapi mereka berdua punya kartu Guild, dan mengatakan bahwa mereka punya informasi penting kepada Guild. Tidak hanya itu, mereka juga mengatakan bahwa mereka adalah utusan dari beberapa kota, jadi apa penjaga juga tidak ada pertanyaan lagi.
Dengan itu, mereka dengan mudah memasuki kota.
Keadaan kota sedikit mencekam. Walaupun hari masih gelap, tapi biasanya penduduk sudah keluar dan melakukan beberapa aktivitas. Apalagi ini adalah Li Tian, kota petualang.
Toko makanan semua tutup, tidak ada lagi kios kios kecil yang berjejer di jalanan. Bahkan, bar tempat orang minum minum yang biasanya sangat ramai, sekarang tutup bagai tak ada kehidupan.
Para penduduk hanya mengintip dari jendela, dan menatap Liu Xiu yang lewat dengan rasa takut sambil menutup rapat rapat pintu mereka.
Melihat itu semua, hati Liu Xiu sedikit sakit. Dia tidak bisa membayangkan jika pasukan Demon Lord benar benar menyerang, apa yang akan terjadi nanti.
Menggelengkan kepala, Liu Xiu bergegas ke tempat yang paling ramai, atau bahkan bisa dibilang satu satunya tempat yang penuh dengan orang berkumpul, Adventurer Guild.
Banyak terjadi keributan di depan pintu Guild. Kebanyakan para Adventurer yang meminta penjelasan soal apa yang terjadi. Tapi jelas pihak Guild tidak menjelaskan apapun.
Mereka bahkan menahan masuk semua orang yang memaksa, dengan alasan ada tamu penting di dalam.
Karena bagaimanapun, tergantung apa yang terjadi, Adventurer bisa membantu untuk mengalahkan monster yang muncul, atau membantu evaluasi warga. Dan tidak tahu apa apa benar benar membuat mereka panik.
Sedikit menerobos ramainya petualang yang berkerumun di halaman Guild, Liu Xiu berusaha untuk mencapai depan pintu, dan berbicara langsung pada penjaga.
("Yang jadi masalah, adalah bagaimana kita masuk sekarang? Penjaga ini pasti tidak akan membiarkan orang masuk dengan mudah, untuk mencegah hal hal seperti kerusuhan. Apakah aku harus mendiskusikan nya dengan Rhion? Tapi-")
"Kami tahu tentang ledakan itu, bisakah kami masuk?" kata Rhion dengan nada sedikit sombong. Itu membuat Liu Xiu menepuk jidatnya keras, melihat temannya itu benar benar bodoh.
"Maaf. Semua orang mengatakan itu, jadi kami tidak bisa mempersilahkan mu untuk masuk. Jika kau berkata seperti itu, aku juga mengatakan bahwa aku tahu tentang ledakan barusan." jawab si penjaga yang ada di depan pintu, dengan dingin.
("Itu jelas, ha ha ha! Apakah Rhion bahkan tidak menebak ini akan terjadi?") tanya Liu Xiu dalam hati, sedikit tertawa.
"Aku adalah Liu Xiu, Adventurer yang ditunjuk oleh Guild di Fuheng dan dia adalah Rhion yang ditunjuk dari Huang Xi! Jika ada keberatan, bisa kau katakan sekarang!" kata Liu Xiu dengan tegas sambil mengeluarkan kartu Guildnya, menunjukkannya.
Rhion yang mendengar itu, sedikit gelagapan mengambil tanda pengenal miliknya.
Dia mengetuk pintu sebentar, dan berbisik dengan orang yang ada di dalam.
"Tolong tunggu disini sebentar." kata sang penjaga sambil kembali menutup pintu, menahan mereka berdua agar tidak menerobos masuk.
Liu Xiu sedikit menoleh ke arah Adventurer laki laki dengan zirah indah, berada di sini dan sedang protes, yang sedari tadi memandang Liu Xiu dengan pandangan aneh, antara kagum dan iri.
"Kenapa? Apakah kau punya hal yang harus dikatakan?" tanya Liu Xiu sedikit menutup mata sebelah kirinya bertanya dengan sopan.
"Ahh, tidak tidak. Memikirkan bahwa kau diutus dari sana, kemampuanmu berarti memang luar biasa." kata laki laki itu.
Liu Xiu memperhatikan laki-laki itu, lalu mendapatkan sebuah ide. Dia pantas mendekati orang itu, dan segera merangkulnya, berbisik.
"Bagaimanapun, aku memiliki sedikit info soal kejadian itu Dan juga, aku harus mengatakannya pada orang Guild. Entah bagaimana caranya, aku harus bisa masuk. Dan juga...." Liu Xiu menghampiri orang dengan baju zirah itu, mengalungkan tangannya di bahu belakang orang itu.
"Kau tahu, ada beberapa pertarungan terjadi di luar. Itu penyebab pilar dan beberapa petir yang menyambar tadi." bisik Liu Xiu sambil sedikit tersenyum misterius.
"Kau.... Benarkah?!! Ehh, bukankah ini rahasia? Dan juga, kami tidak dikirim untuk menyelidiki nya?" tanya pria itu heran. Awalnya dia agak berteriak, tapi setelah dia sadar bahwa Liu Xiu hanya membisiki nya, dia balas berbisik.
"Tidak apa! Salah satu Adventurer mengatasinya, dan bahkan tidak ada yang tersisa disana. Sebaliknya, aku ingin seluruh orang tahu, bahwa Guild sudah menangani ini dengan sangat baik." jawab Liu Xiu senang.
Orang itu mengangguk, dan tersenyum sambil memberikan tinju nya pada Liu Xiu, dan berbalik ke arah kerumunan Adventurer yang menunggu di bawah.
Sementara Rhion sedikit mendengus, Liu Xiu hanya mengangguk sambil sedikit tersenyum.
("Baguslah jika beberapa orang benar benar berpikir seperti itu.") pikir Liu Xiu.
Setelah menunggu beberapa saat, pintu lagi lagi terbuka, dan orang dari dalam muncul, membisikkan sesuatu pada penjaga pintu di depan.
Penjaga pintu itu sedikit terkejut mendengar apa yang dibisikkan orang lain di dalam, dan meminta pengulangan. Tapi yang dibisikkan tetap sama, membuat sang penjaga pintu menghembuskan nafas lelah.
"Baiklah. Kalian boleh masuk. Justru Guild Master minta kalian untuk masuk." ucap sang penjaga pintu dengan wajah pasrah.
Itu membuat Liu Xiu dan Rhion berwajah cerah, dan Rhion dengan segera sedikit bersiap untuk masuk.
"Kalau begitu-"
"Tunggu!!" kalimat Rhion tidak selesai, karena ada seseorang yang menyelanya, sebelum Rhion selesai. Itu membuatnya sedikit merengut, tapi dia membalikkan badan melihat siapa yang menyelanya.
Terlihat sesosok petualang yang melangkah menaiki tangga perlahan, dan berhenti di hadapan Liu Xiu dan Rhion. Orang orang segera minggir ketika mendengar suara itu, dan sosoknya berjalan tenang diantara kerumunan itu.
Bagaimanapun, Liu Xiu tahu, dia bukanlah orang biasa. Jika dia salah kata, sesuatu yang buruk sudah pasti menjadi akhirnya!
"Maaf bila saya terkesan kurang baik. Kalau boleh tahu, siapa anda?" tanya Liu Xiu dengan nada sopan.