
"Baiklah. Aku akan melepas semuanya." kata Ren setelah keheningan panjang.
"Aku akan melepas kekuatan ini, dan pergi melihat dunia. Aku akan memikirkan semuanya dari awal. Apa saja yang selama ini terlah terjadi. Aku akan berusaha untuk tidak mencampuri urusan dunia ini." kata Ren pasrah.
Dia sudah tidak kuat lagi untuk menahan rasa sakit di dalam hatinya. Ini adalah salah satu pelarian yang dia buat. Melarikan diri dan melepas semua kekuatannya, itu adalah sesuatu yang Ren pilih.
"Bagus! Kalau begitu, aku bisa menyiapkan penyegelan segera. Ini tidak akan lama. Cilia!" Kei tersenyum, dan memanggik Cilia.
Cilia hanya menunduk, dan datang.
Dia memegang tangan Kei, dan ketika mereka berdua bergandengan tangan, mereka membuat sebuah cahaya pelangi menyelimuti mereka.
"Aku, pemilik kekuatan ini, menggunakan kekuasanku untuk menutup semuanya!!" Kei meneriakkan mantra, dan tiba tiba Ren dilepaskan.
Tapi, di kakinya sudah siap sebuah lingkaran hitam, yang berlawanan dengan sihir yang menyelimuti Kei dab Cilia.
Lingkaran sihir hitam itu mengeluarkan tangan tangan hitam, yang menangkap Ren dari kaki, kemudian ke badan, dan ke tangannya.
Edna yang melihat itu semua hanya diam, karena apa yang dia lihat memang adalah sesuatu yang mengerikan.
"AAHHHHH!!!" Ren menjerir ketika sesuatu seperti roh nya diambil, dan ditarik menuju tanah, yang tergambar lingkaran sihir hitam itu.
"Ren..." Edna menutup mulut, melihat Ren yang terlihat tersiksa.
Cilia dan Kei terus melanjutkan ritual, dengan nada yang lebih intensif. Begitu juga dengan cahaya yang keluar dari tubuh mereka, menjadi lebih terang dan menghangatkan.
Tapi sesuatu yang keluar dari lingkaran itu berbeda jauh.
Rantai rantai hitam mulai menari, keluar dan memutari Ren sesaat, sebelum akhirnya masuk ke dalam dada Ren, seperti berusaha menembusnya.
"HEAGGGAHHHHH?!?!!" Ren sedikit mendelik ketika itu semua terjadi.
Dan muncul 5 elemen. Air, api, angin, tanah, dan petir yang mengelilingi Ren dan Lingkaran Sihir hitam itu.
Pertama, bola berlambang api diambil oleh tangan tangan hitam, dan dihancurkan. Begitu pula dengan keempat bola eleman lainnya.
"Dan yang terakhir~" Kei sudah selesai dengan ritualnya, berjalan mendekat.
Kei menyeringai, dan mengarahkan tangannya ke topeng kecil di samping kepala Ren, yang kini berwarna putih. Perlawanan terjadi dari topeng itu, yang memberikan aura menekan yang mengerikan, tapi Kei tetap melanjutkannya.
"Hnnhhhhnnn!!!!" Ren menutup mata, mencoba menahan rasa sakit yang muncul di dada dan kepalanya.
Sementara Keu tidak memperdulikan itu, dia terus fokus untuk mengambil topeng hitam bercorak putih dan merah itu. Itu adalah lambang [Wrath] milik Ren yang berusaha diambil Kei.
Dengan sedikit hentakan, Kei berhasil mencabut Topeng itu dari Ren, tapi bersamaan dengan itu, Ren kehilangan kesadaran nya, dan jatuh.
"Ren!!!" Edna ingin menghampiri Ren yang terjatuh, tapi segera ditahan oleh Cilia.
"Kau akan ditelan oleh itu!" kata Cilia pelan, sambil menunjukkan Kei yang menjatuhkan topeng yang sekarang menyala merah itu ke Lingkaran hitam itu.
Lingkaran hitam itu menelannya, seperti tadi bukanlah apa apa. Dan dengan sedikit ledakan, lingkaran Sihir itu meledak, dan muncul sebuah kalung hitam yang melingkari leher Ren yang sedang pingsan sekarang.
Cilia melepas Edna, dan Edna segera berlari, dan menepuk nepuk Ren, berusaha untuk membangukannya.
"Dia tidak akan bangun untuk beberapa hari. Tapi akan berbahaya untuk kalian tetap disini. Oleh karena itu, aku akan membawa kalian ke Furyuun setelah ini. Dan juga," Kei mendekat lalu mengulurkan tangan.
"Jaga kalung itu. Itu adalah simbol segel yang ada di tubuhnya. Selain itu, kalung itu juga berguna untuk menyeimbangkan segel, jadi akan berbahaya jika hilang."
Mendengar itu, Edna memiringkan kepala dan melirik ke arah Ren.
"Jangan khawatir. Aku sudah membuat agar kalung itu tidak terlepas kecuali keadaan yang gila terjadi. Dan juga, katakan ini saat dia bangun."
Cilia mengangkat mereka semua dengan sihirnya, dan mulai menerbangkan mereka berempat untuk kembali ke Furyuun.
Di perjalanan, Kei mengatakan semua yang harus dilakukan jika nanti Ren bangun, dan apa yang tidak boleh dia lakukan.
Dia juga mengatakan bahwa kemungkinan besar Ren akan pergi mengelilingi dunia sendiri. Dan Kei berpesan untuk tidak menghentikannya. Karena dengan itu, Ren akan mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.
Setelah melihat dan mendengar sebanyak itu, Edna menyadari bahwa ada dunia yang tidak seharusnya mereka dekati.
Dunia yang tidak seharusnya mereka ketahui, dan Edna menjadi tahu, seberat apa beban yang dibawa Ren selama ini.
Tapi dia memilih diam, dan hanya melakukan apa yang menjadi perannya.