Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 6: Bab 16 - Kilas Balik dan Penghancuran



"Aku akan menceritakan nya." kata Ren setelah menarik nafas.


Segera seluruh wajah yang ada di dalam ruangan tersebut menjadi cerah, dan suasana yang ada disana menjadi lebih ringan. Tapi, itu hanya sesaat karena air muka tidak suka terpancar dari wajah Ren.


Edna sedikit bertanya tanya, kenapa Ren membuat wajah yang begitu frustasi? Tapi dia tidak menanyakannya.


Sedangkan Roy, dia sedikitnya senang ketika dia tahu apa yang terjadi di kota nya.


ZZTTT!!


Aliran sihir yang cukup besar mengalir dalam ruangan itu, dan segera, semua orang terkejut. Satu satunya orang yang baik baik saja adalah Ren, orang yang mengeluarkan sihir itu sendiri sambil hanya duduk tenang di sebuah kursi.


"Humm? Kenapa?" tanya Ren seraya menaruh tangannya ke bagian perut, mengeluarkan sihir penyembuhan untuk menyembuhkan tubuhnya sendiri.


Itu adalah sihir yang luar biasa, karena bisa mengimbangi, bahkan jauh lebih kuat dari kerusakan yang Ren terima. Itu adalah sihir yang sangat indah, karena tidak membuang satu pun Fehl yang dikeluarkan. Sihir itu adalah definisi efisiensi yang sebenarnya, yang memerlukan pengendalian sihir yang luar biasa.


Ren berpikir, tidak apa untuk menunjukkan semuanya sekarang, karena mereka sudah terlanjur mengetahui nya. Tapi, Ren berharap agar mereka tidak menganggap Ren sebagai monster atau sesuatu yang lain, karena kekuatan nya sekarang.


"Sihir yang luar biasa.... Bahkan jika ada 4 orang seperti aku yang merapal mantra nya, belum tentu hasilnya akan sebaik itu...." bisik salah seorang penyembuh yang ada di sana.


"Humm. Kenapa? Ini biasa aku lakukan. Yahh, kalian tidak tahu, tapi penghalang akan membuat tubuhku setidaknya lebih kuat untuk mengeluarkan sihir." ucap Ren dengan enteng.


Dia juga sedikit bermaksud pamer, karena orang orang ini dulu meremehkan Ren, jadi dia ingin menunjukkan beberapa hal yang tidak bisa mereka lakukan.


Dengan itu, orang orang yang ada di sana terdiam, melongo melihat pemandangan itu.


"Y-yahh, aku sudah kehabisan kata kata dengan mu, Ren." ucap Roy pelan seraya tersenyum pahit.


"Hufft. Bagaimanapun, akan lebih mudah untuk menceritakan semuanya. Dan aku juga membutuhkan waktu untuk menyembuhkan diri dan mengatur yang lain. Selain itu, sementara ini kita aman sampai kita bisa mengatur rencana selanjutnya..." jawab Ren dengan sedikit mengambil nafas lelah.


("Aku sedikit berharap mereka tidak berubah terlalu banyak setelah mengetahui semuanya.") batin Ren.


Dia melihat sekeliling lagi, dan mendapati wajah wajah yang tampak akan menyembah nya bagaikan dewa, dan menyerah pada pikiran nya sebelum nya.


"Baiklah. Jadi...."


Ren menceritakan semuanya, mulai dari saat pertama kali, ketika Suzu diculik, dan kelompok yang menculik Suzu ternyata adalah sebuah kelompok yang berencana untuk membangkitkan Demon Lord.


Dari sana, Ren juga mengaku, kalau yang mengagalkan rencana kelompok itu adalah Ren. Dengan kata lain, Ren menyelamatkan Suzu saat itu.


Karena tubuh manusia tidak kuat untuk mengeluarkan sihir yang sangat besar, Ren terluka parah dan dibantu oleh Ruly dan Edna. Itu yang membuat mereka mengetahui kekuatan Ren.


Ren sedikit mencari tahu soal kelompok yang menculik Suzu, dan menemukan ada seseorang yang berkhianat di dalam kota. Ren meminta bantuan Childe untuk menyelidiki sosok dibelakang semua ini, tapi tidak berhasil.


Dan saat dia menemukan tentang beberapa hal, ada sesuatu yang aneh muncul. Itu adalah beberapa monster hitam yang muncul di hutan wilayah kota Eldergale.


"Ahh, seingatku, aku pernah diberi laporan tentang sebuah monster aneh yang tidak diketahui cara membunuh atau bagaimana mereka muncul. Aku sudah menetapkan monster itu ke bencana rank B, yang berarti harus Adventurer tingkat atas yang melawannya." sahut Roy sambil mengingat ingat.


"Yahh, itu monster itu memang yang aku maksud. Itu bukan monster, sejatinya itu adalah sihir, yang sama dengan menyerang kita saat ini." jelas Ren.


"T-tunggu! Kau bilang monster hitam itu bukanlah makhluk hidup, tapi merupakan sihir?!" teriak Roy setengah tidak percaya.


Ren mengangguk, sambil terus bercerita.


"Ya. Itulah kenapa agak sulit menghancurkan nya. Tapi tidak sebegitu menyulitkan sebenarnya. Dan membuatnya juga tidak butuh banyak Fehl, jadi itu bisa dibuat secara massal." lanjut Ren.


"Hah? Itu tidak menggunakan banyak Fehl?! Ahh, jika dari prespektif mu, mungkin seperti itu, kah?" tanya Roy sambil sedikit menunduk.


Semua hanya diam, tapi mereka memiliki wajah sulit di muka mereka masing masing, terutama para prajurit yang selama ini menyepelekan Ren.


"Baiklah. Selanjutnya, aku dapat menemukan beberapa hal tentang kultus, dan keterlibatan mereka dalam hal hal buruk yang terjadi di kota ini. Ini menyebalkan, memang. Tapi aku belum bisa menemukan orang yang berkhianat di dalam kota."


"Aku bisa berspekulasi tentang tersangka, tapi aku tidak bisa begitu saja menuduh nya tanpa bukti." jelas Ren sedikit menunduk sambil mengepalkan tangannya.


Edna melihat itu agak canggung, karena dia merasa bahwa dia tidak bisa melakukan apapun untuk Ren. Yang bisa dia lakukan saat ini hanya menyentuh baju Ren, berniat untuk menghiburnya.


"Ahh, uhm. Kalau begitu, apa itu kultus yang sedang kita lawan? Dan kenapa kita sangat menentangnya? Dan juga, apa mereka benar benar memusuhi kita?" tanya salah seorang Adventurer di tengah tengah keheningan.


"Hei, Jiyo! Apa yang-"


"Tidak apa, Ayah. Pasti semua orang memiliki pertanyaan yang sama. Apakah perkataan seorang anak manusia lemah seperti ku bisa dipercaya?" kata Ren cepat menghentikan ayah nya yang sedikit marah kerena salah seorang Adventurer menanyakan hal itu


Itu seperti pernyataan yang menyangkal semua yang sudah Ren jelaskan tadi. Tapi Ren hanya tertawa pelan mendengar itu.


"Kau bilang bahwa bagaimana mungkin kita bisa tahu bahwa mereka memusuhi kita kah?" tanya Ren pelan.


("Itu sama saja seperti bertanya: 'Apakah mereka benar benar jahat?" begitu...") pikir Ren sambil menggerakkan giginya.


"Apakah mereka benar benar jahat? Begitu.... Uhm aku tidak bisa menjawabnya dengan pasti, tapi apakah menurut kalian mencoba memanggil Demon Lord ke dunia ini dan berusaha untuk membangkitkan Demon God adalah perbuatan baik? Kalau begitu aku tidak akan menentang nya lagi." jawab Ren dengan enteng.


"Huhh?!!" semua orang terkesiap mendengarnya. Bagaimanapun, nama Demon God sangat tahu untuk diucapkan di dunia ini.


("Kalian tidak akan tahu, bagaimana rasanya melewati itu semua!!") pikiran Ren menggeram marah.


Dia mengingat semuanya. Ketika dia pulang dari Furyuun tergesa gesa, dan mendapati seluruh kota nya sudah rata dengan tanah. Tidak ada lagi kehidupan, dan bahkan tunangannya sendiri, Syila terbunuh di depan matanya.


Tidak sampai disitu, Ren juga ingat penyebab kematian ibunya, yang tidak lain adalah Kultus juga.


Kultus itu melakukan percobaan terhadap Dark Magic yang ada dalam tubuh ibunya, membuat ibunya sendiri menjadi monster yang mengamuk dan memaksa Ren dan Edna untuk membunuh ibu mereka sendiri, dengan tangan mereka sendiri.


Tangan Ren tergenggam erat hanya dengan mengingat itu, dan tanpa dia sadari jari-jari nya sudah menancap di tangannya sendiri, menyebabkan beberapa tetes darah mengalir.


("Mereka tidak pernah tahu tentang itu, kah? Tidak... Ada baiknya mereka tidak tahu.") pikir Ren lagi, setelah melihat wajah mereka masing masing.


Dia pikir, dia mengingatnya. Wajah wajah orang yang ada di sini. Dia mengingat mereka.


Orang orang ini, yang terkapar di sepanjang jalan di kota, dengan pedang dan tongkat di tangan mereka. Ren tidak menyadari mereka sebelumnya, tapi Ren tahu, mereka akan tetap berjuang apa pun yang terjadi.


("Hufft. Aku yakin aku bisa mengubah dan menyelamatkan masa depan dimana mereka hidup! Tidak, ini bukan seperti keinginan ku. Ini adalah suatu keharusan untukku!") kata Ren dengan yakin dalam hatinya.


Itu adalah cara pikir Ren yang optimis seperti biasanya, tapi dia menempatkan nya di tempat yang salah.


"Yahh, itu hampir semuanya, tapi-"


BUMMM!!!!


Suara ledakan kali ini terdengar sangat keras. Pada awalnya, itu terdengar di awal, ketika Dela berusaha untuk memecahkan penghalang yang dibuat Ren. Tapi Dela sudah pergi, apa yang membuat suara itu?


Semua orang juga segera terusik, saling berpandangan. Ren mulai menghentikan penyembuhannya, dan mulai turun dari kasur.


BSZSZZSSTTT!!!! BOOMMMM BOMMMM BOMMM!!!


Suara itu sekarang semakin keras, bahkan bangunan tempat mereka berada sekarang terguncang hanya karena suara itu.


("Sesuatu sedang menyerang penghalang? Apakah itu akan rusak? Tidak tidak! Penghalang itu aku buat hampir dengn 3 kali semua Fehl ku, loh! Yahh mungkin terlalu besar, tapi aku cukup yakin dengan kekuatannya.") tanya Ren mulai khawatir.


"A-apa itu sebenarnya?!!" tanya Roy mulai kehilangan kesabaran nya.


?!!


Sebuah kekuatan sihir luar biasa besar tiba keluar, beserta perasaan orang yang menggunakannya mengalir dalam sihir itu.


Perasaan marah, sedih, keinginan membunuh, bahkan gembira mengalir dalam ledakan sihir barusan, memberikan serangan mental secara tidak langsung pada Ren dan yang lainnya.


Beberapa Adventurer terjatuh, dan ada juga penyembuh yang kurang kuat mentalnya pingsan, hanya dengan merasakan sihir yang dikeluarkan barusan.


("Bohong, kan? Kekuatan sihir ini, hampir setara dengan Sova! Tidak mungkin ini ada! Dan juga, seluruh mana berkumpul seperti itu, apa dia merencanakan suatu sihir besar?") tanya Ren mulai sedikit panik.


Tidak hanya itu, ketika semua orang mulai berdiri dari serangan mental itu....


BZZZTT ZZZTTT ZZTTT!!!!


[Critical Perception] Ren menyala.


?!!


"SEMUA!! KITA-"


BLARZZTTTTT!!!!!!


Sebuah guncangan hebat terjadi, setelah suara aneh mengelilingi mereka.


Bidang pandang semua orang segera menjadi putih, dan mereka tidak bisa merasakan ke lima indra mereka. Dan semua merasa, kaki mereka telah kehilangan pijakannya.


Tidak, mungkin tidak tepat jika dikatakan demikian. Hanya mereka yang ada di dalam penghalang itu, terlempar ke langit hanya karena dampak yang diberikan oleh sihir yang menyerang penghalang Ren.


Hari itu, sihir besar tingkat lanjut dikeluarkan 2 kali, yang pertama untuk melindungi, yang kedua untuk menghancurkan.


Sihir dengan warna merah kehitaman yang menyerang pelindung yang dibuat oleh dari segala arah menandai peluncuran sihir kedua


KRTTAK TRAKKKK!!!!


Dengan ditandai suara itu, penghalang yang dibuat Ren pecah, menjadi butiran butiran cahaya yang bagaikan bintang yang bertaburan di langit malam yang indah.


Walau penghalang itu sendiri hancur, kota Eldergale yang seharusnya dilindungi sudah tidak berbentuk. Rata dengan tanah, tidak. Itu sedikit lebih baik. Itu adalah penghancuran total, dengan hanya tersisa puing puing yang hampir hancur seperti pasir. Tidak hanya itu, beberapa tanah sudah tercungkil dari bumi, menandakan seberapa hebat daya ledak sihir tadi!


SSSSHHHHH...


Suara puing pasir yang berjatuhan terdengar, ketika sebuah gundukan puing pasir itu mulai terpinggirkan. Terlihat lingkaran dengan diameter 15 terbuat, bersih tidka terkena serangan apa pun.


Orang orang yang ada di dalamnya hanya terduduk, tidak bisa mencerna apa yang terjadi.


Itu adalah Ren.


Dia di saat sat terakhir mampu membuat sebuah penghalang kecil yang mampu melindungi semua orang yang ada di dalam kamarnya.


Tapi....


"A-apa y-yang t-ter.... jadi???" rintih Ren pelan.


Di hadapannya, kerikil kerikil bekas puing terhampar, dengan keadaan mengerikan! Bagaimana dengan keadaan orang-orang, itu tidak perlu ditanya.


Beberapa orang yang ada di mansion Larvest bahkan tidak tampak berbekas, hanya ada beberapa cipratan darah dan benda benda menjijikkan yang tampak seperti beberapa bagian tubuh.


Ren terduduk, tidak percaya.


"Benar benar....." suara lirih Ren terdengar, hampir tertutup suara tangis yang dia keluarkan.


"APA YANG TERJADI?!!!" teriaknya frustasi.