
"Tuan Nier. Tolong kemari." Aku mendengar namaku dipanggil.
("Sudah waktunya, kah?") aku membatin untuk menanggapi itu. Dengan segera, aku mengibaskan jubahku untuk mengikutinya.
Jujur saja, aku agak gugup dengan ini. Tapi rasanya menyenangkan.
"Yo, Diena, Soraya. Apa kalian sudah menyiapkannya?" Tanyaku ketika sampai. Tampak ruangan yang tadinya berisi meja dan beberapa perabot lain, kini sudah bersih dari barang barang.
Aku juga agak bertanya tanya, dimana Dungeon rank S itu berada?
"Ya, tuan Nier. Kami sudah menyiapkan semuanya." Diena berhenti sebentar.
"Terutama kertas ini." Jawab Diena tenang dia mengambil sebuah kertas yang dia sembunyikan di belakangnya. Sepertinya dia sudah menyiapkannya sejak dia memanggilku tadi.
Hmm, surat ini terlihat seperti surat perjanjian. Dan agak aneh.
"Dengarkan saya, tuan Nier, saya ingin kamu menandatangani berkas ini." Soraya datang dengan cepat, menyerahkan sebuah kertas beserta dengan sebuah pen tinta. Mungkin meminta tanda tangan.
"Boleh saja, tapi untuk apa?" Aku menandatanganinya dan menyerahkannya kembali dengan cepat.
"Di surat itu dituliskan bahwa kami tidak memaksa kamu untuk masuk ke dalam Dungeon ini. Jadi kami tidak bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi kedepannya." Jawabnya sambil menunduk.
Sepertinya mereka akan mengatakan bahwa mereka, atau mungkin pihak Guild tidak akan bertanggung jawab jika ada sesuatu hal buruk yang terjadi di dalam Dungeon, karena mereka sudah melarangku untuk masuk, dan aku tetap ingin masuk karena keinginanku sendiri.
Hmm, dengan kata lain, mereka ingin mengatakan bahwa mereka tidak melanggar suatu perjanjian tertentu.
Kemungkinan ada sebuah perjanjian tertulis yang mengatakan untuk tidak memaksa petualang untuk memasuki Dungeon itu tanpa izin. Kalau tidak, keformalan seperti ini tidak akan perlu.
"Biar aku ingatkan lagi, setelah kamu menembus pintu, kamu tidak akan bisa kembali setelah 15 menit, yang artinya kamu harus bertahan di dalam sana sekurang kurangnya selama itu." Diena mengatakannya.
Heh? Setidaknya aku harus berusaha sekuat tenaga 15 menit?!
"Kau bilang "mengingatkannya lagi"?!! Aku bahkan belum pernah diberi tahu tentang ini!! Tapi, baiklah." Aku sedikit protes.
"Apa kau masih ingin melanjutkannya?" Tanya Soraya.
"Ya. Kenapa tidak?" aku bertanya setengah bercanda dengan hasil jawaban hening semata.
Oi oi! Jangan terlihat seperti kalian akan melepaskan ku untuk mati! Hentikan! Jangan lihat aku dengan tatapan menyedihkan itu!!
"Kalau begitu, buka gerbangnya." Aku hanya bisa berkata dengan yakin memalingkan wajah dari Soraya.
Mereka semua terdiam sesaat, lalu menarik kedua papan kayu besar yang menutupi lantai. Itu menutupi sebuah sebuah gerbang batu yang indah. Seperti yang diharapkan dari Dungeon rank S!
"Hebat!" Aku tidak bisa mendeskripsikan nya dengan kata kata lagi.
"Jujur saja, aku sangat sedih." Soraya menunjukkan raut wajah khawatir dan sedih ke arahku.
"Soraya," aku terharu melihat itu.
"Beruntung aku mendapatkan petualang yang berbakat, tapi dia justru akan mati muda." Lanjutnya.
"Hoi! Apa kau pikir aku akan mati disini?" Aku hanya bisa berteriak tidak terima dengan kata kata Soraya. Hanya saja, dia terlihat tanpa dosa memasang pose malu malu.
"Kau benar, kak. Kenapa orang kuat biasanya bodoh nan tolol ya?" Sambung Diena.
Mereka berdua!!!
"Sepertinya aku lebih baik berada di sana daripada mendengar ocehan kalian." Aku dengan kesal berjalan menuju pintu Dungeon.
("Hufft! Aku rasa ini adalah salah satu yang bisa membawaku pada kebenaran tentang dunia ini.") Aku menutup mataku.
Aku melompat turun, merasakan angin mengalir di leherku, itu yang kupikirkan ketika-
BRUKKK!
Aku terjatuh karena gaya gravitasinya yang berbeda disini.
"Sialan kau Diena!! Kau tidak bilang bahwa gravitasinya berbeda!" Aku berteriak mengacungkan tangaku.
"Ah, iya! Maaf kan aku aku lupa un-" bicaranya terputus. Aku bisa melihat gerbang mirip portal yang berputar itu menghilang.
Dengan kata lain, aku yang sudah berada di dalam Dungeon, sekarang terputus dari dunia luar
***
"Cukup sepi, ya? Kukira akan ada "monster parade" yang mengelilingiku." Aku menjaga kedua pisauku tetap di jangkauanku.
Aku berjalan seperti biasa, tapi tetap waspada. Bagaimapun, ini adalah Dungeon rank S.
Ngomong ngomong, monster parade adalah suatu kejadian yang biasa terjadi di dalam Dungeon, terutama Dungeon dengan tipe monster serangga.
Ini adalah kejadian dimana monster muncul sangat banyak, dan berkumpul seperti parade.
Biasanya ini adalah hukuman mati untuk para Adventurer.
Ngung!!!!
Aku mendengar suara mendengung dari balik tembok ini. Uhh, perasaanku agak tidak enak.
Aku segera berlari, mendekati asal suara. Tapi aneh, aku tidak merasakan aku mendekati asal suara itu.
Aku terus berlari, ketika suara itu menjadi semakin keras. Lorong semakin lebar, dan juga suara dengungan itu semakin keras. Dari suaranya, sepertinya itu adalah lebah raksasa dengan jumlah yang bukan hanya satu atau dua.
Aku sedikit bersemangat, karena aku tidak tahu apa yang ada di depanku!
"Yosh disini-" teriakanku terhenti melihat pemandangan di depanku.
Ya. Ini adalah sesuatu yang bahkan bisa membuatku tidak berkata kata.
"Lu-luar biasa!" Aku hampir merasakan bahwa aku ingin berlutut dengan ini semua. Itu, apa yang ada di depanku benar benar luar biasa.
Di depanku, ada sebuah gua raksasa dengan bentuk mirip oval, dengan jari jari terpendek berukuran 10 meter, dan jari jari terpanjang mungkin bisa sampai 50 meter. Yang membuatku terkagum adalah tingginya.
Tingginya bisa mencapai 100 meter jika di lihat, dan itu semua berisi sarang lebah!
Tentu saja, ini adalah sarang lebah raksasa yang berisi lebah raksasa juga, tapi dimana ada sarang lebah, pasti ada madu di sana!
"Selain itu, ada madu di sana! Aku masih belum tahu apakah itu bisa dimakan, tapi yang namanya madu seharusnya bisa dimakan." Aku mengangguk senang.
Hmm, jika ada madu, tentu saja ada nektar disini. Dan asal nektar itu adalah bunga. Dan bunga bunga itu harus cocok dengan besarnya lebah lebah itu.
Dan jika ada bunga sebesar itu, mungkin ada beberapa hal lain yang mungkin lebih mengerikan daripada itu.
Hmm, aku jadi merasa menjadi berpindah ke dunia lain, lagi lagi. Ini seperti dunia yang semua yang seharusnya kecil, menjadi besar! Aku tidak tahu bagaimana dengan sebaliknya.
Tunggu, apa aku pernah mendengar cerita seperti ini di suatu tempat?
"Tapi sayang. Jika aku menggunakan sihir disini, kemungkinan sarang sarang lebah itu juga akan hancur."
"Dan bahkan aku sekalipun, tidak akan bisa mengalahkan mereka sendirian tanpa sihir!" Aku berada dalam dilema parah sekarang.
?!
Aku merasakan keberadaan yang samar di belakangku.
Lebah!
Tak ingin menunggu waktu lama, aku langsung membunuhnya dengan cepat, mengandalkan Agility yang tinggi.
...Anda membunuh "Hell bee"....
"Fuhh, itu tadi hampir saja. Akan benar benar bahaya jika aku harus melawan mereka." Aku menyarungkan kembali pisauku sambil menoleh ke arah sarang lebah.
"Terutama madu nya!" Aku tidak bisa untuk membiarkan itu rusak!
Tapi, tidak ada pilihan lain. Mungkin aku harus mundur untuk menata ulang rencana. Seperti membunuh mereka semua dengan racun, agar semua lebah mati dan madu tetap dalam kondisi baik.
Ini adalah hal yang cukup aneh. Selama ini aku membunuh beberapa monster, bahkan naga. Tapi sampai sekarang belum ada pemberitahuan seperti ini.
("Selain itu, "Hell bee" ya? Nama yang aneh. Apa aku dapat menerima informasi lanjut?") Aku mencoba menekan bagian "Hell Bee" dan seperti yang aku duga, aku dapat mendapatkan informasi dari sana.
..."Hell bee, sebuah monster yang tidak jauh berbeda dengan lebah biasa. Mengumpulkan madu, berkembang biak, dan hidup seperti biasa, seperti aku yang ingin hidup bersamamu❤️. Mereka hidup di dalam setiap Guard Dungeon yang...
...#(#;-//??!@;-*+#()@--@!!?!$($!"??!!...
...Maafkan aku, darling. Informasi ini tidak bisa diakses."...
"Oi oi! Apa ini? Sistem, apa kau hidup? Aku jadi penasaran." Aku tidak bisa mengatakan apapun lagi, karena deskripsi itu penuh dengan kata kata aneh.
"Dan jangan panggil aku darling, sialaaaan!" aku tidak bisa menahan gemasku pada sistem ini.
Tapi aku mendapat satu hal tambahan, bahwa sistem ini sebenarnya hidup.
Tidak, bagaimana aku bisa mengatakannya sebagai hidup? Ciri ciri makhluk hidup, yang pertama adalah bernafas. Aku bahkan tidak bisa tahu apa dia memiliki wujud atau tidak.
Mungkin aku akan menganggap nya sebagai AI yang pintar? Mungkin tidak.
"Tapi, ada informasi yang bahkan tidak bisa diakses dan diberitakan bahkan oleh sistem dunia ini." aku sedikit menggeram.
Jelas ini adalah hal yang aneh.
"Sudah pasti ini adalah perbuatan "sesuatu" yang disebut "Dewa", bukan?" Aku hanya mengangguk dalam diam. Sepertinya mendapat beberapa tambahan info.
Mereka menyembunyikan sesuatu dari makhluk dunia ini. Dan sepertinya, sistem adalah hal yang berbeda dengan mereka. Dan tambahan, aku masih tidak paham kenapa ada sesuatu yang menginginkan pahlawan asli dunia ini mati. Tapi sementara ini, aku sudah mendapat beberapa hipotesis.
"Apakah mungkin para dewa ini bukan yang paling atas diantara silsilah kepemimpinan dunia ini? Itu hanyalah hipotesis, ya?"
"..."
Aku tak bisa berkata kata ketika di depanku muncul seekor lebah, bersama kawan kawannya di belakang!
A-Ahh, aku ingin mengatakan "halo" untuk sekarang.
Kami saling menatap beberapa detik, sebelum akhirnya aku sadar dan menghabisi mereka semua.
Ngiiiinggg! Sebuah suara berfrekuensi tinggi dikeluarkan oleh lebah terakhir yang kubunuh, sebelum dia berubah menjadi beberapa drop item dan menghilang!
"Se-sepertinya terjadi hal yang kurang baik."
Suara bergemuruh terdengar. Dungeon itu bergetar hebat, seperti gempa besar.
"A-apa yang terjadi?" Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menanyakannya. Kenapa? Karena itu adalah kalimat Flag!
Tapi yang jelas, itu menggetarkan ku hingga aku kesulitan berjalan.
Beberapa detik kemudian, semuanya menjadi tenang. Benar benar ketenangan yang mencurigakan. Tapi tetap, ketenangan ini membunuhku!
Aku tidak suka dikejutkan, oke! Aku lebih baik mengetahui dimana posisi musuh sebelum menyerang!
"Baiklah, kutarik kata kata ku. Ini bukan lagi hal yang kurang baik! Sepertinya hal buruk sedang terjadi!" Aku meyakinkan diriku sendiri dan segera berlari kembali ke arah aku datang.
"Beruntung aku hafal jalan pulang!" Aku berusaha berlari secepat mungkin, ketika Dungeon kembali bergetar.
Getarannya sudah berhenti, tapi aku tahu masalah ini tidak berhenti. Aku harus segera keluar dari sini! Kalau tidak salah, ini sudah melewati waktu interval 15 menit pasti portal sudah terbuka, dan aku bisa kembali asalkan pintu itu tidak disegel kembali.
Ngung! Suara mendengung itu terdengar dari segala penjuru!
("Mereka mencariku?") Aku hanya bisa berdiri diam ketika semua suara itu semakin keras.
"Bahaya, ya?" Aku hanya bisa tersenyum.