
"Hufft... Ini cukup melelahkan, untuk berlari memutar, agar tidak disadari Rhion." kata seseorang pelan sambil mencari tempat yang tepat di atas pohon.
Itu adalah Liu Xiu, yang sudah berlari menyusuri hutan, untuk mencari keberadaan Rhion, dan dia menyadari Rhion baru hampir sampai ke pinggiran ledakan terjadi. Dia juga sudah mengganti wujudnya kembali menjadi Liu Xiu biasanya.
Setidaknya, Liu Xiu bersyukur karena memilih untuk meninggalkan Rhion agar dia bisa berangkat lebih cepat ke tempat kejadian.
Kalau tidak, dia akan melewatkan pertarungan Luna dan Demon tadi, dan bisa saja Luna dan Sara sekarang sudah mati atau terluka parah karena ledakan tadi.
Dari jauh, Liu Xiu memperhatikan Rhion yang mengelilingi tempat itu dengan wajah waspada.
"Sepertinya, dia sedang mencari petunjuk tentang kejadian ini, kah? Yahh, seperti yang biasa dilakukan oleh para Adventurer lain." bisik Liu Xiu sambil mengawasi Rhion dari kejauhan.
Tentu, dia menghilangkan semua keinginan ketika mengawasi Rhion, kalau kalau Rhion bisa merasakan tatapannya dari kejauhan. Seperti hal nya Liu Xiu, yang bisa merasakan tatapan seseorang dari jarak jauh, atau perasaan membunuh yang mengalir dalam tatapannya.
Walaupun itu sedikit tidak mungkin, karena sangat jarang orang yang bisa melakukan itu.
"Yahh, bagaimanapun dia mencari begitu keras, tidak akan ada yang tersisa di tempat ini. Bagaimanapun, ledakan tadi menghancurkan semua bukti, bahkan jejak sihir, dan mana di sekitar juga dihancurkannya. Betapa sihir ras yang mengerikan." gumam Liu Xiu sambil sedikit menghembuskan nafas lelah.
DUGG?!!
Lagi lagi, jantung Liu Xiu berdetak dengan keras, seperti pertama kali Liu Xiu bertemu dengan Rhion di hutan.
"Pe-perasaan apa ini? Rasa takut lagi? Tidak mungkin!" Liu Xiu berusaha sekeras mungkin untuk menyangkal, tapi tubuhnya tidak.
Dia memperhatikan apa yang Rhion lakukan, sementara badannya bergetar. Sekali lagi, Liu Xiu memastikan, bahwa dirinya sama sekali tidak takut. Tapi beberapa hal di dalam dirinya membenarkan itu.
Sementara itu, Rhion hanya melakukan beberapa ritual kecil disana, tapi itu justru semakin menakutkan bagi Liu Xiu.
"Apa ini? Apa apaan ini? Ada apa dengan tubuhku? Apa aku takut dengan dia? Apa kemampuannya? Bukankah dia hanya pendekar roh biasa?" tanya Liu Xiu kesal tidak terima dirinya yang terus mundur dari Rhion.
Sampai akhir nya, dia menyadari.
"Tunggu. Pendekar Roh? Kenapa dia repot repot mencari energi kehidupan? Bukankah dia Elf? Dan seharusnya lebih mudah baginya untuk mempelajari sihir, bukan? Selain itu..." Liu Xiu mengubah tangannya ke dagu, mencoba sedikit berpikir.
"Energi kehidupan ini bukanlah sesuatu yang mudah digunakan, atau bisa dibilang tidak lazim digunakan di dunia ini." katanya lagi.
Dia menggunakan [Evaluator] untuk menilai Rhion, dan melihat apakah dia berbohong atau tidak.
"Hufft. Aku menggunakan banyak skill yang sudah lama tidak terpakai hari ini, bukan? Itu sedikit menggangguku." kata Liu Xiu lagi.
Dia menilai Rhion, dan menemukan dia tidak berbohong tentang identitasnya. Tapi dia menemukan sesuatu yang menarik.
"Huum. Kasus yang sama dengan kak Ruly, kah? Dia memiliki Fehl yang sangat sedikit, untuk ukuran Elf. Tapi dia memiliki beberapa skill yang luar biasa!" kata Liu Xiu, ketika melihat ada beberapa skill langka disana.
"Tapi, gelar apa ini? "A Bad Dream for Spirit"? Aku tidak tahu apakah itu gelar yang bagus atau tidak?" Liu Xiu menggumam, sambil mengamati status Rhion.
Sudah cukup lama Liu Xiu menguntit Rhion, mungkin saatnya dia muncul.
Dia melompat turun dari pohon, dan mulai memposisikan diri agar dia terlihat mengejar Rhion. Tak lupa, Liu Xiu mengatur agar nafasnya menjadi lebih cepat, terdengar seperti terengah-engah.
"Huuffft.... Hahh! Apakah disini?" dari kedalaman hutan, Liu Xiu sedikit tertatih-tatih mulai menuju tempat terjadinya ledakan.
Rhion yang mendengar itu sedikit mendengus sesaat, sebelum mengubah wajahnya dan berteriak.
"Hey! Liu Xiu! Kemari! Cepat!!" teriaknya sambil melambaikan kedua tangannya, memberi tanda. Liu Xiu hanya terlihat bingung, dan berusaha terlihat memaksakan diri untuk berlari lebih jauh.
Saat Liu Xiu berlari, dan keluar dari hutan dia membuat wajah terkejut seakan tidak percaya.
"Hwa wa wa wa! Kenapa? A-apa?! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?" tanya Liu Xiu sambil sedikit menutup mulutnya. Dengan skill [Poker Face] yang selalu aktif, kebohongannya menjadi sempurna.
"Jangan tanya aku. Aku baru saja tiba kemari, dan mendengar beberapa ledakan mengerikan, juga pilar api yang luar biasa. Apa kau melihatnya?" tanya Rhion.
"Y-ya. Aku melihatnya deri kejauhan. Aku kira itu hanya ilusi semata, tapi tak kusangka ini benar benar nyata." jawab Liu Xiu.
Rhion tampak berpikir sesaat, dan menoleh ke sekeliling, sepertinya mencari dan merencanakan sesuatu.
"Humm. Kalau sihir yang dikeluarkan sebesar itu, aku yakin ada sesuatu atau hal yang harus di kalahkan dengan sihir sebesar itu. Dengan kata lain, ada beberapa makhluk sekuat itu berkeliaran di kota ini." kata Rhion menganalisis.
Liu Xiu sedikit mengantuk mendengar analisis Rhion, tapi tetap mengangguk tanda mengerti.
Tapi Liu Xiu sedikit bingung, kenapa dia tidak berpikir bahwa ada sisa inti sihir di tempat ini, karena itu adalah hal yang pasti. Walau memang itu sudah terhapus, tapi itu memang harus dilakukan.
Itu menguatkan dugaan Liu Xiu yang mengira Rhion bukanlah sosok yang biasa saja.
"Kalau begitu, ayo kita lapor ke Guild! Sekarang Guild pasti sedang gempar, karena keadaan ini. Kita harus segera memberi laporan ke Guild!" kata Liu Xiu dengan semangat.
"Eh? Ahh, tidak. Kau duluan saja. Aku masih ada beberapa hal yang harus aku lakukan." jawab Rhion sedikit tergagap.
("Gacha!") hati Liu Xiu senang, seakan sudah menemukan sesuatu.
"Tidak Rhion. Kau berasal dari kota Huang Xi, bukan? aku yakin teman temanmu juga pasti mengkhawatirkan mu, jadi lebih baik kau kembali sesaat untuk setidaknya mengatakan bahwa kau aman." teriak Liu Xiu sedikit memaksa.
Rhion terlihat sedikit mendecakkan lidahnya, tapi Liu Xiu berpura-pura tidak mengetahuinya.
"Baiklah. Kalau begitu, ayo kita pergi. Tapi setelah itu kita harus segera kembali. Setidaknya, pasti ada petunjuk yang ditinggalkan dari pertempuran barusan." jawab Rhion dengan tegas.
("Tidak, kau tidak akan menemukan apapun, kau tahu?") pikiran Liu Xiu sedikit tertawa.
Tapi dia tertarik dengan satu hal, kemana Iblis satunya lagi pergi?
Dia yakin misi yang sebenarnya datang seminggu lagi dari Guild akan dimajukan, dan berubah menjadi perburuan Demon itu.
("Aku sedikit menyesal karena tidak bisa belajar intensif dengan Jian Koo, tapi mau bagaimana lagi. Ada sangat banyak hal yang harus dilakukan. Ahh, andaikan saja semuanya tidak berlangsung bersamaan...") Liu Xiu berjalan pelan, sambil hatinya sedikit mengeluh.