Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 5: Bab 29 - Rossie



"Tunggu!" seseorang menyela kata kata Rhion. Itu membuat Rhion sedikit merengut, dan menoleh untuk mengetahui sosok yang menyela kalimatnya.


Dari belakang, muncul seorang wanita Elf dengan pakaian seba putih, ditambah dengan tongkat sihir yang sama putihnya.


Kecantikan Elf nya saja sudah cukup untuk membuat orang terpana, tapi dia bahkan mengenakan pakaian indah dan beberapa perhiasan untuk melengkapi penampilannya.


Sosoknya yang terlihat anggun meninggalkan kesan luar biasa, yang tidak ditinggalkan oleh orang di sekelilingnya. Itu membuat orang orang yang ada di sekeliling menepi untuk mempersilahkan orang itu lewat.


Singkatnya, dia benar benar contoh dari seorang wanita kaya dengan kekuatan besar disini.


"Maaf bila saya terkesan kurang baik. Kalau boleh tahu, siapa anda?" tanya Liu Xiu dengan sopan. Dia tahu bahwa wanita ini bukanlah wanita sembarangan, jadi setidaknya jangan cari masalah dengannya.


"Aku tak tahu siapa dia, tapi kau tak perlu kehormatan saat berbicara dengannya, Liu Xiu. Dia bahkan tidak tahu tata krama karena menyela orang lain." jawab Rhion sedikit tidak sabar.


("Yahh, aku juga akan melakukan hal yang sama, sih. Lagipula kau tidak sedang mengatakan sesuatu yang penting...") pikir Liu Xiu sedikit menjawab Rhion.


"Ara ra ra? Seorang manusia bisa bersikap sangat baik, kenapa Elf busuk di hadapan ku berani bersikap layaknya kera?" tanya wanita Elf itu sambil tertawa dibalik kipas kertas yang ada di tangan kirinya.


Rhion tak urung terpancing emosi dengan itu. Dia segera maju, dengan ekspresi menantang wanita Elf itu.


"Apa kau bilang?! Bajingan kau! Apa kau ingin aku bentuk kau agar kau tidak bisa berbicara sombong lagi?!" teriak Rhion dengan keras.


Itu membuat hampir semua orang yang ada di sana terkesiap, tapi muncul ekspresi takut, sedih, serta kasihan kepada Rhion dari mereka semua, seakan tahu apa yang akan terjadi.


Liu Xiu juga menepuk kepala, mengetahui orang yang dia kenal bisa sebodoh ini dalam menghadapi orang.


"Kau. Berani beraninya mengatakan itu?" tanya wanita Elf itu, kini dengan nada dingin.


Rhion pun tak kunjung merasa bahaya mengancamnya, dan sedikit mundur hanya karena intimidasi kecil barusan.


"Sadarilah posisimu, dasar udang busuk!" nada wanita Elf itu meninggi, dan dia menggerakkan jari di tangan kanannya untuk menggerakkan angin, sedikit menggoyahkan Rhion.


("Tampaknya ini akan menjadi merepotkan. Aku tidak peduli dengan Rhion, lagipula Rhion terlihat seperti bukan orang baik. Tapi jika aku terus disini, mungkin aku akan terkena dampaknya.") pikir Liu Xiu sambil sedikit mundur, menjaga jarak.


Angin pertama tidak berhasil menyingkirkan Rhion, membuatnya tersenyum menggurat, terlihat senang. Tapi...


"Pergi dari hadapan ku." lanjut wanita Elf itu dengan dingin, sambil lagi lagi menggerakkan jarinya. Namun bedanya sekarang dia menggunakan dua jarinya, dan angin tiba tiba bertiup dengan kecepatan yang mengerikan!


Itu menerbangkan Rhion dengan mudah, ke tempat yang cukup jauh dari Guild, membuat Rhion hanya menyisakan suara teriakan nya yang semakin lama semakin menghilang.


("Betapa kemampuan yang luar biasa! Dia bisa mengeluarkan sihir kuat, hanya dengan menggerakkan jarinya. Dan juga, ketepatan, juga kekuatannya sangat tepat, hingga tidak menyerempetku sedikitpun!") teriak Liu Xiu dalam hatinya, tidak percaya.


Dia benar benar menatap wanita Elf itu dengan mata yang berbinar, seperti anak kecil yang menemukan mainan barunya.


("Dia Elf? Bukan. Aku yakin dia adalah High Elf. Kudengar Elf bisa berumur 200-300 tahun, sedangkan High Elf bisa sampai 600 tahun! Aku yakin dia juga tahu sedikit soal sejarah dunia.") pikir Liu Xiu lagi.


"Ahhh, Nyonya Rossie. Maaf atas perilaku salah satu anggota kami dari Huang Xi. Dia masih baru di kota ini, jadi tolong maafkan dia." kata pegawai Guild menundukkan kepala.


("Nyonya? Dia? Apakah dia salah satu dari beberapa orang yang sangat berpengaruh di kota ini?") tanya Liu Xiu dalam hatinya.


"Yahh, baiklah. Mumpung saat ini suasana hatiku sedang bagus. Benar benar benar. Sudahlah." jawab wanita Elf bernama Rossie itu.


"Aku kemari karena penasaran, apa yang sedang terjadi di luar sana. Tampaknya itu cukup membuatku bergairah. Selain itu, aku mengingat sesuatu tentang kekuatan itu." lanjut Rossie sambil sedikit menjilat bibir nya, membuat beberapa orang bergidik ngeri.


Hanya mendengar itu semua membuat Liu Xiu bingung, dan semakin penasaran siapa orang bernama Rossie ini.


Dengan begitu, Liu Xiu berusaha untuk menggunakan [Evaluator] miliknya. Skill ini sudah berada posisi maksimal jadi dia bisa membuka semua status orang bahkan jika mereka menggunakan penghalang.


Max adalah level bonus untuk semua orang yang bereinkarnasi, karena sebenarnya level maksimal skill di dunia ini hanyalah level 10.


Liu Xiu sangat berusaha, agar skill nya tidak menyalurkan perasaan apapun, karena jika dia salah langkah sedikit saja, dia bisa berakhir sama seperti Rhion, atau bahkan lebih buruk!


"Humm?" Rossie terlihat menoleh kesana kemari, mengawasi orang orang yang ada di sekitarnya.


"U-um. Apakah ada yang mengganggumu, nona?" tanya si penjaga pintu sedikit takut. Tapi Rossie hanya menggeleng, dan melenggang pergi.


Liu Xiu yang masih berada di sana hanya terpaku, diam terlihat tak bernyawa.


"A-anu, petualang dari Fuheng. Apakah kau baik baik saja? Kalau kau ingin masuk, tolong cepatlah. Saya akan segera menutup pintunya." kata penjaga pintu sambil sedikit menepuk pundak Liu Xiu.


Itu membuat Liu Xiu sadar dari lamunannya, tapi tetap tidak ada semangat di matanya.


"A-ahh. Benar. Aku harus masuk. Humm. Iya." Liu Xiu masih mencoba menenangkan dirinya.


"Ngomong ngomong kalau aku boleh tahu, siapa dia? Aku baru datang dari kita Fuheng beberapa hari lalu, jadi jelas aku tidak tahu." kata Liu Xiu pada di penjaga pintu.


"Yahh, kau adalah pendatang dari tempat yang cukup jauh. Jadi tidak ada masalah jika kau tidak tahu. Tapi kau sudah cukup untuk berlaku sopan di hadapannya, dan menurutku itu adalah pilihan yang tepat." penjaga itu memulai narasinya.


"Uhmm. Ya?"


"Orang yang pernah ke Li Tian pasti tahu namanya. High Elf dari Hutan Ajaib. Banyak yang bilang dia sudah hidup ratusan tahun, bahkan dari sebelum kalender Kekaisaran ada. Oleh karena itu, skill nya tidak terhitung lagi banyaknya."


"Dia juga ditakuti karena penguasaan sihir dan kapasitas nya yang luar biasa. Dia bahkan bisa mengeluarkan sihir tanpa rapalan seperti tadi!" teriak si penjaga itu dengan semangat.


Liu Xiu sedikitnya mengerti kenapa Rossie begitu ditakuti dan dikagumi oleh orang orang di Li Tian.


"Ahh, baiklah. Aku akan segera masuk." kata Liu Xiu segera.


("Dia memiliki kontrol magic yang sangat luar biasa, kah? Dan juga kapasitas nya juga gila! Aku akan berusaha melupakan apa yang aku lihat tadi sepertinya.") pikir Liu Xiu saat berjalan masuk.


("Poin sihirnya 500.000! Mungkin itu adalah Poin yang paling tinggi yang pernah aku lihat. Dan setelah aku ingat lagi, aku yang dulu benar benar aneh, bukan?") pikir Liu Xiu lagi.


Pasalnya, MP Rossie memang tinggi. Tapi itu lebih rendah dari jumlah MP Liu Xiu saat masih menggunakan sihir dan memegang tanda Wrath.


Hanya mengingat itu sudah membuatnya merinding, melihat bahwa dia memang kelewat batas.


"Ahh, aku sedikitnya mengerti kenapa Kei menyarankan untuk pergi dan melihat seluruh dunia." bisik Liu Xiu pelan sambil sedikit menunduk lelah.


"Adventurer, silakan kemari. Guild Master sudah menunggu. Dan juga, Nona Rossie sudah lebih dulu masuk." seseorang yang menggunakan seragam Guild melambaikan tangan, seperti menunjukkan jalan.


Di tempat yang dia tunjuk ada sebuah lorong yang mengarah langsung ke aula besar yang terlihat cukup ramai.


"Baik, Terima kasih." kata Liu Xiu sambil melewati pegawai Guild itu sanbil menunduk.


Walau begitu, ada banyak yang Liu Xiu pikirkan sekarang, termasuk tentang Rossie, dan Beast yang dia selamatkan. Ada baiknya dia tidak bertemu dengan orang itu sekarang.


("Humm. Aku sedikit khawatir kalau kalau Beast itu mengingat sesuatu seperti bau atau apapun itu. Itu merepotkan.") pikir Liu Xiu sambil sedikit mendengus lelah.


Dia teringat bagaimana Fischia selalu terikat dengannya, dan mengikuti Liu Xiu lewat baunya.


("Ahh, tidak tidak! Aku harus menyingkirkan pikiran lain terlebih dahulu. Yang paling penting, aku tidak boleh bertindak mencurigakan!") pikiran Liu berteriak, dan dia menepuk pipinya agar dia mendapatkan lagi ke fokus nya.


"Dan juga, Rossie berasal dari Hutan Ajaib. Mungkin saja Sova tahu sesuatu. Aku juga bisa bertanya pada Xi jika aku bertemu dengannya nanti." kata Liu Xiu lagi, sebelum masuk ke ruangan itu.