Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 5: Bab 34 - Party Adventurer Guild (1)



Saat Liu Xiu sedang menggerutu, sementara itu di sisi lain hutan....


"Chloe! Apa kau ada petunjuk?!" suara teriakan Yin Wang terdengar menggema di hutan. Tapi tidak ada jawaban dari orang yang dimaksud, membuat Yin Wang sedikit terganggu.


"Sssttt. Jangan berisik. Dia akan lari mendengar suaramu." bisik Chloe di telinga Yin Wang tiba tiba.


"WGHAA?!!" Yin Wang melompat, dan mengambil pedangnya.


"Jangan mengagetkanku, sialan!!! Aku tidak suka dikejutkan!! Bajingan kau!!" Yin Wang marah, dan berusaha memukul Chloe.


Karena ini adalah hutan, ini adalah medan yang sangat cocok bagi Assasin, membuat Chloe bisa bergerak dengan bebas, dan dia mempermainkan Yin Wang sedari tadi karena keunggulan medan yang dia miliki.


Itu menarik untuk ditonton, karena mengurangi rasa tegang yang dirasakan orang orang yang melakukan ekspedisi ini.


"Hei hei. Yin Wang, kau terlalu berisik! Dan juga Chloe. Jangan menggodanya terus menerus. Kita sedang dalam misi. Fokus. Setidaknya sampai kita menemukan mangsa!" kata Rossie yang berjalan bersama mereka.


Sikap Rossie berbeda jauh, ketika sedang mengerjakan misi dan dengan biasanya. Atau sering dikatakan sikapnya adalah profesional.


Dia sekarang menggunakan pakaian ungu gelap, dengan tongkat yang terlihat kegelapan. Dia mengubahnya saat perjalanan tadi, hanya dengan menggumamkan beberapa patah mantra. Sepertinya itu adalah pakaian khusus Adventurer miliknya.


Akhirnya, cahaya di ujung hutan terlihat. Itu adalah tanda mereka semua sudah sampai di tempat kejadian. Mereka terdiam sesaat, dan saling berpandangan, sebelum akhirnya Chloe berbicara memecah keheningan


"Kita sudah sampai. Cepat, cari jejak jejaknya. Kita tidak punya banyak waktu sebelum jejaknya menghilang." kata Chloe cepat.


Sekarang, mereka bertiga ada di pinggiran tempat pertempuran Luna dan Sara dengan para Iblis itu. Mereka berniat untuk menggunakan kemampuan mereka agar bisa melacak musuh.


Dengan begitu, mereka berpencar sesaat untuk mencari petunjuk. Seperti Chloe yang meneliti setiap detail jejak yang ada di sekeliling, Yin Wang menelusuri dengan kemampuan Beast nya, sedangkan Rossie menggunakan kemampuan mengendalikan sihir nya yang luar biasa.


Setelah mencari beberapa menit, mereka berjanji untuk bertemu di pinggir, tempat pertama mereka masuk ke kawasan itu.


"Cih... Guild Master benar. Rangkaian sihir di sekitar sini sudah diacak acak. Sangat tidak mungkin untuk mencarinya dengan mengikuti sihir." kata Rossie sedikit cemberut.


"Yahh aku sedikit berbeda. Aku menemukan tiga jejak yang berbeda. Aku yakin dua diantaranya palsu, atau mungkin semuanya adalah palsu. Dan semua jejak itu mengarah ke tempat yang berbeda." kata Chloe sambil mendecak pelan.


Mereka hanya menarik nafas lelah, karena mencari jejak tanpa petunjuk hanya membuang waktu.


"Hei. Aku mencium bau darah nya loh! Ini bukan darah yang biasa, jadi ada kemungkinan dia kemari." kata Yin Wang sambil melambaikan tangan.


Di hadapannya ada sebuah semak semak yang besar, tidak ada tanda tanda itu pernah diterobos atau apapun.


"Benarkah? Kalau dia melewati tempat itu, pasti ada jejak yang tersisa, seperti rumput yang terinjak, atau sesuatu mirip seperti itu." kata Chloe sedikit ragu.


"Sudahlah, ikuti aku dan percaya sa- Whoa!!!!" Yin Wang tidak bisa menyelesaikan kalimatnya, karena rerumputan yang dia injak di depan ternyata sebuah lubang, yang cukup dalam hingga bisa dilewati dua orang.


"Adu du duh.... Lubang sialan. Mana itu tidak terlihat lagi!! Biar aku bakar semak dan rerumputan ini jadi abu!!" kata Yin Wang berdiri melompat, dan mengeluarkan pedang Roh nya membakar semak semak itu dengan mudah.


"Bukankah bagus, Yin Wang. Kau menemukan jalan kabur Iblis itu. Sekarang, antar kami." kata Rossie acuh tak acuh.


"Humm! Sekarang, siapa yang tidak berguna. Eh. Bisakah kau menggunakan nada yang lebih sopan? Aku merasa seperti anjing pelacak jika seperti ini!!" teriak Yin Wang tidak terima.


"Heh? Salahkan aku?" tanya Rossie sambil sedikit terkikik.


"Hngghhh!!!"


"Yin Wang, sudahlah. Kita harus segera berjalan. Lihat ke langit. Hujan sudah akan datang. Akan repot jika kita kehilangan bau Iblis itu, jadi lebih baik kita berjalan lebih cepat." kata Chloe menyela perseteruan diantara mereka berdua.


Yin Wang yang sudah mengepalkan tangannya di pedang melunak, dan mengangguk pelan, tanda mengerti.


"Humm. Itu benar. Baiklah. Aku akan fokus ke misi terlebih dahulu." bisik Yin Wang sambil kembali berjalan.


Mereka bertiga berjalan dengan kecepatan tinggi, dimana Chloe terus mengawasi sekeliling sambil melompat dari dahan ke dahan, Yin Wang berlari dengan terus mengikuti bau Iblis itu, dan Rossie terbang menaiki tongkatnya.


Jika dilihat, kerja sama mereka benar-benar rapi. Orang pasti akan bertanya tanya apakah ini pertama kali mereka bekerja sama? Karena kenyataanya memang tidak.


Dan kekhawatiran Chloe mulai terbukti. Mendung mulai berarak dan angin kencang mulai muncul.


"Hei, nenek tua. Apa kau punya mantra untuk mengusir awan ini? Jujur saja itu menganggu. Terutama angin ini. Bau yang dia tinggalkan menjadi samar!" ucap Yin Wang sedikit protes.


"Tidak ada! Sihir bukanlah sesuatu yang praktis seperti itu! Dan jangan panggil aku nenek tua!!" teriak Rossie marah.


"Hei. Berhenti. Ada sungai." kata Chloe.


Dengan aba aba itu, mereka segera menurut, dan menemukan sungai yang cukup besar. Dan yang menyulitkan, ada jurang yang cukup dalam memisahkan ujung satu dan yang lainnya.


Luasnya sendiri tidak terlalu jauh, tapi dalamnya cukup menakutkan. Orang yang terluka akan sulit untuk menyebrang.


"Baiklah. Ini saatnya aku melacak sihirnya." kata Rossie, mulai menggerakkan tangannya.


"Baiklah. Aku akan bertanya pada para roh." Yin Wang sekarang juga fokus ke bagiannya sendiri. Chloe yang melihatnya sedikit tersenyum, dan berlari secepat mungkin untuk menyusuri sungai.


Itu yang dia lakukan, sampai ketika...


?!!


("Apa itu? Seekor Wyvern? Bagaimana mungkin itu bisa ada di sini?!!") Chloe berteriak dalam hati, ketika dia menemukan sebuah lapangan luas di tengah hutan.