Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 2: Bab 28 - Masa Lalu



Aku sudah selesai dengan monster aneh tadi, dan sekarang sedang menuruni lantai. Aku juga sedang "berbincang bincang" dengan Aina.


Tidak, maksud ku, aku sedang menginterogasi nya.


"Aina. Aku memang hanya manusia biasa, tapi jangan katakan manusia itu lemah. Dan lebih baik, jangan pandang lemah orang lain walaupun itu dari ras yang tampaknya lebih lemah darimu." aku memulai percakapan dengan nada sinis.


Aina terkejut, lalu segera menggeleng cepat.


"T-tidak tidak tidak!! Itu tidak mungkin! Mana mungkin aku melakukan itu!! Aku tidak akan menghina siapapun, karena itu jahat." dia menggeleng cepat.


("Oi! Apa pikiran mu selalu berisi tentang apa yang jahat dan apa yang tidak! Aku tahu itu pesan ibumu, tapi apa kau dicuci otak olehnya? Kenapa hanya itu yang ada di dalam pikiranmu?!") aku hanya bisa berteriak dalam hatiku.


"Untuk tambahan, ini adalah rahasiaku bahwa aku adalah manusia. Untuk menyebarkannya atau tidak, itu bukan urusanku." aku mulai sedikit menambahkan bahwa itu adalah rahasia.


Dia sedikit terkejut, tapi akhirnya tersenyum.


"Umm, aku tidak mungkin menghina orang yang sudah menyelamatkan ku." dia menunduk, mulai memerah. Apa harga dirinya sebagai Beast yang ditolong oleh manusia menjadi rusak karena ku? Apa dia malu karena itu?


"Baiklah. Aina, aku memiliki banyak pertanyaan tapi aku tidak memintamu untuk menjawab semuanya." aku mulai secara perlahan.


Tahap pertama adalah berbagi rahasia. Aku sudah menegaskan bahwa rahasia besar bahwa aku manusia tidak bisa diketahui.


Dengan kepribadian nya yang demikian, dia pasti akan merasa berhutang.


Dan dia pasti akan menggantinya dengan rahasia nya


"Apakah ada jawaban yang salah?" setelah cukup lama diam, dia akhirnya menjawab.


"Jawaban salah? Tidak! Dari jawaban mu aku hanya akan memutuskan beberapa hal. Itu saja. Salah satunya adalah apa yang harus aku lakukan padamu." jawabku tenang.


Dia sedikit tersentak. Setelah itu, sikapnya menunjukkan bahwa dia sedikit terganggu.


Di dalam Dungeon cukup sepi dari monster, karena aku bisa merasakan keberadaan monster, dan aku menghindarinya.


Aku juga memilih jalan yang agak berputar, agar kami tidak segera masuk ke lantai bawah.


Dan tampaknya, dia pasti akan bercerita.


"Aku, adalah seorang tidak berguna." Aina mulai bercerita.


"Aku adalah seorang Beast keturunan Harimau Putih. Aku lahir 6 tahun lalu. Dan mungkin kakak sudah tahu, tapi ras Harimau Putih adalah subras unggulan dalam ras Beast."


"Dan saat itulah aku lahir. Aku, merupakan anak dari kepala desa disana. Karena itu, aku mendapat harapan yang tinggi dari orang orang."


"Tapi aku lahir tanpa apa apa. Skill tidak ada, bahkan statusku sangat rendah. Bahkan setelah melakukan banyak hal sekalipun, bahkan aku tidak mendapat title apapun. Aku, aku, aku benar benar tidak berguna."


"Aku sempat merasa akan mati kelaparan, tapi ada orang yang memungutku, dan mengambilku sebagai budak."


"Aku dihargai sangat murah, karena sejatinya aku tidak bisa apa apa. Dan aku tidak tahu apa yang terjadi, beberapa saat kemudian ada orang yang membeli ku. Aku didandani sangat cantik. Aku awalnya merasa sangat senang, tapi ternyata, aku dibeli karena pembeli ku ingin "bermain" denganku." ceritanya.


"Tunggu!!" aku menghentikan ceritanya.


"Nama orang itu, beritahu aku!!" ahh, aku tidak bisa membendung amarahku lagi.


Bisa kalian bayangkan orang mesum macam apa yang ingin melakukan hal itu pada anak kecil? Kalau ada pasti hanya orang tidak normal disana.


Ini aneh! Aku merasakan semua emosi tersalurkan padaku. Apa karena aku sudah menganggap dia keluarga ku?


"Khu hu hu.." dia tertawa pelan.


"Kenapa? Kenapa kamu tertawa? Ceritamu barusan tidak ada satupun yang bisa ditertawakan, lho! Kau memang aneh." aku memiringkan kepala ku, bertanya padanya.


"Ahh, tidak. Memang tidak ada. Tapi entah kenapa, melihat kakak yang marah untukku, aku merasa senang. Entah kenapa!" katanya sambil berseri seri.


Hei! Cepat sekali suasana hatimu berubah?


"Yahh, terserahlah! Jawab pertanyaanku dan kalau kau mampu, tolong lanjutkan ceritamu." aku hanya menjawab acuh.


"Baiklah. Unn namanya aku tidak tahu, tapi dia adalah petinggi di kota Furyuun. Dan kalau tidak salah, dia sudah cukup tua." jawab Aina.


Heh?! Bajingan ini bukan hanya aneh, tapi juga sudah berumur? Aku benar benar tidak tahu lagi.


"Baiklah. Biar aku lanjutkan. Setelah itu, aku melarikan diri. Beruntung, saat itu, kerah perbudakan ku sedang dilepas, jadi aku bisa melarikan diri."


"Aku terus lari sampai akhirnya sampai ke kota ini. Disini, aku sempat mengalami beberapa hal, sampai akhirnya aku menjadi pembawa batu sihir." Jelasnya. Itu cukup memiliki beberapa timeskip di banyak tempat, tapi setidaknya itu menjelaskan bagaimana dia sampai disini.


"Umm, baiklah. Aku sudah memutuskannya." yahh, walau aku sudah memutuskannya dari awal.


Apapun jawabannya, aku sudah memutuskan untuk membawanya. Dia adalah anak yang memiliki potensi yang sangat luar biasa.


Aku yakin bisa membuka "Seal" itu. Kalau tidak bisa, aku bisa menunggunya hingga umur 12.


Aku akan melindunginya sebaik mungkin, melatihnya hingga dia menjadi pahlawan yang sesungguhnya. Itu akan membuatku memiliki kekuatan tempur yang lebih.


"Jadi, apa aku boleh tahu pilihanmu?" dia bertanya pelan.


Mungkin itu bukanlah pertanyaan yang dia tujukan padaku, karena itu sangat pelan, bahkan bisa dibilang bahwa itu adalah kata hatinya.


Yahh, biarlah!