
Sesaat setelah berpisah dengan Liu Xiu, Dain berlari cepat, berniat untuk menyelesaikan perintah yang diberikan Master nya dengan cepat. Karena bagaimanapun, dia tahu bahwa ini benar benar penting.
("Sangat jarang Master menyuruh kami dengan perintah. Yang pasti, aku harus cepat. Karena jika tidak, rencana Master akan gagal!") pikir Dain dalam larinya.
Dain adalah seorang yang tidak unggul dalam apapun. ada juga tidak tertarik pada apapun, atau siapapun.
Tapi setelah melihat sihir indah Liu Xiu yang membuatnya kembali dari kelebihan Dark Magic dia merasa matanya terbuka.
Dia juga sering melihat Masternya bergerak di belakang dan mengendalikan semuanya tanpa diketahui orang lain. Itu yang membuatnya sangat mengkagumi Liu Xiu. Dan tentu, dia yang sekarang sangat ingin menjadi seperti sosok Liu Xiu saat itu.
Dain memilih menjadi pengumpul informasi, karena dia tahu. Informasi adalah sesuatu yang sangat penting. Selain itu, sejak dulu dia merasa bahwa kehadirannya selalu tipis, bahkan tidak dianggap.
Dulu dia sering mengutuk keberadaan nya sendiri, tapi dia akhirnya sekarang menyukurinya.
Sekarang dia punya keluarga baru. Dia ingin melindung mereka, walaupun itu harus mengikuti mereka seperti sekarang. Walau terlihat dingin, Dain benar benar tidak ingin kehilangan teman teman anggota mereka.
Itulah karakter Dain, dan kenapa dia bekerja sangat keras diam diam, membantu teman temannya.
"Aku harus cepat menemukan mereka semua!!" ucap Dain sambil berlari di atas atap untuk menemukan keenam rekannya.
Hujan yang lebat tidak menghentikannya, licinnya jalan juga bukan apa apa. Yang pertama dia temukan adalah Ghea, yang sedang bersama dengan Fischia dan Cilia, sedang berteduh di sebuah kedai minuman sambil sedikit berbincang.
Melihat Daun yang datang dari jauh, Fischia segera terlihat senang, sambil berdiri dan ingin memeluk Dain yang baru saja turun.
"Dain!!" Fischia dengan cepat menyambut, ketika Dain melompat turun untuk menyapa mereka semua.
Tapi, Dain dengan cepat mengulurkan tangan, untuk mencegah Fischia memeluknya atau melakukan beberapa hal pada tubuhnya.
"Jangan lakukan apapun! Hei kalian semua! Kita harus berkumpul ke penginapan yang sebelumnya! Ini darurat, kita harus segera berkumpul. Kalian lebih dulu saja kesana, aku menyusul." kata Dain cepat, dan hendak pergi lagi.
Dain sedikit panik sekarang, dan dia mengulangi bagian berkumpul secara tidak sadar.
"Tunggu, Dain!! Apa yang kau maksud? Darurat? Berkumpul? Bagaimana bisa?" tanya Cilia cepat, menghentikan Dain sebelum Dain akan melompat.
"Hufft. Sulit mengatakannya. Pokoknya, ini adalah perintah Master. Dia mengatakan ini perintah. Apakah itu kurang cukup?" tanya Dain tegas.
"Perintah? Sangat jarang Master menggunakan kata perintah. Baiklah, aku mengerti." Ghea dengan segera masuk dalam percakapan.
Mereka semua terdiam, memandang Dain dengan tatapan serius, kecuali Fischia yang hanya menatap Dain heran, sepertinya tidak mengerti apa apa.
Menanggapi itu, Dain mengangguk, berusaha meyakinkan.
"Bagus jika kalian sudah mengerti. Katanya Master sudah memesan satu kamar di penginapan itu. Jadi tinggal sebut namanya, dan kalian akan diantar ke kamar itu!" kata Dain, sebelum dia melompat lagi, pergi dengan terburu buru.
Dia meninggalkan Ghea, Cilia, dan Fischia yang berdiri berdampingan, sambil menatap Dain yang sudah mulai menghilang.
"Ada apa ya? Sepertinya sangat penting."
"Aku tidak tahu apapun soal bertarung, jadi aku pass. Tapi jika Master yang menyuruh, sepertinya ini penting." ucap Cilia yang tidak mampu dalam hal beladiri, sambil mengangkat kedua tangannya.
Melihat tingkah Fischia yang polos, Ghea dan Cilia tertawa, sambil sedikit menepuk kepala Fischia, membuatnya senang.
Mereka bertiga saling bertanya, sebelum segera membayar atas minuman mereka, dan beranjak pergi.
***
"Eina pasti ada di perpustakaan. Tapi sepertinya dia sudah bergerak ke penginapan, tapi dimana dia sekarang? Entahlah. Yang jelas, aku akan menemukan Alpha yang bersama dengan Beta terlebih dahulu." kata Dain yang masih melaju di tengah hujan.
Sebenarnya, dia mengawasi keenam yang lain, agar tidak terjadi sesuatu yang buruk pada mereka.
Tidak, mungkin tidak untuk keenam dari mereka, karena Alpha dan Beta bahkan tidak berada di jangkauan Dain, tapi setelah sampai di dalam kota, dia selalu mengawasi setiap gerak gerik yang lainnya.
Mungkin ini adalah perasaan ingin menjaga saudaranya, membuatnya sedikit overprotektif. Tapi itulah kenapa dia tahu posisi rekan rekannya sekarang.
"Eina?" pikirnya sesaat, ketika dia melihat bayangan wanita yang membawa beberapa buku dari kejauhan.
Tampaknya, itu adalah Eina yang sedang membawa sebuah payung sambil membawa tumpukan buku aneh yang tampaknya penting.
Segera, Dain berlari dan mencegah Eina, serta mengatakan hal yang sama padanya agar dia segera berangkat ke penginapan yang dimaksud. Dan dengan mudah, Eina menurut, berlari tidak mengindahkan hujan atau apapun.
"Baiklah. Sekarang adalah Alpha dan Beta. Mereka sudah bersama, jadi ini akan mudah!" kata Dain.
Setelah beberapa menit melompat di antara bangunan, Dain melihat dia orang yang dimaksud sedang berteduh sambil menikmati teh, bercerita satu sama lain di dalam sebuah toko teh.
Dain sedikit mengomel bagaimana mereka semua bisa berasa dalam tempat yang nyaman dan hangat, sedangkan dirinya kedinginan di jalanan.
Tapi setelah ingat ini adalah perintah Masternya, dia menggelengkan kepala, menghilangkan pikiran buruknya.
"Ugh, aku jelas tidak bisa masuk ke dalam dengan keadaan basah seperti ini. Jadi...." Dain bergerak ke jendela terdekat dengan mereka berdua, dan sedikit mengetuknya.
Alpha dan Beta yang awalnya tidak memperhatikan jendela terkejut, melihat wajah yang mereka kenal sedang mengetuknya dengan wajah khawatir. Oleh karena itu, mereka berdua segera keluar, bertemu dengan Dain.
Tanpa basa basi, Dain menceritakan semua yang terjadi pada Alpha dan Beta. Bagi Dain, Alpha dan Beta adalah sosok kakak untuknya, membuatnya bisa bercerita lebih mudah dengan mereka.
Dain bercerita semuanya, termasuk ketika dia memastikan Liu Xiu agar tetap baik baik saja saat menjaga gerbang sendirian, dan saat dia bersama Yuan Yi.
Juga, dia menceritakan tentang bagaimana dia bisa mendapat instruksi dari Liu Xiu, termasuk rencana yang sudah Liu Xiu bisikkan dan bahkan membeberkannya langsung pada Dain.
Tapi, ada satu perintah langsung yang sedikit membingungkan. Bahkan Alpha dan Beta juga bertanya tanya, kenapa Liu Xiu menyuruhnya itu.
"Tunggu! Master benar benar mengatakan itu?" tanya Beta.
Beta menatap tajam Dain sesaat, sebelum Dain menunduk, dan mengambil nafas lelah.
"Ya! Benar! Katanya, jika bertemu dengan Beta, bilang kepadanya untuk mengubah warna rambutnya selain putih, saat itu juga. Ini perintah. Begitu." jelas Dain sambil sedikit menirukan nada bicara Liu Xiu.