
"Oleh karena itu, AKU AKAN LANGSUNG MEMBUNUHMU DISINI!!"
"Hahhh?!!" teriak Liu Xiu tidak percaya.
Bagaimanapun, pria itu sudah tampak menguatkan diri, dan bersiap menyerang lagi. Tongkat panjang yang dia pegang mulai berwarna emas, bahkan tubuhnya sendiri mulai mengeluarkan sebuah aura kuning yang melambangkan keagungan.
Liu Xiu sedikit terpana sesaat, tapi dia tahu itu bukan saatnya untuk dia terpana seprti ini!
Sedetik kemudian, Tang Xin menendang tanah, memberikan dampak yang cukup serius hingga tanah sedikit berlubang. Tapi yang lebih mengejutkan adalah, Tang Xin yang sudah terbang melesat ke arah Liu Xiu dengan kecepatan yang bahkan tidak terlihat mata!
?!!
Liu Xiu tidak bisa melihat gerakan Tang Xin, dan hanya bisa bergerak menuruti intuisi nya saja.
("Cepat!! Apa apaan itu?!! Apakah dia melepaskan batasan?! Tidak. Aku ingat karena tubuh manusia unik, sepertinya hanya manusia yang bisa menggunakannya. Tapi kecepatannya tidak normal!") teriak Liu Xiu dalam hati.
Dia terus menghindari serangan serangan cepat itu dengan gerakan seminimal mungkin. Bergerak sembarangan hanya membuat bahaya untuknya.
Tapi ada saatnya dia tidak bisa menghindar. Oleh karena itu, Liu Xiu menangkis serangan itu.
Serangan itu sangat kuat hingga Liu Xiu merasa tangannya akan patah dengan menerima serangan itu, tapi beruntung dia hanya sedikit merubah jalan tongkat itu. Jika menerima langsung serangan itu, bahkan Liu Xiu sekalipun setidaknya akan menerima patah tulang karena itu!!
("Kenapa dia? Dia tidak menyerang, *dan hanya bertahan juga menghindar. Apa ini? Dia bahkan tidak menggunakan Chi miliknya?!!)
("Oh!! Begitu!! Dia menganggap aku tidak ada apa apa nya, dan dia tidak harus menggunakan Chi miliknya untuk melawan ku?! Kuh!! Mau sampai kapan dia meremehkan kami, Keluarga Li*?!!") pikiran Tang Xin semakin geram karena salah paham nya.
"ORA ORA ORAA!!! SAMPAI KAPAN KAU BISA MENAHAN KEMAMPUAN MU YANG SEBENARNYA?!!" Tang Xin kembali menyerang dengan membabi buta.
Serangan itu sangat tidak bisa dibaca, seperti bergerak sesuai yang Tang Xin inginkan. Bahkan tongkat itu bisa berubah di udara, yang membuat serangan itu hampir tidak bisa dihindari lagi.
Liu Xiu entah bagaimana masih bisa bertahan dengan kemampuan nya, tapi dia tahu itu tidak akan berakhir baik.
("*Dia sangat kuat! Aku tidak mungkin menang di sini! Apakah aku harus membuka gerbang batas ku? Tidak! Dampak yang dihasilkan terlalu besar, bisa bisa aku menghancurkan batu melayang ini nanti!!")
("Selain itu, orang ini benar benar serius melawan ku. Semua serangannya menunjukkan kemahiran yang dia miliki. Setidaknya, dia ada pada taraf yang bisa mengalahkan ketujuh anggota ku secara langsung! Betapa mengerikan nya*!!") pikir Liu Xiu dalam hati.
Dia hanya bisa mundur dan menerima serangan lebih banyak tapi dia paham, beberapa serangan lagi dia akan jatuh.
Tangan dan kakinya juga banyak yang memar karena tebasan itu. Bagaimanapun, bahkan tangannya sekarang menjadi biru walau tidak menerima dampak langsung.
("Ini gawat. Jika seperti ini terus...")
"BUAGHH!!!" salah satu tendangan Tang Xin berhasil mengenai perut Liu Xiu, membuatnya melayang si udara sesaat dengan celah yang terbuka lebar. Tang Xin tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dan segera melompat untuk menyambut Liu Xiu dengan tongkat nya dan membanting Liu Xiu kebawah dengan keras.
Ledakan yang cukup besar terjadi, ketika tanah bergetar karena Liu Xiu yang dibanting ke tanah. Batu melayang itu terlihat bergerak sedikit, karena getaran itu.
Melihat itu, Yuan Yi khawatir dengan Liu Xiu. Dia berusaha untuk mendekatinya, tapi dihentikan Jian Koo.
"Jika kau ke sana, kau akan berada dalam bahaya!" kata Jian Koo menahan tangan cucunya.
"Lagipula, kau tahu sendiri, bukan? Sebanyak apa energi miliknya. Dia tidak akan mati hanya dengan serangan itu. Jujur saja, itu cukup mengerikan." Jian Koo kembali mencoba menenangkan Yuan Yi.
Yuan Yi terlihat tidak bisa menerima itu, tapi dia dengan patuh mundur sambil menggerakkan mulutnya. Ya. Dia tahu resiko jika menganggu di tengah pertarungan ayahnya.
Sementara itu, Tang Xin turun perlahan dengan tenang, sambil terus mengawasi Liu Xiu yang dibanting sambil terus bersiaga dengan tongkat di tangannya. Wajahnya terlihat senang, tapi matanya tampak kesal.
"Ugh... Ahh.... Entah kenapa aku merasa deja vu...." Liu Xiu berusaha menggerakkan tangan dan tubuhnya yang sedikit terkubur ke tanah.
Alis Jian Koo berkedut sesaat ketika melihat Liu Xiu yang masih bergerak.
("Tidak mungkin?!! Dia masih bergerak setelah terkena serangan telak dari Tang Xin!! Manusia, tidak. Bahkan Beast tidak bisa bertahan dari serangan itu! Seberapa banyak Chi miliknya melindungi nya?") tanya Jian Koo dalam hati.
"Ohh!! Kau masih hidup?! Kalau begitu, aku akan segera menghabisi mu. Kalau kau tidak mau menggunakan energi kehidupan milikmu, kau akan benar benar mati!" teriak Tang Xin sambil tersenyum sadis.
"Sudah kubilang aku tidak tahu!!"
"Masih bilang seperti itu. Itu menyebalkan, jadi tolong diamlah. Kalau itu kata kata terakhir mu, aku tidak apa." kata Tang Xin.
Liu Xiu membuat ekspresi "Bagaimana harus meyakinkan orang ini?" tapi terlihat sedikit ekspresi marah di matanya.
Liu Xiu hanya menarik nafas, dan sedikit berbisik sebelum akhirnya dia tersenyum.
"Baiklah. Kalau begitu. Pembatas, gerbang ketiga, lepaskan." bisik Liu Xiu. Itu tidak bisa didengar oleh Tang Xin, tapi Jian Koo yang mendengar ini segera membelalakkan matanya. Dia menoleh ke Yuan Yi, tapi Yuan Yi tidak ada ekspresi khusus.
("Apa dia barusan bilang pembatas? Dia bilang pembatas dan gerbang, bukan? Kalau begitu, bukankah ini berbahaya?!")
"Hoo! Kau berniat serius? Itu bagus. Kalau begitu, aku juga akan memberi serangan terbaik." kata Tang Xin. Dia menyiapkan tongkat di tangannya, membuat tongkat itu bersinar lebih terang dari biasanya.
Jian Koo mengerti, keadaan menjadi lebih berbahaya. Dia sudah berkata bahwa dia tidak akan ikut campur, tapi jika seperti ini, dia mau tak mau harus turun tangan.
"Hufft kenapa para anak muda selalu menimbulkan masalah untukku?" tanya Jian Koo.
Dia mengambil tongkatnya, dan sedikit memutarnya sesaat, sambil memberi gerakan gerakan khusus. Yuan Yi yang melihatnya sedikit terkagum, karena jarang baginya untuk melihat kemampuan langsung kakeknya.
Tongkat itu mulai berwarna kuning kehijauan, tapi terlihat menenangkan.
sementara itu, tanpa persiapan Liu Xiu dan Tang Xin sudah melesat, untuk saling beradu kekuatan kembali dengan kekuatan terbaik mereka. Tang Xin melayang dengan membuat tongkat nya seperti tombak, dan Liu Xiu melesat dengan tubuh dikelilingi aura putih, mengarahkan tinju nya.
Jian Koo sedikit tersenyum menggurat, dan dalam beberapa gerakan saja, Jian Koo sudah berada di antara Liu Xiu dan Tang Xin, bersiap menerima serangan mereka.
"Berhenti!!" teriak Jian Koo penuh wibawa, kepada mereka berdua.
Liu Xiu sedikit terkejut karena Jian Koo yang tiba tiba muncul di hadapannya, kembali menutup pembatas nya dan membiarkan dirinya sambil sedikit menarik nafas.
Memang itu mudah bagi Liu Xiu, tapi tidak untuk Tang Xin.
Energi yang sudah dia kumpulkan sebelumya tidak bisa dia hilangkan begitu saja. Selain itu, dia juga sudah mengerahkan tenaga nya untuk melompat kemari untuk menyerang, jadi bahkan dia tidak bisa menghentikan serangannya sendiri.
Tapi Jian Koo sudah mengetahui itu, dan menerima serangan Tang Xin dengan tongkatnya!
Ledakan energi terjadi. Itu terjadi begitu cepat, membuat Liu Xiu yang masih melayang di dekatnya terkena dampak yang sangat keras! Tang Xin dan Jian Koo tahu itu akan terjadi, membuat mereka sudah bersiap untuk ledakan itu. Ditambah latihan yang sering mereka lakukan, ledakan itu bukanlah apa apa.
Berbeda dengan Liu Xiu. Dia tidak tahu itu akan terjadi, dan terkena dampak ledakan yang menghancurkan sebagian tanah di halaman. Liu Xiu terpental jauh, sampai sampai membentur dinding rumah. Itu cukup untuk membuatnya tidak sadarkan diri.
"Liu Xiu!!" Yuan Yi segera berlari menghampiri ketika mengetahui Liu Xiu tidak sadarkan diri.
Jian Koo dan Tang Xin melihat itu hanya tersenyum pahit, terutama Jian Koo yang tidak mengira anaknya akan melakukan hal itu.