
"Dungeon Rank-S itu, ada di sini, disegel di Gedung guild ini." sambung Soraya.
Itu cukup untuk membuatku terdiam sesaat
"Disegel? Apa maksudmu?" Aku sedikit penasaran ketika dia mengatakan kata kata yang cukup mengerikan buatku.
"Ya. Disegel. Katanya pada jaman dahulu kala..." Diena mulai.
"Ah, tolong jangan mendongeng sekarang. Aku punya waktu sendiri." Aku segera menyelanya. Dia hanya cemberut.
"Cih. Aku hanya ingin membuat ini menjadi lebih menarik. Bukannya lebih bagus jika ada kisah kisah yang melatar belakangi adanya suatu hal mistis? Bukan begitu?" Tanya Diena sambil tersenyum aneh.
"Humm, aku tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena pada dasarnya, Dungeon melahirkan monster, dan belum ada petualang yang mampu membersihkannya."
"Kalau membiarkannya terbuka, ada kemungkinan monster dari Dungeon rank S ini akan keluar dan mengacaukan kota."
"Kalian memiliki masalah untuk mengundang para petualang kelas atas, dan akhirnya memilih untuk menyegel gerbang Dungeon ini sampai ada orang yang bisa dan berani membersihkannya, bukan?" Aku mengatakan seluruh yang aku pikirkan pada mereka.
Mereka berdua terkejut, karena mungkin yang aku katakan itu semua benar.
"Tidak bisa dipercaya. Apa kau penerawang?" Diena terkejut sambil berpose memegang wajahnya dan menjadi seperti orang yang chuuni.
"Heh? Aku benar?!!" Walau aku sudah menduganya.
"Ya. Itu sangat tepat sampai aku curiga darimana kau mendapat informasi itu." Soraya juga ikut menanggapi.
"Heeeh. Memang ada masalah apa hingga tidak ada petualang rank S kemari?" Aku berdiri, mengelilingi ruangan, mencoba melihat lihat buku yang tertata rapi di sekitar.
Mereka berdua menunduk, sepertinya ini adalah hal yang cukup sulit. Apa masalah uang? Atau ada masalah lain?
Ho! Ada sebuah buku yang menarik perhatianku.
"Yahh, kebanyakan petualang rank S sifatnya menyebalkan. Dan juga, mereka bergerak dalam party, untuk menaikkan level secepat mungkin. Biasanya mereka berlevel diatas 70 an. Jelas saja kami tidak akan bisa membiayainya." Jawab Diena menundukkan kepala.
"Kudengar, harga minimal yang mereka inginkan adalah 1 emas per orang." Sambung Diena.
"Humm, sebuah obat yang menarik. Memang benar ada beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan dengan sihir penyembuhan, ya?" Aku mengangguk pelan.
"Heiii! Apa kau mendengarkanku?" Diena mengamuk karena merasa diabaikan. Padahal aku juga mendengarkannya!
"Ya ya! Aku mendengarkannya! Tapi, apa perbedaan Dungeon ini dengan Dungeon rank S yang lain? Sepertinya Dungeon ini memiliki keistimewaan sendiri." Aku membawa buku tentang obat obatan itu, dan kembali duduk.
"Kau benar benar penerawang! Itu bahkan adalah informasi rahasia yang hanya diketahui para Guildmaster." Soraya tampak takjub.
Aku menarik nafas, sebenarnya mereka saja yang terlalu berlebihan, karena ini adalah Dungeon rank S. Dan mereka tidak menutupi informasi dengan sempurna. Wajar saja kalau aku bisa mengetahuinya.
"Un. Kau benar." Diena mengangguk.
"Ada sebuah keistimewaan khusus di Dungeon ini. Exp yang didapat dari membunuh monster disini biasanya 2 kali lipat monster dengan level yang sama." Sambung Diena mengangguk.
Aku hanya bisa mengangguk sambil memikirkan hasil exp yang bisa kudapat disini.
("Hmm, dua kali lipat ya? Karena biasanya exp yang didapat dari monster berdasarkan level dikalikan 20, lalu ditambah bonus kesulitan monster. Biasanya 10 kali level monster.")
("Monster yang ada di dalam Dungeon Weiss ini berlevel sekurangnya 75. Jika itu dikalikan 20, lalu ditambahkan 75 dikalikan 10, maka hasilnya setidaknya 2250.")
Jika ditambah dengan bonus khusus kali 2 dari Dungeon ini sendiri, maka sekirang kurangnya aku akan mendapat 4500 exp untuk membunuh 1 monster saja dalam Dungeon ini.
Itu adalah jumlah yang sangat banyak di dunia ini, karena biasanya hanya membutuhkan sekitar 40.000 exp untuk naik dari level 28 ke 29.
Aku tidak membuat diriku untuk patokannya. Tentu saja!
Aku pernah bertanya pada kak Ruly. Sebenarnya berapa banyak exp yang dibutuhkan untuk naik dari level 28 ke 29.
Dan ternyata, itu bahkan jauh lebih sedikit dari 1/5 exp yang aku butuhkan untuk naik level!
Jadi aku mengira bahwa aku membutuhkan exp 3 kali lipat dari orang yang membutuhkan exp terbanyak di dunia ini! Ini cukup menyebalkan, jujur.
Yahh, aku tidak tahu bahwa naik level bisa mendapatkan hal yang benar benar luar biasa seperti itu!
"Sepertinya sangat menyenangkan untuk levelling disini. Aku mungkin. Bisa menyamai level para rank S itu dalam beberapa kali percobaan." Aku menutup buku di tanganku, lalu menatap Diena cepat.
Dia sepertinya terkejut. Aku penasaran kenapa mereka sering sekali terkejut hanya karena reaksi kecil dariku.
"Monster yang ada di sana lebih kuat dari biasanya. Bisa dikatakan, 50% lebih kuat dari monster biasa. Kalau dianalogikan, ketika kamu berhadapan dengan 2 monster, kamu sama seperti berhadapan dengan 3 monster level 75, lho!" Katanya.
Dengan kata lain, level mereka berbeda dengan sistem level Dungeon lain, ya. Ini aneh.
"Ya. Itu sangat sepadan dengan apa yang akan kita dapat, bahkan kita mendapat keuntungan yang lebih dari itu. Kita tidak bisa mengeluh." Aku hanya mengatakan realitas.
"Apa kamu tahu, kenapa para petualang rank S menolak permintaan ini?" Soraya menatap tajam. Ekspresi nya juga berubah.
"U-um. Aku kurang tahu."
"Monster yang ada di dalam Dungeon ini adalah monster tipe serangga." Jawabnya.
Aku terdiam seketika.
Aku langsung mengerti. Kenapa Dungeon ini sampai ditolak berkali kali oleh para petualang, bahkan diabaikan oleh Guild itu sendiri.
"Begitu, kah? Serangga memiliki kecenderungan untuk hidup berkelompok. Ini akan mempersulit pembersihan."
"Selain itu, karena sudah lama tidak dibersihkan, mungkin monster di dalam sudah sangat banyak. Aku yakin party mereka pasti bisa mengatasi jika mereka ada pada angka 10 atau belasan. Tapi jika sampai diatas 20." Aku hanya diam tidak bisa melanjutkan kata kataku.
Mereka berdua juga tampak putus asa, karena memang seperti tidak ada harapan untuk Dungeon ini.
Seharusnya ini menjadi perhatian negara, karena monster tipe serangga adalah yang sangat merepotkan. Mereka menyerang secara berkelompok, biasanya bisa sampai mencapai belasan dalam satu kelompok.
Selain itu, beberapa dari mereka bergerak sangat cepat, atau dapat mengeluarkan racun. Itu sangat menyulitkan.
Dan yang paling sulit, adalah melawan monster semut. Semut ini berukuran panjang 1 meter, dengan tinggi 75 cm. Dan seperti ciri khas semut, mereka hidup berkelompok.
Kelompok semut bisa mencapai puluhan, tidak. Ratusan ribu dalam satu rumahnya saja.
Selain itu, kerja sama antar anggota juga sangat baik, jadi seperti melawan sepasukan tentara yang sangat terlatih!
Tapi lihat apa yang dilakukan kerajaan ini pada Dungeon ini? Mereka memilih untuk mengabaikannya, dan menyegelnya. Padahal ini bisa berpotensi untuk menjadi Dungeon atas tanah.
Dungeon atas tanah adalah wilayah yang dimana monster Dungeon sudah keluar dari Dungeon nya sendiri.
Ini seperti wilayah monster, dan akan semakin membesar seiring waktu.
Dan jika dibilang, ini adalah masalah yang sangat besar.
"Baiklah. Kalau begitu, aku ingin memasukinya! Tolong persiapkan beberapa hal. Aku juga akan bersiap siap." Kataku sambil berdiri, berjalan ke arah rak buku untuk mengembalikannya.
"Kau yakin? Ini adalah Dungeon rank S lho!" Diena tampak khawatir melihatku.
Yahh, ini sepertinya menarik, tapi yang paling utama, aku tertarik menemukan monster jenis baru.
"Aku selalu yakin. Dan aku ingin segera melakukannya sebelum gelap. Jadwalku padat, kau tahu!" tentu saja aku tidak bisa bilang bahwa aku ingin pergi ke Dungeon rank B.
***
"Hufft, sepertinya aku harus menyiapkan diri. Mungkin tidak sesulit Dungeon di tempat naga itu, hanya saja ini juga akan sulit." Aku menggeram ketika menikmati udara sore di luar.
Sebenarnya, aku sedang meneliti Dungeon, apa itu monster, dan apa itu garis yang menyebabkan terjadinya Dungeon.
Kini, aku sedang menyelidiki tentang monster dan Dungeon.
Gampanya saja, jika ada manusia, elf, dan Priest, kenapa ada monster? Bukankah mereka sesama ciptaan dari para dewa?
Memang benar ada catatan yang mengatakan bahwa monster adalah cipataan Demon God untuk memporak porandakan dunia. Hanya saja, aku penasaran apakah dewa ini benar benar bisa menyegel Demon God.
Kalau Dungeon tercipta dari "Vein Line" yang bertumbukan, maka monster yang timbul berkat itu bukanlah buatan Demon God.
Ah, "Vein Line" adalah nama sementara garis yang menghubungkan beberapa aliran sihir besar di dunia ini. Aku yang menamakannya.
"Baiklah. Jika benar monster diciptakan oleh Demon God, maka "Vein Line" pasti diciptakan olehnya. Dan sederhananya saja, "Vein Line" itu mengangkut sihir. Dengan kata lain, sihir di dunia ini adalah buatan Demon God" aku hanya bisa menyimpulkan itu.
Jika memang benar, kemungkinan dewa dewa dulu sejatinya bersama membangun dunia ini, dengan menggabungkan beberapa unsur.
Ada kemungkinan Demon God berkhianat, dan menurutku sekarang pihak Dewa dewa yang lebih condong ke arah yang benar.
"Mungkin akan ada waktunya bagiku untuk bentrok dengan [Demon God Cult] kah?" Aku menatap ke langit, jauh.