Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 3: Bab 1 - Perjalanan Kecil



"Selamat malam." aku melambaikan tangan ke arah kak Edna. Aku bisa melihat kak Edna dan ibu yang mulai masuk ke dalam kamar penginapan.


Aku jelas tidak bisa masuk ke sana, bukan? Aku akan memesan kamar sendiri, begitu yang aku rencanakan. Aku juga sudah berbicara pada ibu dan kak Edna, bahwa aku akan membeli minuman sebentar di bar.


Penginapan ini cukup aneh, karena bahkan sampai tengah malam ini masih buka.


Dan lebih aneh lagi, masih ada orang yang minum disini!


Yahh, aku tidak peduli dengan itu. Tapi-


"Aku benar benar tidak bisa begini!" aku setengah kesal, menggebrak meja. Mungkin karena pengaruh alkohol, jadi aku sedikit sensitif.


Tunggu, alkohol sama sekali tidak memberi pengaruh apapun padaku. Apa ini benar benar diriku sendiri?


Apapun itu, aku benar benar tidak bisa begini terus.


Membiarkan kak Edna dan ibu berjalan sebegitu jauh, apa aku gila? Sepertinya iya.


Aku akan membeli kereta kuda, tapi kereta kuda pasti tidak akan ada di desa seperti ini. Kalau hanya kuda, mungkin itu ada, tapi tidak dengan keretanya.


Selain itu, kereta kuda juga tidak terlalu cepat, dan akan membutuhkan waktu lama.


Apakah aku akan membuat kendaraan? Mungkin itu ide yang bagus.


Tapi, aku ingat bahwa aku tidak boleh membuat teknologi disini. Katanya akan dilaknat oleh dewa. Aku benci mengakuinya, tapi aku tidak ingin itu terjadi.


Hmm, kalau begitu, aku akan membuat sesuatu yang tidak dihitung sebagai teknologi.


Baiklah. Apakah aku akan membuat sepeda? Itu akan cukup melelahkan, tapi ini benar bisa terwujud jika aku berniat membuatnya.


Yahh, aku tidak bisa membuat motor sih.


Tunggu! Aku lupa bahwa aku belum menemukan karet satu pun! Itu artinya, ban yang akan dipakai tetap menggunakan ban kayu?


Tidak! Itu tidak akan nyaman. Selain itu, aku juga membutuhkan transportasi yang cukup cepat.


Jalan di dunia ini masih sangat buruk. Tanah saja sudah cukup baik, dan jalan di kerajaan, yang merupakan yang terbaik saja, masih menggunakan paving. Itu bukanlah standar kenyamanan yang bagus


Hmm, seperti nya akal dari duniaku tidak bisa berlaku di dunia ini.


Aku harus berhenti berpikir rasional! Mari kita pikirkan sesuatu yang lebih fantasi, karena ini adalah dunia yang penuh dengan sihir.


Kalau begitu, bagaimana dengan karpet terbang? Atau aku ingin mengendarai Awan?


Humm, sepertinya itu tidak mungkin.


"Umm, pelanggan?" suara pelan memecahkan lamunanku. Sepertinya itu pelayan yang selalu ada di bar, kini mengunjungiku.


"Ya? Ada apa?" jujur, aku sedikit terkejut dengan kedatangannya.


"A-Anu, apakah anda membutuhkan air? Karena anda terlihat aneh dari tadi. Kami menyediakan air biasa untuk pelanggan yang mabuk." katanya.


Hmm, apa dia kira aku mabuk? Tidak tidak! Aku bahkan tidak melakukan hal hal aneh!


Yahh, aku memang terlihat sedikit seperti orang aneh, tapi aku tidak mabuk!


"Tidak. Aku tidak apa. Hanya sedikit hal yang membuatku kesal. Bukan berarti aku mabuk. Tapi jika itu mengkhawatirkan mu, aku akan pergi keluar untuk menenangkan diri." aku meninggalkan beberapa uang, lalu melangkah pergi.


Humm. Saat pikiranku buntu, tidak bisa aku hanya berdiam diri di dalam! Aku harus mencari ide!


Suasana malam sangat sepi. Sejujurnya aku tidak berharap banyak pada desa ini. Hanya ada penginapan saja sudah cukup.


"Hufft, aku ingin minum teh." aku berjalan, berkeliling.


Kembali ke transportasi!


Hmm, sampai mana tadi? Ahh! Sampai mengendarai Awan!


Tidak. Aku tidak bisa mengendarai Awan, ataupun karpet terbang. Apalagi menggunakan baling baling di atas kepalaku.


Tapi terbang adalah ide yang bagus.


Kau tahu, aku berangkat ke Eldergale dengan terbang. Entah bagaimana caranya, tapi aku berhasil sampai dengan selamat.


"Bagaimana jika aku melakukan itu lagi? Tapi aku tidak bisa mengatakan itu aman. Apalagi untuk tiga orang..." aku menutup mata mencoba mengira.


"Yahh, kalau tidak bisa, aku harus berlatih sampai berhasil! Aku tidak peduli jika MP ku habis! Selain itu, aku ingin berlatih setelah sekian lama." aku mengangguk senang dengan keputusanku.


***


"Selamat -hah- pagi -hah-, kuingin -hah- bilang begitu." aku sedikit terengah engah ketika matahari memancarkan sinarnya.


Ini adalah matahari kedua yang aku lihat setelah malam yang mengerikan itu.


Dan sekarang, aku sedang terkapar di atas rumput, kelelahan. Sudah lama aku tidak mengeluarkan tenaga sebanyak ini. Selain itu, MP ku meningkat sangat pesat, membuatku harus sedikit berlebihan untuk menghabiskannya.


Ini sangat melelahkan, tapi aku sudah berhasil untuk menguasai sihir angin. Mungkin ada saatnya aku akan bisa terbang sesuka hati.


"Baiklah. Kalau begitu, aku harus segera bersiap!" Aku berusaha berdiri, kembali naik menggunakan sihir angin.


Aku sudah pergi cukup jauh, karena lingkungan penuh dengan hutan, aku hampir tidak tahu jalan pulang. Tapi beruntung, ingatanku masih baik.


...Skill: [Fly] Acquired. Title: "Skill Maker" Acquired ...


"Ohh! Sepertinya aku benar benar mendapatkannya! Cukup aneh aku bisa mendapatkannya setelah berlatih semalaman, tapi ini yang dinamakan Cheat!" aku berteriak senang sambil mengecek statusku.


Disana ada skill tambahan, [Fly] dan title "Skill Maker". Baiklah, aku akan bertanya untuk skill terlebih dahulu kepada sistem-chi.


"Fly. Seperti namanya, skill ini digunakan untuk terbang. Ini memudahkanmu untuk bisa terbang, mengatur ketinggian, dan bergerak kemanapun, dengan barang atau apapun yang kamu inginkan. Semakin banyak yang diangkut, penggunaan MP semakin besar. Cocok untuk kencan di udara, bukan?😍😍"


Kembali, sistem ini mengatakan kalimat kalimat genit nya padaku.


"Yahh, bagaimanapun aku sudah bisa membawa ibu dan kak Edna, bukan? Lalu bagaimana dengan "Skill Maker" ini? Jangan bilang-" aku mulai berandai.


"Skill Maker. Ini adalah title khusus yang hanya dimiliki satu orang. Skill ini bisa membuat pemiliknya membuat skill khusus. Ini seperti aku dan kamu yang bersama sama membuat sesuatu ya? Uhhhmmm💓💓"


"Jangan buat itu terdengar aneh!" aku ingin berteriak seperti itu.


Aku justru semakin pusing dengan penjelasan sistem, tapi yang terpenting adalah tujuan utamaku. Tidak usah pikirkan detail kecil.


Aku benar benar seorang Cheater di dunia ini.


"Baiklah. Sekarang, saatnya kita berangkat!" aku segera bergegas kembali ke penginapan. Tentu saja, aku berhati hati untuk tidak terbang di pedesaan.


Aku agak melamun, memikirkan kembali rasa dendam yang ada. Tapi selalu, bayangan Syila muncul seperti meredam nya.


Mungkin aku tidak akan menjadi se ceria ini jika aku tidak bertemu lagi dengannya.


"Uhh, aku sampai. Ini sangat cepat!" aku sedikit bersorak ketika aku sampai di dekat gerbang desa.


Karena desa ini tidak terlalu besar, jadi gerbang juga tidak memiliki pengamanan yang terlalu ketat. yang terpenting hanyalah kau tidak dicurigai, begitu saja.


Aku melihat ibu yang sedang duduk di depan teras penginapan, sepertinya memikirkan sesuatu.


Dia sesekali mengecek ke tangan kirinya, dan memegang dadanya. Tapi aku tidak tahu apa yang terjadi padanya.


"Ibu? Apa yang ibu lakukan di sini? Ada apa?" aku spontan bertanya.


"A-Ahh? Ibu? Tidak! Tidak ada. Bukan apa apa. Ibu hanya menikmati udara pagi." jawabnya dengan senyum yang biasa.


Uhh, ibu berbohong. Aku punya skill [Observer (Mimic)] oleh karena itu, aku tahu ibu sedang memiliki sesuatu.


Ahh, andaikan aku bisa membaca pikiran nya!


Eh salah! Jangan pernah dapatkan skill itu! Itu adalah skill yang hanya dimiliki oleh orang orang yang hobi mengintip saja!


Yahh, kalau begitu, aku terpaksa menurut dan mengangguk dengan ibu.


Tak lama, kak Edna juga keluar. Aku sudah membayar penginapan ini, jadi tidak ada masalah jika aku pergi sekarang juga.


Sekarang sudah cukup jauh dari desa, jadi sepertinya tidak apa jika kulakukan disini.


"Ibu, kak Edna. Sebentar. Aku ingin melakukan sesuatu." kataku menghentikan mereka berdua.


Aku harus tenang, melakukannya seperti latihan tadi malam. Dan sekalian saja, aku menghidupkan skill [Fly] agar aku bisa mengeceknya.


Sedetik kemudian, muncul pusaran angin di bawah kaki kami, yang perlahan mengangkat kami naik.


"Tu-tu-tunggu! A-A-APA INI?!!" kak Edna berteriak.


"Whahh!! Kita melayang!?" kini ibu juga menanggapi. Aku hanya bisa tersenyum, ketika penelitianku berhasil dengan sempurna.


Bagi yang mengatakan bahwa hidupku terlalu mudah, itu salah.


Aku sudah meneliti selama bertahun tahun tentang sihir angin dan sihir terbang ini. Sayang, aku memiliki keterbatasan dalam menggunakan MP saat itu.


"Uhhmm, aku ingin segera sampai ke Furyuun dengan cepat, karena sudah dua hari aku meninggalkannya. Maaf saja, tapi kita tidak akan berhenti di kta Cerida, dan langsung melewati nya menuju Furyuun." jelasku ketika kami sudah tenang berada di atas angin.


"Tunggu tunggu tunggu! Kau melewatkan bagian paling penting! Kau lupa menjelaskan ini semua pada kami!!" teriak kak Edna tidak karuan.


Aku ingin menjawab, bahwa itu tidak penting.


***


Dan akhirnya, kami sampai di Furyuun setelah satu jam kemudian.


"Darataann!!!" kak Edna sedikit berlebihan ketika kami akhirnya turun, dan sampai ke Furyuun.


"Ayolah, kak Edna. Kita akan melakukan itu lagi ketika perjalanan ke Weinien, jadi lebih baik persiapkan dirimu!" kataku sambil berusaha menyeretnya, membuatnya bangun.


Dia agak terjatuh lemas karena perkataan ku barusan, tapi dia akhirnya berdiri.


Kami sudah bersiap untuk masuk ke gerbang, ketika ibu tiba tiba bertanya.


"Oh ya! Bagaimana cara kita masuk ke gerbang? Kita tidak bisa menjadi orang orang yang selamat dari Eldergale, bukan?" tanyanya.


Uhh, ibu benar. Tapi sepertinya otakku sudah menangkap beberapa rencana lain.


"Tidak apa, serahkan saja padaku!" aku harus yakin dengan ini!


"Permisi, pak. Saya ingin masuk. Tapi kami tidak memiliki tanda pengenal. Bagaimana?" tanyaku sok polos. Semoga ini berhasil.


"Tentu tidak bisa! Jangan melawan! Atau anda kami tangkap!" dia berteriak.


Uhh, sepertinya negosiasi gagal. Mungkin hanya aku yang bodoh? Kalau begini, sudah tidak ada jalan lain! Aku akan menggunakan kartu truf!


"Kau tahu, aku siapa?!" aku berbisik sedikit, mendekatkan wajahku pada mereka. Aku juga menekankan sedikit tanganku ke perut mereka sambil menyodorkan kartu Guild ku.


Yahh, ketika aku bilang kartu truf, itu adalah kartu Guild.


"Aku dalam misi, dan itu tidak boleh diketahui. Aku bingung harus membuat keadaan "Tidak diketahui siapapun" itu adalah menyingkirkan semua yang tahu tentang ini." aku berkata begitu sambil menaikkan skill [Dragon Intimidate].


Seketika, mereka bergetar. Wajah mereka juga segera pucat pasi, dengan keringat mengucur di dahi mereka.


"Baiklah! Si-silakan le-lewat! Ka-kami ti-tidak akan me-menanyakan so-soal apapun lagi!" mereka langsung keok ketika aku menggunakan cara kasar.


Baguslah! Yang terpenting, kami bisa masuk.


Aku langsung segera membawa ibu dan kak Edna untuk masuk ke kota Furyuun, sebelum mereka semua kembali ke akal sehat mereka.


"Hufft. Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan, Ren. Tapi kau benar benar hebat. Sungguh kemampuan negosiasi yang luar biasa!" kata Edna sambil bernafas lega.


Skill: [Negotiation] Acquired


Ugh, aku hampir teriak karena kedatangan skill ini yang terlambat.


"Hmm, Ren. Bagaimana kamu mengelabuhi mereka?" kak Edna sepertinya benar benar penasaran.


"Aku mengatakan pada mereka bahwa kita adalah pedagang yang dikenal di Asosiasi Pedagang, dan kita diserang oleh perampok di jalan. Aku juga berpura pura lukaku adalah bekas serangannya. He he." aku tertawa.


Setidaknya, aku tidak bohong. Aku benar benar ingin mengatakan itu tadi, jika negosiasi tidak gagal.


Tapi sepertinya kak Edna tidak mengerti.


"Yahh, pokoknya, eh?" aku berhenti sebentar karena melihat sesuatu hal yang aneh.


"Ada apa, Ren?' tanya ibu. Aku sepertinya melihat hal penting di papan pengumuman. Selain itu, ada beberapa kertas yang berserakan disini.


Aku mengambil salah satu kertas itu, dan membacanya.


"Buronan. Yang bisa menemukannya, tolong bawa ke akademi. Kepala Sekolah, Weiss." itu tulisannya.


Tapi yang membuatku heran hanya satu.


"Aina! Kenapa dia ada di sketsa buronan kepala sekolah Akademi Furyuun?!!"