
Matahari mulai muncul, mengatakan selamat pagi pada seluruh makhluk di dunia ini.
Ada beberapa yang sudah bangun, baru saja meregangkan otot otot, dan bahkan ada yang tetap tertidur walau sinar matahari mulai masuk mulai jendela atau sela sela kamarnya.
Tapi berbeda dengan itu, Beta sudah bersiap mengenakan perangkatnya, berupa pisau yang dia selipkan di belakang punggungnya.
Dia membuka peta dari tas kecil di sampingnya, dan melihatnya sesaat.
"Aku tidak menyangka aku akan menggunakan ini. Humm?!?" bisik Beta pelan, ketika dia merasakan tangannya menyentuh sesuatu yang ganjal. Dia menarik benda itu, dan menemukan isinya adalah sebuah kertas dengan beberapa lempitan disana.
"Apa ini? Surat? Siapa? Aku bahkan merasa tidak ada yang mendekati tas ini!!" kata Beta sedikit heran.
"Beta. Ini Liu Xiu. Maaf repot repot menggunakan cara ini, tapi aku tahu pasti kau membaca ini. Intinya, tolong bawa kertas "Talisman" ini. Jangan sampai hilang, sampai aku memintanya lagi. Hanya itu. Dan jangan katakan pada siapapun jika kau menerima ini, bahkan dari teman temanmu."
Beta selesai membaca, dan membuka lagi kertas kecil yang diselipkan di bawahnya.
"Apa ini? Sebuah jimat? Rasanya cukup aneh. Ini membuatku menjadi seperti seorang pengusir hantu. Yahh, seperti yang ada di film rumah hantu di duniaku yang dulu." kata Beta sambil membolak balik benda itu.
"Tapi apapun itu, itu adalah perintah. Dan aku harus melakukannya. Mungkin aku akan mengkonfirmasi saat aku bertemu dengan Master lain kali." katanya sambil memasukkan benda itu ke sakunya.
Dia taruh di tempat yang paling aman dan paling dekat dengan matanya, agar dia merasa aman.
"Walau begitu, Master memang luar biasa. Aku tidak tahu kapan dia menaruh benda itu, yang jelas dia bahkan bisa melewati penjagaanku. Aku merasa lucu bahwa indera ku yang seorang Beast tidak bisa menangkapnya." tawa Beta pelan.
Beta mulai berjalan pelan, mengarag ke tempat yang sebelumnya dia tandai di peta.
"Tapi, apakah Master punya maksud tersendiri? Untuk memisahkan kami semua? Kalau memang ada, maksudnya apa?' bisik Beta pelan.
***
"Hachooo!!" terdengar suara bersin yang menggema di sepinya sebuah rumah. Mungkin karena kedinginan, atau beberapa hal lainnya.
"Ughh. Tidak mungkin aku sakit, bukan? Atau ada orang yang membicarakan ku?" tanya orang itu sambil menggosok hidungnya.
Orang itu, yang tidak lain adalah Liu Xiu melompat bangun dan sedikit meregangkan otot ototnya.
Tapi entah beruntung atau sial, tidak ada hal apapun yang terjadi malam tadi.
"Baiklah. Aku harus benar benar berhati hati sekarang. Ini adalah Li Tian. Sudah pasti ada beberapa mata Kultus disini. Beruntung pengaruh Gereja hanya kuat di Kerajaan Kin, jadi aku tidak terlalu khawatir dengan masyarakat disini." bisik Liu Xiu pelan.
Tujuan Liu Xiu sebenarnya memberikan misi Ketujuh yang lainnya adalah untuk menjadikan mereka umpan.
Memang terdengar mengerikan, tapi itu benar. Liu Xiu menggunakan mereka untuk memancing orang orang yang mengenal anggotanya untuk keluar.
Liu Xiu akan menjaga mereka dari jauh, jadi semua akan aman.
"Aku tidak tahu, sepertinya jimat itu benar bener bekerja." kata Liu Xiu lagi sambil mengamati sebuah benda di tangannya.
Itu adalah benda sama seperti jumat yang Beta punya, yang didapat dari surat Liu Xiu.
Dengan kata lain, setiap dari benda itu terhubung dengan milik Liu Xiu sendiri.
"Ini adalah benda yang menarik. Aku menemukannya di pasar mirip festival tadi malam, tapi aku tidak berpikir untuk mendapatkan hal seperti ini dengan harga murah." kata Liu Xiu lagi.
"Padahal ini bisa memberikan sinyal bahwa orang yang memegang ini disebut salah satu sisi sedang dalam bahaya. Kenapa ini tidak laku?" tanya Liu Xiu lagi.
"Karena ini seperti jimat, mungkin ini adalah budaya yang sudah lama. Aku sedikit penasaran." kayanya lagi.
Itu adalah benda yang dia dapat setelah di mengelilingi pasar untuk mencari barang barang yang bagus. Sayangnya atau beruntung nya, ini adalah Li Tian, kota petualang. Jadi ini benar benar surga untuk barang barang berburu.
Dan saat dia sedang memasuki beberapa gang kecil, dia menemukan sebuah toko kecil yang rapuh, tapi entah kenapa itu menariknya untuk masuk.
Disanaklah dia menemukan benda itu.
"Aku akan memastikan untuk mengunjungi nya lagi. Bagaimana pun, itu adalah toko yang unik." kata Liu Xiu sambil memasukkan jimat itu ke dalam saku nya. Dia lantas melompat, dan berdiri ke menghadap kota.
"Baiklah. Kita mulai permainannya!'