Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 4: Bab 22 - Sore Hari yang Indah.



Itu adalah sore hari di hari yang sama. Liu Xiu baru bangun dari tidurnya, setelah dia melakukan sihir besar untuk bisa menyelamatkan ketujuh wanita yang dia ambil dari markas ilmuwan gila.


Tapi Liu Xiu tidak tahu, bahwa orang itu adalah salah satu kandidat dari "Ten Apostle of Demon God" yang kesepuluh.


Karena saat itu, Liu Xiu membunuhnya, maka mereka kekurangan orang, dan ilmuwan gila itu akan direkrut ke masuk. Tapi sayang Liu Xiu justru membunuhnya terlebih dahulu.


Sebuah kebetulan yang luar biasa.


"Huffr. Sudah lama aku tidak tidur selama ini." kata Liu Xiu sambil meregangkan otot otot nya.


Dia berencana untuk menetap di Pohon Dunia untuk sementara waktu, sampai ketujuh wanita itu sadar dan mampu melakukan beberapa pekerjaan sendiri. Selain itu, ada hal lain yang membuat Liu Xiu penasaran.


"Orang itu, salah satu Reinkarnator. Aku tidak tahu masa lalunya, tapi pasti berat baginya untuk mengalami hal seperti ini bahkan di kehidupan kedua nya." kata Liu Xiu sambil menatap langit.


Dia memiringkan kepala, mencoba melihat ke tempat dimana dia bertemu dengan Sova.


Liu Xiu melihat ke bawah terlebih dahulu, mencari Xi siapa tahu dia khawatir tapi sepertinya dia sedang sibuk, jadi Liu Xiu mengurungkan niat nya untuk menghampiri Xi.


"Baiklah. Bagaimana kalau kita coba."


"Release!" kata Liu Xiu sambil bersiap siap. Dengan meneriakkan kalimat itu, dia membuka satu batas yang ada di tubuhnya. Dia mencoba melompat sekuat tenaga dari altar rumah Xi.


"Whoa?!!" Liu Xiu setengah berterial ketika dia melompat sangat tinggi, hingga puluhan meter. Dia bahkan melayang terus hingga mendekati dinding barang pohon.


Melihat itu, Liu Xiu melompat dengan menendang batang pohon lagi, dan dengan gerakan zig-zag dia mampu naik perlahan hingga ke dedaunan yang berada di balik awan. Dia berniat untuk menyapa Sova setelah bangun.


Tapi ketika melayang~


"Haloo!!" sebuah suara dan tubuh tiba tiba melayang di hadapan Liu Xiu.


?!!


Liu Xiu yang terkejut tidak sengaja salah menginjak dahan, dan berakhir dengan menabrak sebuah pohon dengan keras.


"Ugh... Sova... Kau mengejutkan ku." kata Liu Xiu sseraya mengelus dahinya yang sedikit benjol.


"Ha ha ha! Itu bagus. Aku memang sengaja untuk muncul tiba tiba dan memberi kejutan padamu." kaya Sova sambil tertawa senang.


"Aku beritahu, aku benar benar tidak menyukai kejutan." jawab Liu Xiu.


Suasana tiba tiba menjadi hening. Saat ini mereka berdua sedang duduk di atas datang, sambil memandang matahari yang mulai tenggelam.


"Kau tahu? Kalau kau ingin menemui ku, kau bisa bicara pada semua tumbuhan yang ada di hutan ini. Aku bisa sampai disana dengan segera. Mirip seperti teleportasi, tapi ini kemampuan khusus milikku." kata Sova sambil mengedipkan mata kanannya.


"Huftt. Bagaimana kau tahu aku mencarimu?" tanya Liu Xiu.


Sova tertawa sedikit, sebelum melayang lagi memutari Liu Xiu.


"Aku merasakan sesuatu yang terbang dengan kecepatan tinggi ke atas. Tidak ada hal yang mungkin bisa sampai kemari karena di daerah ini, Keilahian sudah tinggi. Maka aku tahu bahwa itu adalah kau." jawab Sova.


Mendengar itu, Liu Xiu hanya mendengus kesal. Dia tidak tahu bahwa salah satu makhluk terkuat ini bisa memiliki banyak kemampuan.


"Kalau begitu, apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya Sova.


"Baiklah, Sova. Apa kau tahu tentang Reinkarnator?" tanya Liu Xiu. Itu membuat Sova tersentak mendengar itu. bajak raut wajahnya juga berubah.


"A-aku tahu. Kenapa?"


"Ceritakan padaku." kata Liu Xiu.


Awalnya, Sova menolak itu mentah mentah. Tapi karena Liu Xiu terus meminta dengan wajah serius, Sova akhirnya menyerah dan menceritakan tentang beberapa hal yang dia tahu.


***


"Selamat malam, Liu Xiu. Aku tidak melihatmu dari tadi. Dari mana? Apakah ada sesuatu?" tanya Xi ketika menyambut Liu Xiu yang sudah kembali.


"Tidak. Aku hanya menggerakkan tubuh. Kau sendiri bagiamana? Aku lihat kau agak sibuk tadi." jawab Liu Xiu.


"Hmmm, aku memang cukup sibuk, tapi aku bisa mengatasi semuanya. Orang orang juga mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Selain itu, aku juga harus memberikan pengertian pada mereka mengenai bahaya yang ada. Selain itu-"


"Bukanlah itu terlalu banyak? Kau tidak memaksakan diri, kan?" sela Liu Xiu.


"A-ahh, aku sudah mengambil cukup istirahat kok, jangan khawatir." jawab Xi sedikit terbata bata sambil memutar bola matanya untuk mencoba mencari alasan.


Liu Xiu sedikit tertawa mendengar itu, lalu menepuk baju Xi.


"Kau tidak ahli dalam berbohong, Xi. Kau harus lebih banyak berlatih. Jangan terlalu memaksakan diri, Xi. Banyaklah istirahat. Jika kau jatuh sakit, semua akan menjadi kacau, kau tahu!" kata Liu Xiu sambil mulai melangkah ke dalam rumah.


"Ini memang tugasku, dan lagi, hari ini sudah berakhir. Aku bisa beristirahat setelah ini." kata Xi.


"He hei. Jangan keras kepala. Memang kau bisa beristirahat nanti, tapi jangan terlalu berlebihan besok." kata Liu Xiu sambil mengapit pipi Xi dengan kedua tangannya.


Xi tersentak sesaat, tapi setelah beberapa detik kemudian dia sadar dan menganggukkan kepalanya mengerti.


"Baiklah. Kalau begitu, bagaimana dengan yang lainnya? Apakah mereka sudah ada yang sadar? Atau masih seperti kemarin?" tanya Liu Xiu.


Xi memalingkan wajahnya yang merah dan menjawab dengan terbata bata.


"Y-ya. Mereka masih belum bangun. Jadi belum ada perubahan. Asa kemungkinan besok meraka akan bangun, tapi itu belum tentu." jawab Xi. Dia kemudian berjalan di dpan Liu Xiu, berharap wajahnya tidak terlihat.


"Baiklah. Ayo kita makan." kata Xi sambil memanggil beberapa alat dan itu datang dengan segera.


Makan malam itu terasa sepi, karena Xi hanya menjawab dengan beberapa jawaban singkat, yang membuat Liu Xiu merasa aneh. Tapi tiba tiba, Xi melontarkan pertanyaan.


"Hey, Liu Xiu. Kapan kau akan pergi? Apakah setelah mereka semua mampu mempelajari tentang banyak hal, atau ada patokan tertentu?" tanya Xi. Sepertinya itu yang mengganjal pikirannya sedari tadi.


"Yahh, aku tidak berencana untuk berhenti di sini, karena sejak awal ini adalah Quest... " Liu Xiu menarik nafas panjang.


Itu membuat Xi sedikit melamun, seperti sedang memikirkan banyak hal.


"Aku akan segera pergi setelah beberapa urusan di sini selesai. Dan juga jangan lupa untukmu membayar ku!! Aku juga butuh uang, kau tahu?! Aku baru mendapat bayaran dari Sova, tapi aku belum mendapatkan nya darimu!" ujar Liu Xiu agak keras sambil bercanda.


"Ahh. Umm. Itu benar. Aku akan membayarmu jika kau pergi. Tidak, tunggu. Aku memberimu tempat tinggal disini, bukankah itu bayaran?" tanya Xi.


"Itu berbeda." sahut Liu Xiu membuat mereka berdua tertawa.