
"Ahh... Sudah lama sejak aku terakhir kali menginjakkan kaki ke dunia fana ini...." ucap Apostle 1 dengan wajah yang terlibat tersenyum. Tapi semua orang tahu ketika melihat senyum itu, bahwa tidak mungkin hal baik datang darinya.
Dia melihat sekeliling, ketika sebuah angin besar muncul. Segera, dia mendongak, mencari asal angin.
"Maaf membuat Anda menunggu, Yang Mulia. Saya sudah menyiapkan tumpangan untuk makhluk hebat seperti anda, jadi mohon kemurahannya untuk menaiki hewan tersebut." kata Dela, melompat dari apa yang dia bawa dan segera menunduk.
Itu adalah sebuah naga, dan lagi bukan naga biasa. Itu adalah Naga Tua, yang dikatakan sangat sulit ditemukan dan hanya ada beberapa di dunia ini.
Padahal naga terkenal sebagai ras yang sangat tertutup dan menjunjung harga diri yang tinggi. Tapi, Dela bisa menemukannya dan membuatnya mau untuk dijadikan tunggangan, melepaskan semua harga dirinya.please
"Huh! Kau suruh aku naik ini?Apa maksudmu aku tidak mampu untuk kesana tanpa bantuan naga?! Ketahui posisi mu!!" kata Apostle pertama dengan tekanan di nada bicaranya.
Seketika, aliran sihir menjadi lebih padat, dialiri oleh emosi Apostle pertama itu, serasa mencekik Dela.
"M-Maafkan hamba yang terkesan lancang, Yang Mulia!" Dela cepat cepat menunduk, dan mengatur nafas dan kemampuan sihir agar tidak tercekik oleh padatnya sihir sosok di hadapannya.
"Hahh, terus disini tidak ada gunanya." setelah berkata demikian, Apostle itu pergi, melesat cepat bagaikan hilang, segera menuju ke Eldergale.
"Baiklah. Aku juga harus bergegas, kah?" tanya Dela, sambil mengambil naga yang hanya diam, tidak tahu harus apa.
***
"Humm... Sudah cukup lama senior Dela pergi, dan belum kembali. Apakah ada sesuatu yang terjadi dengan Yang Mulia?" tanya Gordo.
Sekarang, dia sedang memainkan Dark Magic nya sendiri, membuatnya menjadi berbagai bentuk. Tujuannya melatih sihirnya sendiri, tapi itu hanyalah alasan karena dia memang tidak ada kerjaan.
Penghalang yang dibuat Ren terlalu kuat, bahkan senior nya sendiri mengatakan bahwa dia tidak bisa menembusnya. Dan hanya satu orang yang bisa merusak penghalang itu.
"Ahh aku tahu bahwa Yang Mulia benar benar mengerikan. Tapi aku belum pernah melihat kekuatannya sendiri." bisik Gordo lagi.
?!!!
"Hii!!"
Tiba tiba, bulu kuduk Gordo merinding. Dia memang yang terlemah diantara 10 Apostle, tapi dia memiliki kelebihan sendiri. Dia sangat yakin dengan kemampuan nya bertahan hidup, dengan kata lain menghindari bahaya.
Dan detik ini, dia merasakan sesuatu yang berbahaya sedang mendekat ke arahnya.
SWOOOSGGGHHHH.....
Suara tangisan angin yang bagaikan menjerit memecah keheningan, dan sepersekian detik kemudian, pancaran sihir yang sangat kuat datang menimpa tubuhnya.
"A-apa itu?!" tanya Gordo tak berdaya ketika melihat sebuah objek terbang, tampak mengerikan dan berbahaya.
Objek itu mengitari penghalang beberapa saat, terlihat mengamatinya, sebelum akhirnya berhenti di tengah tengah lingkaran penghalang, sebelum terjun dan mencoba menabrak penghalang.
BUSHIIINNN!!!!
Terdengar suara keras terdengar. Saking kerasnya, hanya dengan suara itu beberapa pohon di sekitar mulai retak!!
"Apa apaan itu? Benda apa itu sebenarnya?!!" teriak Gordo sambil berusaha bertahan seraya menutup telinganya.
Gordo mengamati hal itu sesaat, sebelum dia sadar.
"Ahh, itu berusaha menembus penghalang hanya dengan kekuatan semata? Walau tindakannya terlihat agak tidak masuk akal, tapi sepertinya dia sedang menguji penghalang itu, mungkin?" kata Gordo lagi.
"Siapa yang kau bilang benda?!!" suara dalam terdengar marah.
Segera, nyawa Gordo serasa diangkat detik itu juga. Dia tidak tahu, sesuatu yang sedang terbang dan menabrak je arah penghalang itu sekarang tiba tiba muncul di belakangnya!!
"M-MAAFKAN HAMBA, YANG MULIA!!!! Hanya saja, itu semua begitu hebat hingga tidak mungkin makhluk rendah seperti hamba akan mengerti!!" teriak Gordo dan bersujud seketika.
("Makhluk apa itu? Belum ada sedetik sejak dia menyerang penghalang itu, dan bahkan dampak serangan nya masih terasa di wajahku. Angin juga belum tenang karena serangan nya, dan dia sudah sampai di belakang ku pada saat itu?!!") pikiran Gordo mengatakan hal yang berbeda.
"Huh! Kau serangga rendahan memang tidak akan mengerti. Bagus jika kau setidaknya bisa paham hal itu." kata sosok itu, sang Apostle pertama sambil sedikit tersenyum menggurat, menatap Gordo sedikit dengan tatapan jijik.
Gordo tidak peduli dengan itu, karena bagaimana pun nyawa nya lebih penting.
Angin bertiup kencang sesaat, tanda Dela sudah tiba. Dia melompat dari atas Naga yang dia tumpangi, bagai tak peduli dan mendarat di tanah dengan anggun.
"Humm. Penghalang ini sangat keras! Wha ha ha! Apakah setelah sekian lama aku akan bersenang senang?!!" teriak sang Apostle dengan gembira.
"Aku akan mempersiapkan sihir, kau lebih baik pergi. Kalian hanya mengganggu. Tidak akan aku biarkan kalian mendapatkan mangsa yang sudah aku tunggu selama ini!!" lanjutnya sambil mengangkat tangannya, bersiap.
"Ahh, setelah aku selesai menghancurkan penghalangnya, kalian bisa masuk dan membunuh semuanya. Kalau ada yang tersisa!!!"
"Apakah Yang Mulia akan benar benar menyisakan mereka untuk kami?" tanya Gordo tidak percaya.
"Diamlah kau jika kau masih sayang dengan nyawamu. Sudahlah ikuti aku." sahut Dela cepat, sebelum pimpinan nya mendengar apa yang Gordo ucapkan.
Segera, seluruh tempat menjadi sepi, setelah tidak ada orang disana selain sang Apostle pertama.
"Baiklah."
Dia mengangkat tangannya, membuat beberapa gerakan, yang menyebabkan pemadatan kekuatan sihir. Dengan demikian, dia bisa mengeluarkan sihir yang lebih besar dari kemampuan sihirnya.
"Akulah sang pembunuh Dewa. Akulah sang pembunuh Dunia! Wahai Dunia yang rendah, turuti perintahku dan ciptakan sesuatu sesuai dengan keinginan ku!!" teriaknya dengan lantang.
Itu adalah sebuah mantra yang terdengar sangat angkuh dan mengerikan, tapi melihat kekuatan sihirnya sekarang, orang orang mungkin akan percaya dengan apa yang ada dalam mantra itu!
"Khu Hu hu... Aku sudah sangat lama tidak menggunakan sihir ini, setidaknya aku akan memberinya hadiah nanti....."
Ucapnya pelan, seraya tersenyum.
"Tentu, untuk MATI!!! World Magic! [Earthquake]!!" teriaknya.
ZZZZDDTTT.... BOM!!
Suara rendah terdengar, seperti sebuah mesin piston yang mengisi daya sesaat sebelum melepaskan sebuah daya ledak yang besar.
!!!
Dan seketika itu juga, muncul sebuah lingkaran sihir besar, yang terbentuk di atas penghalang yang dibuat Ren, juga membuat beberapa lingkaran sihir kecil di sekitarnya.
Orang orang yang ada dalam penghalang penasaran, dan segera keluar rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi, tapi mereka dengan segera ditekan oleh apa yang datang selanjutnya.
Kekuatan sihir sangat besar, aliran sihir juga sangat kacau dibuatnya. Itu adalah tanda bahwa sihir tingkat dunia sedang digunakan!!
Udara berderit, pohon pohon juga menangis dibuatnya. Seperti namanya, itu menggetarkan tanah bagaikan gempa, yang jika disamakan dengan skala richter di bumi, itu setara dengan 12 keatas skala richter!!!
Tanah terbelah, burung burung berterbangan melarikan diri dari seluruh hutan. Bahkan beberapa monster raksasa melarikan diri walau jarak mereka lebih dari 10 km karena sihir itu. Itu menandakan berapa hebatnya sihir yang digunakan oleh Apostle pertama itu!!
Lalu bagaimana dengan kondisi di dalam penghalang?
Penghalang itu terlihat mati matian untuk bertahan melawan sihir, dan mempertahankan bentuknya. Tapi, sihir itu menyerang dari seluruh arah, mengocok penghalang itu beserta isinya seperti bola salju.
Semua orang yang ada dalam penghalang hanya bisa menunduk, sambil bertahan dari guncangan yang mereka rasakan. Memang, penghalang meredam guncangan itu menjadi lebih ringan, tapi tetap itu cukup besar bagi mereka yang tidak pernah mengalami gempa bumi.
Tidak hanya guncangan yang berasal dari bawah, tekanan sihir yang luar biasa besar memberi beban kepada mental mereka. Jangankan berdiri, masih memiliki kesadaran saja sudah cukup luar biasa untuk mereka.
KRAKKK KARTTACKKK!!!
Suara suara retakan mulai terdengar dari segala penjuru, dan dengan segera terjadi kebocoran dalam penghalang. Tidak hanya satu, tapi puluhan karena penghalang yang dibuat sangat besar disana.
PYARRR!!!!
Suara pecah yang memekakkan telinga terdengar, bersamaan dengan itu, orang orang yang masih berlutut itu merasa melayang.
Guncangan yang mereka rasakan sebelumnya seakan bukan apa apa dibandingkan dengan yang sekarang mereka rasakan, dan seperti sebuah bola salju yang dikocok, mereka semua berhamburan bersama dengan bangunan bangunan besar yang sebelumnya melindungi mereka.
Mereka semua bertabrakan, seperti digiling dalam sebuah blender raksasa, dan semua benda benda itu dihaluskan dalam menjadi satu.
Itu terjadi selama beberapa detik, tapi melihat kehancuran itu serasa berabad abad.
Bangunan baru tidak lagi berbentuk, hanya ada pasir pasir yang sejatinya adalah rumah orang orang ini.
Gundukan pasir bagaikan sabana terbentang, membuat semua orang tidak akan percaya bahwa sebelumya ada peradaban di sana. Dan padang pasir di tengah hutan terlihat aneh, tapi pasir yang ada di sana bukanlah pasir yang sebenarnya, tapi bangunan yang dihancurkan hingga menjadi pasir.
Itulah kekuatan sang Apostle pertama yang sebenarnya, mampu mengubah sebuah kota menjadi padang pasir hanya dengan sekali sihir!
Dari beberapa gundukan pasir yang terbentuk, salah satunya bergerak, dan dari sana ada bola lingkaran yang bersinar di tengah malam yang gelap.
Itu adalah Ren, yang selamat hanya dengan margin tipis dengan kehidupan nya, keluar dari penghalang itu, berjalan pelan dan bertanya tidak percaya.
"Benar benar....." suara lirih Ren terdengar, hampir tertutup suara tangis yang dia keluarkan.
"APA YANG TERJADI?!!!" teriaknya frustasi.