
Itu adalah hari ketiga setelah Liu Xiu berhasil mengembalikan kondisi hutan. Dia masih di desa ini, menunggu ketujuh orang itu bangun.
Liu Xiu merasa tidak enak jika hanya berdiam diri, dia membantu seluruh warga desa setiap hari, seperti mengurus tanaman, memperbaiki rumah, atau beberapa hal lainnya. Awalnya, ini adalah tugas Xi, tapi karena pekerjaan ini terlalu banyak, Liu Xiu membantu nya.
Liu Xiu yang dianggap sebagai pahlawan di desa itu, ditambah dia sering membantu disana membuat dia cukup terkenal di desa.
Banyak orang tua yang mencoba menjodohkan anak putrinya dengan Liu Xiu, atau bahkan wanita wanita itu yang mendekati Liu Xiu dengan sendirinya.
Mereka semua cantik, karena memang semua ras Fairy memiliki kecantikan yang tidak biasa. Yang menjadi agak aneh adalah tinggi mereka, yang mungkin hanya mencapai 130 cm yang paling tinggi. Itu membuat mereka tampak seperti anak kecil
Tapi secantik apapun mereka, itu tidak sebanding dengan Xi. Xi memang seperti suatu pengecualian disini.
Liu Xiu juga terus berlatih dan berusaha untuk mampu menguasai kemampuan barunya, dan dia juga mengasah kemampuan batin nya.
Dia sering berkomunikasi dengan Sova, dan Sova sering memberikan saran penting untuk Liu Xiu.
Salah satunya adalah melakukan hal seperti bersemedi, itu akan meningkat kan kemampuan spiritual nya. Awalnya Liu Xiu mengira itu sihir, tapi Sova menjelaskan bahwa kemampuan spiritual itu berbeda dengan sihir.
Sova seperti seorang guru bagi Liu Xiu.
Liu Xiu selalu melakukannya malam hari sebelum tidur. Karena memang Liu Xiu memiliki sedikit waktu tidur, jadi hari harinya hanya diperuntukkan untuk berlatih.
Dia tidak lupa untuk mencoba mengendalikan kemampuan dalam membuka pembatas dalam tubuhnya. Pasalnya, itu terlalu memberikan perbedaan yang besar, membuat dia kesulitan untuk mengendalikannya setelah pembatas yang ke 4.
Itu membuat Liu Xiu tidak bisa membayangkan kekuatan yang bisa dia dapatkan setelah bisa mengendalikan pembatas ke 8.
"Mungkin aku bisa menyamai kekuatan ku yang dulu" pikir Liu Xiu.
Tapi mengingat itu, Liu Xiu hanya menggeleng. Dia harus beehati hati sekarang, karena dia tidak ingin kejadian dulu terulang kembali. Apalagi setelah dia tahu, ada sosok yang jauh mengerikan di luar sana.
***
Hari kelima sejak Liu Xiu di sana sekarang. Salah satu dari mereka sudah bangun. Tapi Liu Xiu tidak terburu buru untuk memberi orang itu pertanyaan. Walau jujur, dia penuh dengan pertanyaan sekarang.
Sepertinya Liu Xiu ingin agar ketujuh orang itu bangun terlebih dahulu, dan menanyainya lebih lanjut.
"Jadi, bagaimana dengan orang yang sudah bangun?" tanya Xi yang sedang duduk bersama Liu Xiu sekarang.
"Ngomong ngomong, siapa yang sudah bangun?" tanya Liu Xiu padanya.
"Elf. Dia tampaknya memiliki tubuh yang lebih kuat dari yang lainnya. Aku tidak tahu, tapi aku merasakan sihir yang sangat kuat dari dalam tubuhnya juga. Aku tidak tahu bagaimana cara mu mengalahkan meraka bertujuh." jawab Xi.
"Kau bisa merasakan nya?"
"Yahh, bagaimana ya? Kau tahu, mereka adalah yang terbaik di bidang mereka. Elf itu adalah fighter yang tangguh dan bisa bertahan sangat lama, bahkan melebihi Priest aku yakin. Selain itu, ada Beast langka yang benar benar kuat, yang bisa bergerak sangat cepat bahkan tidak terlihat mata."
"Yang lainnya juga sangat kuat. Itulah yang membuatku tidak mengerti kenapa kau bisa mengalahkan mereka." jelas Xi.
"Mereka memang kuat, tapi saat mereka dikendalikan, mereka tidak sekuat yang sebenarnya." jawab Liu Xiu.
"Apakah kau percaya ada orang yang hanya menggunakan 0.1 persen kekuatannya, tapi sudah lebih kuat dari Ksatria penjaga istana?" tanya Liu Xiu. Itu membuat Xi kaget dan menoleh cepat.
"Itu seharusnya menjadi sesuatu yang tidak masuk akal, tapi jika kau yang mengatakannya aku akan percaya." sahut Xi sambil mengangguk kosong.
Itu mengakhiri percakapan mereka, karena Liu Xiu segera melompat dan kembali terfokus dalam pelatihannya.
Xi yang melihat itu sedikit cemberut.
"Kau bisa fokus kepadaku sesekali..." ucap Xi pelan, dengan wajah memerah.
***
"Dimana, aku?" sebuah suara terdengar. Ini adalah tempat dimana tujuh wanita itu dikumpulkan dalam satu ruangan, dan suara itu adalah Elf yang memandang sekeliling dengan tatapan kosong, lalu menatap orang orang.
Dia sedikit bingung, lalu mulai berdiri dari kasur, menghampiri kasur yang lain satu persatu, mengamati mereka.
"Mereka, bukankah mereka dari tempat itu?" tanya perempuan itu pelan.
Dia melihat sekeliling lagi, dan matanya menyipit.
Dia meringis, lalu melihat kembali wajah wajah itu. Dia lalu melihat ke arah jendela, dan mengangguk yakin.
Kepribadiannya adalah orang yang keras. Tampak seperti dia sering dilatih untuk menjadi seperti itu.
"Tapi bukankah pertahanan ini terlalu lemah? Aku pikir akan ada sebuah alarm ketika aku membuka jendela, lalu para setan itu datang untuk menangkapku tapi-"
Beberapa gambar masuk ke kepalanya, membuatnya sakit.
"Apa itu? Apakah aku diselamatkan? Liu Xiu? Tidak! Itu hanyalah mimpi. Aku harus berhenti memimpikan orang untuk menyelamatkan kami. Itu hanya mimpi." kata nya sambil melompat keluar.
Saat keluar, dia cukup terkejut dengan keadaan di luar. Pasalnya, itu tidak seperti yang dia kira.
"Kenapa? Kenapa aku ada di luar?" tanyanya bingung.
Dia melompat ke bawah, dan mendarat di atas rumput. Dia sedikit terkejut terkena rerumputan yang berembun, menyebabkan kakinya basah.
"Rerumputan, aku seperti sudah lama tidak merasakan ini." kayanya sambil menyentuh rumput dan berjalan perlahan. Dia menelisik sedikit, dan menemukan desa yang dipenuhi orang orang yang sedang bekerja.
"Apa itu desa? Tidak. Itu pasti orang orang yang dikendalikan oleh bajingan itu. Aku harus menghindarinya agar tidak ketahuan!" katanya sambil mengawasi orang orang itu.
Penduduk desa sebenarnya sudah menyadarinya, tapi mencoba meneruskan pekerjaannya.
Dia mencoba menjauhi desa perlahan, sambil terus siap siaga. Tapi setelah agak jauh, dia berlari sekuat tenaga, dan dengan cepat meninggalkan area desa.
"Huff... Aku capek!! Tu-tunggu. Kenapa aku bisa merasakan lelah? Lalu, kenapa aku bisa melihat dunia ini menggunakan tubuhku sendiri? Tidak tidak tidak. Ini terlalu aneh! Ditambah lagi, aku tidak merasakan rasa terbakar dalam tubuhku?" tanya Elf itu sambil berjalan pelan, bertumpu pada sebuah pohon.
Walau begitu, dia sepertinya tidak bisa menahan lelah, dan terduduk. Dia menatap ke atas, terlihat matahari dan rimbunnya daun dari Pohon Dunia memayungi nya.
"Perasaan ini, aneh karena aku bisa merasakan rumput. Aneh juga aku bisa merasakan desiran angin di telingaku. Ini benar benar terlihat nyata, tapi seperti mimpi." bisiknya pelan.
Tap tap tap...
Terdengar suara langkah kaki dan gemerisik suara rumput yang diinjak orang.
"Siapa disana?!!" kata Elf itu sambil bersiap.
***
Ini adalah waktu dimana Liu Xiu baru saja melompat, meninggalkan Xi yang memandangnya dengan sedikit cemberut.
Dia menutup semua pembuatannya, dan bercokol di salah satu dahan sambil mengawasi sekitar.
"Hey, Sova. Kau mendengar ku, kan? Bagaimana menurutmu tentang Elf yang baru saja bangun itu? Apakah itu menuju ke arah yang positif atau negatif?" tanya Liu Xiu, pada Sova. Sova tidak ada disini, tapi ada bagian tubuhnya, yaitu tumbuhan disini, jadi dia mendengar itu.
(Humm, entahlah. Tapi menurutku dia berbahaya. Aku bisa melihat tatapan semangat di matanya, dan keinginan untuk hidup nya luar biasa.)
(Biasanya orang orang seperti itu adalah orang orang yang merepotkan.) kaya Sova menggema dalam kepala Liu Xiu.
("Tunggu! Kau bisa melakukan telepati?!!") teriak Liu Xiu dalam pikirannya.
(Tentu! Ini adalah salah satu kemampuanku, tapi agak sulit melakukannya dengan orang lain, jadi saat ini mudah digunakan padamu.) kata Sova.
Liu Xiu hanya menggeleng pelan, membayangkan betapa besar kekuatan Sova sebenarnya.
Tapi setelah itu Liu Xiu diam, seperti ingin Sova untuk segera menjawab pertanyaannya.
(*Hufft. Baiklah. Dia benar benar merepotkan dalam arti sebenarnya, kau tahu! Dia adalah Elf yang memiliki kemampuan berpedang cukup baik. Selain itu, sihirnya juga ada diatas rata rata. Dan yang lebih buruk lagi, dia memiliki Daek Magic.)
(Beruntung jika dia tidak menyerangku. Tapi dia menganggap dunia ini sebagai mimpi. Itu akan menjadi masalah jika dia melakukan semua yang dia mau karena ini adalah mimpi.)
(Karena itu, lakukan sesesuatu padanya, Liu Xiu*!!) teriak Sova dalam pikiran Liu Xiu.
Liu Xiu sedikit tertawa mendengar itu lalu mulai berdiri.
"Oke oke. Aku akan mendatangi nya. Sekalian juga, aku ingin memastikan kepribadian nya. Ini benar benar menarik mengetahui apa yang akan terjadi." jawab Liu Xiu sambil tersenyum.