Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 5: Bab 10 - Rumah Keluarga Li 2



"Kakek..." Yuan Yi sedikit menelan ludah setelah mengatakannya.


"D-Dia kakekmu?!! Bagaimana mungkin?! Jika melihatmu, bukankah dia terlalu muda untuk menjadi seorang kakek?!" teriak Liu Xiu tidak percaya.


Mau bagaimana lagi. Orang yang berada di balik pintu itu masih terlihat cukup muda, walau beberapa rambutnya sudah mulai memutih. Dan jika melihat Yuan Yi yang kira kira berumur 19-an, Liu Xiu awalnya menebak dia adalah ayahnya.


"Humm. Saya kakek Yuan Yi, Li Jian Koo. Maaf, tapi apa ada yang bisa saya bantu?" tanya orang itu, Jian Koo dengan tenang.


("*Walau terlihat tenang, dia tidak pernah lengah sedetik pun. Dia mencurigai ku sebagai lawan, kah? Itu berbeda dengan Yuan Yi yang beberapa kali membiarkan penjagaannya memiliki celah. Itu menunjukkan perbedaan kemampuan mereka.")


("Selain itu, bukankah aneh untuk seorang anggota keluarga yang menyanbut kami secara langsung, dan tidak ada penjaga disini*?") pikir Liu Xiu.


Yahh, sebenarnya Jian Koo sudah merasakan energi Liu Xiu saat cukup jauh, jadi dia segera mengatakan pada karyawan untuk tidak menerima tamu. Sebaliknya, dia yang menerima tamu itu sendiri.


Tapi dia tidak menyangka itu dibawa bersama cucunya.


Menanggapi pertanyaan Jian Koo, Liu Xiu tersenyum, lalu menundukkan kepala dengan sopan.


"Maaf mengganggu anda, Tuan Li. Saya adalah Liu Xiu, salah satu teman Yuan Yi." kata Liu Xiu sambil menekankan bagian teman.


Yuan Yi memiliki beberapa hal yang ingin dia katakan, tapi melihat tatapan kakeknya membuatnya mengurungkan niatnya.


"Ada apa, Yuan Yi? Kau terlibat seperti mengatakan sesuatu." tanya Jian Koo.


"Baik, kakek. Tapi saya kira tidak baik untuk membicarakannya di sini." jawab Yuan Yi. Wajahnya terlihat cukup cerah setelah percakapan barusan.


"Baiklah. Kita akan bicara nanti di ruangan ku. Dan nak Liu Xiu, silakan masuk. Ah, maaf.Walau ini hanyalah kantor untuk bekerja, tolong nyamankan dirimu. Sangat jarang teman Yuan Yi untuk main ke rumah." jawab Jian Koo tersenyum ramah, setelah berpikir cukup lama.


"Saya terima tawaran anda." kata Liu Xiu lagi lagi sedikit menunduk. Dia dengan hati hati menjaga etika nya ketika berhubungan dengan salah satu dari Big Three Afsel ini.


Liu Xiu mengambil kesempatan untuk melihat lihat isi dari Kastil kepengurusan kota Li Tian, salah satu kita terbesar.


("Tidak ada hal khusus di dalam sini. Dan dilihat dari luar, tidak ada orang di dalam Kastil ini. Tapi rupanya seperti yang aku duga, ada banyak karyawan yang mengerjakan beberapa hal di sini. Aku agak khawatir ketika mendengar kantor ini hanya diurus oleh keluarga Li, tapi ternyata meraka tidak terlalu skeptis seperti itu.") pikir Liu Xiu.


Mereka membawa Liu Xiu ke sebuah ruangan, yang cukup besar dan luas. Tapi itu kosong dan hanya ada meja panjang yang mengisi ruangan itu. Sepertinya ruangan pertemuan.


Jian Koo menekan sebuah tombol sesaat, dan beberapa detik kemudian datang beberapa orang yang tergolong gopoh menghampiri, dan menunduk.


"Tolong layani tuan Liu Xiu sebentar. Dia adalah teman dari Nona." kata Jian Koo.


Salah satu pelayan wanita sedikit terkejut, dan menatap Yuan Yi dengan tatapan bangga yang seakan mengatakan "Akhirnya kau punya teman". Itu membuat Yuan Yi sedikit tersipu dan memalingkan mukanya sedikit.


Liu Xiu yang melihat itu paham, bahwa Yuan Yi memiliki kesulitan dalam memiliki hubungan sosial, dan dia menatap Yuan Yi dengan tatapan kasihan.


"Jangan lihat aku dengan tatapan seperti itu!!" teriak Yuan Yi walau dengan pipi yang memerah.


"Yuan Yi."


?!!


"Kita perlu bicara sebentar." kata Jian Koo dengan nada yang tegas. Itu membuat punggung Yuan Yi menjadi lurus, tapi dia hanya mengangguk.


"Dan untuk naik Liu Xiu, mohon maaf. Tapi tolong menunggu disini sejenak. Kami sudah menyiapkan beberapa hal untuk menyambut kedatangan nak Liu Xiu, jadi tolong nikmati itu." sambung Jian Koo, kini menatap Liu Xiu.


"Saya tidak cukup untuk berterima kasih..." Liu Xiu hanya menunduk, sebelum memandang mereka berdua yang perlahan pergi ke ruangan lain.