
"Aku adalah Raja Tian Xu, Raja Kerajaan Tian." sosok itu melakukan perkenalan.
"Apa maksudmu? Tidak ada yang namanya Kerajaan Tian di sekitar sini, bahkan di seluruh dunia ini. Ada Kerajaan Afsel di dekat sini apakah itu yang kau maksud? Maafkan aku, tapi aku benar benar tidak tahu nama Kerajaan Tian." jawab Liu Xiu.
Raja itu terlihat sedih, menundukkan kepalanya dan memandang kebawah. Tak lama, dia mengangkat kepalanya, dengan mata yang terlihat kosong.
"Memang. Kami dilupakan oleh sejarah. Dengan kata lain, dihapus dari sejarah." jawabnya.
"Dilupakan, sejarah?" tanya Liu Xiu pelan. Dia pernah mendengar itu sebelumnya, tepatnya Albert. Dia ingat bahwa dia sama sama dilupakan sejarah. Selain itu, negara yang memanggilnya, Yuran juga tidak ada dalam sejarah manapun.
Liu Xiu berfikir sesaat, memikirkan apakah mereka berdua saling berhubungan. Tapi hanya itu yang bisa dia pikirkan.
"Apakah kau tahu negara Yuran?" tanya Liu Xiu.
Seketika, mata Tian Xu membulat. "Dari mana kau tahu nama itu? Katakan! Tolong katakan padaku! Kenapa kah bisa tahu?" tanyanya sambil mengguncang badan Liu Xiu.
"Tenanglah! Aku tahu itu dari seseorang bernama Albert. Tidak. Pahlawan Albert. Apa kau kenal?" tanya Liu Xiu lagi.
Seketika, Tian Xu berlutut. Dia menangis, tapi masih berusaha untuk menutup wajahnya dengan tangan. Walau begitu, air matanya tetap jatuh, luber dari tangan tangannya.
"Juru Selamat Albert. Sudah lama aku tidak mendengar nama itu." katanya.
("Humm. Berarti jelas dia adalah salah satu bagian dari peradaban kuno. Dengan begini, beberapa potongan masa lalu mulai terkumpul.") pikir Liu Xiu. Dia lantas memandang langit, lalu melihat ke sekeliling nya.
Sebuah istana megah, dengan gaya arsitektur China namun dicampur ke barat baratan. Agak tidak cocok, tapi itu tetap terlihat cantik.
Berganti posisi, Liu Xiu melihat ke arah masyarakat. Semua terlihat biasa saja, bahkan bisa dibilang bahagia. Liu Xiu tidak mengerti kenapa mereka bisa begitu bahagia padahal mereka sudah mati. Dan juga, mereka terjebak di keseharian yang sama. Apakah itu tidak menyiksa?
"Bisakah kau menceritakan apa yang terjadi? Tapi pertama-tama, tolong lepaskan dia. Atas namanya, aku memohon, dan meminta maaf. Jika dia memiliki kesalahan atau apapun." kata Liu Xiu sambil menundukkan kepalanya dalam dalam.
"Tidak tidak. Saya yang beruntung disini. Tampaknya, kenalan Yang Mulia Pohon Dunia ada disini, dan jelas anda memiliki senjata untuk menghilangkan kami, tapi tidak menggunakannya. Padahal saya tahu, jika anda berniat membunuh kami semua, itu mudah." jawab Tian Xu.
Liu Xiu sedikit tersenyum kecut mendengar itu, tapi segera menegakkan punggung nya lagi.
Fischia dibawa dengan sihir mendekati Liu Xiu, dan beberapa ikatan yang mengikat Fischia. Walau Fischia sedang pingsan, dia bisa merasakan itu, dan ekspresi wajah yang kesakitan berubah semakin tenang, dan akhirnya dia bernafas seperti biasa.
"Terima kasih. Aku pastikan aku akan memberinya hukuman yang sesuai nanti." kata Liu Xiu dengan senyum di wajahnya.
"Uhm untuk itu, bagaimana mengatakannya. Dia memberikan beberapa makanan sisa dan tulang untuk Sie Lan, roh harimau penjaga hutan ini. Jadi kami sedikit marah karena merasa itu adalah penghinaan untuk Sie Lan. Jadi kami menculiknya." jawab Tian Xu.
"Tidak. Aku menghormati budaya kalian." sahut Liu Xiu. "Ngomong ngomong, bisakah kau ceritakan tentang negara negara dan masa lalu? Khususnya bagaimana mereka bisa dilupakan." sambung Liu Xiu.
Tian Xu mengangguk. Dia lantas menceritakan tentang apa yang terjadi di masa lalu. Tapi kebanyakan itu sudah diceritakan oleh Albert.
Memang ada cerita yang tidak lengkap, tapi saat Liu Xiu bertanya, Tian Xu menjawab bahwa mereka tidak memiliki ingatan itu.
Itu berarti entah bagaimana ingatan mereka juga dihapus.
"Maafkan saya karena tidak bisa memberi info lebih banyak. Kebetulan, boleh saya meminta nama anda?" kata Tian Xu setelah mengakhiri ceritanya.
"Tidak apa. Mau bagaimana lagi, bahkan Albert juga tidak tahu hal itu. Dan namaku, namaku Liu Xiu. Minta tolong pada Sova untuk memperbaiki penghalang ini, karena aku benar benar tidak bisa menggunakan sihir. Juga sampaikan permintaan maafku." kata Liu Xiu sambil menunduk sekali lagi. Tapi perkataan itu membuat Tian Xu terkejut.
"A-apa?! Anda tidak bisa menggunakan sihir? Maaf bila saya lancang, tapi apa ras anda, tuan Liu Xiu?" Tian Xu melotot tidak percaya.
"Aku manusia. Apa yang kau pikir di awal?" jawab Liu Xiu.
"T-tidak. Saya hanya berpikir bahwa anda adalah ras iblis. Karena anda memiliki bekas Dark Magic yang sangat kuat, dan kekuatan anda juga berbeda. Sekali lagi, maafkan saya." kata Tian Xu.
"Yahh, salah bisa saja. Tapi untuk menjadi iblis, itu agak keterlaluan. Iblis tidak ada di dunia ini, kau tahu. Untuk memanggil nya saja sangat sulit, jadi tidak mungkin aku ras Iblis." jawab Liu Xiu sambil bercanda.
"Ahahaha! Saya kira anda datang dari benua iblis dan menyamar menjadi manusia!" kata Tian Xu.
Mereka berdua pun tertawa bersama, bahkan Liu Xiu juga sampai menepuk baju Tian Xu. Tapi dia menyadari kata kata Tian Xu yang aneh.
"Heh?"
"Kau bilang ada sebuah benua yang berisi iblis?" tanya Liu Xiu sedikit meninggikan nada suaranya.
"Ya! Kayanya, Raja Iblis akan bangkit setiap beberapa ratus tahun sekali, dan selalu berawal dari benua iblis. Dan ketika seluruh negara tidak kuat karena serangan Iblis, maka pahlawan dari dunia lain akan datang untuk menyelamatkan kita!" jawab Tian Xu dengan yakin.
Liu Xiu lagi lagu diam mendengar itu, tapi dia mengangguk senang.
("Lagi lagi sebuah sebuah penyimpangan sejarah. Ahh, aku mulai merasa bahwa semua yang aku alami ini tidak nyata. Bahkan aku mulai meragukan keberadaanku sendiri.") pikir Liu Xiu.
Tapi dia memilih untuk tidak membicarakan itu dengan Tian Xu, dan melangkah pergi.
Tak lupa, dia membawa Fischia, karena sejak awal tujuannya adalah itu. Dan dengan diantar oleh Tian Xu, mereka kembali ke titik dimana Liu Xiu masuk ke dunia astral, di dekat air terjun.
"Jangan lupa ini. Kamu selalu mengawasi semua orang yang ada di daerah ini, jadi tolong jangan lakukan sesuatu yang aneh jika di sekitar sini. Dan juga...." Tian Xu terlihat mengatakan sesuatu pada Liu Xiu, yang membuat Liu Xiu tertawa senang.
"Baiklah! Terima kasih, Tian Xu. Aku berhadapan atas kebahagian mu dan orang orang mu!" teriak Liu Xiu sambil melambaikan tangan.
Dengan begitu, mereka kembali ke dunia mereka, dimensi 3.