Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 3: Bab 19 - Selamat Malam!



"Baiklah, para hadirin yang terhormat. Bisa kalian berikan suatu hukuman pada orang ini?!" aku membuat suasana menjadi semakin ricuh.


Banyak orang yang datang langsung kemari, memberikan sumpah serapah serta ribuan celaan untuk Weiss.


"Tidak kusangka kepala Akademi seperti itu!"


"Dia mengerikan! Penjahat! Aku akan memakluminya jika mereka hanyalah perempuan biasa. Tapi mereka masih anak anak! Dia gila!"


"Dasar bajingan tua mengerikan! Mati!"


"Ya! Mati! Hukum mati dia!"


"Yaaa!!!" suasana semakin ramai.


Ya! Aku senang rencanaku berhasil. Sekarang Weiss sudah kehilangan kekuasaannya, harga diri, bahkan semua miliknya.


Sayang sekali dia tidak memiliki orang berharga, jadi aku tidak bisa menghancurkannya lebih banyak.


Tapi ini sudah cukup.


"Tidak mungkin tidak mungkin tidak mungkin tidak mungkin!" sepertinya mental Weiss sudah mulai terkena, dia mulai mengulangi perkataan nya.


"Baiklah!" kini dia berteriak.


Suasana menjadi sunyi seketika. Entah kenapa aku merasakan perasaan buruk.


"Saya sudah tidak peduli lagi. Wahai Demon God! Saya akan menyerahkan seluruh jiwa dan ragaku untuk mu yang Agung! Oleh karena itu, berilah saya kekuatan untuk menghabisi mereka semua!" dia berteriak, kemudian mengeluarkan sebuah tabung hitam dari sakunya.


Aku terkejut dia bisa bergerak, tapi yang lebih mengejutkan, adalah dia memakan tabung hitam itu!


Sedetik setelah dia memakan tabung hitam aneh tadi, [Lightning Root] milikku lepas seketika. Aku tidak tahu kenapa, tapi ini tidak mungkin.


"Release!" aku melepaskan skill [Iam the Sadistic]. Dan aku tidak ingin mengambil resiko untuk sesuatu yang tidak aku ketahui, dan melemparkan pisau ke dadanya.


Weiss seketika jatuh tak sadarkan diri dengan pisau yang sudah menembus dadanya.


Para penonton yang terdiam, mulai panik. Sedangkan aku masih belum bergerak, mengamati Weiss. Entah kenapa aku merasa ini akan menjadi semakin buruk.


"Kak Edna dan semuanya! Tolong keluar bersama yang lain! Diena! Keluarkan semua warga dan para Adventurer dari sini!" aku tidak tahu, tapi perasaanku mengatakan aku itu harus dilakukan sekarang.


"Kenapa? Ada apa? Kenapa kau panik sendiri?!" Diena sedikit penasaran, naik ke atas panggung.


"Pokoknya lakukan sa-"


BZZZTT!!!


Kalimatku terhenti oleh suara elektrikal yang muncul dari tubuh Weiss.


Weiss yang tadinya tergeletak tidak bergerak, kini mulai melayang dengan petir hitam di sekeliling tubuhnya.


Dia bagai terpanggil dari dunia lain, lengkap dengan lingkaran sihir hitam di bawah kakinya. Itu terus memancarkan petir dan kabut yang bagaikan diserap tubuh Weiss.


Seluruh tubuhnya mulai berubah, pertama tama dari kaki, yang berjari tiga dan sedikit bengkok.


Kemudian tubuhnya juga berubah, dari baju dan badan yang sudah babak belur, kini menjadi berbulu dan penuh dengan otot otot.


Tangannya juga berubah, yang mana dia seperti memakai gauntlet (sarung tangan pemukul) yang memiliki atribut tambahan di sikunya.


Ditambah kepalanya berubah, seperti dilapisi sesuatu yang hitam dan lidah yang panjang.


Dia berubah menjadi monster.


"Semuanya! Lari!!" aku mengkomando, membuat semua orang yang ada di sana segera berteriak dan lari ketakutan.


?!!


[Critical Preception] ku aktif!


Aku tidak tahu, tapi aku segera mengambil Dragon's Claw Sword dari Inventory, mengayunkan segera ke arah depan.


Trang!!!


Itu membentur sesuatu yang keras, dan sesuatu itu mendorong dengan sangat cepat.


Jangan gila! Ini adalah pedang dari cakar Naga loh! Tidak ada logam atau batuan apapun yang bisa menandingi ketajamannya!


Tidak. Jangan berpikir bahwa itu adalah senjata. Mari kita berpikir-


"Khuhahaha!"


-bahwa itu adalah Weiss.


Dia benar benar berubah menjadi monster, dengan tangan bercakar panjang di setiap ujung pukulannya.


Selain itu, muncul ekor di tubuhnya yang berbentuk panjang, dan memiliki ujung yang lancip. Secara mudah, dia mirip Lucifer yang sering muncul di cerita cerita yang aku baca.


"Setidaknya, aku harus mengulur waktu untuk memberikan ruang mereka melarikan diri!" aku sedikit melirik ke arah Suzu yang mencoba membantu paman Kurls berdiri, dan kak Edna serta Thui yang menggiring anak anak untuk pergi.


Sementara itu, Weiss masih tertawa disana.


"Dimana ini? Seseorang mengeluarkan ku? Untuk apa? Ohh, jelas saja untuk membunuh, bukan?" terdengar sedikit perbedaan dalam gaya bicaranya, dan dia membicarakan hal aneh.


Dia? Dikeluarkan? Dan dia bertanya dimana? Selain itu, karakter suaranya juga berubah jauh!


"Permisi, Weiss! Maksudku, siapapun di sana!" aku sebanyak mungkin mencoba menarik perhatiannya. Dan juga, aku butuh informasi!


Selain itu, aku juga perlu waktu untuk menmperkuat diri menggunakan sihir.


Apa maksudnya itu? Aku tahu dia berubah, tapi tidak ada Weiss disini?


"Permi-"


?!!


Lagi lagi [Critical Preception] aktif, dan aku segera menyilangkan pedangku. Itu saling berbenturan, dengan tangan kanannya, tapi dia segera mengayunkan tangan kirinya, yang segera aku tangkis dengan Dragon Fang Knife di tangan kiriku.


Kami berkutat dan saling mengunci untuk beberapa saat.


"Wow. Perlengkapan Naga. Tidak kusangka masih ada di dunia ini orang yang menggunakan itu." dia terkekeh.


Aku hanya tersenyum sedikit, sampai [Critical Preception] ku merasakan sesuatu yang lain.


Dari bawah muncul ekornya, yang membentuk sebuah pukulan, dan mengarah ke arah perutku.


"Barier!!" aku mau tak mau memusatkan energi sihir ke bagian itu, membuat penghalang tak kasat mata yang sangat kuat, hingga mampu menghentikan pukulan kuat itu dengan suara berdebam.


Tidak sampai disitu, dia bergerak cepat, mengangkat kakinya, dan menendang ku tanpa ampun. Sangat beruntung aku masih bisa melindungi diriku sendiri dengan tangan.


"No Chant?!" aku masih bisa mendengar dia menggumam pelan.


Aku masih terengah engah di tengah pertarungan, karena ini melelahkan.


Bukan bertujuan untuk menang, aku bahkan tidak tahu, hanya untuk bisa menyamainya saja aku mampu atau tidak.


Dia terlalu kuat.


Selagi aku memikirkan beberapa cara, dia menerjang maju, menyerang ku dengan bertubi ribu dari atas, bawah samping kanan dan kiri, menggunakan cakar maupun kaki.


Semuanya beresonansi sangat baik, seperti dia sudah sangat terbiasa menggunakan semua itu.


Tapi aku lupa satu hal.


BUGHH!!!


Dia juga bisa menggunakan ekornya.


Ekornya memukulku kuat, memukul tepat ke bagian dada.


Aku terbang dengan kecepatan tinggi, menabrak dinding dan menghancurkannya. Tak hanya satu, bahkan berlapis lapis tembok sudah aku tembus dengan tubuhku.


Beruntung aku sempat menguatkan tubuh, jadi tubuhku tidak hancur seketika.


Tapi dampak yang disebabkan, itu menghancurkan puluhan bangunan di pasar gelap hingga ratusan meter! Aku sedikit terkejut aku bisa bertahan dengan itu.


"Aku harus lari dari sini!" aku memilih langkah terakhir sambil meminum potion MP.


Dengan begitu, fehl milikku kembali penuh, dan dengan ini aku bisa mengaktifkan sihir angin untuk melarikan diri darinya.


Persetan dengan kota ini, saat ini aku harus mencari seluruh keluargaku dan lari terlebih dahulu! Orang ini, kesempatan ku untuk menang sangat kecil!


"Kau mau lari, hah? Tidak! Tidak bisa!" monster itu tiba tiba muncul didepanku ketika aku mulai naik, menjatuhkan ku lagi.


Aku berusaha bangkit, walau dengan susah payah.


"Aku bukan hanya monster, jadi aku tahu terima kasih, kau tahu!" dia mendekatiku, mengangkat tubuhku dengan mencekik leherku.


"Aku memiliki ingatan orang ini, dan kebenciannya memberiku kekuatan." dia menjatuhkan tubuhku sesaat, lalu menendang perutku dengan lututnya. Aku tidak bisa untuk tidak memuntahkan darah kali ini.


Melayang di udara, terpental jauh karena ditendang monster barusan ke udara.


Ditambah lagi, aku sudah tidak bisa menggunakan Light Magic, membuatku tidak bisa menyembuhkan diriku sendiri. Jatuh dari ketinggian seperti ini akan berbahaya bagiku.


?!!


"Kau tahu aku akan-" monster itu muncul tiba tiba di sampingku, padahal ini di udara.


"Memenuhi kebencian kuat Weiss untuk membunuhmu dan membunuh keluargamu disini!" teriaknya mengerikan.


Dia mengangkat kakinya tinggi tinggi, lalu menghujamkan nya lagi ke tubuhku, mengirim ku kembali dengan cepat ke tanah.


Aku menghujam tanah punggungku terlebih dahulu, membuat hampir seluruh tulang rusukku hancur. Karena bahkan tanah tempat aku jatuh bersih dari bangunan, karena terhempas angin jatuhku.


Tenggorokanku sudah lama tidak bisa bersuara karena tercekik tadi, jadi ini semakin menyakitkan.


Tulang punggung ku juga sepertinya patah, entah kapan ini akan bisa sembuh dengan sihir pemulihan kak Edna.


Eh?!


Tunggu! Aku pernah merasakan ini!


Ya. Aku pernah merasakan ini. Rasa sakit ini, debu debu ini, perasaan dipermainkan seperti ini, aku pernah merasakannya.


Ini semua sama, seperti saat kematian ku dulu.


Sayang sekali aku tidak bisa meninggalkan pesan seperti dulu. Ini cukup menyedihkan.


Ada yang bilang ini kematian adalah takdir yang tidak bisa diubah. Tapi tak kusangka cara aku mati pun akan sama persis seperti ini.


Ugh, tidak ada siapapun disini, tapi itu bagus. Aku harap ibu, kak Edna, Suzu, dan Aina sudah lari dari Furyuun.


Oleh karena itu, haruskah aku mengatakan selamat malam?