Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 4:Bab 31 - Berangkat



"Hummm...." Liu Xiu mengangkat tangannya, meregangkan otot otot yang kaku di tangan dan kakinya. Dia lantas menyentuh kasur, dan merasakan teksur yang berbeda di sana.


"Oh ya. Semalam dia memang minta tidur disini." bisik Liu Xiu.


Dia lantas pergi dari kasur secara perlahan, karena waktu sudah menunjukkan pagi. Walaupun sang surya belum menunjukkan kuasanya, tapi Liu Xiu sudah beranjak keluar untuk melakukan latihan.


Latihan yang Liu Xiu rutin lakukan adalah memberi beban di kakinya ketika dia melepas pembatas di tubuhnya. Itu membuat dia menjadi lebih kuat kedepannya.


Dia melakukan itu hingga sekitar pukul sembilan, ketika matahari mulai cerah. Itu adalah tanda untuknya segera kembali.


"Selamat pagi, tuan. Saya kira saya yang paling pagi untuk berlatih, tapi sepertinya saya masih jauh dari tuan." sebuah suara tegas terdengar menyapa Liu Xiu. Liu Xiu segera berbalik, dan mendapati penampilan Elf yang segar ada di belakangnya.


"Ahh, Alpha. Bagaimana, apakah kalian sudah memutuskan? Seharusnya sudah, bukan? Dan tentu, itu adalah pilihan kalian sendiri." kata Liu Xiu.


"Ya, tuan. Saya mengatakan pada mereka untuk mencari keinginan masing masing, dan mengatakannya pada tuan hari ini. Tentu saja, tidak ada paksaan dari saya. Saya hanya memberi tahu mereka soal itu." kata Alpha sambil menunduk.


"Ohh itu bagus. Kalau begitu, mari kita dengar itu nanti." kata Liu Xiu sambil meninggalkan Alpha.


Saat bertemu dan bertatapan dengan Xi, dia segera menghindarinya. Mungkin karena kejadian tadi malam, Xi terlalu malu untuk menunjukkan muka ke hadapan Liu Xiu.


"Apakah ada masalah antara tuan dengan nona Xi?" tanya Alpha.


"Tidak. Khususnya tidak ada. Menurutku itu tidak cocok untuk disebut sebuah masalah." kata Liu Xiu. Alpha hanya mengangguk, lalu beranjak pergi untuk lanjut berlatih.


***


Akhirnya, mereka semua berkumpul saat makan siang. Tatapan Beast sang Reinkarnator sudah melunak pada Liu Xiu karena perbincangan kemarin dan mungkin karena kepercayaan Alpha pada Liu Xiu, yang lainnya juga terlihat mulai terbiasa.


("Benar benar kemampuan adaptasi yang baik.") pikir Liu Xiu.


Mereka akhirnya menikmati makan, sekali lagi dengan suasana yang canggung. Bukan karena mereka semua, tapi karena Xi yang terlalu takut untuk mengajak Liu Xiu bicara membuat suasana agak aneh.


Tapi makan bersama berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan. Sampai akhirnya mereka berkumpul di sebuah ruangan berbentuk lingkaran besar, dengan Xi dan Liu Xiu bersebelahan, dan keenam lainnya duduk di depan mereka.


Sedangkan Alpha, mengamati semuanya dari samping.


"Baiklah. Kalian pasti sudah tahu kenapa kalian dipanggil kemari, bukan?" tanya Liu Xiu memastikan.


Semua yang ada di sana hanya mengangguk tanda mengerti walaupun tidak semua terlihat antusias, tapi semua mengangguk setuju membuat Liu Xiu menganggap itu hal positif.


"Baiklah. Kalau begitu, kalian akan mengatakan apa yang kalian inginkan." kata Liu Xiu lagi.


Semuanya terlihat tegang dengan kata kata Liu Xiu, dan Liu Xiu menunjuk satu persatu dari mereka.


"Entahlah...." pertama, si Beast Reinkarnator itu tersenyum menggurat. Itu membuat Liu Xiu menggeleng, tapi dia membiarkan nya.


"Menjadi lebih kuat!!"


"Humm.... Aku tidak tahu."


"Makan semua makanan yang lebih enak!!!"


"Menjadi alkimia."


"Aku hanya suka sihir jarak jauh. Jarak dekat, aku tidak mau."


Liu Xiu menggeleng sambil menepuk jidat, tidak percaya. Padahal Liu Xiu sempat menaruh harapan tinggi pada mereka, tapi mereka tidak menganggap ini dengan serius.


Sementara itu, Alpha sudah berpindah posisi ke arah Liu Xiu, dan sekarang sedang bersama dengan Xi, tampak nya menggosip dan menceritakan sesuatu, sambil sedikit tertawa cekikikan disana.


"Baiklah!! Abaikain soal yang tadi!" kata Liu Xiu dengan keras.


"Baiklah selanjutnya, dengan nama apa kalian ingin dipanggil?" tanya Liu Xiu lagi.


Tak ada yang Liu Xiu bisa lakukan lagi selain menarik nafas pasrah, dan kembali menghadap keenam orang itu.


"Ada apa? Jika ada yang ingin dikatakan, tolong katakan sekarang. Aku tidak akan mengerti jika kalian hanya berdiam saja." kaya Liu Xiu dengan pantang.


Keadaan hening sesaat karena suara keras Liu Xiu, tapi itu tidak bertahan lama.


"Bukanlah tuan yang akan memberikan nama?" tanya salah satu dari mereka.


"Heh?" Liu Xiu memiringkan kepalanya seperti orang bodoh.


"Ya! Itu benar!!"


"Masa hanya kak Alpha yang diberi nama? Itu tidak adil! Kami juga mau!!"


"Itu adalah kebenarannya." semua kata kata itu sedikit tidak bisa Liu Xiu percaya, tapi setelah melihat ke arah Beast itu dan dia mengangkat alis sedikit dan mengejek Liu Xiu, dia tahu bahwa itu tidak bercanda.


"Hei! Bukanlah kalian sudah memiliki hal yang kalian inginkan?" tanya Liu Xiu.


"Mungkin itu benar, tapi kami tetap ingin menjadi pelayan mu. Entah kenapa, tapi kami berpikir jika kami bisa melakukannya bersama, kenapa tidak." Beast itu mulai maju ke depan, berlutut.


"Karena itu, mohon bimbingannya, Master." lanjutnya.


Liu Xiu kembali menoleh ke arah Xi, meminta pendapatnya. Tapi Xi sendiri juga terlihat cukup terkejut dengan itu, dan melongo sedikit tidak percaya. Walau begitu, Xi tetap memberikan tanda jempol, bahwa dia mendukungnya


"Hufftt... Baiklah. Kalau begitu, aku akan memberi kalian nama." ucap Liu Xiu.


("Ugh. Akhirnya, nama? Aku tidak bisa memberi nama!!! Ahh, sesuatu yang berhubungan dengan mereka? Apa itu? Alpha?" ) tanya Liu Xiu dalam hati.


("Baiklah. Bagaimana kalau Alpha, Beta, Gamma? Tidak! Beas itu bisa mencela ku jika dia tahu bahwa selera penamaan ku jelek.") pikir Liu Xiu lagi.


("Alpha Beta? Humm... Alphabet?") tiba tiba, Liu Xiu mendapat ide.


"Beta, Cilica, Dain, Eina, Fischia, dan Ghea. Itu nama kalian. Ingat baik baik, jangan sampai lupa. Dan aku menantikan kalian yang akan membantu ku kedepannya!!" kata Liu Xiu dengan penuh wibawa.


"Baik, Master!!" semua teriakan itu menggema di seluruh ruangan.


"Baiklah. Perintah pertamaku, bersiaplah untuk berangkat hari ini!! Kalian semua tolong untuk bersikap biasa padaku!!" kata Liu Xiu mengkomando.


""Baikk!!!"""


Semua orang menyambutnya.


Setelah melakukan beberapa persiapan, akhirnya mereka akan segera berangkat. Liu Xiu juga sudah berpamitan pada warga desa.


Jujur saja, warga desa juga sedih Liu Xiu pergi. Itu karena tidak ada yang membantu mereka secara gratis lagi...


"Kenapa kau pergi cepat cepat?" tanya Xi sedikit tidak terima.


"Yahh, mau bagaimana lagi..." jawab Liu Xiu sedikit meringis.


"Baiklah. Selamat tinggal." kata Liu Xiu sambil melambaikan tangan. Dia juga sudah mengenakan pakaian terkuatnya, dan tas selempang yang merupakan tas ajaib.


Dengan ketujuh wanita di depannya, Liu Xiu berangkat, meninggalkan Pohon Dunia. Liu Xiu juga sempat berpamitan dengan Sova, walau hanya dalam pikirannya.


"Liu Xiu!!!" terdengar teriakan Xi, dan Liu Xiu sedikit berbalik.


"Jangan lupa mampir!!" teriak Xi.


Liu Xiu membalas lambaian tangannya dan tersenyum.


"Ya. Dan sampai jumpa." bisik Liu Xiu pelan.