
Setelah ini, kami siap untuk memasuki lantai bawah. Dan juga, walau di pintu masuk kami cukup ramai, tapi sangat sepi di dalam.
"Dengan begini, kita masuk ke lantai bawah." Aku mengangguk sambil melangkah turun melewati tangga dalam sunyi. Bahkan tapak kaki kami sampai cukup menggema di ruangan itu.
Ya. Itu sangat sepi! Karena memang aku mencari tempat yang lebih sepi. Aku sudah memetakan lantai 1-35, yang mudah untuk dihafalkan. Aku juga menjualnya ke petualang pemula untuk beberapa perak, lumayan untuk penghasilan.
Selain itu, itu juga mengurangi jumlah petualang yang tersesat, dan itu menguntungkan. Haha. Selalu ada hikmah dalam setiap kesulitan, ya?
"Humm, ada banyak monster seperti yang aku duga. Belum pernah ada yang kemari?" Aku berlari, menuju gerombolan monster yang sedang berjalan.
Aku tidak tahu, kenapa monster ini bisa berjalan dan hanya menyerang orang yang memasuki Dungeon ini. Bukankah ini aneh? Apa mereka memiliki sebuah sensor untuk mengenali kawan? Kalau begitu, itu sangat mencurigakan, bukan?
Aku segera menyelesaikan mereka dengan cepat, dan mengambil beberapa item drop.
"Seperti biasa, aku mendapatkan sampah, ya?" Aku mengangguk sambil memungut beberapa item drop yang menyedihkan.
"A-apa? Sa-sampah? Itu bukannya tanduk monster Hulian? Itu cukup mahal!" Aina berteriak. Oi oi! Apa kau akan terus menanggapi seluruh kalimatku?
Walau bagiku menyedihkan, tapi aneh ini dijual cukup mahal ketika berada di atas. Kupikir tidak banyak yang mengumpulkannya, karena lantai bawah di setiap kota cukup sulit ditaklukkan.
Maksudku, item ini benar benar tifka berguna bagiku. Karena katanya bisa dibuat menjadi belati, tapi ketika aku tempa, benda itu hancur! Bahkan itu berubah menjadi debu!
"Padahal aku sudah menggunakan palu terbaik yang terbuat dari Azantium. Selain itu, aku juga memiliki title "Blacksmiths" lho!
"Aku juga penasaran. Kenapa monster bisa menghasilkan item dan menghilang ketika mati? Ya. Itu sangat aneh." Aku mengangguk dan meneruskan perjalananku.
"Jangan sedikit sedikit heran! Itu adalah peraturan yang ada di dunia ini! Aku lebih heran kepada kakak daripada dunia ini!" tuh kan! Aina terlalu banyak menanggapi perkataan ku.
Walau jalan Dungeon sangat banyak, tapi tetap itu tertuju pada beberapa ruang boss utama.
Aku mengatakannya boss utama, tapi mereka ada banyak. Ada 4 boss yang membedakan lantai lantai di Dungeon Sein kota Cerida ini.
Yang pertama, boss dengan bentuk seekor kambing hutan. Walau aku bilang itu kambing, aku hampir tidak bisa membedakan antara monster itu dengan babi. Levelnya sekitar 17. Itu adalah boss lantai atas, yang memisahkan lantai atas dengan lantai menengah.
Boss ini bagiku sangat mudah. Aku bahkan tidak perlu mengeluarkan skill ultimate ataupun menggunakan senjata. Bagiku, tangan kosong sudah perlu untuk mengalahkan monster boss pertama ini.
Drop item nya adalah beberapa tulang, daging, dan tentu saja, batu sihir yang cukup bagus. Setidaknya, itu jauh lebih baik dari rata rata monster lantai atas.
Dan yang paling penting, daging boss lantai atas ini sangat enak. Kalau boss itu bisa aku lawan berkali kali, aku pasti akan terus menumpuk dagingnya!
Boss kedua, dengan ras orc tinggi, dengan membawa pemukul kayu besar. Club kayu nya itu sangat merepotkan, karena setiap diayun dia meninggalkan getaran yang cukup besar. Tapi itu sangat mudah dibanding lawan yang pernah aku lawan sebelumnya.
Untuk perbandingan, monster ini memiliki level 35. Tidak terlalu jauh dengan boss lantai atas, tapi ini jauh lebih menyulitkan darinya.
Pasalnya, Orc tinggi ini kini memiliki skill, dan tentu saja kecerdasannya meningkat. Itu yang membuatnya menyulitkan.
Orc tinggi ini memisahkan antara lantai tengah, dengan lantai bawah yang otomatis level monster dan keberagamannya juga akan naik.
Dan sekarang, aku memburu minotaur, bos ketiga di Dungeon Sein ini. Aku belum pernah bertemu dengannya, jadi aku belum pernah melawannya.
Katanya, bentuknya seperti sapi, dengan tanduk besar dan kapak di tangan. Ada beberapa yang harus diwaspadai darinya, contohnya ketika dia mengangkat kapaknya, dan menyerang dengan gerakan berputar, katanya itu yang paling menyusahkan.
"Baiklah. Sepertinya ini. Dan juga, belum ada yang menantangnya." Aku mencoba melihat kanan dan kiri.
Di dunia ini, jika ada orang lain yang sedang menantang boss, maka pintu akan tertutup dan membuat orang lain tidak bisa masuk.
"T-Tunggu! Kakak! Apa kakak berniat untuk melawan boss itu sendirian? Aku ingat orang orang membentuk party 10 orang Rank-B!!" lagi lagi, Aina membentuk sebuah tanggapan untuk itu.
"Aahahah! Santai saja, Aina. Aku ingin mencoba sesuatu!" aku berteriak demikian, lalu menatap pintu itu.
Jangka waktu mengalahkan boss biasanya adalah 30 menit. Setelah 30 menit, itu akan selesai dan petualang akan dianggap gagal. Biasanya akan selesai lebih cepat, karena petualang yang menang atau petualang yang mati. Itu saja.
"Baiklah. Ini pasti akan menjadi menarik!" Aku melangkahkan kaki masuk,lalu seperti dugaanku, pintu menutup dengan cepat. Minotaur itu tampak tersenyum melihatku.
Mungkin karena aku terlihat kecil dan lemah, jadi dia sepertinya meremehkan ku. Tapi, maaf saja ya! Aku akan membuatmu untuk bahan percobaan ku!
"[I am the Sadistic]!" aku meneriakkan skill terbaruku yang sangat cocok untuk saat ini.
"Apa nama skill itu? Jangan bilang, kakak?!" Aina hanya bisa memberi tanggapan aneh. Yahh, karena nama skill ini saja sudah sangat aneh sih.
Tapi yang terpenting adalah efek dari skill ini. Ini adalah skill yang akan menahan serangan, sehingga musuh hanya sekarat, dan tidak mati.
Mudahnya, semua serangan yang kukirim tidak memberikan damage, tapi tetap dia merasakan sakitnya. Itu akan memberikan damage, tapi akan berhenti ketika HP target hanya tersisa 1.
Tapi tidak tertulis bahwa serangan orang lain akan tetap membuat HP musuh menjadi 1.
"[Zadkiel]! Seven form!" Aku meneriakkannya, lalu mengarahkan Zadkiel utama di tanganku ke atas, membuat banyak Zadkiel yang berasal dari dimensi ruangku bermunculan di belakangku.
Semua itu terjadi dengan cepat, dan suara "klik" khas reload sebuah senjata terdengar, dan aku tersenyum senang dengan itu.
Minotaur itu tidak tahu apa yang terjadi, hanya melihat ke arahku dengan mata masih mengejek. Ketika akhirnya hitungan selesai, dan dia melangkah maju, itu akan menjadi akhirnya.
"Shoot!" Aku meneriakkannya, dan seketika puluhan peluru besar menghujani minotaur itu.
Sedetik kemudian, dia berteriak kesakitan, karena itu memberondongnya, tapi tidak membunuhnya.
Ya. skill [I am the Sadistic] menahan HP nya tetap 1. Skill ini tidak lain tidak bukan, bertujuan untuk menyiksa musuh sebelum kematiannya.
"Itu sudah selesai!" aku berteriak ke arah Aina yang bersembunyi di balik beberapa batu disana.
Walau itu sudah selesai, kakinya masih bergetar, dan dia tidak bisa berbicara. Bahkan aku bisa melihat bibirnya bahkan merinding.
"A-apa itu tadi? M-monster boss lantai t-tiga! K-Kakak menghancurkannya d-dengan mudah? A-apa ini n-nyata?" Aina sekarang mulai berbicara dengan gagap. Apakah dia baik baik saja?
"A-Ahh, dia sebenarnya belum mati. Skill ku yang pertama mencegah nya mati. Skill keduaku sejatinya memberikan damage yang lebih besar dari kelihatannya." Jelasku padanya.
"Kalau itu jelas! Aku bahkan bisa melihat dinding Dungeon tercongkel disana!!" ahahaha! Aku sekarang sepertinya sudah terbiasa dengan tanggapan Aina. Dan itu sepertinya membuat ini lucu.
Nah, dari sinilah rencanaku akan berjalan.
"Aina, bunuh monster itu." Aku memberi Aina sebuah pedang kecil dari sihir Inventory ciptaan ku.
"P-pedanh ini, pedang Azantium?! T-tidak mungkin!! Bentuknya, s-sangat halus!" Aina bahkan tambah bergetar hebat ketika menerima pedang itu.
Wajahnya berkeringat deras, bahkan tangannya tidak bisa memegang pedang dengan benar.
"Sudahlah, cepat dan bunuh monster itu!" aku mendorongnya ke arah monster yang seperti sudah tidak hidup lagi. Bahkan jika aku mencubit nya, dia pasti akan mati.
"Apa kakak yakin? Jika aku yang membunuhnya, yang mendapat exp! Karena kita belum membentuk party, poin pengalaman yang aku dapat tidak akan dibagi dengan kakak!" Aina berteriak.
Ahh, sistem party ya? Aku sudah mengetahui ini sebelumnya, tapi aku tidak pernah membentuk party sebelumnya.
Dan aku sebenarnya tidak membutuhkannya.
"Yahh, itu memang tujuanku. Jujur saja, aku tidak peduli dengan levelku. Ada beberapa keadaan yang membuatku tidak bisa naik level dengan cepat, jadi aku tidak terlalu memikirkan exp." aku berkacak pinggang.
"Jadi, lebih baik itu untukmu. Levelmu masih lima, bukan?" kataku menatapnya tajam.
Dia sedikit tersentak, lalu wajahnya menjadi mimik wajah ketakutan.
"Ja-jangan bilang, kakak sudah sa-sampai ke le-level 100, se-sehingga tidak bisa naik level lagi? Dan karena itu ka-kakak tidak membutuhkan exp lagi?!!" dia berteriak takut.
Oi oi! Sejauh mana otak paranoid anak ini akan berjalan? Itu aneh, tahu!
"Bodoh! Aku masih level 25, tahu!" aku memukul kepalanya pelan, membuatnya sedikit mengaduh.
"Baiklah baiklah. Aku akan membunuh monster itu!" Aina berkata yakin
Aina berjalan pelan ke arah monster sekarat itu, menyiapkan pedangnya. Aku meneliti kuda kuda pedangnya, dan sebagainya satu persatu.
Dan menurutku, kuda kuda dan cara memegang pedangnya sudah cukup bagus. Memang jauh dari kata sempurna, tapi aku tahu dia sudah berusaha hingga bisa sejauh itu.
"Hyahhh!!!" Aina mengayunkan pedangnya sekuat tenaga, ke arah monster itu. Padahal jelas, itu bahkan tidak membutuhkan tenaga sebesar itu, karena HP nya bahkan sudah tinggal 1.
Dan bersamaan pedang itu menyentuh Minotaur, Monster itu menghilang menjadi debu cahaya, dan beberapa item.
Ada benda yang aku cari, sebuah item bernama "tanduk minotaur". Itu untuk bukti bahwa aku telah mengalahkan Minotaur.
"A-ahhh!!" Aina menjerit sambil memegangi kepalanya. Apapun itu, aku segera mengaktifkan [Evaluator] padanya.
"Umm, seperti yang sudah aku duga." aku hanya mengangguk pelan.
Aku sudah memeriksanya, levelnya meningkat hingga 13. Sangat sedikit! Tapi yahh, itu cukup untuk membuatnya merasakan "mabuk naik level".
Tapi, aku sudah mengecek kemampuan skill [I am the Sadistic]. Ini benar benar luar biasa!
"Tak kusangka hasilnya sampai seperti ini! Bahkan Damage berapapun akan tetap terblokir, tapi rasa sakit akan tetap terasa! Tapi, ini tetap menyenangkan!" Aku mengumpulkan item, terutama item yang aku buat sebagai bukti melawan minotaur ini. Dengan begitu, aku bisa menaikkan rank ku.
Aku rasa aku akan menempuh jalan sebagai Sadistic selanjutnya?
Ups! Jauhkah pikiran itu dariku!!