
Dalam beberapa menit, Kei dan Cilia sampai di kota Furyuun. Mereka menurunkan Ren dan Edna beberapa ratus meter sebelum gerbang kota, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.
Edna juga sempat mengucapkan Terima kasih, sebelum mereka berdua pergi.
Sebenarnya fisik dan mental Edna sudah terlalu lelah, tapi sebuah keajaiban dia masih bisa bangkit dan berjalan menggendong Ren. Setelah pertarungan penuh tekanan itu, sudah cukup luar biasa untuk Edna bisa mengimbangi kecepatan informasi yang masuk ke kepalanya.
Edna yang melihat gerbang Furyuun sambil menggendong Ren di belakangnya tersenyum, lalu memberikan tanda pada para penjaga, sebelum akhirnya dia jatuh, tak sadarkan diri.
Para penjaga kota yang melihat itu segera berlari menolong mereka berdua.
Pada awalnya, tidak ada yang mengenali mereka berdua, tapi ketika mereka bertanya ke salah satu kapten prajurit, mereka mengenali Ren dan Edna. Mereka berdua segera dibawa ke rumah utama keluarga Ravinder.
Suzu dan Aina yang sedang berada di Akademi juga langsung diberi tahu tentang kejadian ini, sehingga meraka segera kembali.
Tidak hanya itu, Rice juga langsung memberikan pelayanan terbaik pada Ren dan Edna.
Karena tidak ada kabar tentang apa yang terjadi dengan mereka berdua secara jelas, tentu semakin membuat semua orang khawatir. Terutama ketika melihat mereka hanya kembali berdua, tanpa Nina, ibu mereka. Itu membuat Suzu lebih khawatir lagi.
Tapi, tidak ada yang bisa menjelaskan itu, sampai salah satu dari mereka bangun.
***
Butuh waktu satu hari penuh untuk Edna bisa sadarkan diri, dan ketika sadar Edna segera memanggil Suzu dan Kurls untuk masuk ke ruangannya.
Dia ingin menjelaskan semua yang sudah terjadi, tapi Suzu mendesak Edna untuk memulihkan tubuh dengan makan atau yang lainnya.
Walaupun memperpanjang waktu, Edna menurut.
"Jadi, sekarang ibu sudah tidak ada, dan penyebabnya adalah Gereja?" tanya Suzu pelan di akhir cerita.
"..." Edna hanya mengangguk diam.
"Dan kalian akhirnya bertemu dengan seseorang yang dinamakan 7 True Demon Lord? Dan orang itu menyegel kemampuan sihir alam milik Ren?" tanya Suzu lagi. Dia hanya berusaha untuk menanyakan, dan berharap itu salah.
Tapi lagi lagi Edna hanya mengangguk, membenarkan itu semua.
Suzu hanya menarik nafas, mencoba meredam rasa sedih dan emosi yang ada. Kurls juga hanya memalingkan muka, ketika mendengar bahwa Gereja ada sangkut pautnya dengan ini.
"Maafkan kami!! Maafkan kami karena tidak bisa melindungi ibu! Maafkan kami! Terutama aku, aku hanya menjadi beban untuk Ren!!" teriak Edna, menangis meminta maaf.
Tidak ada yang menjawab itu.
Di satu sisi, hati Suzu masih tidak percaya, bahwa ibunya bisa berubah menjadi monster hitam.
Tapi di sisi lain, Suzu hanya bisa percaya pada cerita Edna, walaupun cerita itu terdengar seperti cerita fantasi yang tidak mungkin terjadi.
Sekali lagi, Suzu melihat keadaan Edna yang tidak baik, dia menangis dan matanya pun terlihat kosong. Wajahnya juga tidak baik, dengan tatapan sayu. Satu satunya yang masih benar adalah suaranya, dan mungkin akal sehatnya.
"Sudahlah, kak Edna. Lebih baik kakak tenangkan diri. Itu akan lebih baik." kata Suzu, kemudian melangkah ke jendela membukanya.
Ingin sekali rasanya Suzu untuk berteriak dan menangis, tapi dia tahu, itu sia sia.
Yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah menunggu Ren bangun, dan melihat apa yang akan dia lakukan. Sementara itu, Suzu akan mendengarkan semua yang Edna ceritakan.