Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 2: Bab 34 - Guild yang Aneh?



Kami bertiga entah bagaimana berhasil mengabaikan sihir yang aku keluarkan tadi, dan hanya meganggap adanya keajaiban datang.


Dengan begitu, pada akhirnya kami pun sampai di kota Furyuun.


Pemeriksaan di gerbang juga tidak ada masalah, seperti yang aku duga. Dan aku sebenarnya adalah orang yang mudah ramah, tidak. Mudah mempengaruhi orang lain.


Jadi aku mudah dekat dengan penjaga kota Furyuun ini. Itu membuat kami mudah memasukkan Aina.


Jujur saja, aku masih khawatir bahwa Aina masih mengalami trauma dengan kota Furyuun, tapi dia bilang selama ada aku, itu tidak apa.


Sebaiknya tidak meninggalkan Aina sendirian.


Kami berhasil sampai sebelum petang, tapi matahari sudah semakin condong ke barat. Seperti biasa, kami menaruh kuda di tempat khusus, lalu malam ini menjadi waktu yang bebas bagi kami berdua.


Tunggu, ada tambahan orang, berarti Aina akan selalu mengikutiku?


"Kemana paman Kurs akan pergi?" Tanyaku sebelum meninggalkannya.


"Saya? Saya mungkin akan mencari beberapa penginapan murah dan minum minuman sebelum kita berangkat ke kediaman tempat nona Suzu berada." Jawabnya sambil tersenyum.


"A-Ahh, maaf menggangu malam mu. Tapi bisakah aku menitipkan Aina denganmu? Aku ada urusan yang harus aku lakukan sendiri. Mungkin aku akan membawanya kembali ketika urusanku selesai." Aku sedikit keberatan


Tentu, aku akan pergi ke Dungeon Rank-S yang ada di kota ini, tapi tidak mungkin untuk membawa Aina.


"Tidak masalah, Ren. Aina sudah saya anggap seperti cucu saya sendiri. Kalau begitu, bagaimana dengan "rencana" anda, Ren?" jawabnya sambil menggerakkan kedua jarinya diatas kepala saat bagian "rencana".


Aku senang karena dia tidak memanggilku dengan panggilan kehormatan, dan seperti orang biasa.


"Mungkin aku ingin menikmati suasana kota ini dahulu. Aku sudah merencanakan untuk sampai ke kota Furyuun dengan cepat. Tentu, aku punya rencana khusus." Jawabku.


"Oh ya! Jangan lupa tolong cari pakaian untuk Aina. Yahh, itu sangat diusahakan. Karena aku tidak mau membawa Aina sebagai pelayan." aku kembali meminta ini.


Aina sedikit bingung, memiringkan kepalanya.


"Dimengerti, Ren. Saya pasti akan mendapatkan pakaian yang cocok dengan Aina." dia membungkuk sedikit.


"Hati hati, paman Kurls!" Aku melambaikan tangan, pergi menjauh.


Hmm, aku lupa mengecek ulang status Aina. Kalau tidak salah, aku sudah membebaskannya dari status "Seal" bukan?


Tapi yahh, itu bisa kulakukan nanti.


"Baiklah. Sekarang kita harus membuktikan kata kata Guildmaster aneh tadi, aku akan mengecek Dungeon rank S dan Dungeon rank B yang ada di sini." aku berbisik yakin.


Aku masuk ke gang sempit yang sepi, dan merubah penampianku.


Pertama, awasi sekitar, lalu cari jalan ke Adventurer Guild. Dan tentu, itu terlihat jelas dan mencolok dibanding bangunan lain.


"Permisi, eh?" Aku masuk, ketika melihat kericuhan di dalam.


Ada banyak orang, yang tampak kuat di sini. Mereka semua sebagian besar mabuk. Maksudku, ayolahh. Ini bahkan belum gelap!


Aneh. Padahal ini masih siang hari.


Aku berjalan dengan berhati hati, ketika beberapa pedang bertemu, dan suara beberapa tempat minum yang hancur terdengar.


Ini benar benar seratus persen kekacauan.


"Regue! Kau memecahkan gelasnya lagi lho! Pastikan kau membayarnya!" Seseorang berteriak di tengah keramaian itu. Dan lebih anehnya lagi, orang yang memecahkannya juga menjawabnya dengan lambaian tangan. Terlihat jelas dia benar benar tidak bisa berdiri karena mabuk!


Hei hei, apa kau baik baik saja? Sepertinya tidak. Dia merubah posisinya, kemudian berdiri dan memecahkan beberapa gelas lagi.


Beruntung, gelas itu terbuat dari kayu. Aku tidak bisa mengira berapa mahal jika gelas itu terbuat dari kaca.


"Apa? Kau ingin memesannya lagi? Apa kau ingin mati?!" si wanita yang barusan berteriak kini berteriak lagi kearah orang yang lain.


"A-ah. Itu lebih baik." Aku hanya mengangguk perlahan ketika menoleh ke arah orang yang berteriak barusan.


Seorang wanita cantik yang mungkin berumur 15 tahun. Badan dan postur tubuhnya bagus, memakai seragam hijau khas Adventurer Guild, ditambah rambut coklat yang dibentuk ponytail.


Sangat tidak cocok untuk suasana yang seperti ini. Tapi lebih cocok untuk membawa cambuk dan menjadi seorang aneh lainnya.


Ups kita keluar topik.


"Kenapa di sini hanya terdapat orang mesum saja? Menyedihkan." Dia menoleh ke arahku.


"Hoo?!" ahh, aku merasakan hal buruk akan datang.


"Apa? Orang mesum nan idiot nya bertambah satu?" dia menggelengkan kepala!


"Mau bagaimana lagi. Apa pesananmu?" Dia menunjuk ke arahku sambil mengatakan nada datar. Kata katanya tegas, dan sepertinya membawaku untuk mengikuti alur yang dibuatnya.


"Baiklah kalau begitu, bir ditambah madu satu." Kataku pelan.


"EH BUKAN ITU!"


Aku menarik nafas, mencoba menenangkan diriku. Aku meyakinkan diriku, bahwa mereka semua yang ada di sini pasti semua orang orang kuat! Jangan remehkan mereka dengan melihat luarnya saja! Ya. Itu benar!


"Apa kau tahu dimana resepsionis kantor Guild ini?" Tanyaku dengan santai. Tentu, dengan memperbaiki postur tubuhku.


"Akhirnya..."


"Eh?" Suaranya pelan sekali!


"Akhirnya ada petualang normal di sini!!!" Dia memegang tanganku, dan mendekatkan wajahnya ke wajahku membentuk wajah seperti menangis dan terharu, yang justru membuatnya menjadi mengerikan.


"TIDAAAK!" Aku hanya bisa melepaskan tangannya, ketika dia berubah mengerikan.


("Apa apaan ini? Guild ini gila!") Aku bersiap untuk melarikan diri dari sini, ketika kakiku menjadi berat.


"Tidaak. Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku disini!" Si wanita tadi, memegangi kakiku dengan erat sambil terduduk di lantai mirip suster ngesot.


"Hoi!!"


***


"Jadi?" Aku menyilangkan tangan, ketika aku berada di sebuah ruangan yang berbeda dari ruangan sebelumnya.


Ini seperti ruangan di belakang bar. Mungkin ruangan kerja, tapi ini juga merupakan ruangan Guildmaster kota Furyuun ini.


"Yaaah, aku sangat senang ketika aku melihat masih ada orang normal yang mampir kemari. Kukira aku akan mati karena gila dengan keadaan ini." Jawabnya sambil mengelus kepalanya yang benjol karena kupukul tadi.


U-umm, maafkan aku. Itu refleks karena kau melakukan hal seperti tadi!!


"Yahh, aku sepertinya bisa memahami nya. Tapi mereka semua orang yang kuat, bukan? Setidaknya rank A?" Aku mengatakan pendapatku.


"Tidak lho!" Dia memiringkan kepala.


"Eh?"


"Mereka semua petualang rank B. Tidak ada yang bisa mencapai rank A. Hanya ada beberapa rank A di kota ini, bahkan bisa dihitung oleh jari." Jawabnya sambil menempelkan jari di mulutnya.


"Ha?" Aku berdiri karena terkejut, dan tidak bisa berkata apa apa lagi.


Aku kembali terduduk setelah tenang, kemudain hanya bisa memegang kepalaku yang pusing. Bagaimana mungkin. Bagaimana mungkin?


"Hei! Jangan bercanda! Ada Dungeon rank S disini, kan? Bukannya seharusnya akan ada petualan rank A atau bahkan rank S disini, bukan? Ayolah! Jangan bercanda denganku!" Aku berteriak mengguncang tubuhnya.


Apa maksudnya ini? Kenapa tidak ada petualang kuat di kota Furyuun?