Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 5: EPILOG



Pasir pasir cahaya yang berterbangan bagaikan mengembalikan Liu Xiu ke kenyataan, ketika Kei menghilang dari hadapan nya.


Liu Xiu menundukkan badan sejenak, menghormati kepergian Kei.


Dia tahu, walau terlihat seperti itu, Kei sebenarnya cukup perhatian dengan orang lain. Dan dia juga sedikit memperhatikan Liu Xiu lebih banyak dari yang dia tahu.


Seperti membuat Dungeon ini untuk nya, menyegel kemampuan nya, Liu Xiu tahu itu semua untuk Liu Xiu sendiri.


"Yahh, Terima kasih untuk semuanya, Kei. Aku berharap aku bisa bertemu dengan mu lagi, dan memberikan beberapa patah kata untuk mu. Dan kalau bisa, aku ingi memukul wajah sombong mu itu sekali saja." bisik Liu Xiu sambil sedikit mengepalkan tangan.


Seperti yang dia duga, dia tidak bisa benar benar memaafkan Kei yang sedikit mempermainkan nya tadi.


Sedikit menarik nafas, Liu Xiu membalikkan badan nya menghadap ke segel yang ada di depan mata nya.


"Ini segel nya, kah?" tanya Liu Xiu pelan sambil mengarahkan tangan nya ke arah segel itu, berniat untuk masuk ke dalam Dungeon yang dikatakan Kei tadi.


Tapi belum sempat menyentuhnya, Liu Xiu menahan diri.


Dia berpikir ulang, kenapa dia memasuki Dungeon itu.


Kenapa dia ingin kekuatan nya yang dulu kembali? Kenapa dia ingin mendapatkan lebih banyak kemampuan? Dia bertanya tanya, bukankah dia dulu membuang kekuatan itu karena itu dia anggap berbahaya?


Dan Liu Xiu tidak ingin orang orang di sekitar nya terkena dampak dari kekuatan yang terlalu berlebih itu.


Lalu, untuk apa dia mendapatkan semua kekuatan itu, jika semua nya berakhir sama saja?


Pertanyaan pertanyaan itu muncul dalam diri Liu Xiu membuat nya berhenti menggerakkan tangan, dan tertunduk ke bawah.


"Aku bahkan berhenti di tengah jalan, betapa pengecut nya aku..." bisik Liu Xiu pelan.


Hatinya sekarang bimbang, apakah dia harus memasuki Dungeon itu atau tidak.


("Kenapa? Kenapa aku bertanya pada diriku sendiri kenapa? Itu jelas, bukan? Jika hanya dengan kekuatan ku yang sekarang, aku tidak akan bisa menghadapi orang orang yang jauh lebih kuat, bukan?") tanya Liu Xiu dalam hatinya.


"Kalau hanya begini, aku tak ubahnya sekuat Adventurer Rank-S. Sedangkan aku tahu, musuh di luar sana banyak sekali yang berkali kali lipat lebih kuat." bisik Liu Xiu.


Mungkin jika ada orang lain yang mendengar bisikan Liu Xiu barusan, orang itu akan marah dan menampar mulut Liu Xiu sekeras mungkin.


Pasalnya, Adventurer Rank-S benar benar dihormati oleh orang orang, bahkan negara itu sendiri.


Ada banyak Adventurer Rank-S yang dianugerahi penghargaan, pangkat, dan wilayah oleh negara nya setelah melakukan beberapa penumpasan yang terdengar cukup luar biasa, seperti mengalahkan naga, atau beberapa lainnya.


Dengan kata lain, Adventurer Rank-S merupakan mimpi bagi beberapa orang.


Dan kini, Liu Xiu mengatakan hal seperti itu dengan mudah nya, beruntung tidak ada orang yang mendengar nya mengatakan hal itu.


Tapi bagaimanapun, dia benar benar bingung. Tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Tapi...


"Ahh! Aku sudah jauh jauh kemari, dan beberapa keberuntungan juga membuatku berjalan lebih jauh. Jika aku tidak melangkah maju di sini, maka tidak ada guna nya aku memilik beberapa rasa sakit tadi." kata Liu Xiu tegas.


Dia mengingat berapa sakit kepala nya ketika skill [Tabu] membuat diri nya harus menabrakkan diri ke kerangkeng supaya dia bisa pingsan daripada menahan sakit nya.


"Ugh, memikirkan nya saja sudah membuatku bergidik." kata Liu Xiu sedikit bergetar.


Liu Xiu mengambil nafas panjang, berusaha meyakinkan diri.


Dia ingat, bagaimana pertarungan Luna melawan para Iblis itu. Itu benar benar kemenangan yang tipis bagi Liu Xiu. Dan Liu Xiu juga tahu, hasil itu akan sama untuk diri nya jika melawan kedua Iblis itu sendiri.


Walau Liu Xiu bisa membuka pembatas ke empat, itu tidak bisa dia lakukan selamanya.


Setelah mengalahkan mereka Liu Xiu tidak akan bisa bergerak lagi lebih lama. Dan itu baru dua Demon.


Liu Xiu tidak bisa membayangkan, saat nanti perang melawan Demon Lord tiba. Saat itu, dia harus melawan puluhan Demon, pastinya. Dan jika itu terjadi, Liu Xiu tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Dia menemukan cara, yaitu dengan belajar energi kehidupan dengan Jian Koo. Tapi menurut Liu Xiu, itu tidak cukup.


Jadi mendapat kan kekuatan nya yang dulu, ditambah kemampuan nya yang sekarang dia miliki, dia setidaknya bisa selangkah lebih yakin.


Setelga mempertimbangkan semua itu, Liu Xiu mengangguk. Tampaknya, dia sudah memutuskan.


"Yosh!!" teriak Liu Xiu yakin.


Dengan begitu, dia mengarahkan tangan kanan nya, yang tadi dia turun kan saat dia ragu. Tapi kini, tidak ada lagi keraguan yang terlihat di tangan nya. Justru, rasa yakin akan keputusan Liu Xiu sekarang terpancar di matanya.


Dia tahu, kini rekan nya bertambah. Dan mereka juga semakin kuat. Liu Xiu tidak ingin tertinggal dari mereka semua.


Dan dengan keyakinan itu, Liu Xiu menyentuh pilar yang merupakan segel itu, sambil menutup mata.


"Semoga ini pilihan yang benar." bisik Liu Xiu pelan. Dalam pikirannya terlintas beberapa hal tentang ketujuh teman nya yang bersama Yuan Yi, Lia yang sedang berusaha membangunkan nya, dan tentu, keluarga nya yang masih berada di kota Furyuun.


"Setelah dari sini, aku akan mengirim mereka surat." kata Liu Xiu sambil tersenyum.


Tiba tiba muncul sebuah cahaya sesaat ketika Liu Xiu menyentuh pilar itu. Segera, cahaya itu menyelimuti seluruh tubuh Liu Xiu. Tapi, Liu Xiu tidak menyadari itu, karena dia masih terus menutup matanya.


Dan beberapa detik kemudian, muncul sebuah ledakan kecil, dan Liu Xiu pun terjatuh, bagaikan tubuh yang tak bernyawa, tergeletak tak sadarkan diri.


***


Kembali ke Yuan Yi dan yang lain yang masih mengikuti Liu Xiu....


"Hufft. Sudah hampir malam, untuk hari ini. Tapi jejak ini masih terus berlanjut. Aku tidak tahu sejauh apa Liu Xiu dibawa oleh orang orang ini." kata Yuan Yi pelan.


"Kau benar, dan kau benar. Aku yakin kita semua sudah berjalan cukup jauh, dan belum menemukan tanda tanda kehidupan. Dan juga, ini sudah hampir malam, lebih baik kita mendirikan kemah disini." sahut Alpha.


Segera, semua berhenti, dan mengeluarkan barang barang. Tentu, ada yang memiliki skill [Inventory] membuat perjalanan ini lebih mudah.


Alpha, Beta, Yuan Yi dan bersama sama membangun tenda, sementara itu Cilia, Ghea, dan Eina mencari beberapa bahan makanan untuk membuat makan malam. Tak lupa, Fischia dan Dain berpecar untuk mengawasi daerah sekitar.


Mereka melakukan itu dengan sangat teratur. Orang yang melihat mereka pasti akan tahu, bahwa mereka bukanlah orang yang baru saja bekerja sama.


Setelah tenda mereka berdiri, Cilia, Ghea, dan Eina juga sudah menyiapkan beberapa bahan untuk makanan meraka.


"Hei, Cilia. Apa yang akan kau masak hari ini?" tanya Beta sambil melongok ke bahan bahan yang sudah disiapkan Cilia.


"Ahh, Beta! Sini sini! Aku menemukan beberapa jamur, dan juga buah buahan. Untuk makanan hari ini, aku akan memasak sup. Dan buah untuk makanan penutupnya!!" kata Cilia dengan ceria.


Beta melihat Cilia dengan senyum, mengerti maksud Cilia.


Sup adalah makanan yang sering dibuat Liu Xiu, dan makanan itu biasanya menambah semangat semua orang. Karena itu, Cilia diam diam belajar dengan Liu Xiu, untuk bisa menjadi juru masak mereka.


"Humm. Sepertinya agak sulit, apakah kau yakin bisa membuatnya?" tanya Beta.


"Hu hu hu! Begini begini, aku mengerti beberapa hal tentang makanan, loh! Dan juga, aku yakin dengan masakan ku!" teriak Cilia sambil mengacungkan tangan senang.


Melihat Cilia yang begitu bersemangat, Beta hanya mengangguk dengan tawa kecil, meninggalkan Cilia dengan makanan yang ada.


Dia mengarah ke Alpha, Yuan Yi, Eina dan Ghea yang sedang duduk bersama, membuat api.


Dengan sihir, semua menjadi lebih mudah. Seperti Yuan Yi yang bisa sedikit menggunakan sihir tanah, memperkuat tenda mereka. Tidak hanya itu, Alpha juga bisa membuat air dan api dengan sihirnya, membuat mereka tidak perlu sulit mencari air atau membuat api.


"Seperti namanya, ini memang sihir, kah?" tanya Beta pelan, sambil menatap sekeliling.


Dia menyadari, setelah keluarga nya jatuh dan dia menjadi budak, belum ada pemandangan yang bisa membuatnya tersenyum seperti saat bersama keluarga nya dulu. Dan kini, melihat semuanya bekerja sama, dan bercerita serta tertawa membuat nya merasa hangat.


"Sepertinya memang tidak salah aku bereinkarnasi." kata Beta, sambil berjalan mendekati yang lainnya.