
"D-dimensi 0?" tanya Eina pelan.
Liu Xiu menoleh pada yang lain, tapi semua hanya menatap wajah Liu Xiu dengan penuh harap dan tanya. Itu membuat Liu Xiu menarik nafas bersiap bercerita.
"Singkatnya, Dimensi 0 adalah dunia astral, dunia dimana orang orang menyebut makhluk yang ada di sana adalah hantu. Itu berbeda dengan Roh, dan berbeda dengan beberapa hal ghaib lainnya. Mereka hanyalah makhluk yang tidak boleh dilawan." ucap Liu Xiu memulai cerita nya.
"Kalian pasti berpikir kenapa, bukan? Baiklah. Apakah kalian pernah mendengar sebuah cerita tentang orang terkuat dan bayangannya?"
Semuanya berpandangan. "Tidak, Master."
"Itu hanyalah cerita tua, tentang seseorang yang mengaku bahwa dirinya adalah terkuat. Orang orang mulai menantang dirinya, dan mereka semua kalah."
"Tapi ada orang bijak yang datang dan menyuruhnya datang ke tempatnya jika dia berani. Dan dengan beberapa provokasi dari orang bijak itu, pria sombong itu akhirnya mengikuti orang itu, dan melawannya."
"Saat hari pertempuran, pria itu terus mendengar suara orang bijak itu ketika sampai di tempatnya. Itu terdengar dari segala arah. Pria kuat itu mengamuk, dan menyerang semua tempat yang mengeluarkan suara."
"Namun, suara itu tak kunjung berhenti dan justru semakin sering terdengar. Itu lama lama membuat Pria itu menjadi gila." ucap Liu Xiu di akhir ceritanya.
Semuanya melihat Liu Xiu dengan mata berbinar, dan terlihat kagum untuk sesaat, tapi Liu Xiu meneruskan tangannya keras.
"Baik! Sesi bercerita selesai. Apa yang bisa kita ambil dari cerita barusan?" tanya Liu Xiu.
Semua diam, memikirkan apakah ini adalah langkah baik yang harus dilakukan. Tapi sepertinya Celica sudah terlarut dalam cerita, dan mengangkat tangan.
"Jangan terlalu sombong dengan kekuatan yang kau miliki, dan jangan lupa bahwa masih ada banyak kekuatan yang lebih di luar sana!" teriak Celica. Itu membuat Liu Xiu terkejut sesaat, tapi dia langsung tersenyum.
"Itu benar. Tapi bukan itu yang berhubungan dengan masalah ini sekarang." jawab Liu Xiu. Itu membuat semua orang terlihat bingung.
"Baiklah. Sesuai dengan masalah ini. Kita tidak boleh melawan sesuatu yang tidak terlihat. Ketika kita melangkah maju tanpa rencana, itu adalah hal yang buruk, dan sama saja dengan bunuh diri. Kalian ingat bagaimana orang bijak itu menang? Dia sudah menyiapkan banyak rencana untuk melawan orang itu."
"Ketika kau melawan sesuatu yang tidak terlihat, kau tidak tahu kekuatan mereka. Dan jika kau tidak memiliki rencana apapun, lebih baik jangan melawannya." kata Liu Xiu.
Semua mengangguk mendengar itu, seperti mendengar sebuah kuliah yang di mulai oleh Liu Xiu.
"Yahh, begitulah. Catat itu, Beta!" kata Liu Xiu, mengeraskan suaranya di akhir kata. Orang orang di sekitar segera celingukan, mencari orang yang dipanggil Liu Xiu barusan.
Beta muncul dari semak, dan berjalan mendekat sambil nyegir dan menggaeuk kepalanya. "A-ahh, sudah kuduga aku tidak bisa menipu mata Master."
"Itu tidak penting. Dimana Alpha sekarang?"
"Dia masih mencari Master. Dia pasti tidak akan kembali sebelum menemukan Fischia. Kalau tidak, dia tidak akan punya muka untuk bertemu dengan Master. Aku yakin seperti itu." jawab Beta.
Liu Xiu menepuk jidatnya pelan, dan menghela nafas. Dia sempat bingung awalnya, tapi dia sekarang sedikit berpikir.
"Beta, cari Alpha. Suruh dia kembali dan jaga yang lainnya disini. Apapun yang dia lakukan, dia tidak akan bisa menemukan Fischia. Tapi sepertinya ada sesuatu yang akan datang menyerang kalian, jadi kalian harus bertahan." kata Liu Xiu memberi komando.
""Baik, Master!!"" semua setuju dengan kompak.
"Lalu, bagaimana dengan Master. Apa yang akan Master lakukan?" tanya Ghea pelan.
"Aku? Aku hanya akan memberi salam pada penjaga sungai ini dan membawa pulang Fischia!" kata Liu Xiu sambil tersenyum yakin.
"Oh ya! Ada kemungkinan aku akan pergi sampai pagi. Kalian berjagalah selama itu, siapa tahu aku membutuhkan kalian!!" teriak Liu Xiu sebelum meninggalkan mereka.
"Baiklah. Kalian dengar kata Master! Beta! Kau tahu apa yang harus kau lakukan, jadi berhentilah menulis dan cepat pergi!!! Aku dan yang lain akan mempersiapkan pertahanan!" kata Dain setelah Liu Xiu pergi.
Beta yang sedang menulis di buku harian nya terkejut, lalu sedikit cemberut.
"Ugh, Dain. Kau selalu mengganggu orang orang dengan kesenangannya." gerutu Beta dengan mata menatap datar dan mulut yang sedikit mengerucut.
Tapi berbeda dengan mulutnya yang mengatakan itu, Beta segera memasukkan bukunya ke saku, dan melompat pergi dengan cepat.
***
"Huahh!! Aku bisa menyimpulkan bahwa Fischia itu diculik bukan karena apa apa. Justru sebenarnya aku kurang paham dengan Dimensi 0 ini." Liu Xiu mengeluh setelah cukup jauh dari tempat berkemah.
"Karena aku menggunakan [Sharp ****Hearing****], aku mendengar beberapa hantu yang saling berbicara, dan terdengar senang."
"Mereka juga seperti membicarakan tentang hal mirip dengan membawa seorang Beast, dan akan dibawa ke istana yang Mulia. Itu cukup terdengar mengerikan, tapi mau bagaimana lagi. Itu satu satunya petunjuk yang ada." lanjutnya dengan murung.
Bayangan hitam muncul di atas kepalanya, sepertinya gambaran dari rasa lelahnya.
?!!
Liu Xiu merasakan bisikan bisikan yang lebih banyak sekarang. Tidak hanya itu, dia juga mendengar suara gemericik air yang semakin lama semakin keras.
"Air terjun, kah?" tanya Liu Xiu pelan. Dia menajamkan indra nya sekarang, dan fokus pada pendengaran miliknya. Dia tahu, bahwa penglihatan tidak akan berguna sekarang, jadi dia memfokuskan diri pada skill [Sharp Hearing] miliknya.
Liu Xiu mengambil katana hitam miliknya, dan mulai bersikap sesaat.
Tapi tidak ada siapapun atau bahkan apapun yang menyambut Liu Xiu ketika dia menemukan air terjun yang mengeluarkan suara untuk membimbing nya kemari.
"Ini indah, kalau suasana nya tidak mencekam seperti ini." kata Liu Xiu sambil melanjutkan berjalan.
Memang benar kata Liu Xiu. Bisikan bisikan yang biasanya muncul di telinga Liu Xiu sekarang menghilang. Dan gelapnya malam membuat itu lebih mengerikan. Apalagi cahaya bulan ditutup oleh gelapnya awan, itu benar benar menjadi tempat yang menaikkan bulu kuduk hanya dengan menapakkan kaki disana.
"Huh?" Liu Xiu mengangkat alisnya ketika melihat sebuah batu datar di tengah danau yang ada di bawah air terjun itu. Tapi setelah melihat sekeliling, dia segera sadar.
"Itu sebuah altar, kah?" Liu Xiu tertawa dalam sunyi.
Dia melompat ke batu itu, lalu menunggu sesuatu terjadi. Tapi sepertinya tidak ada yang terjadi, itu membuat Liu Xiu bosan untuk menunggu. Dia mungkin tidak tahu bagaimana itu Dimensi 0, tapi dia setidaknya paham konsep nya.
Dan lagi, dia sudah pernah merasakan dunia seperti itu, sama seperti saat latihan atau saat melawan Alpha dan Beta saat itu.
"Aku hanya perlu mencobanya." bisik Liu Xiu pelan.
Liu Xiu menarik katanya dari wadahnya, dan bersiap. Tangan dan katanya dia taruh hingga ke belakang kepalanya. Badan serta kakinya menunduk, dengan postur tubuh yang sedikit dicondongkan ke depan.
Dia menarik nafas, fokus pada suara suara di sekitar, dan mencoba menyatukan tubuhnya dengan alam, seperti yang pernah dia lakukan dulu.
Saat itulah dia merasa udara dingin mengalir di seluruh tubuhnya, dan semakin dia memfokuskan diri pada udara dingin itu, angin itu berubah menjadi hangat, dan suara suara kembali terdengar. Sekarang justru menjadi semakin jelas, berbeda dengan sebelumya.
Mendengar itu semua, dia segera membuka mata, dan menyadari bahwa dia sekarang berada di sebuah tempat yang tidak memiliki warna, dan dipenuhi oleh banyak orang di sekelilingnya.
Tapi sesaat setelah Liu Xiu membuka mata, dia kembali lagi ke tempat air terjun yang sangat sepi di awal.