
"Sudah hampir satu malam, tapi Master belum kembali. Apakah terjadi sesuatu?" tanya Eina. Yang lain hanya menatap ke arah hutan, dengan tatapan berharap.
Tidak ada yang menjawab, dan berbicara. Hening, hanya itu yang ada.
"Sudah kuduga, kita harus mencarinya!" teriak Beta.
"Tidak, Beta. Kau tahu kemampuan Master. Tidak mungkin Master kalah. Kita semua tahu itu. Dan Master juga sudah pernah berkata, bahwa dia akan lama. Kita sudah diberi perintah untuk menunggu, bukan?" sahut Alpha mencegah Beta untuk pergi.
"Tapi, bisa jadi Master berharap untuk seseorang datang, bukan?!!" Beta terlihat tidak bisa menerima nya.
Semua hanya terdiam, menunduk ke bawah.
("Kalau sudah begini!") batin Beta berteriak. Dia hendak bergerak sesuai dengan apa yang hatinya katakan. Dan dia sudah menemukan orang yang bisa dia ikuti, tapi dia tidak bisa menerima jika dia harus kehilangan orang itu lagi.
"Kenapa kalian berisik seperti itu?! Sudah hampir pagi, tapi kalian justru bertengkar. Ada apa?" tanya Liu Xiu yang tiba tiba muncul di belakang mereka semua, muncul dari arah sungai.
""Master!!"" semua berteriak senang ketika melihat sosok Liu Xiu dan segera berlari menghampirinya.
Liu Xiu menyerahkan Fischia yang ada di tangannya kepada Alpha, yang masih tidak sadarkan diri.
"Apa kalian menunggu selama itu? Maafkan aku membuat kalian menunggu lama. Aku berhasil menemukan Fischia, sepertinya ada sebuah kesalahan pahaman, membuatnya ditangkap beberapa orang."
"Tapi beruntung itu semua sudah diselesaikan." lanjut Liu Xiu. Keenam lainnya menatap Fischia dengan wajah kasihan, tapi segera membawanya ke kemah sementara.
("Namun berkat kejadian ini, aku tahu bahwa dunia astral berjalan lebih cepat dari yang aku duga. Aku merasa hanya beberapa menit, paling lama satu jam disana. Tapi di dunia nyata, itu bisa sampai hampir satu malam. Aku akan mencatat ini.") pikir Liu Xiu.
Setelah itu, mereka menunggu Fischia untuk bangun, sambil menyiapkan beberapa hal.
Saat matahari sudah mulai tinggi, mereka sudah kembali berangkat. Mereka berangkat sambil mendengarkan cerita Fischia, tentang bagaimana dia bisa diculik oleh orang orang itu.
Perjalanan menjadi sedikit tidak membosankan bagi Liu Xiu, karena dia punya orang orang di sekeliling nya sekarang. Dia juga jadi punya banyak kegiatan, seperti melatih mereka semua sejak dengan kemampuan masing masing.
Mimpi Liu Xiu adalah membuat perusahaan besar yang memiliki jaringan di seluruh negara.
Dia ingin dimanapun dia dan keluarga nya berada, dia merasa aman. Tapi, itu semua hanya sebatas mimpi jika melihat ketujuh anggota utama yang ada di hadapannya.
Tak terasa, 2 hari terlewat di perjalanan begitu saja. Mereka sudah sampai di kota Fuheng. Tapi-
"Aku lupa memikirkan penjagaan!!" teriak Liu Xiu ketika mereka sudah mendekati gerbang kota Fuheng.
Ada cukup banyak orang yang mengantre di depan gerbang, menunggu untuk masuk. Sebenarnya mudah bagi Liu Xiu jika ingin masuk, karena dia sudah memiliki kartu tanda pengenal. Tapi untuk mereka bertujuh, itu akan sulit.
Mereka tidak memiliki kartu pengenal, dan kalaupun punya, itu justru membahayakan nyawa mereka sendiri.
Karena kemungkinan besar identitas mereka akan diketahui, setelah itulah masalah akan datang. Ada kemungkinan bahwa Kultus pemuja Demon God mengenal mereka, dan akan mengincar mereka karena tahu tentang sesuatu hal yang berhubungan dengan kultus.
Itu yang dipikirkan Liu Xiu, dan dia tidak mau itu terjadi.
Dia mulai berpikir untuk menyuap orang orang penjaga, tapi dia ingat alasannya mendaftar menjadi Adventurer di kota ini adalah untuk mencari uang. Dan uang yang dia miliki hanya 1 Emas. Dan lagi, itu adalah mata uang Kerajaan Kin!
"Hahhh... Aku benar benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang..." kata Liu Xiu.
Ketujuh orang melihat itu dengan mata bingung, sekaligus perasaan bersalah. Ada rasa ingin melakukan sesuatu, tapi mereka tahu, mereka tidak bisa apa apa.
("Terima kasih pada sifat Beta yang selalu blak-blakan!!") kata hati keenam lainnya terlihat di mata mereka.
"Hahh?!! Meninggalkan kalian? Tidak tidak! Sejak awal, aku ingin membelikan kalian senjata baru, dan juga pakaian baru. Bukan maksudku pakaian dari Xi tidak bagus, tapi itu hanya tidak cocok untuk kalian."
"Dan jika kalian ingin berlatih lebih baik lagi, maka lebih baik untuk memperoleh senjata masing masing dari kalian." uhar Liu Xiu sedikit tidak terima.
Yang lainnya saling berpandangan, lantas tersenyum. Mereka tahu, memang seperti itu Master mereka.
Sementara itu, Liu Xiu masih terus berfikir keras, tentang bagaimana menembus gerbang tanpa diketahui, apalagi ini adalah Fuheng, kota perdagangan.
("Tunggu! Kota perdaganga?") Liu Xiu tiba tiba mendapat ide aneh.
"Baiklah! Semuanya! Ikut aku. Jalan seperti biasa, tidak. Jalan lah dengan anggun. Kalau tidak, kita dalam bahaya!" kata Liu Xiu yang disusul dengan gerakan bingung dari tujuh yang lainnya.
***
"Tunjukkan tanda pengenal mu!!" teriak salah seorang penjaga yang ada di dekat gerbang itu dengan wajah garang.
"Yaa ya ya. Jangan terlalu emosional, paman. Nanti tumbuh jerawat loh!!" kata Liu Xiu nyengir sambil memberikan kartu Adventurer Guild nya dari saku.
Dengan wajah yang tidak ramah, orang itu segera menyambar kartu di tangan Liu Xiu, lalu mengeceknya sebentar.
"Lalu bagaimana dengan orang orang itu?' tanya penjaga itu menunjukkan ketujuh yang lainnya dengan dagu.
" A-ahh, soal itu... Aku adalah Adventurer. Dan aku menemukan gerobak mereka diserang oleh monster, dan itu membuat aku harus membunuh monster monster itu. Tapi aku sedikit terlambat, dimana bekal makanan dan gerobak mereka sudah hancur."
"Dan di situlah aku membawa mereka kemari untuk mendapat kereta baru." kata Liu Xiu memainkan aktingnya.
"Tetap saja, mereka harus memiliki kartu Identitas!" teriak penjaga itu. Suasana mulai memanas, dan orang-orang yang mengantre di belakang mulai penasaran dengan apa yang terjadi.
("Hufft. Sudah aku duga ini tidak akan berhasil. Kalau begini...")
Liu Xiu melambaikan tangan sedikit, meminta penjaga itu mendekatkan telinganya ke arah Liu Xiu. Penjaga itu sedikit bingung, tapi hanya menurut.
"Sebenarnya, mereka adalah tamu tuan Rose loh!" bisik Liu Xiu di telinga penjaga itu.
Mata penjaga itu mendadak membulat, nampaknya terkejut dengan itu. Kakinya terlihat ingin melompat, dan wajah pucatnya juga tidak bisa disembunyikan lagi.
"T-t-tuan Rose?! Ke-ke-kenapa kau tidak bilang dari tadi?! Silakan masuk. Ini adalah kota Fuheng, jadi nikmati sesuka anda." kata penjaga itu terbata di awal, tapi dengan senyum seperti menyambut mereka.
Liu Xiu yang melihat itu tersenyum licik, melihat rencananya entah bagaimana berhasil.
Dan begitulah, meraka akhirnya berhasil masuk ke kota. Hal yang ingin Liu Xiu lakukan pertama kali adalah ke Adventurer Guild dan mendapatkan komisi atas Quest nya. Dia sudah membawa bukti penaklukan, tanda tangan Xi. Itu seharusnya cukup untuk membuat Liu Xiu bisa mengambil komisi nya.
Dan dia juga ingin berkonsultasi dengan Yulia, tentang uang dan biaya hidup di kota ini. Jika kiranya hasil Quest itu tidak cukup untuk biaya hidup 3 hari mereka semua, Liu Xiu akan menukar 1 keping emas nya.
Dengan begitu, mereka ber delapan berjalan menuju Adventurer Guild.
Mereka terlihat seperti sebuah party yang sangat kuat, membuat semua orang menatap dengan kagum ke arah mereka semua.
"Baiklah. Tunggu sebentar, aku akan kembali." kata Liu Xiu ketika membuat yang lain menunggu di sebuah ruang tunggu luas di dalam ruangan Adventurer Guild.