Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 5: Bab 23 - Penentuan dan Bayangan Hitam



"HRAAHHHH!!!!" saat Iblis itu sibuk membual, Luna tidak memikirkan itu, dan bergerak.


Dia menendang tanah, dan bergerak secepat mungkin untuk menyerang Gerudo.


?!!


Dalam sekejap mata, Luna sudah berada di hadapan Iblis itu, mengacungkan tombak di tangan kanannya mengarah ke leher Gerudo!


("Tidak mungkin?!!") hati Gerudo berteriak tidak percaya. Pasalnya, Luna bergerak dan mengancam Gerudo untuk membunuhnya, hanya dalam jeda waktu kurang dari satu detik!!


Tapi dalam jeda waktu sepersekian detik, Gerudo berhasil menangkis tombak Luna. Tapi Luna sudah memprediksikan itu, dan menyabetkan pedang di tangan kirinya, mengarah ke kepala Gerudo.


("Aku tak bisa menangkisnya!!") Gerudo berteriak panik, karena dia memberikan tenaga terlalu banyak untuk menangkis tombak Luna.


Oleh karena itu, ketika Luna menyerang kepala Gerudo dengan tangan kirinya, Gerudo tidak bisa mengambil balik tangannya untuk menangkis serangan nya kali ini. Pedang Luna semakin mendekat, dan Gerudo hanya memiliki pilihan untuk menghindar.


Dengan sekuat tenaga, Gerudo menggerakkan kepalanya, menghindari ayunan pedang. Tapi dia tak sepenuhnya lolos dari serangan Luna.


TTRRAAKKK!!


Suara retakan terdengar, dan pecahan terbang dari kepala Gerudo. Itu adalah tanduknya yang terpotong!


Gerudo segera naik pitam, tapi Luna benar benar tidak memberinya celah sedikitpun. Tangan kirinya sekarang berada di kanan, dan posisinya membelakangi Gerudo. Dia membalik tombak di tangan kanannya, dan menusukkan ke belakang, ke arah dada.


Bahkan Gerudo yang akan menyerang menahan diri, dan menyempatkan diri untuk menggeser jalannya tombak, mengindari bagian vital Gerudo.


Luna benar bener tidak memberikan sedikit pun celah untuk Gerudo bernafas, atau bahkan berkedip sedikitpun.


Semua serangan Luna sangat cepat, dan akurat. Setiap satu satu serangannya dapat membunuh Gerudo seketika. Menerima itu, Gerudo tidak punya pilihan selain menghindar dan mundur.


Tapi kecepatan Luna melebihi penglihatan Gerudo. Beberapa kali, pedang Luna berhasil mencongkel beberapa bagian tubuh Gerudo, dan tombaknya juga nenyetempet lengan, perut, bahkan pipi. Itu membuat Gerudo heran.


("Bagaimana mungkin? Aku yakin dia sudah menggunakan skill khusus ras nya tadi, tapi kenapa dia masih bertambah kuat?") pikiran Gerudo panik bertanya tanya.


Kemampuan khusus ras Beast adalah melepaskan kekuatan hewan yang ada di dalam tubuh mereka.


Pada dasarnya, kemampuan melepaskan batas yang hanya bisa digunakan oleh manusia meniru konsep skill ini, tapi itu bahkan lebih sempurna karena mampu membuka hingga 10 bagian.


Tapi, ada beberapa keturunan khusus dalam Beast, yang bisa menggunakan skill khusus.


Blood Break, adalah skill yang bisa memperkuat tubuh mereka menjadi 10 kali lipat.


Skill ini memanfaatkan jantung yang memompa darah jauh lebih cepat dari biasanya, dan mengeraskan darah di seluruh tubuh, itu bisa membuat otot bekerja lebih cepat dan lebih optimal. Itu juga merangsang otak untuk mematikan sensor bahaya pada tubuh, membuat mereka bisa menyerang tanpa takut.


Dengan kata lain, Beast yang menggunakan skill ini tidak akan peduli dengan tubuhnya sendiri, dan hanya berfokus untuk menyerang musuh.


Luna yang sekarang jauh lebih kuat dari Iblis itu, mengejar Gerudo kemanapun dia berlari.


Ledakan terjadi dimana mana, membuat permukaan tanah lebih hancur dari sebelumnya. Luna juga sengaja membuat debu, karena panca indra nya sekarang lebih baik dari Gerudo, membuatnya kesulitan melawannya.


Bentrok terjadi berkali kali, dan hanya 10 detik saja, ratusan suara dentingan pedang sudah terdengar. Itu menandakan berapa hebatnya kemampuan pedang mereka berdua.


Sara melihat kakaknya yang bertarung habis habisan, dan terus menyerang tanpa henti.


"Kakak, dia benar benar fokus untuk ini, kah?" tanya Sara pelan. Formula sihir di tangannya sudah hampir selesai, dan dia bisa mengendurkan konsentrasinya sekarang.


"Kalau begitu!!" Sara menambah Fehl miliknya ke rangkaian sihir, membuat itu tampak jauh lebih berbahaya.


Dan dalam sepuluh detik berikutnya, gerakan Luna sedikit melambat. Tapi itu sudah cukup untuk Sara menyelesaikan sihirnya.


"Inilah saatnya!!" Sara berteriak, dan mengangkat buku katalis nya.


Seketika, lingkaran sihir muncul di sekitar kaki Sara, dan bagaikan tornado, api itu mulai berputar dan berkobar seperti lingkaran api. Tidak hanya itu, lingkaran yang sama juga muncul di bawah Wyvern, membuat penunggangnya terkejut, dan berusaha lari.


"Percuma saja lari! City Level Magic!" Sara meneriakkan itu, dan buku yang dibawa mulai terbuka dengan cepat, dan akhirnya tertutup.


Gerudo dan Luna melihat itu dari cukup jauh. Dan Gerudo yang tahu rekannya sedang dalam bahaya, dia berusaha berlari meninggalkan Luna, tanpa memperdulikan apapun.


Tapi Luna tidak mungkin membiarkannya. Dia melihat itu sebagai celah. Luna lantas melemparkan tombak di tangan kanannya, ke arah kaki Gerudo. Itu membuatnya terjatuh dengan luka parah di kaki.


"AARGGHHH!!!" teriakan parau terdengar dari mulut Gerudo yang tersungkur di tanah, mencoba merangkak menuju temannya.


Karena Luna berhasil mengulur waktu, Sara bisa mengeluarkan semua sihirnya dalam serangan ini.


"Terima ini!" Sara mengangkat tangannya, dan mengarahkan ke arah Wyvern yang sudah terikat itu.


"EKSPLOOSIOOONN!!!!!" teriaknya. Setelah meneriakkan itu, dia terjatuh seperti tak ada tenaga. Tapi tiba tiba, matanya memberikan suatu penglihatan.


Dia ingin mengatakannya pada Luna. Tapi sayang, bahkan hanya untuk berbicara, dia tidak punya tenaga untuk itu.


BUMMMM.... DOOORRR!!!


Ledakan terjadi, membentuk sebuah pilar api yang bagaikan neraka, menghanguskan Wyvern itu dengan mudah menjadi debu. Iblis yang ada disana juga berteriak, terlihat mulai terkikis, tapi ada satu yang masih tersisa.


BZZZZTTTT DOR DOR DOR DOR DOR


Dari tengah sihir itu muncul sihir lain, yang mengalirkan petir dan meledakkan sekitar. Luna melihat bahaya, berusaha untuk melompat, menyelamatkan Sara. Tapi....


("Tubuhku? Aku tidak bisa menggerakkannya!?") teriak Luna sambil setengah bertanya dalam hatinya.


("Kenapa? Kenapa tubuhku tidak mau bergerak?!!") dia benar benar panik sekarang. Itu adalah efek samping setelah dia menggunakan Blood Break.


Tidak hanya itu, pikirannya sendiri juga mencegah dia bergerak.


Pasalnya, dia tahu. Dia tidak bisa menolong Sara. Bahkan untuk melarikan diri sendiri saja, dia belum tentu bisa bertahan. Dan jika dia berhasil bertahan hidup, dia harus menerima fakta bahwa dia meninggalkan Sara. Membayangkan itu sudah cukup menyakitkan untuknya, jadi dia berhenti.


"Sara, maafkan aku." bisik Luna pelan, sebelum mulai kehilangan keseimbangannya, sambil terus menatap Sara yang sudah tidak bisa bergerak kehabisan Mana.


?!!


Sebuah bayangan hitam menyambar Sara, tepat sebelum sebuah petir meledakkan tempat Sara berada. Luna sedikit terkejut melihat itu, dan menyadari bayangan itu bergerak cepat ke arahnya, tanpa fokus ke arah lain.


"He?" Luna sedikit kebingungan melihat itu, tapi dia dengan segera mendapat kesadaran kembali.


Tanpa ragu, Luna segera mengarahkan pedangnya ke bayangan hitam itu. Tapi yang terjadi berbeda dengan yang dia harapkan.


Bayangan itu dengan mudah melewati pedang Luna!!


("A-apa itu?!! Gerakan apa itu tadi? Aku yakin aku sudah cukup cepat untuk memberikan serangan kejutan!! Dan juga, kecepatannya sangat cepat! Aku harus menggunakan Blood Break untuk mengalahkannya!") jerit Luna dalam hati.


Dengan begitu, dia dibawa lari oleh sebuah bayangan hitam, bersama dengan Sara berlari sejauh mungkin dari area itu.