Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 4: Bab 28 - Bingung



Saat ini, Alpha sedang berada di dalam ruangan kamar, bersama dengan keenam orang lain yang baru saja bangun. Dan tampaknya, mereka semua mengenal Alpha. Bagaimana tidak? Mereka sudah bersama beberapa tahun, agak sebuah keanehan jika mereka tidak saling kenal.


"Hei, kamu. Bagaimana perasaan mu? Apa kau sudah lebih baik?" tanya Alpha pada Beast rambut putih itu, sambil membantunya berdiri.


"Aku tidak apa. Bagaimana dengan yang lain?" jawab Beast itu.


"Agak aneh."


"Ya. Aku tidak bisa lagi melayang, tapi aku bisa menyentuh benda benda! Rasanya benar benar luar biasa!"


"Sepertinya kita berhasil melarikan diri? Ini pasti berkat kau, Elf!!"


"Benarkah? Kau memang luar biasa, Elf! Bisa keluar dari ikatan itu dan bahkan menyelamatkan kita!!"


Terjadi beberapa riuh di dalam ruangan itu. Cukup aneh mendengar mereka berbicara satu sama lain tanpa menyebut nama masing masing. Tapi sepertinya mereka sudah terbiasa, terbukti bagaimana percakapan itu bisa berlangsung.


Sementara itu, Alpha yang mendengarnya sedikit salah tingkah, karena dia tidak merasa melakukan sesuatu.


"Tapi tunggu. Apakah ingatan kalian sudah ada? Humm, maksud ku, apakah kalian tahu siapa yang menyelamatkan kalian?" tanya Alpha.


Semuanya berpandangan, kecuali Beast itu hanya hanya acuh menatap ke seluruh ruangan.


"Bukankah kau yang melakukannya?" tanya Priest sambil. mencoba turun dari kasur.


Mendengar itu, Alpha menghela nafas. Dia membatin bahwa mereka memang butuh sinkronisasi dengan Liu Xiu agar bisa mengingat apa yang terjadi. Dan Beast itu, hanya diam sambil menunggu Alpha mengatakan sesuatu.


"Bukan aku, tapi ayo kita makan. Setidaknya, kalian pasti lapar. Jangan takut, mereka tidak jahat, mungkin." kata Alpha mengajak mereka yang ragu untuk berangkat.


Mereka berjalan pelan, saling membantu karena bahkan ada yang sepertinya lupa cara berjalan.


"Apakah kau baik baik saja? Apa yang ada di pikiran mu?" tanya Alpha melihat Beast rambut putih itu masih duduk di kasurnya. Wajahnya terlihat muram, seperti memikirkan banyak hal.


Tapi dia menggeleng, dan segera berdiri.


"Tidak. Tidak ada." jawabnya sebelum melenggang pergi, sementara Alpha menonton punggung nya dengan tatapan khawatir.


Dia adalah Reinkarnator, jadi dia memiliki kemampuan dan kekuatan yang berbeda dari yang lain nya. Dia masih mengingat jelas apa yang terjadi, bahkan sampai kejadian dimana Liu Xiu melakukan ritual untuk menyelamatkan mereka.


Tapi, dia sudah terlanjur sulit untuk percaya pada orang lain, karena dia sudah terlanjur mengalami hal hal sulit dalam hidupnya.


"Cih! Apa apaan itu!! Apa dia berpura pura baik? Dengan kekuatan sebesar itu, tidak mungkin dia meminjamkan kekuatannya pada kami begitu saja. Bahkan kami bertujuh bisa dikalahkannya." kata Beast itu masih terus berjalan sendirian.


"Dia pasti memiliki maksud tersendiri. Dia akan menunjukkan taringnya segera saat ditanya nanti. Aku tahu itu. Pengalaman mengajari ku seperti itu." katanya lagi.


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Saat itu terjadi..." tangannya mengepal kuat, dengan wajah yang tidak senang.


"Aku akan membunuhnya!!!"


***


"Tuan, apa yang terjadi?" tanya Alpha.


"Entahlah. Sepertinya aku membuatnya marah." kata Liu Xiu pelan sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


Keenam lainnya hanya saling menatap, sepertinya bertanya tanya dalam hati mereka.


Saat ini, Liu Xiu merasa ingin melarikan diri dari ruangan makan itu, karena seluruh mata memandangnya dengan tatapan tanya. Tapi hanya satu yang tetap fokus pada makanannya, itu adalah Beast disana.


("Betapa nafsu membunuh yang kuat. Selain itu, dia selalu waspada terhadap gerakan terkecil yang aku lakukan. Apa dia berpikir aku akan melakukan sesuatu?" ) tanya Liu Xiu dalam hatinya.


"Baiklah, Xi. Kau menang. Aku akan melakukan apapun, jadi jangan marah lagi." kata Liu Xiu sambil menyatukan kedua tangan, memohon.


"Benarkah?" Xi tampaknya terbujuk dan mulai menoleh.


"Ya! Tapi aku akan melihat keadaan dan menimbang tentang permintaan apa yang kau buat. Baru akan aku coba untuk menuruti nya!" kata Liu Xiu.


Akhirnya, Liu Xiu bernafas lega mendengar itu. Dan saat acara makan itu berlanjut, Liu Xiu terlihat ingin mengatakan sesuatu, tapi Liu Xiu menahan diri dan tidak mengatakannya, takut merusak suasana makan.


Dan hasilnya, makan siang itu menjadi hening, tanpa ada yang bicara di antara mereka semua.


***


Setelah makan, Xi memberi kode pada Liu Xiu untuk mengikuti nya. Itu karena Xi memiliki beberapa hal yang ingin dia tanyakan.


"Apakah kau akan segera pergi?" tanya Xi pada Liu Xiu.


"Mungkin. Aku hanya akan mendengar keputusan mereka. Ada kemungkinan besar meraka akan mengikuti ku, bagaimanapun itu. Kalau itu terjadi, aku akan berangkat besok. Aku tidak ingin terus membebani mu.' kata Liu Xiu.


"Karena itu, aku ingin segera ini berakhir. Mau bagaimana lagi, aku adalah Adventurer, dan aku juga bercita cita untuk berkeliling dunia." lanjutnya.


Memang, sudah lebih dari seminggu, bahkan hampir dua minggu Liu Xiu di desa ini. Itu terkesan seperti berlama lama.


"B-begitu... Apakah kau tidak ingin tinggal disini?" tanya Xi.


"Itu tawaran yang menarik, tapi maaf, sepertinya aku tidak bisa melakukannya. Ini benar benar bukan soal apapun. Aku tidak ada hal yang harus dilakukan disini." jawab Liu Xiu menatap ke langit.


Xi terdiam, dan sedikit berkaca kaca, tapi dia menahannya dengan senyum di wajahnya.


"Humm. Kalau begitu, apapun yang mereka semua katakan, kau harus menerima nya. Jangan mengingkari nya loh!!" kata Xi sambil memberikan kelingkingnya, membuat janji kelingking.


Liu Xiu hanya meringis mengikuti nya.


***


Saat itu, hari sudah menjadi sore, tapi Liu Xiu akan segera me-resonansi-kan sihirnya dengan sihir keenam orang itu. Proses itu juga disaksikan oleh Alpha dan Xi, yang tidak bisa berhenti terkagum melihat keindahan proses nya.


Dan setelah itu semua selesai, dan sebagian ingatan mereka kembali, mereka memandang Liu Xiu dengan kagum, kecuali Beast yang ber-rambut putih itu.


Liu Xiu juga memberi penjelasan, bahwa dia ingin mereka mencari jalan mereka sendiri, dan tidak harus menjadi pelayan Liu Xiu. Liu Xiu juga menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki nama, dan tergantung beberapa hal mereka harus memiliki nama.


Liu Xiu juga menjelaskan bahwa semua energi sihir, dan kemampuan mereka sudah kembali seperti semula. Seharusnya tidak ada yang ditakutkan lagu untuk berjalan di dunia luar


Selain itu, Liu Xiu mengatakan kenapa warna mata mereka menghitam, dan ada beberapa rambut yang juga menghitam. Kalau kalau ada yang gelisah tentang itu.


"Aku jelas kan sekali lagi. Itulah kondisi kalian saat ini." kata Liu Xiu.


Mereka semua berpandangan, dengan wajah yang sepertinya antusias. Tapi mereka lagu lagi menatap wajah Beast itu, dan Beast itu hanya memalingkan muka. Hari sudah mulai gelap, dan sudah hampir waktunya untuk makan malam. Itu adalah diskusi yang panjang.


"Kalian tidak harus menjawab nya hari ini." kata Liu Xiu meninggalkan mereka semua.


?!!


Liu Xiu tersenyum, melihat sesuatu di sana.


Setelah itu semua terjadi, mereka melakukan makan malam sebelum akhirnya pergi melakukan urusan masing masing. Makan malam itu terasa canggung, dan hanya ada beberapa percakapan antara Liu Xiu dan Xi.


Yang lainnya hanya makan sambil diam, terlihat bimbang.


Setelah makan, Liu Xiu awalnya berniat untuk berlatih sebelum tidur. Tapi dia sudah berjanji dengan seseorang yang mengajaknya bertemu.


Jadi, dia berjalan ke atas sebuah altar, yang cukup luas di sebuah dahan. Di bawah langit malam yang indah, sosok itu menunggu. Rambut putihnya yang tercampur hitam berkibar, dimainkan angin.


"Selamat datang, Liu Xiu. Sangat bagus kau mengerti apa maksudku." kata orang itu.


Liu Xiu tersenyum, memandang Beast rambut putih itu yang sekarang berdiri di hadapannya, terlihat ingin mengatakan sesuatu.


("Baiklah. Apa yang akan dia lakukan?") tanya Liu Xiu dalam hati dengan sedikit bersemangat.