
"Hyawwhhaa!!!" Teriakan itu terdengar dari sebuah lapangan kosong di sore hari.
Tidak salah lagi, itu adalah suara seorang perempuan.
Sebelum teriakan itu terjadi, sempat terlihat cahaya yang bersinar kuat, seperti sesuatu yang dapat dilakukan oleh benda apapun, dengan kata lain, sihir.
Dan beberapa detik setelah itu, perempuan itu terlempar karena sihir itu, terjatuh dengan cara jatuh yang menyakitkan.
Terlihat tubuhnya mulai penuh lebam, selain itu pakaian yang dia pakai -pakaian yang menunjukkan dia bukan orang biasa- sudah mulai kotor dan lusuh.
Wajahnya sudah menunjukkan sebagian dirinya sudah mulai frustasi dengan ini, tapi sorot matanya menolak untuk mengatakan menyerah.
"Sekali lagi!!" dia masih bisa berteriak frustasi, sambil kembali ke tempat awal dia berdiri.
Dia kembali membaca mantra, membentuk sebuah keajaiban di tangannya, membuat beberapa elemen di tangannya, dan beberapa detik setelah itu, apa yang ada di tangannya meledak, kembali melemparkannya. Kini bahkan lebih jauh.
Orang itu adalah Suzu, putri kelima keluarga Larvest. Dan apa yang dia lakukan sekarang, adalah berlatih sihir.
Dia adalah pemilik cadangan Fehl terbesar yang pernah ada di keluarga Elf kota Eldergale berada.
Dan tentu saja, beban padanya sangat besar.
Sangat banyak yang berharap padanya bahwa dia akan menjadi orang yang sangat hebat, karena memiliki kapasitas Fehl yang sangat tinggi.
Selain itu, dia juga memiliki afinitas tinggi dengan kelima elemen. Jelas, itu adalah sebuah kejadian yang langka.
Karena itu, dia harus terus memenuhi harapan yang datang padanya, karena memang seperti itulah dia.
Padahal kenyataannya sulit.
Sebenarnya, semakin banyak elemen yang dimiliki seseorang, perkembangan dalam menguasai sihirnya akan semakin sulit.
Sederhananya saja, akan lebih mudah untuk meningkatkan dan fokus pada satu hal daripada beberapa hal sekaligus.
Pengecualian untuk Ren -karena memang dia abnormal- kenyataan di dunia ini memang begitu.
Kalau tidak dilatih dengan benar, pemilik afinitas tinggi justru memiliki penguasaan sihir yang rendah, karena latihan yang salah.
Tapi jika bisa menguasai nya, jelas dia akan menjadi monster kekuatan yang luar biasa.
Karena itu, kekuatan itu tidak bisa jatuh ke tangan yang salah.
"Hwahhh!!" teriakan Suzu kembali terdengar. Kini semakin lemah.
Sorot matanya mulai redup, dan air mata juga mulai keluar dari pelupuk matanya, menandakan dia juga sudah mulai lelah dengan semua ini.
Dia mengepalkan tangan, menggaruk tanah dengan kesal.
"Kenapa?" dia berbisik pelan.
"Kenapa?!!" kini Suzu mulai marah.
"Kenapa aku tidak bisa melakukannya? Aku harus bisa melakukan ini. Jika tidak, jika tidak!!" Suzu mulai menangis.
Dia memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, tapi tetap dia adalah perempuan.
Dia bisa memiliki kemampuan yang tinggi, tapi tetap dia hanyalah sosok yang rapuh di dalam. Ini bisa menyebabkan depresi jika terus berlanjut seperti ini.
"Melihat mereka semua berkembang dengan cepat, itu membuatku merasa kurang berusaha, kah?" Suzu bebisik sambil mulai berdiri.
"Mengesampingkan Ren, karena aku tidak akan bisa melawannya, yang lain berkembang sangat baik. Bahkan aku tidak tahu, perasaan apa ini." dia mulai berjalan, kembali.
"Benarkah ini rasa tanggung jawab? Apakah aku bertanggung jawab atas kekuatan yang aku miliki?" Suzu mulai memiliki konflik dalam dirinya.
"Tidak! Ini bukanlah rasa tanggung jawab! Ini, ini adalah rasa iri! Aku hanya menipu diri selama ini." dia membuka pintu, dengan perasaan yang bercampur aduk dalam dirinya.
Sedikit dalam dirinya mengakui itu dan merasa jijik pada dirinya sendiri.
("Kenapa aku mesti iri dengan keluargaku sendiri? Bukankah aku seharusnya mendukung yang terbaik untuk keluargaku? Dan jika mereka berhasil, aku seharusnya patut berbahagia untuk mereka!") itu yang dia pikirkan.
Pikiran seperti itu semakin menjatuhkannya, membuat ekspresi nya semakin gelap.
Dia menjatuhkan diri ke kasur dengan keras, menutup wajahnya.
Suzu mempertahankan posisi itu, sampai akhirnya dia merasa tenang. Memperlukan waktu cukup lama, dia berbalik dengan wajah pasrah.
"Sepertinya, aku tidak bisa terus begini." Suzu menggumam, bangun dari tidurnya dan melirik ke meja di sampingnya.
Disana ada sebuah kartu memo, yang menuliskan nama seseorang. Bors Larvest, dan pelatihannya.
Suzu mengambilnya, dan membacanya kembali.
"Furyuun kah?" Suzu berbisik pelan.
"Benar. Aku memang seharusnya berhenti melihat mereka, dan mencari sosok guru yang tepat untukku. Apa ini berarti aku akan menerima tawarannya?" Suzu menutup matanya pelan, membayangkannya.
"Aku tidak bisa terus melihat mereka maju, sedangkan aku terseok-seok seperti ini." dia bangun, mulai membuka pintu kamarnya.
"Baiklah, Bors! Aku akan menerimanya! Aku akan pergi ke Furyuun!!" kini Suzu berkata yakin. Tidak ada keraguan lagi di dalam matanya.
***
"Sudah kuduga, dia akan menerimanya." Bors tersenyum senang di dalam ruangannya.
Dia menuju ke papan seperti papan kerja yang ada di kamarnya, lalu mencoret sesuatu.
"Aku berhasil." katanya.
Apa yang dia maksud? Maksudnya adalah rencananya dalam membuat Suzu putus asa kini berhasil.
Dia yang terus dengan sengaja membandingkan Suzu dengan Edna, terus menampilkan kehebatan Edna dan menonjolkan kekurangan Suzu, dan beberapa hal lainnya.
Furyuun adalah sebuah kota yang sangat jauh dari Eldergale. Perjalanannya saja memperlukan waktu satu hari sampai beberapa hari dengan menggunakan kereta kuda.
Suzu akan pergi kesana untuk mendapatkan guru yang cocok untuknya.
Dan untuk Bors, dia memiliki rencana tersendiri.
Dia membuat Suzu berutang budi pada Bors. Dengan begitu, akan mudah untuk meminta sesuatu pada Suzu dengan mengingatkannya atas utang budinya.
Dengan kata lain, Bors ingin mengendalikan Suzu.
"Aku sudah mendapat pion yang bagus. Selanjutnya, tinggal menunggu waktunya Rook untuk maju. Aku tidak tahu apa yang direncanakan kultus untuk saat ini, tapi aku pasti akan menguasai Eldergale tidak lama lagi." katanya.
Bors tertawa senang, dan dengan bangga mengangkat tangannya.
Dengan beberapa silsilah keluarga Larvest di papan yang ada di belakangnya.
Dan salah satunya, nama Suzu sudah tercoret, dan bahkan tidak ada nama Ren disana.
Note: Setelah ini akan masuk time skip. Karena ga ada yang terjadi. Disini time skip masuk ketika MC umur 10. Btw jangan lupa like, dan komen kalau ada yang kurang ya.... Tambahan, yang minta update banyak, mungkin bukan hari ini. Tapi kalau banyak yang minta bakal Author kasih dahh 5k-6k kata per hari 😎😎