
"Baiklah! Kita sudah sampai di Li Tian. Untuk saat ini, kita lebih baik melapor ke Adventurer Guild, dan segera kembali. Setelah itu, aku punya misi khusus." kata Liu setelah mereka melihat gerbang kota Li Tian.
"Misi khusus?" tanya Alpha. Yang lainnya juga memiringkan kepala, terlihat penasaran.
"Nantikan saja itu." kata Liu Xiu sambil tersenyum misterius.
Mereka lantas berjalan memasuki gerbang. Seperti biasa, ada sedikit pemeriksaan disana. Berkat persiapan yang sudah mereka lakukan sebelumnya, tidak ada masalah dengan identitas mereka.
Ketujuh yang lainnya juga sudah mulai terbiasa menggunakan nama lain, dan segera berubah menjadi sosok Adventurer dengan cekatan.
Itu membuat Liu Xiu merasa kagum pada mereka semua, bagaimana mereka bisa belajar dengan cepat.
("Aku pikir pikir lagi, sudah hampir setengah tahun sejak aku berangkat dari Furyuun. Aku sedikit penasaran bagaimana keadaan yang lainnya disana, apakah mereka semua bekerja keras?") tanya Liu Xiu dalam hatinya.
Dia juga menatap Ketujuh anggotanya sambil tersenyum, ketika mereka saling tertawa dan bercanda.
"Ugh, aku merasa aku sedikit memanjakan mereka. Bagaimana mengatakannya, aku rasa ini adalah perasaan seorang ayah terhadap anaknya. Aku memang menganggap mereka seperti anak ku sendiri, ya?" bisik Liu Xiu pelan.
Alpha yang sedikit menyadari itu memasang wajah heran, bertanya pada Liu Xiu.
"Ada apa, Master?"
"Tidak ada."
***
Saat ini, Ketujuh dari mereka sedang menunggu Liu Xiu di sebuah rumah makan, seperti instruksi Liu Xiu sendiri. Sedangkan Liu Xiu, dia sedang membuat laporan ke Adventurer Guild.
Dia sedang bertemu dengan Resepsionis yang bernama Lian sekarang.
Jujur, saat pertama kali melangkah kan kaki ke dalam Adventurer Guild kota Li Tian, Liu Xiu sangat terkejut. Dia heran dengan perbedaan budaya yang sangat besar di Fuheng dan Li Tian sendiri.
Ini tidak bisa disebut sebagai perbedaan lagi, ini Liu Xiu sebut sebagai level yang berbeda.
Adventurer Guild kota Li Tian tidak jauh berbeda dengan Fuheng, hanya saja beberapa tempat yang memang seharusnya ada, seperti bar, dan beberapa hal lainnya membuat ini jauh terlihat berbeda.
Ditambah dengan ukuran yang jauh berbeda, dengan orang yang datang silih berganti, di dalam bangunan sudah seperti sebuah kota sendiri.
"Kami sudah menerima laporan, bahwa tim anda sudah sampai di Li Tian. Tapi..." Resepsionis itu terlihat ragu.
"Apakah ada masalah?"
"Tidak. Hanya saja, Rank minimal party setidaknya Rank-B, bukan? Dan maaf, anda baru Rank-C." jawabnya.
Liu Xiu mengangguk paham. Bagaimanapun, sebagai karyawan Adventurer Guild yang baik, memaksa Adventurer untuk mematuhi Rank agar menyelamatkan nyawa mereka adalah salah satu kewajiban mereka.
"Tenang saja. Kalau kami sampai dikirim oleh Adventurer Guild sendiri, maka tidak ada yang harus dikhawatirkan. Selain itu, bagaimana dengan kelompok dari Guild yang lain?" tahya Liu Xiu balik.
Itu membuat raut muka Lian berubah. Sepertinya Liu Xiu membangkitkan ingatan jelek miliknya.
"Yahh, bagaimana mengatakannya? Mereka sudah datang dan sedang berkeliling Li Tian. Beberapa berasal dari ibukota dan beberapa kota lain."
"Yang dari kota kota sekitar itu tidak apa. Tapi yang masalah adalah yang berasal dari ibukota. Mereka terlihat sulit untuk berbaur dengan yang lain, contohnya saja kemarin. Mereka terlibat bentrok dengan beberapa Adventurer lainnya." Jelas Lian.
"Tunggu. Mereka sudah datang? Padahal mereka yang paling dekat?!" tanya Liu Xiu cepat.
"Yahh begitulah. Walau mereka adalah Adventurer Rank-A, yang merupakan Adventurer kelas atas, tapi saya sedikit tidak menyukai sikapnya yang memandang rendah Adventurer lain dibawah Rank nya. Dan saat ini, kelompok mereka sedang menginap di rumah keluarga Li." lanjut Lian sambil menunduk dengan nada lelah.
"A-ahh, sampai mereka sendiri turun tangan. Berarti orang orang ini benar benar merepotkan, bukan?" jawab Liu Xiu dengan senyum masam.
Liu Xiu mengangguk, dan sedikit memikirkan tentang keluarga Li ini.
Keluarga Li, mereka adalah satu dari 3 keluarga besar yang menyokong Kerajaan Afsel. Yang lainnya yaitu keluarga Xiang, keluarga yang berada di ibukota, Huang Xi. Dan keluarga Bei, yang berada di kota Kongtia.
Ketiga keluarga itu sama sama menyokong keluarga kerajaan, yang biasa disebut Big Three Afsel.
Keluarga Li, yang berada di Li Tian mengurus soal kependudukan dan keamanan. Keluarga Xiang mengurus administrasi Negara, dan keluarga Bei mengurus tentang pangan.
Dan kalau tentang kekuatan tempur, jangan remehkan keluarga lain walaupun hanya keluarga Li yang fokus ke keamanan negara.
Kekuatan tempur masing masing Keluarga, bisa dibilang sama dan bisa menyudutkan satu sama lain.
Terutama, jenderal perang masing masing keluarga. Mereka tidak dikenal karena belum ada peristiwa yang mengancam negara, tapi kekuatan mereka diakui adanya.
Itu dibutuhkan jika ada salah satu keluarga yang akan melakukan pemberontakan.
Tapi ketika 2 keluarga yang melakukan pemberontakan, maka akan dievaluasi ulang hal yang membuat 2 keluarga itu memberontak.
Memang terdengar mustahil, tapi Negara ini mampu melakukannya.
Liu Xiu sempat heran, kenapa tidak ada bangsawan korup di Negara ini. Tapi setelah meneliti masa lalu negara ini, Liu Xiu segera paham ada campur tangan seorang Reinkarnator di Negara Afsel.
Bisa dibilang, ini adalah negara yang baik untuk ditinggali. Liu Xiu juga sedikit mempertimbangkan untuk mengajak keluarganya disini.
"Humm, itu terdengar bagus bagaimana dengan beberapa kota lain?" tanya Liu Xiu pada Lian.
"Mereka belum datang. Bahkan perwalian dari Kongtia juga belum memberikan kejelasan tentang kehadiran nya. Dan beberapa kota seperti Lohan, dan Cing Xe belum ada kejelasan." kata Lian
("Humm, ada baiknya tidak berhubungan dengan orang orang seperti itu.") pikir Liu Xiu.
"Baiklah. Kalau begitu, Terima kasih atas peringatan dan informasi nya, saya akan pergi." kata Liu Xiu sambil tersenyum.
"Ya. Silakan anda menghabiskan waktu dengan mengambil Quest atau mengelilingi kota. Anda punya waktu anda." jawab Lian ramah.
"Baiklah. Sudah jauh jauh aku ke Li Tian, akan percuma jika tidak berkeliling. Apakah kamu punya saran dengan itu, Lian?" tanya Liu Xiu menahan diri untuk berdiri. Seketika, wajah Lian terlihat senang.
Lian lantas menceritakan semua tentang tempat wisata yang direkomendasikan di Li Tian. Dan terlihat, bahwa sebenarnya Lian menyukai itu.
Walaupun agak menyita waktu, Liu Xiu menyempatkan diri untuk mendengarkan nya, siapa tahu itu akan dia butuhkan nanti.
"Baiklah. Terima kasih saya akan mengingat itu." kata Liu Xiu mulai berdiri.
"Ya! Jangan lupa untuk mampir kembali ya, Liu Xiu! Aku akan menantimu!!" teriak Lian sambil melambaikan tangan pada Liu Xiu yang mengangkat tangannya, pergi.
Semua orang menatap heran, bertanya-tanya.
Kenapa dia bisa membuat Lian si best poker face di Li Tian menjadi seperti itu?!!
.
.
.
Note: Maaf, ga tau kenapa bab yang belum jadi bisa ke up. Tapi sekarang udah diperbaiki. Author minta maaf 😓😓