
Itu pagi hari ketika Liu Xiu sudah bangun dari tidurnya. Beruntung sebelum tidur, dia sudah mendapat beberapa kue dari Xi, jadi dia tidak begitu kelaparan.
Dia sudah bangun ketika semua sedang terlelap, seperti biasa untuk melakukan latihan dan beberapa hal lainnya. Justru karena di hutan ini, dia lebih senang karena bisa berlari kesana kemari, melompat dan beberapa lainnya.
Liu Xiu ingin berburu pada awalnya, tapi mengingat kejadian kemarin, jelas dia akan mengurungkan niatnya.
Dia juga mengunjungi tempat kemarin, dan mendapati seluruh hutan yang hancur sudah berubah kembali menjadi seperti semula. Itu jelas bukan sesuatu yang dapat dinalar dengan akal sehat.
Dengan begitu, saat matahari mulai menyapa dia sudah menyelesaikan latihannya dan kembali ke Pohon Dunia.
Liu Xiu juga membaur dengan para warga dengan cepat. Awalnya dia mendekati anak anak untuk bermain, dan segera setelah mendapat kepercayaan anak anak, warga lain juga bisa mempercayai nya.
Agama mengerikan memang kemampuan yang dimiliki Liu Xiu.
Tapi dia membantu seluruh warga dalam mengerjakan tugasnya, setidaknya dalam beberapa saat itu.
Xi yang melihat itu semua dari atas takjub sekaligus bingung.
"Bagaimana mungkin seorang manusia bisa memiliki sihir sebanyak itu? Aku tidak paham. Dan lagi, dia bisa melihat Pohon Dunia, itu juga hal yang sangat luar biasa. Dia terasa seperti level yang berbeda denganku, dengan kami semua." kata Xi menyandarkan diri ke pohon, mengamati Liu Xiu dari kejauhan.
"Pohon Dunia tidak akan menampakkan diri ke orang biasa. Orang biasa hanya akan melihat ini sebagai hutan. Dan yang lebih parah, orang biasa hanya akan merasa tidak enak untuk masuk ke sini."
"Dia bisa melihat dan masuk ke sini tanpa merasa aneh. Dia memang misterius."
"Selain itu, dia bisa dengan cepat membaur dengan warga sekitar. Itu baik." lanjut Xi sambil menganggukkan kepalanya senang.
Dia lantas berbalik, menuju ke rumahnya sambil tersenyum.
"Ada baiknya aku menyambut nya dengan benar kali ini." katanya berjalan dengan sedikit melompat, menunjukkan suasana hatinya.
***
"Selamat datang, tuan Liu Xiu. Bagaimana dengan perjalanan anda?" tanya Xi ketika menyambut Liu Xiu di depan pintu.
"Ada apa denganmu? Tiba tiba bersikap sopan seperti itu? Kau berubah pikiran dan ingin mengajukan permintaan pernikahan?" tanya Liu Xiu ringan sambil tertawa senang.
Itu langsung membuat wajah Xi memerah, dan melompat mundur.
"Mana mungkin!! Aku hanya bersikap sopan karena kau adalah orang yang akan membantu kami, dan kau adalah tamu kami, bodoh!! Jangan berpikir hal yang aneh aneh!!" teriak Xi sambil membalikkan badan menyembunyikan wajahnya, sambil menyilangkan tangannya.
("Memang aku sempat berpikir untuk melakukan itu. Karena sosok yang diterima Pohon Dunia pasti bukan sosok sembarangan. Bagaimana dia tahu pikiranku?") tanya Xi dalam hati.
"Nahh! Aku suka cara bicara mu yang seperti itu. Jadi jangan diubah. Aku juga benci keformalan." kata Liu Xiu.
"Dan juga, aku sudah menemukan beberapa hal tentang masalah Pohon Dunia ini kemarin. Dan aku ingin membicarakan hal itu." kata Liu Xiu kini dengan wajah serius.
Xi sedikit terkejut, dan dia sedikit tersenyum.
"Kalau begitu, mari kita bicarakan itu sambil makan." ajak Xi.
Meja meja ditata seketika, dan makanan makanan pun dibawa keluar. Itu semua dilakukan tanpa bantuan orang dan hanya menggunakan sihir, dan itu tetap membuat Liu Xiu takjub.
"Baiklah. Ada masalah apa?" tanya Xi ketika masing masing dari mereka sudah berada dalam posisi.
"Beberapa bagian dari Pohon Dunia sudah terkena imbasnya. Hasilnya, ada beberapa daun Pohon yang gugur dan menghitam. Itu pasti menyerap beberapa hal dari sana." kata Liu Xiu.
"Dan lagi, tingkat kesuburan tanah dan intensitas tanaman dibagian barat, itu lebih buruk. Aku juga sudah mencoba kesana, tapi menurutku akan buruk jika itu tanpa persetujuan."
"Dengan kata lain, ini sudah benar-benar kritis. Kita harus segera membasmi itu semua." jelasnya.
Suasana kembali menjadi hening. Tangan Xi yang sedang menyendok sayur terhenti sesaat mendengar penjelasan Liu Xiu.
"Aku bisa melakukannya, walau sendiri. Mungkin akan ada beberapa masalah, tapi saat itu aku akan kembali." Liu Xiu mengangguk yakin.
"Maaf, aku tidak bisa membantumu."
"Tidak tidak. Aku mengerti keadaan mu, keadaan kalian. Ini adalah masalah khusus yang tidak bisa kalian hadapi. Bagaimana bilangnya, ini seperti counter kalian." jawab Liu Xiu sambil tersenyum.
"Koun, hah? Apa itu?" tanya Xi.
Dia tidak paham dengan apa yang Liu Xiu katakan barusan, karena memang pada dasarnya itu adalah bahasa Liu Xiu dari dunia nya yang dulu.
"Tidak apa. Kalau begitu, setelah ini aku akan bersiap."
"Kau akan berangkat siang nanti?"
"Tidak. Aku akan berangkat sedikit sore. Aku akan lebih nyaman dengan kegelapan di sekitarku." kata Liu Xiu. Itu membuat Xi sedikit bingung, tapi Liu Xiu tidak menghiraukannya.
***
Masalah yang Pohon Dunia hadapi adalah adanya sosok yang mengendalikan dark magic di sekitar Hutan Ajaib. Sosok itu mencemari lingkungan dengan Dark Magic nya, dan itu berdampak kepada ekosistem di Hutan Ajaib.
Dan yang membuat sulit adalah, Ras khusus Fairy tidak bisa bertahan hidup jika ada Dark Magic di sekitar mereka.
Tubuh Ras Fairy akan otomatis menyerap Dark Magic di alam, dan setelah menyerap beberapa saat mereka akan mati. Jadi, walaupun Ras Fairy merupakan yang terkuat di hutan, mereka tetap tidak bisa melakukan apa apa jika dihadapkan dengan Dark Magic.
Itulah kenapa sekarang Liu Xiu diturunkan untuk menangani orang ini. Setidaknya, membuat dia pergi dari hutan ini saja sudah cukup, kata Hiang Xi.
Tapi...
"Aku yakin dia adalah bagian dari Kultus, bagaimanapun itu. Karena hanya mereka hanya bisa membuat dark magic setebal ini." kata Liu Xiu saat menyiapkan diri sendirian.
Dia menyentuh Zadkiel miliknya, yang sudah lama tidak dia pakai karena dia terlalu sering menggunakan sihir sekarang.
"Aku kembali mengandalkan mu, partner." kata Liu Xiu, mengelus benda itu.
Liu Xiu ingat semua dendamnya pada Kultus dulu. Tapi mengingat apa yang terjadi belakangan ini membuat dia harus menahan amarahnya. Itulah kenapa dia sekarang bekerja sendirian, tanpa melibatkan orang lain.
"Baiklah. Mari kita berangkat!" kata Liu Xiu setelah mengecek semua senjata miliknya.
***
"Bagaimana, Liu Xiu. Apa kau sudah menyiapkan semuanya? Dan apakah kau ingin berangkat sekarang?" Xi sudah menyambut Liu Xiu di gerbang desa. Liu Xiu sebenarnya ingin meninggalkan dan mengerjakan Quest nya secara diam diam, tapi sepertinya Xi sudah menduga hal itu.
Liu Xiu yang melihat itu hanya tersenyum pelan, lalu menghampiri Xi.
"Yahh, bisa dibilang begitu. Apa kau mau ikut?" tanya Liu Xiu sedikit bercanda.
Xi sedikit tertawa dengan itu, lalu mengucapkan sesuatu seperti mantra khusus, lalu tangannya tiba tiba bersinar membentuk sesuatu yang terbungkus cahaya.
Cahaya itu lantas bersatu, masuk bersamaan bagaikan semut yang berebut gula. Cahaya tersebut kemudian berubah bentuk menjadi sebuah kotak, yang mana itu sedikit memancarkan warna kehijauan yang teduh.
"Bawalah ini. Hanya ada 10 dari mereka. Itu berguna untuk menghambat perkembangan Dark Magic di tubuhmu. Jika kau rasa semakin tidak enak, kau bisa pakai satu." kata Xi, menyerahkan kotak itu.
Liu Xiu tersenyum aneh, tapi hatinya merasa tidak enak. Pada dasarnya, Dark Magic susah tidak mempengaruhi nya lagi, karena bahkan dia adalah penguasa Dark Magic dulu.
"Terima kasih. Akan aku ingat ini." kata Liu Xiu.
Dia kemudian mengucapkan salam perpisahan pada Xi. Sebenarnya, Liu Xiu tidak ingin melakukannya, karena menurutnya itu adalah flag.
"Baiklah! Saatnya kita berburu malam ini!!" Liu Xiu mengambil senjatanya ketika dia sudah sampai di tengah hutan, dan menyeringai senang.