
Pengumuman. Tidak wajib dibaca, silakan skip ke bagian ilustrasi
Pertama tama, Author mau bilang Terima kasih untuk yang sudah mau membaca novel ini sampai sejauh ini. Maaf kalau ceritanya masih banyak kekurangan karena Author juga masih pemula.
Author juga mau minta maaf, karena ACT 1-3 itu sebenernya adalah prolog cerita ini, tapi karena banyak ide jadinya kebablas :v
Yahh, ACT 3 diakhiri dengan meninggalnya Ibu Ren. Jadi dengan begitu, keluarga Ren hanya tinggal kakak dan adiknya.
Nahh, setelah ini, Ren akan memutuskan untuk pergi dari kota, dan pergi berpetualang sendiri sebelum akhirnya kembali lagi.
Dan di ACT 3 kekuatan sihir natural Ren disegel, jadi ini seperti mengulang, tapi untuk kemampuan Ren yang lain tidak hilang. Seperti skill, kecepatan, kekuatan dll yang tidak berhubungan dengan sihir tidak hilang.
Awalnya, Ren akan pergi ke seluruh dunia setelah ACT 2, waktu kotanya hancur.
Tapi Author akhirnya milih buat nambahin cerita lagi, biar ada kesan dramatis nya. Dan untuk menegaskan sifat MC sekali lagi, bahwa dia bener bener sayang ama keluarganya.
Tambahan, ACT ini juga buat menegaskan bahwa dengan kemampuan MC yang seperti itu, masih ada sesuatu dan banyak hal yang lebih kuat dari MC, misal monster yang menyerang Furyuun, perempuan pembawa sabit dari Kultus, dan ada juga Kei dan Cilia.
Ada petunjuk tentang cerita ini akan berlangsung, itu tentang siapa Kei dan Cilia, lalu ada juga peringkat dalam Kultus.
Nanti itu semua akan terhubung dengan ACT-ACT selanjutnya.
Untuk Kei dan Cilia, sudah ada ilustrasinya.
Ini ilustrasi dari Kei
Ya, bukan cuma itu. Ada juga Ilustrasi untuk Cilia.
Cakep yaa... :v
Cilia adalah Ras High Priest. Tapi dia bisa menyamar dan menyembunyikan sayapnya. Kadang bisa menjadi ekor, kadang cuma sayap kecil. Tapi bagus kalau ada ekornya apa ga?
...
Cilia adalah karakter yang kuat, lebih kuat dari MC yang sekarang.
Dia berspesialisasi dalam hal pembunuhan, karena dia sejak awal adalah Assasin.
Cilia terlihat sangat mencintai Kei, dan ada ikatan berat dengan Kei. Selain itu, Cilia juga memanggil Kei dengan sebutan "Master", yang mengindikasikan ada sesuatu yang terjadi sebelum cerita dimulai.
Ada tambahan penting.
Mulai dari ACT 4 sampai selanjutnya, akan lebih sering menggunakan sudut pandang orang ketika, dan jarang menggunakan PoV 1.
Jadi maaf buat yang lebih suka PoV 1, mungkin akan agak kecewa.
...
Udah, mungkin itu saja yang pengen Author katakan di sini, kalau ada kekurangan di novel bisa langsung komen. Nanti biar bisa Author perbaiki kedepannya.