Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
Act 6: Bab 21 - Sebagian Kecil



SWOOSSHH.... TRANGG!!!


Suara benturan keras yang terdengar pilu menggema di telinga hampir semua orang, menandakan pertempuran Ren dengan Aerzad yang sudah dimulai.


Ren melakukan langkah pertama dengan menyerang Aerzad dengan pedang nya, memaksa Aerzad untuk melakukan pertarungan jarak dekat.


Namun, Aerzad dengan sigap melompat mundur, sambil menggerakkan sedikit tangan nya untuk mengendalikan pasir dan batu yang dibentuk seperti perisai, mencegah serangan Ren yang tajam dan juga cepat.


Tapi anehnya, walau itu hanya bongkahan batu, suara yang ditimbulkan saat beradu dengan pedang besar Ren berbunyi seperti adu logam yang sama sama keras.


Dan juga...


"Berat!! Apa apaan dia! Dia bisa mengendalikan ini sesuka hati seperti menggerakkan tangannya sendiri!" kata Ren geram.


Tang tang tang!!


Dentang demi dentang berlalu, Ren tetep berusaha mengayunkan pedangnya untuk menembus bebatuan yang dipakai Aerzad untuk menahan serangan Ren.


Tidak kehabisan akal, Ren berusaha melakukan beberapa tipuan, untuk segera menyerang masuk ke dalam jantung pertahanan Aerzad.


Saat Ren berhasil menendang tanah, dan masuk degan kecepatan yang tidak masuk akal, Aerzad mengangkat mulut sedikit, sebelum menaikkan jari telunjuknya.


?!!


Ren yang merasakan perasaan bahaya segera mengerem, menolak dan melompat ke belakang sejauh mungkin.


ZRASSHH!!!


Dari dalam tanah itu, muncul beberapa jarum es yang bagaikan hidup mengejar Ren hingga Ren hanya mampu berlari, menghindari serangan itu.


("Dia mampu mengeluarkan sihir Es? Aku kira keahlian nya adalah sihir tanah!!") teriak Ren dalam hati nya.


Dia mau tak mau menjauh dari jangkauan serang nya, membuat keadaan sekarang menguntungkan Aerzad. Sedangkan Aerzad, dia hanya tersenyum, sambil tertawa tenang seakan mengejek kemampuan Ren.


"Baiklah!!" kata Ren menguatkan diri.


Selama ini Ren bertarung dengan pedang besar, padahal dia tahu itu bukan keahliannya. Karena sekuat apa pun sihir Ren memperkuat tubuh nya, itu tak ubahnya kekuatan seorang anak, dan jelas, tidak akan ada perubahan yang luar biasa dalam pertempuran ini.


"[Enchant Armor], [Sharpening], [Body Armor], [Mana Regen], [Self Heal]..." Ren mengeluarkan sihir, membuat tubuh nya jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Dia juga melapisi pedan dan mengompres mana yang ada dalam tubuh nya, membuat dirinya bisa bergerak dengan lebih baik.


Baiklah.


"[Fire Lance]!!" teriak Ren, melemparkan sebuah tombak api yang menyala biru gelap.


Melihat itu, Aerzad hanya bisa tertawa. Itu karena [Fire Lance] adalah sihir kedua paling rendah setelah [Fire Ball]. Tapi tetap, Aerzad adalah orang yang berhati hati, dan dia tidak ingin mengambil resiko untuk menerima serangan itu. Dia hanya mengirim sebongkah batu besar untuk menahan [Fire Lance] Ren.


?!!


BOOMNMN!!


Suara ledakan besar diikuti oleh pasir yang berterbangan terlihat, bagaikan sebuah bom asap yang meledak.


Aerzad terkejut, karena [Fire Lance] itu bisa memecahkan batu yang dia lemparkan sebagai penghalang, tapi dia menaikkan mulut seketika.


("Benar. Dia membuat tabir asap seperti ini pasti ada maksudnya. Dia jelas akan menerobos masuk saat aku tidak bisa melihat apa pun. Huh! Itu lucu! Seperti aku akan membiarkannya. [Life Presence]!!") tawa Aerzad dalm hati nya.


Dia mengeluarkan sihir untuk merasakan sekeliling, mirip dengan sonar. Tapi, tidak ada bentuk kehidupan yang ada di sekitarnya. Sebaliknya, dia merasakan hal lain.


?!!


"[Fire Lance] miliknya belum hancur?!!" tanya Aerzad sedikit berteriak tidak percaya.


Dan ketika Aerzad menyadari itu, jarak antara sihir Ren dengan wajahnya kurang dari satu meter, jadi jelas akan sulit untuk Aerzad membuat sihir penghalang.


"Begitu... Ini menarik!!" tawa Aerzad semakin keras.


Ledakan besar yang bahkan tidak bisa dibandingkan oleh sebelumnya itu terdengar, dan bahkan asap hitam membumbung tinggi dari lokasi ledakan itu! Tidak hanya itu, api biru juga tampak terus menyambar dengan panas di dalam nya!!


Mengapa serangan biasa biasa Ren bisa menjadi sekuat itu?


Itu karena setelah Ren mampu mengendalikan energi kehidupan yang ada dalam tubuhnya, mudah baginya untuk mengeluarkan kekuatan sihir yang ada secara maksimal tanpa membuang banyak mana.


("Aku yakin dia tidak bisa menahan serangan barusan. Itu dilakukan dengan cara mengompres mana yang ada, memadatkannya. Yahh, itu cukup sulit, jadi tidak akan mudah untuk aku keluarkan terus menerus. Tapi, aku tahu, dia tidak akan bisa dikalahkan hanya dengan itu.") pikir Ren.


Dengan itu, dia dengan cepat merapal beberapa mantra yang lain, kini tidak hanya api, namun juga es dan memanggil badai.


"[Icycle Arrow]! [Wind Storm]!!" lanjutnya.


Sihir dengan segera keluar, dan menyerang Aerzad dengan membabi buta. Angin yang diciptakan dari badai yang dikeluarkan sihir Ren. Angin itu mengangkat pasir yang ada di tempat berpijak Aerzad, dan berputar cepat bagai blender yang mengocok isinya!!


Itu semua terjadi dalam satu detik, yang bahkan Aerzad belum sempat untuk bergerak, memberikan dirinya luang untuk mundur sesaat.


"Cih!" terdengar suara decak mulut sesaat, tapi masih belum ada yang berubah.


?!


Sebuah pedang pendek muncul dengan kecepatan yang tidak masuk akal dan dilempar ke arah Ren!!


Ren tidak menyangka itu akan terjadi, tapi masih bisa mengaktifkan pertahanan dengan mengaktifkan sihir tanah, bukan tanah yang keras untuk memblokir serangan pedang itu, agar tanah tersebut mampu meredam kecepatan pedang itu. Dan nyatanya, pedang itu berhasil dihentikan oleh sihir Ren!!


Tapi Ren segera sadar, dan meningkatkan indra nya. Tidak ingin melepaskan musuhnya, dia lagi lagi mengaktifkan [Icycle Arrow] pada musuhnya, dan menembak bagaikan nyamuk yang mencoba menggigit darah mangsa nya.


CRAKK!!!


Suara es yang pecah memenuhi pendengaran Ren. Ren tidak percaya dengan itu, tapi itu benar benar terjadi di depan mata nya.


Aerzad menangkis semua serangan sihir yang diberikan Ren padanya!!


"Tidak mungkin, kan?!! Makhluk macam apa dia?!" teriak Ren sedikit ternganga.


Aerzad terus menari dengan satu pedang pendek yang ada di tangannya, menghancurkan ratusan sihir es yang dilemparkan Ren. Ren tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang, dan mana dalam tubuhnyabjuga mulai menipis, membuatnya diam.


??!!


Tanah yang menggumpal di dekat Ren bergerak, dan dari dalamnya keluar pedang pendek yang tadi dilemparkan Aerzad pada Ren.


Ren sedikit terkejut, tapi setelah melihat berbagai keuatan yang tidak dapat dipercaya dari sosok yang ada di hadapannya, dia sudah tidak terkejut lagi.


Pedang pendek berwarna hitam kemerahan itu melayang tenang, sebelum kembali ke tangan Aerzad, terlihat bahagia. Aerzad juga tersenyum, seraya melangkah tenang, melempar lempar pedang putih di tangan kirinya.


"Penguasaan sihir yang bagus, bukan? Aku kira kau hanya orang bodoh berotak otot yang menyerangku dengan pedang! Tapi tak kusangka kau sedikit mengerti sihir!!" ucap Aerzad dengan gembira.


"Aku yang terkejut, kau tahu? Aku juga mengira kau hanya seorang maniak sihir, dan akan mudah jika aku terus menekan mu dengan sihir yang mengejar. Tapi, gerakan apa tadi?" heran, Ren bertanya membalas senyum.


Tapi hati Ren sedikit panik, mengetahui kekuatan lawan yang benar benar tidak dapat dia perkirakan.


"Dan juga, apa apaan dengan pedang itu? Itu bahkan sangat cepat dan kembali ke tangan mu!! Bukankah itu terlalu curang?!!" lanjut Ren sambil sedikit mengulur waktu, mengisi energi.


"Wha ha ha! Yahh, ini hanya sebagian kecil dari kekuatan ku." jawab Aerzad sambil menimang nimang kedua pedang di tangan nya.


"Benar. Kau sudah cukup menghibur ku hingga saat ini. Biar aku tunjukkan 10% kekuatan ku padamu! Jika kau berhasil lebih dari satu menit, aku akan memanggil dengan nama mu, Bajingan kecil!!" tawa Aerzad menaikkan sudut mulutnya.


Ekspresi nya benar benar mengatakan bahwa Aerzad sedang bermain main saat ini, dan dia telah menemukan mainan baru nya.


Ren juga tidak menganggap itu sebagai gertakan, dan hanya berdiri sambil menyiapkan pedang besar di tangannya.


Keringat dingin juga kembali muncul di pelipis Ren, merasakan aura Aerzad yang mulai berbeda.


("Jadi, selama ini dia tidak menggunakan kemampuan nya sampa sekali, kah?") batin Ren menjerit, mencoba mengulang kenyataan itu.


"Nahh!! Waktunya perburuan yang menyenangkan, dimulai!!" ucap Aerzad, dengan cepat menyerbu ke arah Ren dengan kedua pedang pendek di tangannya!