
"Baiklah! Penghalang sudah pergi, dan aku yakin semua orang yang ada disini pasti bisa dipercaya!" kata Shelan kembali dengan wajah ceria.
("Perubahan karakternya yang sangat cepat benar benar sangat mengerikan, kau tahu?!") Liu Xiu tak sengaja menanggapi itu dalam hatinya.
Mereka semua yang ada dalam ruangan dengan segera tahu, bahwa apa yang akan mereka dengar selanjutnya benar benar masalah serius. Setidaknya cukup untuk menjadi sebuah rahasia negara.
Rossie yang memahami itu menutup mata, sedikit mengangguk pelan.
"Humm. Kalau pembicaraan ini sebegitu penting, aku akan sedikit membantu." kata Rossie pelan.
Dia menyentuh tingkat putih yang ada di sebelah kirinya, mengangkat sedikit dan menghentakkan nya pelan ke lantai.
Dan dalam hitungan detik, muncul sebuah sihir yang membatasi mereka semua dengan dinding transparan yang mencakup semua ruangan.
"Ini adalah sihir penghalang suara. Jadi suara yang ada di dalam tidak akan keluar, tapi suara yang diluar bisa masuk." jelas Rossie.
"Terima kasih, Rossie!" jawab Guild Master.
"Oke. Kita ke masalah utama sekarang."
"Pada pagi tadi, kami kedatangan tamu luar biasa. Mereka berdua adalah Adventurer Rank-S negara ini, Undefeated Beast, Luna dan Sealed Book Mage, Sara. Kalian semua pasti sudah pernah mendengar nama ini." kata Shelan.
("Siapa?! Luna? Sara? Siapa mereka?!") sebenarnya, Liu Xiu tidak tahu apa apa, tapi dia hanya mengangguk karena tidak ada orang lain yang menanyakan hal itu.
"Mereka memiliki misi khusus, yang hanya diketahui oleh para Guild Master. Yaitu menyelidiki beberapa aktivitas yang ada di hutan sekitar Li Tian. Yahh, sebenarnya ada beberapa aktivitas lain, tapi itu diurus oleh para Guild Master secara langsung."
"Sebenarnya mereka memiliki tugas hanya untuk menyelidiki, bukan menyerang, karena itu adalah tugas untuk tim ekspedisi tahun ini."
("Aku tidak pernah dengan kami akan menyerang hal itu!!") Liu Xiu berteriak memberi tanggapan dalam hatinya, karena dia sudah melihat bahwa yang mereka lawan adalah Demon.
"Tapi mereka ketahuan, dan langsung diserang oleh objek yang mereka awasi, sampai akhirnya terjadi pertempuran di sana, karena mereka khawatir jika pertempuran terjadi di dekat kota akan lebih berbahaya."
"Dan begitulah, mereka berhasil kembali walau dengan luka di seluruh tubuh. Sara kehabisan MP, dan Luna kelelahan. Tapi beruntungnya dia sempat menjelaskan beberapa hal padaku." cerita Shelan panjang lebar.
Itu membuat wajah semua orang terlihat penasaran, lagi kecewa. Dan tentu, semua merasa aneh.Kenapa misi rahasia yang hanya dikatakan pada para Guild Master sekarang dibuka seperti itu bukan rahasia lagi?
Tapi tidak ada yang angkat suara mengenai hal itu.
"Mereka sampai terluka seperti itu? Aku penasaran selemah apa Adventurer Rank-S sekarang." Rossie mengeluh, memecah keheningan.
"Yahh, dengarkan dulu. Kau tidak tahu apa yang mereka lawan, bukan?" ucap Shelan sedikit mengetuk meja kayu.
"Mereka melawan dua ras Demon." lanjutnya.
"""HEH?!!""" suara tanya yang saling tumpang tindih terdengar, dan seketika orang orang berdiri, menghentak meja.
"Tidak bisa dipercaya?!"
"Bagaimana mungkin?!!"
"Itu pasti sebuah kesalahan!"
"Demon? Apakah mereka tidak salah lihat?"
Segera ruangan rapat menjadi ricuh, padahal hanya ada enam orang di dalam ruangan itu. Sementara itu, Liu Xiu hanya diam sambil sedikit memainkan karakter yang marah.
Tidak, dia benar benar marah mengingat ras Demon yang berhubungan dengan kultus.
"Guild Master Shelan! Apa kau tidak salah? Ras Demon? Benarkah itu? Mereka sudah punah dan disegel di dunia lain selama ratusan tahun lalu!" teriak Yuan Yi, berdiri sambil menggebrak meja tidak percaya.
"Ledakan sihir terakhir, itu bukanlah sihir biasa. Itu adalah ledakan inti iblis. Menurut catatan, ledakan itu mengeluarkan beberapa petir biru, dan juga mengacaukan aliran sihir. Itu cocok dengan ledakan sihir terakhir dan kesaksian Luna sebelum dia aku tidurkan." jelas Shelan.
Ruangan rapat menjadi hening. Sepertinya mereka semua sudah tahu bagaimana mengerikannya ras Demon.
Semua terdiam, seperti memiliki sesuatu yang mereka pikirkan. Lebih tepatnya, mereka memikirkan suatu hal yang berbeda. Tapi, yang paling mereka pikirkan tetap sama, ras Demon.
Sampai suatu ketika, salah seorang di sana mengangkat tangan, memecah keheningan.
"Anu.... Aku ingin bertanya sedikit. Jika kau tahu itu adalah sihir ras Demon, apakah berarti salah satu Demon sudah mati?" tanyanya. Itu sedikit mengejutkan peserta rapat, tapi segera menoleh ke arah Shelan.
"Hufft. Benar. Salah satu dari Demon itu sudah mati, dan tersisa satu sudah dalam kondisi yang buruk." jawab Shelan.
Mendengar itu, peserta rapat sedikit menarik nafas lega, setidaknya berita buruk sedikit berkurang.
"Bagaimana kondisi Iblis yang satu lagi? Apakah cukup baik untuk melarikan diri?" kini Liu Xiu yang berganti mengangkat tangan. Dia tidak ingin terdengar mencolok, tapi tidak berbuat apapun juga mencolok. Jadi dia memutuskan untuk bertanya.
"Yahh, kata Luna, dia melemparkan tombak ke kakinya, menyebabkan salah satu kakinya tidak bisa digerakkan, atau bisa dibilang dia lemah sekarang." jawab Shelan.
"Kalau begitu-"
"Kita tidak bisa terburu buru, Yin Wang. Memang, dia terluka. Tapi akan berbahaya untuk kita berpikir dia terluka. Bisa saja dia menyembuhkan diri, atau melakukan sesuatu hingga dia dalam kondisi prima." Shelan menyela Yin Wang sebelum bisa menyelesaikan kalimatnya.
Yin Wang terlihat kesal, tapi dia tidak bisa menyangkal apapun. Bagaimana pun juga, Shelan benar.
"Kata Luna, Demon yang tersisa adalah jenis yang bisa bertarung jarak dekat, tapi memiliki kekebalan tubuh yang luar biasa. Jika pertarungan satu lawan satu, dia adalah lawan yang buruk bagi Rossie, ataupun Chloe."
"Jalan terbaik adalah membiarkan Yin Wang untuk menahan Demon itu, dan Rossie menyerang dari belakang. Tapi, jika Yin Wang bisa mengalahkannya karena Demon itu melemah, kita tidak perlu turun tangan." lanjut Shelan lagi.
Semuanya mengangguk dengan ekspresi serius. Tidak ada lagi kesombongan atau pertandingan harga diri diantara mereka. Itu menandakan mereka adalah Adventurer yang berpengalaman, dan lebih memilih hidup daripada hal remeh lain.
"Lalu bagaimana jika dia berjalan ke kota? Jika dia berniat melakukan hal yang lebih berbahaya, seperti meledakkan diri di tengah kota, apa yang harus kita lakukan?" tanya Yuan Yi.
"Humm. Itu sangat merepotkan. Kalau begitu, kita akan menyisir pinggir setiap pinggir hutan, untuk berjaga jaga jika Demon itu memutar dan berjalan ke kota."
"Tapi tetap, grup utama adalah mereka bertiga. Aku minta agar yang lain di dalam ruangan ini untuk menjadi jaring." jawab Shelan, sambil menggambar jaring lingkaran di peta sihir yang dibuatnya.
Semua mengangguk mengerti, dan Shelan juga terlihat puas dengan itu semua.
"Baiklah. Kalau begitu, aku anggap kalian semua tidak ada yang keberatan, bukan?" tanya Shelan, bersiap untuk mengakhiri rapat.
("Heh? Benarkah? Tidak ada yang menyadari ini?!") pikiran Liu Xiu sedikit berteriak.
"Sepertinya tidak ada."
"Ya ini rencana yang bagus."
"Tidak buruk."
Orang orang di sana terlihat senang, dengan rencana yang barusan dibuat Shelan dan tidak menyadari apa yang Liu Xiu pikirkan.
("Benarkah tidak ada yang menyela? Kalau seperti ini, masalah Demon Lord Army tidak akan disadari!!") hati Liu Xiu semakin panik, dan itu tampak di wajahnya yang sedikit tersenyum aneh.
"Kalau begitu, rencana pengejaran Dem-"
"Tunggu sebentar!!" teriak Liu Xiu mengangkat tangan.
("Ahh, aku merasa deja vu....") batin Liu Xiu terdengar lelah.