
Liu Xiu mengikuti putri itu ke tempat yang tidak dia tahu. Dan entah kenapa dia menutut untuk mengikutinya. Liu Xiu sedikit mengumpat ketika dia ingat akan masa laparnya dan harus mengikuti rusa yang melompat dengan mudah diantara hutan.
Mereka bergerak cepat sampai beberapa menit, meninggalkan pinggiran hutan dengan cepat. Bagaimana Liu Xiu bisa mengikuti rusa itu, adalah sesuatu yang harus dipertanyakan.
Akhirnya mereka sampai di sebuah pohon besar, yang terlibat berlubang di bagian tengahnya. Liu Xiu memiringkan kepalanya bingung, dan mengamati pohon itu.
"Apa itu?" tanyanya akhirnya.
"Kau bisa melihatnya? Uhh, baiklah. Itu adalah pohon dunia. Bisa dibilang itu adalah pusat Dunia ini." jawab si putri.
Liu Xiu mengangguk, tapi ada sesuatu yang tidak dia pahami.
Bagaimana mungkin dia tahu bahwa ini adalah pusat dunia? lalu kenapa mereka tidak menjaganya dengan benar? Ditambah lagi, Kerajaan Afsel tidak terlalu memikirkan tentang pohon ini. Itu semua membuat Liu Xiu sedikit meragukan kebenarannya.
"Kamu mungkin tidak percaya. Tapi percayalah, jika pohon ini hancur, dunia juga akan bernasib sama." kata sang putri seperti membaca pikiran Liu Xiu.
"Baiklah. Kenapa kau memberi tahu sebuah rahasia penting itu padaku?" tanya Liu Xiu.
Wanita itu mengambil nafas, lalu mulai merapal mantra. Seketika tubuhnya bercahaya, dan gaun hijau yang dia pakai mulai menghilang. Itu benar benar pemandangan yang indah, tapi Liu Xiu memilih untuk membalikkan badan disini.
"Kenapa kau membalikkan badan?"
"Kenapa? Apa kau bodoh? Mana mungkin aku menatap orang yang berganti!"
"Tutup mulutmu dan berbaliklah!" si putri itu tedengar memaksa sekarang. Liu Xiu tidak ada pilihan lain selain membalikkan badan.
Ada sesosok orang yang jauh berbeda dengan wanita yang pertama kalo Liu Xiu lihat. Yang ada justru seorang anak sekitar umur 9 sampai 10 tahun. Walau begitu, rambut dan tatanan serta ornamen di kepalanya sama dengan wanita tadi, yang menandakan dia orang yang sama.
Liu Xiu sempat tertegun sesaat, mengetahui perubahan yang terjadi pada lawan bicaranya. Dia mencoba memahami situasi. Tak lama kemudian, dia mengangguk.
"Humm. Ini adalah wujud aslimu, bukan?" tanya Liu Xiu dengan mudahnya.
"Aku berharap kau tidak mengatakan sesuatu yang buruk seperti menyukai bentuk pertama!" teriak putri itu marah.
"Tidak tidak. Aku bukanlah orang yang memandang penampilan. Kalau begitu, bisakah kita kembali ke masalah utama? Aku tidak ingin membuang waktu." jawab Liu Xiu acuh.
Putri itu sedikit cemberut, lalu berjalan mengajak Liu Xiu masuk.
Mereka melewati Pohon Dunia, dan masuk ke bagian dalam pohon itu. Sesuatu yang ada di dalam pohon, Liu Xiu tidak pernah menyangka akan melihat sesuatu yang seperti ini.
"Apa, ini?" tanyanya pelan ketika memandang seluruh dunia yang ada di dalam pohon.
Pohon yang terlihat sangat besar itu hanya sebuah penutup untuk isi yang sebenarnya. Itu benar benar sangat besar, bahkan bisa mencakup satu desa. Dan sepertinya, memang ada desa disini.
Liu Xiu menatap takjub ke sekeliling, yang mana dikelilingi oleh kayu Pohon Dunia. Itu bersinar biru indah seperti bintang.
Ada juga sesuatu yang menggantung di tengah langit langit. Itu terlihat mirip dengan bulan, karena memang bersinar putih dan lembut di malam. Tapi kalau diperhatikan lagi, itu menyambung ke pohon, menjelaskan bahwa benda itu adalah bagian dari Pohon Dunia.
"Ini benar benar indah." gumam Liu Xiu.
"Kau benar! Ini sangat indah, bukan? Sebuah dunia yang berbeda dengan dunia luar, yang hanya ada di dalam pohon ini. Ini sangat terlindungi dari bahaya apapun, dan bahkan makanan dan air ada disini. Ini benar benar-"
"Seperti surga. Aku tidak pernah tahu bahwa ada catatan di Afsel yang mengatakan sebuah Pohon seperti ini!" Liu Xiu melihat sekeliling.
Ada puluhan pasang mata yang memandang mereka dengan penasaran dibawah sana. Liu Xiu mengetahui itu, dan hanya tersenyum melihat masing masing dari mereka.
"Agak tidak enak untuk berbicara di luar, jadi mari kita ke rumahku." kata putri.
Saat mengatakan itu, dia menjentikkan jari, dan seketika Liu Xiu dan dia terbungkus sebuah cahaya bulat. Liu Xiu awalnya terkejut dengan itu, tapi setelah menyadari semua dia segera tenang.
Gelembung transparan itu mengangkat mereka, dan membawa meraka menjauh dari tempat masuk. Mereka melayang di atas desa,
Desa yang dilewati terlihat hidup dengan orang orang yang saling membantu dan bekerja sama satu sama lain. Banyak anak anak yang bermain dengan gembira di satu tempat yang sudah disediakan. Liu Xiu tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum memandang itu semua.
Di atasnya, ada rumah dengan penampilan berbeda dari biasanya. Itu tidak terlihat dari bawah, tapi sebaliknya, rumah itu bisa melihat semuanya dari atas.
"Inilah rumahmu?" tanya Liu Xiu setelah turun.
"Ya. Silakan masuk." kata putri itu.
Liu Xiu masuk ke dalam rumah, dan mengamati seluruh ornamen yang ada di rumah. Itu tidak terlalu banyak, tapi bagus. Sebuah konsep minimalis yang elegan, pikir Liu Xiu.
??
Liu Xiu terheran ketika melihat meja dan kursi, bahkan tea set yang bergerak sendiri. Itu seperti diperintah seseorang, dan menurut. Liu Xiu juga sudah tahu siapa yang melakukan, itu jadi dia hanya duduk di salah satu kursi yang ada.
"Baiklah. Kita akan langsung ke intinya." putri itu berdiri.
"Perkenalkan, nama saya Hiang Xi, yang membuat permintaan itu. Panggil saja saya Xi. Ras saya. adalah Fairy, dan saya ingin anda menyelamatkan Pohon Dunia." jelasnya panjang lebar.
("Fairy, kah? Itu menjelaskan apa yang terjadi selama ini. Aku tidak menyangka mereka benar benar ada!") batin Liu Xiu.
"Baiklah, Xi. Apa maksudmu dengan menyelamatkan Pohon Dunia? Bukankah kau bilang ini aman dari ancaman?" tanya Liu Xiu.
Sebenarnya, Liu Xiu memiliki banyak pertanyaan tentang Pohon Dunia ini. Dia berusaha untuk memancing Xi agar mengatakannya satu persatu.
"Dimengerti biar saya jelaskan dari awal..."
Dengan begitu, secara tidak terduga Xi memberikan semua yang ingin Liu Xiu ketahui tanpa diminta sekalipun. Liu Xiu sangat terkejut mendengar dia bisa menceritakan semuanya dengan mudah.
Intinya, pohon ini tidak akan terlihat oleh orang orang yang memiliki niat jahat terhadap pohon ini. Dan orang yang tidak tahu tentang Pohon Dunia juga tidak akan bisa melihatnya.
Dengan begitu, jelas tidak akan ada yang bisa melihatnya selain warga desa.
Warga desa seluruhnya adalah Fairy. Diantara mereka, ada beberapa High Fairy, tapi yang tertinggi adalah Xi. Dia yang mengatur semua kehidupan yang berjalan disini.
Dengan Pohon Dunia, dia bisa mengatur hutan, bahkan menggunakan sihir tak terbatas jika itu masih di dalam hutan ini. Apalagi, dengan rasa mereka sebagai Fairy, mereka bisa menumbuhkan dan memperluas hutan di manapun yang mereka mau.
Itu jelas adalah kekuatan yang menyalahi hukum alam, dan bisa menghancurkan dunia jika disalahgunakan. Oleh karena itu keberadaan Pohon Dunia harus disembunyikan dari semua orang.
Dan kenapa Liu Xiu bisa masuk dan melihat ini, karena segel yang ada padanya.
Itu adalah segel yang dibuat oleh salah satu Great Demon Lord, Kei. Tidak mungkin Pohon Dunia tidak mengenal kekuatan itu. Ditambah dengan Seed yang ada dalam diri Liu Xiu, membuatnya diakui untuk bisa keluar masuk ke Pohon Dunia.
Memang aneh, tapi 7 Great Demon Lord sudah membuat sebuah kontrak dengan Pohon Dunia.
Sayangnya Liu Xiu dan bahkan Xi tidak tahu tentang itu, dan hanya memiliki kesimpulan dasar yang aneh.
Liu Xiu juga menanyakan tentang rusa yang bernama Pulan tadi. Itu membuatnya tahu bahwa Pulan adalah Hewan Ajaib penjaga hutan ini.
Xi juga menceritakan tentang masalah yang mereka hadapi. Itu membuat dahi Liu Xiu merengut saat mendengar masalah itu. Dia benar benar bingung apa yang harus dia lakukan untuk menanggapi itu.
"Ini benar benar masalah yang berat." kata Liu Xiu di akhir cerita.
"Itulah kenapa kami meminta bantuan ke Guild." jawab Xi. Wajahnya juga terlibat suram karena menceritakan itu semua.
Keadaan menjadi hening, hanya ada mereka berdua yang berwajah sulit karena membahas masalah ini.
"Kalau begitu, kita akhiri pertemuan hari ini. Anda bisa menggunakan kamar manapun yang anda mau, untuk beristirahat malam ini, jadi kita lanjutkan besok." kata Xi memecah keheningan.
"Ohh!! Kuterima niat baikmu! Bagaimana dengan kamarmu? Apakah boleh?" tanya Liu Xiu bercanda.
"Mana mungkin!!" balas Xi dengan berteriak.