
Liu Xiu sedikit nya paham, kenapa dia bisa masuk ke dalam dunia ini dengan mudah. Tapi dia masih bingung, apa kegunaan skill ini.
"Lalu, kegunaan skill [Tabu] ini apa? Aku sudah mencoba menggunakan skill ini, tapi tidak ada yang terjadi. Tidak mungkin, kegunaan skill ini hanya untuk membawaku kemari, bukan?" tanya Liu Xiu sedikit bingung.
Pasalnya, dia memang sudah pernah sekali menggunakan skill itu. Tapi tetap tidak ada yang terjadi.
Liu Xiu juga masih belum mengerti tentang apa yang dimaksud dengan aturan aturan dunia.
Contoh nya saja, peraturan apa yang Liu Xiu langgar, yang membuat nya mendapat kan skill Tabu? Liu Xiu bahkan tidak terpikir tindakan apa itu.
"Humm. Kau bertanya kegunaan skill itu, bukan? Bagaimana menjelaskan nya, aku juga tidak bisa mengatakan nya dengan jelas. Karena, aku juga tidak tahu." jawab Kei sambil sedikit tersenyum.
Liu Xiu yang mendengar itu benar benar terkejut, bahkan mulutnya menganga lebar tidak mempercayai nya.
"T-tunggu! K-kau tidak tahu?! Bagaimana mungkin aku bisa percaya?!" teriak Liu Xiu sedikit marah.
"Khu khu...." Kei berjalan memutar, tertawa pelan lalu menuju belakang Liu Xiu. Liu Xiu tidak memutar badannya, merasa itu tidak perlu karena Kei yang seenak nya berjalan ke belakang nya.
"Karena aku sebenarnya sempat memiliki skill itu, tapi hanya hingga level 5. Aku tidak sempat untuk menaikkan, atau bisa dibilang tidak ingin." jawab Kei.
Jawaban itu hanya membuat Liu Xiu semakin bingung. Dia akhirnya membalik kan badan, menghadap Kei.
"Bisakah kau tidak menggantung jawaban mu? Selesaikan dengan cepat." kata Liu Xiu, berbalik. Tapi, saat dia berbalik, dia terkejut.
Tubuh Kei mulai bercahaya, dari ujung kakinya bersinar terang, seperti akan melebur bersama cahaya itu!!
"Kei, kau?" tanya Liu Xiu pelan.
"Yahh, jangan pasang muka seperti itu. Aku akan menjelaskan beberapa hal sedikit." ucap Kei sedikit tersenyum pahit.
"Aku tidak menaikkan skill itu karena itu benar-benar sulit. Menahan rasa untuk tidak melakukan hal tabu itu tidak sebanding dengan naiknya skill itu. Jadi aku berhenti menaikkan nya." Kei mulai bercerita.
"Dan juga, saat naik menjadi salah satu dari 7 Demon Lord yang menduduki tahta Wrath, aku bisa mengakses rahasia dunia yang ingin aku ketahui, jadi aku berhenti."
Liu Xiu yang mendengar itu terkejut. Dalam benaknya, dia bertanya tanya, apakah itu benar? Sesuatu yang bahkan tidak diketahui Kei sebagai salah satu dari beberapa eksistensi yang tidak dapat Liu Xiu mengerti? Dan ada hal yang tidak diketahui olehnya?
"Ugh, jadi itu benar... Itu benar benar menarik.... Bahkan aku tidak bisa menahan untuk tidak tertarik dengan itu." kata Liu Xiu tersenyum aneh.
Pada dasarnya, Liu Xiu menginginkan pengetahuan lebih dari yang orang lain punya. Jadi, ketika mengetahui ini jelas membuatnya bersemangat.
"Ya, itu benar. Ada beberapa hal yang tidak aku ketahui tentang dunia ini. Tidak, bukan hanya beberapa. Ada banyak hal, sangat banyak hal yang tidak aku ketahui. Yang jelas, skill [Tabu] ini adalah perantara ke rahasia dunia itu." kata Kei lagi.
Liu Xiu tergiur mendengar itu, tapi dia kemudian tersadar.
"Kenapa kau tidak mengambil rahasia dunia ini?" tanya Liu Xiu segera.
Liu Xiu berpikir, aneh untuk orang sehebat Kei tidak menginginkan informasi sebesar itu. Padahal, semua orang pasti akan menerima semua informasi untuk berjaga jaga, dan Liu Xiu yakin Kei juga pastinya tahu itu.
"Kau bertanya kenapa, kah?" bisik Kei pelan.
Dia berjalan pelan sambil melihat ke langit, terlihat mengenang sesuatu. Tapi itu tampak seperti hal yang cukup baik untuk diingat, terlihat dari wajahnya yang berubah masam.
"Seperti yang kau pikirkan, Aku memang pernah tergoda dengan informasi yang luar biasa itu. Tapi, aku tahu itu bukanlah sesuatu yang seharusnya aku miliki." kata Kei memulai cerita nya.
"Aku sempat berpikir, apakah aku benar benar membutuhkan skill itu? Atau aku hanya haus akan pengetahuan? Aku menanyakan nya lagi dalam hidup ku."
"Apakah sesuatu yang akan aku dapat memang sebegitu nya berharga hingga aku harus berkorban banyak untuk itu? Dan saat memikirkannya, perlahan lahan semua keinginan untuk mengetahui rahasia itu mulai runtuh." Kei menunduk, terlihat suram..
"Seperti kata sebuah pepatah, keingin tahuan membunuh kucing. Aku memikirkan pepatah itu berulang ulang. Dan tentu, ada banyak hal ketika lebih baik kita tidak mengetahui sesuatu."
"Aku juga memiliki orang yang tidak boleh aku tinggalkan, dan membawa nya dalam masalah ini akan mempersulit nya saja. Itulah kenapa aku berhenti untuk mencoba meningkatkan skill [Tabu]. Toh apa yang ingin aku ketahui sekarang bisa aku akses dengan mudah." kata Kei sambil tersenyum senang.
Itu mengakhiri cerita Kei, membuat wajah nya kini terlihat cerah, walau kaki nya mulai menghilang menjadi cahaya.
Liu Xiu mengangguk, tampan mengerti dan memikirkan sesuatu.
Apa yang dia pikirkan?
Liu Xiu berpikir jika informasi yang ingin dia ketahui sudah bisa dia akses tanpa harus menggunakan skill [Tabu], apakah dia juga bisa mengikuti jalan Kei, dan tidak mengambil skill itu.
"Jadi, itu semua tergantung dengan pertanyaan ku, kah?" tanya Liu Xiu pelan.
Terjadi bening sesaat, tapi Kei hanya mengangguk dengan bisikan kecil Liu Xiu tadi.
"Baiklah. Aku ingin sedikit menanyakan ini padamu. Apakah kau mengetahui tentang Demon God, Dunia lain, dan Reinkaenator? Atau mungkin Dewa?" tanya Liu Xiu segera.
Apa untung nya buat Liu Xiu?
Liu Xiu masih sedikit memiliki dendam tentang apa yang terjadi di Eldergale. Dia benar benar tidak akan melepaskan siapa pun yang berhubungan dengan kejqsian tersebut.
Tapi Kei yang mendengar itu terkejut, lalu tersenyum dan menggeleng.
"Kau menanyakan sesuatu yang sangat berat. Kalau soal itu, mana mungkin aku bisa menjawabnya." ucap Kei tertawa.
"Aku hanya tahu sama seperti yang lain, dimana Demon God disegel oleh Dewa lain karena akan merusak dunia. Dan untuk Reinkarnator dan Dunia lain, aku hanya tahu sedikit, tentang keberadaannya yang memang ada dan benar mereka memiliki kekuatan yang besar." lanjut Kei.
"Begini begini, aku bukannya maha Kuasa, kau tahu?" kata Kei menyelesaikan kata katanya.
Mendengar itu, Liu Xiu merosot, kehilangan tenaga nya. Dia sempat memiliki harapan tentang itu, tapi tampak nya hidup tidak akan membiarkan semua berjalan begitu mudah.
"Yahh, jangan memasang wajah seperti itu. Aku tahu itu agak tidak mungkin dicapai, tapi aku tidak akan terkejut jika kau bisa mendapatkan nya." kata Kei menghibur Liu Xiu.
"Humm. Kalau kau bilang begitu, mungkin saja itu benar. Tapi jujur, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Dan bagaimana aku harus meningkatkan skill ini?" tanya Liu Xiu kebingungan.
"Yahh, aku pernah dengar dari seseorang. Ada hal khusus yang akan terjadi jika skill itu mencapai level 9. Itu tidak akan bisa naik lagi, kecuali jika menggunakan kunci."
"Kunci apa itu, aku tidak tahu. Yahh aku hanya mendengar nya saja. Tapi saat kau mencapai level 9 skill [Tabu], kau akan tahu dimana lokasi kunci itu." cerita Kei.
"Tapi aku sudah mencapai level 9?" sahut Liu Xiu tiba tiba.
"Heh?"
"Kenapa?"
"......"
Terjadi keheningan sesaat. Hanya ada suara gemerincing dari cahaya yang mulai memakan Kei, yang kini susah mencapai perutnya.
"Ahh, tidak. Salahku melupakan nya. Benar. Kau sudah mencapai level 9, kah?" tanya Kei dengan wajah sedikit kaget.
"Yahh, mungkin kau akan segera mendapat sesuatu setelah kau bangun dari mimpi ini. Dan untuk apa yang akan kau lakukan selanjutnya, itu semua terserah dengan mu. Kalau kau membutuhkan kekuatan, kau bisa memasuki Dungeon ini dan membuka segel mu." kata Kei seperti tanpa beban.
Liu Xiu berpikir sesaat, tapi dia tahu bahwa waktu Kei tidak akan lama.
Bisa jadi, ini kali terakhir nya bertemu dengan Kei, jadi Liu Xiu sedang memikirkan pertanyaan yang bisa jadi Kei tahu jawabannya, agar Liu Xiu tidak melakukan sesuatu yang sia sia.
"Hei, Kei. Apakah Dungeon itu akan ada sesi pertarungan? Maksudku, jika di awal aku sudah harus melawan mu, walau kau hanya dengan separuh kekuatan, tapi apa yang akan aku hadapi di dalam? Jangan bilang, aku akan melawan diri ku sendiri?" tanya Liu Xiu sedikit bergidik.
Dia ingat beberapa cerita yang mengarahkan tokoh untuk melawan dirinya sendiri saat ingin mendapatkan kekuatan utama mereka.
"Ha ha ha ha!" mendengar itu, Kei justru tertawa keras.
"Tidak, tidak. Aku tidak memiliki hobi seperti itu. Itu membosankan, lagi itu tidak akan memberimu sebuah pelajaran. Bagaimana pun, aku membuat ini untuk memberi pelajaran, agar kau tidak menjadi seperti aku yang dulu." kata Kei dalam tawa nya.
Liu Xiu sedikit tidak mengerti soal yang terakhir, tapi dia tidak akan menanyakan apa pun.
"Yang ada di dalam sana adalah ujian mental. Tidak akan ada pertarungan untuk mu."
"Hufft." terdengar Liu Xiu yang menarik nafas lega, karena dia yakin kekuatannya yang sekarang tidak sebanding dengan Kei di hadapan nya, atau bahkan dirinya yang dulu.
"Tapi ujian yang akan kau dapati jauh lebih sulit. Melihat dirimu yang sekarang, aku tidak yakin kau akan menyelesaikan nya dalam sekali jalan." lanjut Kei.
Mendengar itu, air muka Liu Xiu segera berubah.
"Kalau begitu, apakah aku bisa kembali kemari?" tanya Liu Xiu ragu ragu.
"Yahh, kau bisa. Tergantung hatimu, dan pikiranmu. Kau tentu akan bertanya, ujian apa yang akan membuat mu mundur? Tentu, itu ujian yang jauh lebih menyakitkan dari yang sebelum nya. Aku tidak akan mengatakan nya padamu, karena itu tidak akan menjadi kejutan lagi." kata Kei dengan wajah serius.
Kini cahaya sudah sampai di lehernya, membuat Liu Xiu pun tahu, waktu nya tinggal sedikit.
"Yahh, baiklah. Karena sudah sejauh ini, aku ingin sedikit berterima kasih, untuk beberapa hal yang telah kau lakukan. Melihat mu, aku menjadi berpikir apakah ini rasanya memiliki kakak? Yahh, begitu lah." kata Liu Xiu mengelus kepalanya pelan.
"Humm. Aku hanya..." Kei terlihat ingin mengatakan sesuatu, tapi bagain mulutnya sudah menghilang, diikuti dengan matanya yang tertutup, tampak tenang.
Sring...
Suara itu mengiringi hilang nya Kei dari tempat itu, bersama dengan debu emas yang berterbangan, bagaikan cahaya yang merambat ke langit sana.